Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab168. Kekesalan Han Xiao


__ADS_3

Sial, hanya kata itu yang bisa menggambarkan para jenius yang bertemu Han Xiao dan tim nya, setiap tim yang bertemu dengan Han Xiao bahkan tidak bertahan selama sepuluh napas sebelum menghilang menjadi cahaya.


Alis Ruan Jian berkedut ringan ketika mereka sampai ke tempat Han Xiao berada, lagi-lagi anak itu sudah menyapu bersih jenius yang dilihatnya.


"Bukankah jika begini dia tidak memerlukan kami?" Ruan Jian memandang pada Ne Zha yang kini tengah memakan Tofu Bulat seraya menonton Han Xiao yang sedang membersihkan pakaian dari debu.


"Kalian dibutuhkan, tapi tidak saat ini," ucap Ne Zha tak mengalihkan pandangannya.


Para gadis hanya bisa tersenyum kecut, Han Xiao yang kesal setelah membunuh Ming Huan, dan tidak bisa menambah minyak dalam api. Kini tengah mengamuk pada para jenius yang ditemuinya, baik sekte besar, menengah, atau bahkan kecil. Para gadis tidak mengerti persis Han Xiao kenapa, namun sudah jelas bahwa pemuda riang itu tengah kesal.


"Jika begini terus semua peserta yang ditemuinya akan terliminasi dan bahkan keluar dari pertarungan, ini bahkan belum berjalan dua hari," ujar Xia Shiva.


Bi Jiao disisi lain sudah mengetahui peranggai unik Han Xiao kalau sedang kesal, masih hangat dalam ingatannya ketika pemuda itu kesal, dalam perjalanan di hutan kegelapan ketika mereka pertamakali bertemu. Baik Binatang Iblis ataupun Pemburu. Pemuda itu akan menggilasnya laksana mesin perata tanah.


"Kau tidak akan menghentikannya?" tanya Su Lihwa.


"Untuk apa?" tanya Ne Zha balik.


"Dengan begitu bukankah kita tidak perlu bergerak, hanya dia saja sudah cukup untuk mengumpulkan poin." Xia Shiva berkata diirngi sebuah tawa puas.


Kini Han Xiao melesat lagi mencari target berikutnya, seperti sebelumnya. Ne Zha dan lainnya mengikuti Han Xiao mencari target baru.


***


"Hais, keburuntungan kalian sungguh jelek ya?" Ruan Jian berkomentar dengan nanar ketika melihat sepuluh kultivator pedang muda.


Mereka adalah sepuluh pedang suci, sebelumnya mereka berhasil mengumpulkan kembali poin yang hilang. Dan mereka juga sebaik mungkin lari jauh dari lokasi yang berkemungkinan ada tim Penguasa Generasi. Namun sial, keberuntungan mereka yang baru saja menghabisi dua tim sekte menengah harus berakhir menarik seseorang yang paling tidak ingin mereka ganggu.


Ya, Han Xiao menemukan sebuah suara pertarungan dan bergegas, ketika melihat bahwa pertarungan dia sebenarnya kecewa. Tapi melihat spuluh pedang suci, mataya menunjukan binar. Itu karena mereka akan memberikan poin yang besar.


"Seraaang!!!" Mu Li berseru lantang untuk memimpin sembilan pedang suci yang dipimpinnya untuk memberikan perlawanan pada Han Xiao.


Harus Han Xiao akui bahwa tekad mereka sebagai Kultivator sangatlah mengagumkan, walaupun mereka mengetahui akan kalah, namun mereka tidak menyerah dan memberikan perlawanan.


Sebuah senyum terulas pada bibir Han Xiao, dia memilih untuk memberikan wajah pada para kultivator jenius ini dengan cara menggunakan hanya kekuatan fisiknya, tidak menggunakan Ilmu Sihir seperti sebelumnya agar dia bisa menyelesaikan dengan cepat.

__ADS_1


Pedang Mu Li hendak mendarat pada jantung Han Xiao, namun Han Xiao dengan mudah menahan ujung pedang tersebut dengan kedua jarinya. Sembilan orang lainnya juga menyerang Han Xiao dari berbagai arah, sekali lagi Han Xiao bisa dengan mudah menghindari serangan mereka yang akan sangat mematikan jika untuk kultivator normal, namun sekali lagi diingatkan. Bahwa Han Xiao bukanlah kultivator yang normal.


"Gerakan kalian mudah ditebak," komentar Han Xiao.


Mereka bertukar pulhan jurus lagi sebelum mundur, lalu menyerang Han Xiao kembali.


PAK...


PAK...


PAK...


PAK...


PAK...


PAK...


Sepuluh bunyi tepukan nyaring terdengar, sepuluh pedang suci terkejut ketika Han Xiao menepuk punggung mereka.


