
"Apakah kau buta? aku sedang makan Tendon Naga tentu saja, apa lagi?" sahut Han Xiao dengan santai seolah tidak perduli dengan Ras Jijian yang kini terus semakin menggila karena tindakannya.
Han Xiao terus makan seperti itu bukan tanpa sebab, selain untuk menikmati Tendon Naga, dia ingin membuat Ras Jijian semakin marah dan menggila karenanya, juga Han Xiao ingin mengetahui seberapa jauh kekuatan Shuiyu.
Dari yang Han Xiao rasakan. Shuiyu berada di puncak Alam Dewa yang sedikit lagi menembus. Han Xiao ingin melihat apakah ada keajaiban yang terjadi sseperti pada film yang dia tonton di dunia sebelumnya, ketika seseorang dalam kondisi terdesak, kekuatannya akan meningkat.
"Bakatnya kurang lebih sama dengan Xiao Wushuang, hanya berbeda tempat tinggal, jika Xiao Wushuang tinggal di Alam tingkat tinggi atau Alam Abadi, pasti akan setara dengannya atau melebihinya," batin Han Xiao seraya terus menyantap Tendon Naganya.
Shuiyu melakukan berbagai jurus dengan Pedang besarnya, beberapa jurus bahkan membuat Han Xiao takjub karena gerakan yang sangat minimal namun memeiliki penghancuran maksimal, setiap ayunan Pedang Shuiyu, setidaknya akan mencabut puluhan nyawa Ras Jijian.
Biarpun Ras Jijian yang menyerang sangat banyak, mereka hanya memiliki kultivasi pada tingkat Alam Raja dan Alam Roh, sehingga untuk Shuiyu yang ada di Alam Dewa tidak akan kesulitan. Tapi jumlah mereka yang menjadi masalah karena bukannya berkurang justru seperti terus bertambah.
Dua hari penuh telah dilewati oleh Shuiyu untuk melawan Ras Jijian, yang sebelumnya nampak terus bertambah kini mulai berkurang, gadis itu sungguh sudah mengeluarkan segala yang dimilikinya. Berulangkali dia mengumpati dan menyumpahi agar Han Xiao sakit perut, selama dua hari ini, pemuda itu hanya santai memakan Tendon Naga dan menontonnya bertarung melawan RasĀ Jijian yang dia yakini ada ribuan.
Memiliki kultivasi Alam Dewa bukan berarti staminanya tidak terbatas, jika melawan satu lawan satu sesma Alam Dewa. Shuiyu yakin dia bisa meladeninya selama satu tahun penuh. Tapi lain hal dengan Ras Jijian, biarpun mereka memiliki kultivasi yang rendah. Jumlah mereka sungguh menakutkan,
Tubuh Shuiyu masih bersih dari cipratan darah, hanya saja kini Pedang besar miliknya yang awalnya berwarna biru transparan sudah berubah menjadi warna merah pekat oleh darah.
Shuiyu sudah tidak perduli dengan Han Xiao, dia ingin membunuh Ras Jijian sebanyak mungkin untuk melampiaskan amarahnya. Shuiyu akan membuat perhitungan setelah semua ini selesai.
"Tapi akankah dia menyalurkan tangannya jika aku terpojok?" Shuiyu mulai dihantui oleh hal-hal buruk, dia tidak membayangkan jika Han Xiao ternyata mengorbankannya disini.
__ADS_1
"Persetan! Aku akan membunuh kalian semua!" Shuiyu berteriak kencang, seiring teriakannya. Gelombang kekuatan besar meledak dalam dirinya.
Tubuh Shuiyu dikelilingi oleh cahaya biru yang membentuk sebuah ombak, mata gadis itu berubah menjadi sebuah cahaya terang. Pedang besar di tangannya yang terpenuhi darah kini menjadi kembali bersih dan bercahaya kebiruan.
Han Xiao yang sedang memakan Tendon Naga tersenyum lebar ketika melihat Shuiyu yang meledak, "Ah ternyata ada keajaiban seperti itu," kekehnya ketika dia melihat Shuiyu yang secara paksa menembus Alan Roh.
