
Enam jam Han Xiao yang mengendarai Kuai You Shengqi untuk sampai di daerah tepian Benua Angin Selatan, daerah ini juga adalah kekuasaan dari Istana Falcon Utara, bernama Pantai Es Menyendiri, nama ini didapat karena hanya dari pantai inilah yang bisa mengakses menuju Pulau Es Menyendiri.
Han Xiao menaratkan Kuai You Shengqi, setelah para gadis turun, dia memasukannya kedalam Cincin Spasial.
"Kita akan beristirahat terlebih dahulu, Bing Xing kau sangat mengenal daerah ini. Bisakah memandu kita untuk mendapatkan penginapan yang baik?" kata Han Xiao seraya memandang Bing Xing.
Bing Xing mengangguk ringan, "Aku mengetahui penginapan terbaik, ayo lewat sini," ajak Bing Xing.
Han Xiao dan Xian Xuenai segera bergerak untuk mengikuti Bing Xing menuju suatu arah dan memasuki kota kecil yang terdapat di pesisiran pantai ini.
"Ini bernama kota Laut Es, belum lama ini mereka menjadi kota, namun saat masih menjadi desa, potensi mereka pun sangat baik, penginapan, tempat hiburan dan lainnya sangat istimewa di sini," terang Bing Xing ketika mereka masuk kedalam kota.
Penjagaan sangat ketat, bahkan menaruh dua murid luar dari Istana Falcon Utara, namun dengan token yang dimiliki oleh Bing Xing, mereka bisa masuk dengan mudah, Bing Xing tidak menunjukan token murid suci, tapi dia menunjukan token murid inti, hal ini dilakukan oleh Bing Xing agar tidak terjadi kehebohan yang tidak perlu.
Langkah Han Xiao dan lainnya berhenti ketika sudah sampai di sebuah bangunan tingat lima yang sanggat megah, sungguh sulit dipercaya sebuah bangunan semewah ini berada di kota kecil seperti Kota Laut Es ini.
Bing Xing mengajak mereka masuk kedalam, saat mereka sampai di resepsionis, sekali lagi Bing Xing menunjukan token murid intinya, resepsionis itu langsung tergopoh-gopoh untuk mencari maneger ketika mengetahui identitas Bing Xing adalah murid inti dari Istana Falcon Utara.
"Kau menunjukan itu agar mendapatkan fasilitas gratis?" celetuk Han Xiao.
Bing Xing mengerutkan dahinya, "Tidak ada fasilitas gratis di sini, bahkan untuk murid suci, aku menunjukan token ini agar mendapatkan fasilitas terbaik di penginapan ini," ujar Bing Xing.
Tidak lama seorang wanita berlarian menuju mereka, wanita itu menggunakan jubah biru putih, ketika menatap wajah Bing Xing. Wanita itu langsung terkejut segera dia menyambut Bing Xing dan lainnya, dia juga membawa mereka ke ruang pribadi agar tidak banyak orang yang mengetahui identitas mereka.
__ADS_1
"Xing'er itu kau, bibi kira kau tidak akan berkunjung lagi," ujar wanita tersebut.
"Bibi, aku datang untuk singgah sebentar, mungkin hanya satu malam," balas Bing Xing dengan nada yang sangat hangat,
"Kau sangat terburu-buru ya? Baiklah tunggu sebentar lagi, kamar kalian akan segera disiapkan," ucap wanita itu dengan sangat ramah.
"Terimakasih bibi," kata Bing Xing.
"Jangan sungkan, oh ya. Malam ini ada festival tahunan di kota ini, kalian harus datang, pasti akan menyenangkan," ujar wanita tersebut ketika teringat acara tahunan yang akan digelar oleh Kota Laut Es.
Bing Xing mengiyakan, jika Han Xiao dan Xian Xuenai berangkat, maka dia juga akan berangkat menuju festival, dia ingin mempersiapkan diri untuk berada di Pulau Es Menyendiri, perjalanan tadi sungguh menguras adrenalinnya, Han Xiao mengendarai Kuai You Shengqi seperti orang gila, kecepatannya membuat jantung Bing Xing naik turun.