"Perbaiki kuda-kudamu," lanjut Han Xiao seraya menemdang paha mereka agar mereka membenarkan posisi.


Sepuluh Pedang Suci secara tidak langsung mengikuti arahan Han Xiao, mereka kini merasakan bahwa permainan pedang mereka menjadi lebih mudah dan efisien.


Mereka kembali bertukar jurus, hingga Han Xiao tersenyum lebar. Barulah pemuda itu melemparkan sepuluh pedang suci hingga terkapar di tanah.


"Jika kalian ingin mengalahkanku, kumpulkan seluruh tim pemilik Istana Surga dan menyerang tim Penguasa Genrasi. Kussanrankan seperti itu, maka setelah masuk kembali ke dimensi ini, kalian kumpulkan mereka. Aku sudah mempermudah tugas kalian dengan membunuh beberpa Istana Surga sebelumnya, mereka pasti akan mengikuti permintaan aliansi kalian," terang Han Xiao.


Tidak ada sanggahan dai perkataan Han Xiao, memang. Satu-satunya cara untuk mengalahkan tim Penguasa Generasi ini, akan dibutuhkan semua jenius untuk menyerang mereka bersama. Jika hanya menyerang secara satu tim seperti yang dilakukan mereka. maka kemngkinan menang adalah nol.


Mu Li bangkit lalu memberi salam hormat yang dalam pada Han Xiao, "Terimakasih atas bimbingan singkatmu," ucapnya tulus.


"Sama-sama," balas Han Xiao lalu membunuh mereka secepat kilat.


Para gadis menatap bodoh pada perkataan Han Xiao tentang menyurus sepuluh pedang suci, untuk mengumpulkan seluruh tim yang memiliki Istana Surga didalamnya.

__ADS_1


"Kau bosan hidup?" tanya Ruan Jian, itu karena hanya dia yang paling awam mengenai Han Xiao, dia hanya mengetaui bahwa Han Xiao sangat kuat.


Namun melawan seluruh peserta bukanlah hal yang lucu.


Han Xiao sendiri tersenyum riang seperti biasanya, kini rasa kesalnya hilang atas ide dari Ne Zha untuk mengumpulkan Jenius dan membasmi mereka langsung.


"Sudah waktunya aku istirahat, kini kalian yang berburu poin," ucap Han Xiao santai lalu mengteluarkan Tofu Bulat untuk dimakannya.


***


"Apakah kita semenakutkan itu hingga para peserta lain kabur saat melihat kita?" Pemuda berjubah biru dengan hiasan hijau bertanya pada gadis di hadapannya.


"Bukan kita yang menakutkan, tapi ketua Yang Shui yang menakutkan," ujar seorang gadis pada pemuda tersebut. Dia adalah bagian dari tim Yang Shui, dan tidak lain adalah Bi Laolu.


"Benar apa yang dikatakan Laolu, Ling Ba, meskipunkau kuat tapi kau tidak semengerikan itu," tambah She Moxie.


Ling Ba hanya mengerutkan dahinnya kesal, memang benar, sebagian jenius yang ditemui oleh tim mereka takut pada Yang Shui. Sejauh ini mereka belum bertemu jenius pemilik Istana Surga lainnya, jadi sulit untuk mendapatkan lawan yang sebanding dengan Yang Shui.


"Kita akan bersenang-senang," ujar She Moxie ketika melihat sepuluh sosok yang baru saja muncul.


Mata Ling Ba mengikuti arah pandang She Moxie, disana dia melihat sepuluh jenius yang baru saja muncul, seorang jenius Istana Surga adalah pemimpin mereka.


Sebuah senyum terulas pada sudut bibir manis Yang Shui ketika melihat dia akan memiliki lawan yang sebanding, sejak dia menginjakan kaki pada Alam Ekspansi Istana, tidak ada orang yang berlatih tanding dengannya. Dengan pemimpin Istana Surga tim yangbaru saja muncul itu, Yang Shui menghitung ini dalam kesempatan yang sanga baik.


***


**Bacotan Pengetik :


Update Mingguan : 3/14


GENGS!!! PENGETIK ADA REKOMENDASI UNTUK PENULIS BARU, JIKA KALIAN INGIN BELAJAR TENTANG KEPENULISAN. DI SASTRA AMATIR INILAH TEMPAT YANG TEPAT!!!


SASTRA AMATIR ADALAH GRUP KEPENULISAN YANG PENGETIK DAN TEMEN PENGETIK BANGUN DARI NOL SATU TAHUN YANG LALU. DISANA KALIAN BISA BELAJAR BANYAK HAL ATAU BERTANYA SEPUTAR KEPENULISAN😉**


__ADS_1


__ADS_2