"Aku harus bergerak sekarang." Han Xiao mengambil gigitan terakhir sebelum berdiri, ketika menginjak Alam Roh, kultivator akan membangun Altar. Dan Han Xiao yakin Shuiyu harus melakukan hal tersebut,
Terobosan mendadak Shuiyu ini akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena perlu membangun Altar dan pembersihan Jiwa.
Han Xiao menjentikan jarinya, ruang yang berada disekeliling Shuiyu segera menghilang bersama gadis tersebut. Han Xiao memisahkan Shuiyu dari ruang iniĀ dengan kekuatannya agar terobosan gadis itu tidak terganggu.
Pandangan Han Xiao terarah pada Ras Jijian yang masih menatapnya garang, jelas saja mereka menatap marah pada Han Xiao, pemuda itu selama dua hari memakan Tendon Naga dihadapan mereka sudah melebihi sekedar provokasi bagi mereka. Itu adalah tindakan yang menginjak-injak mereka.
Tangan Han Xiao terangkat dan menunjuk Ras Jijian tersebut, "Kau sudah melapor bukan? Nah sekarang kau juga maju bersama antek-antekmu."
Setelah mengatakan hal tersebut Han Xiao membuat mudra tangan, sebuah formasi keluar dari tangannya dan memenuhi bidang tanah dibawahnya, Rune Formasi itu mencakup seluruh Ras Jijian dan markasnya.
"Aku tidak ingin membuang waktu lagi." Han Xiao mengeluarkan Pedang Delapan Kejahatan, dengan sedikit menyuntikan energi negatif. Tiga mata pada Pedang Delapan kejahatan terbuka.
Ketika tiga mata itu terbuka, Ras Jijian yang ada merasakan tubuh mereka lemas dan berat, kekuatan yang memancar dari Pedang Delapan Kejahatan sungguh luar biasa besar, bahkan sebelum terangkat. Itu sudah menekan semua Ras Jijian yang ada.
__ADS_1
Tentu saja! Kekuatan Pedang Delapan Kejahatan akan terus meningkat seiring Han Xiao semakin kuat, kini Han Xiao berada di ranah Dewa Sejati. Sangat jelas seberapa besar kekuatan yang dimilikinya, jika dibandingkan dengan Ras Jijian yang hanya paling kuat di Alam Dewa, mereka bagaikan semut dihadapan Pedang Delapan Kejahatan.
Han Xiao menebas memutar tiga ratus enam puluh derajat, gelombang merah darah, kabut putih dan aura kehancuran melompat keluar berlomba-lomba membelah jadi dua Ras Jijian.
Hanya dalam kedipan mata saja kini sudah tidak ada lagi Ras Jijian yang hidup, ah tidak! Masih ada satu yang hidup yaitu Ras Jijian yang terakhir sempat menjadi sorotan Han Xiao.
"Laporkan ini pada Rajamu, aku menunggunya di Rumah Judi Mon Cie." Han Xiao berkata dengan santai sembelum menjentikan jarinya. Ribuan Tendon Naga melayang dan masuk kedalam Cincin Spasialnya.
Setelah melakukan hal tersebut Han Xiao pergi menuju Rumah judi milik Mon Cie, tentu saja dia tidak melupakan Shuiyu, gadis itu berada di ruang yang dipisahkan oleh Han Xiao.
Han Xiao bisa dengan mudah mengontrol keberadaan ruang Shuiyu, sekarang dia membawanya kembali bersamanya.
Ras Jijian yang tersisa itu terjatuh lemas ketika melihat Han Xiao pergi menjauh, seumur hidupnya dia tidak pernah melihat orang sekuat itu. Bisa membersihkan ribuan Ras Jijian dalam sekali tebasan!
"Aku bahkan yakin Raja Ras Sisik Biru tidak bisa melakukan itu," ujar Ras Jijian tersebut segera menyangga tubuhnya yang kini sangat lemas, tatapannya tertuju pada Han Xiao yang pergi, sepercik sinar kekejaman terpancar padanya.
"Lebih baik aku cepat melapor pada pusat, ada kemungkinan dia adalah orang yang sedang dicari!" Tidak memperdulikan tubuhnya yang lemas, Ras Jijian itu berubah pada bentuk aslinya, dia segera menghilang pergi untuk melapor pada markas terdekat.
Sebelumnya dia sudah melapor, tapi tidak ada bantuan yang datang, hal itu membuatnya kesal sekaligus bingung.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 66/75