Beberapa menit kemudian resepsionis datang untuk mengatakan bahwa kamar mereka telah siap untuk ditempati, Han Xiao, Bing Xing dan Xian Xuenai mengikuti resepsionis tersebut untuk menuju kamar di lantai paling atas dari penginapan tersebut.
Han Xiao langsung masuk kedalam salah satu kamar, dia membanting tubuhnya keatas ranjang yang sangat empuk tersebut, sebenarnya dia tidak ingin beristirahat, namun karena memikirkan Bing Xing yang terlihat kelelahan dan Xian Xuenai yang secara ajaib pucat, Han Xiao memilih untuk beristirahat sejenak sebelum pergi menuju Pulau Es Menyendiri esok hari.
Mata pemuda itu terpejam dengan perlahan, setidaknya dia juga akan beristirahat seraya menunggu malam datang, Han Xiao penasaran dengan festival tahunan seperti apa yang akan didakan oleh Kota Laut Es.
Ketika malam sudah menyambut larut, pintu kamar Han Xiao terketuk nyaring membuat pemuda itu mau tidak mau harus bangun dari buaian mimpinya, seraya menggerutu Han Xiao membuka pintu kamar. Di sana dia menemukan Bing Xing yang kini tengah berdiri menatapnya.
"Kau mengganggu istirahatku," ceplos Han Xiao dengan gerutuan.
"Festival akan dimulai sebentar lagi, jika kau tidak ingin pergi pun tidak apa-apa, lanjutkanlah tidurmu," ujar Bing Xing lalu melenggang pergi.
__ADS_1
Wajah Han Xiao langsung berubah, "Hey Xing tunggu!" seru Han Xiao lalu membentuk mudra tangan untuk melakukan Ilmu Sihir Air dan membasuh wajahnya, kini wajah pemuda itu terlihat lebih segar dari pada sebelumnya.
Bing Xing tidak menghentikan langkahnya, dia terus melangkah keluar dari ruang penginapan. Han Xiao terus menggerutu karena gadis ini seolah seperti memiliki hati es yang sulit mendapat simpati padanya.
Biarpun menggerutu namun Han Xiao terus melanjutkan langkahnya menuju keluar dari penginapan, sesampainya di lantai pertama, Han Xiao bertemu dengan Xian Xuenai yang sedang asik memakan berbagai buah-buahan di meja makan.
Han Xiao duduk di sebrang gadis tersebut lalu meraih apel yang hendak disuapkn oleh Xian Xuenai.
"Hey apa yang kau lakukan?!" gerutu Xian Xuenai kesal ketika apel yang sedikit lagi mendarat pada mulutnya direbut.
"Memakannya tentu saja," ujar Han Xiao lalu memakan apel tersebut.
Xian Xuenai sangat kesal dengan Han Xiao, ingin rasanya dia memberi pelajaran pada pemuda tersebut, namun dia segera menahan karena mengingat pemuda dihadapannya ini adalah kakak iparnya.
Gadis itu memilih untuk mengambil buah lain yang terdapat di meja, ternyata Xian Xuenai sudah memesan makanan, karena tak lama datang pelayan membawa berbagai makanan, disana terdapat banyak sekali makanan laut seperti lobster, kepiting, ikan, kerang dan lain-lain. Mereka diolah menjadi berbagai masakan yang terlihat sangat lezat.
"Selamat makan!" Xian Xuenai melipat bagian lengan jubahnya lalu mulai menyantap dengan asik makanan demi makanan tersebut.
"Terus tatap dia dan kalian akan kehilangan mata kalian," ujar Han Xiao dingin ketika mendapatkan banyak tatapan terbakar penuh hasrat pada Xian Xuenai.
"Hahahah! Sungguh lucu, aku ingin mengetahui bagaimana kau akan menghilangkan mataku." Seorang pria maju kedepan seraya tertawa penuh ejekan pada Han Xiao, dimatanya Han Xiao tidak lebih hanya seorang bocah arogan dihadapan kekasihnya, bukan hal aneh tingkah seperti itu karena memliki gadis secantik Xian Xuenai.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 13/14