Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab331. Istana Petapa Es


__ADS_3

Pantas Yang Shui mengatakan, mereka harus bergegas menuju Istana Petapa Es, jarak dekat yang dikatakan ternyata membutuhkan satu hari lebih untuk ditempuh dengan kecepatan penuh mereka.


Tersisa beberapa jam lagi hingga gerbang Istana Petapa Es ditutup, tapi Yang Shui masih terlihat santai, kini mereka berdua tengah berada di restoran yang berdepan-depanan dengan gerbang Istana Petapa Es.


Istana Petapa Es terdapat pada sebuah kota bernama Kota Beku, Kota tersebut adalah salah satu dari kota terbesar di Bintang ini. Mencakup nyaris sebesar Benua Angin Selatan.


"Tersisa empat jam lagi untuk pendaftaran, ayo lebih baik kita masuk ke gerbang terlebih dahulu." Seklompok gadis yang hanya berjarak satu meja dengan Su Lihwa dan Yang Shui berdiri dan membayar tagihan, mereka bergegas untuk pergi menuju gerbang Istana Petapa Es, jelas tujuan mereka mengikuti pendaftaran untuk menjadi murid Istana Petapa Es.


Su Lihwa segera menatap Yang Shui, tapi dia tidak menemukan tanda-tanda khawatir atau tergesa-gesa pada wajah Yang Shui, gadis itu terlihat sangat tenang dan santai.


"Shui, hanya tersisa empat jam lagi," bisik Su Lihwa.


Yang Shui menghentikan kegiatan mengunyahnya, dia menelan makanannya lalu menatap Su Lihwa seraya tersenyum lebar, "Kita pasti diterima, janganlah khawatir. Datang awal hanya akan membosankan, lebih baik kita datang saat semua hendak dimulai," sahut Yang Shui.


Melihat ketenangan yang dimiliki oleh Yang Shui, pada akhirnya Su Lihwa ikut bersantai sedikit walaupun dirinya merasa gugup.


Istana Petapa Es sangat terkenal di Bintang ini, itu karena baik Patriark, Tetua Agung hingga para Tetua adalah Ras Peri Es, juga disana terdapat banyak murid dari Ras Peri Es yang sangat jarang menampakan diri di depan publik.


Dari Yang Shui, Su Lihwa mengetahui tingkatan alam dan juga tingkatan Bintang. Alam dibagi menjadi empat tingkat, dimulai dari rendah, mengengah, tinggi dan Abadi.


Sedangkan Bintang dibagi menjadi lima, mulai dari Bintang satu, dua, tiga, empat dan lima. Semakin tinggi tingkat Bintang, semakin kuat dan berharga Bintang tersebut.


Seperti Bintang yang sekarang tempat dirinya dan Yang Shui berada, ini adalah Bintang tingkat lima. Sedangkan Bintang Makhluk Buas, Su Lihwa mengetahui dari Yang Shui bahwa itu adalah Bintang tingkat tiga.


Kualitas Bintang menentukan makhluk hidup didalamnya, seperti Bintang tingkat tiga. Pada normalnya hanya akan sanggup membuat beberapa orang saja masuk ke tingkat Dewa Roh, maka dari itu. Presiden Wanpi dan Presiden Mu yang berada di Puncak Alam Dewa disebut sangat kuat disana.

__ADS_1


Pikiran Su Lihwa kembali berfokus pada Istana Petapa Es, dia tidak tahu pasti sekte bagaimana tempat tersebut, tapi ada satu hal yang dia yakini, jika lulus. Su Lihwa memiliki kultivasi tinggi, jadi tidak mungkin diperlakukan buruk.


"Ayo kita pergi," ajak Yang Shui ketika semua makanan telah habis.


Setelah membayar semua tagihan, Yang Shui membawa Su Lihwa untuk masuk ke gerbang Istana Petapa Es.


Ketika masuk kedalam, pemandangan yang mereka sambut sungguh menakjubkan, bangunan-bangunan disini terlihat seperti terbuat dari bongkahan kristal bermutu tinggi, sungguh berkilauan.


Rumput-rumput berwarna putih membentang memenuhi lapangan yang kini sedang diisi oleh ratusan orang yang sedang mendaftar untuk menjadi bagian dari Istana Petapa Es.


Su Lihwa tersenyum kecut ketika melihat begitu banyak Kultivator Alam Inti Kosong muda disini, jika Kultivator Alam Inti Kosong sebanyak ini menyerang Benua Angin Selatan, dia tidak yakin Benua tempat lahirnya itu akan selamat. Dan hal paling membuat Su Lihwa tersenyum lebih kecut lagi adalah mereka semua disini mendaftar sebagai calon murid.


Sebagai calon murid, pasti akan banyak dari mereka yang tersisih, mengingat kuota dari Istana Petapa Es hanya menerima seratus murid baru.


Diantara kerumunan, Su Lihwa merasakan ada tiga orang yang memiliki kultivasi Alam Dewa pertama, memang masih dibawah dirinya. Tapi tetap saja hal itu membuat dia lagi-lagi tersenyum kecut.


"Ayo, jangan diam." Yang Shui menggenggam tangan Su Lihwa dan membawa gadis itu maju ke barisan paling depan.


"Hey mengantrilah!" Seseorang menarik Yang Shui dengan kasar.


Dahi Yang Shui berkerut, "Mengantri? Setahuku pendaftaran belum dimulai," ujarnya.


"Barisan depan adalah untuk para jenius, orang yang berkekuatan acak sepertimu tidak pantas maju ke depan," cetus gadis yang menarik tangan Yang Shui tadi.


Senyum miris tercetak pada bibir Yang Shui, dia menatap dengan tenang pada gadis tersebut. Yang Shui menatap memang dengan tenang, tapi gadis yang ditatap itu tidaklah tenang, gadis itu kini bergetar ringan, buliran keringat yang membeku juga memenuhi wajahnya. Gadis itu segera mundur menjauh dari Yang Shui, tidak berani menatap mata tenang dari Yang Shui lagi.

__ADS_1


"Mengganggu saja," decih Yang Shui lalu dia membawa Su Lihwa ke depan untuk semakin dekat dengan meja pendaftaran.


Dari kejauhan, ada sesosok yang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yang Shui, sosok itu tersenyum kecil, "Ada monster yang masuk eh?" gumamnya.


Karena waktu hanya tersisa beberapa jam, Yang Shui dan Su Lihwa tidak menunggu lama hingga Gerbang ditutup dan Pendaftaran dimulai.


Barisan depan mendapatkan gelombang awal pendaftaran, Yang Shui dan Su Lihwa berada pada barisan tersebut bersama dua gadis Alam Dewa yang diketahui oleh Su Lihwa.


Pendaftaran itu ternyata sangat mudah, mereka hanya perlu mengisi data diri berupa nama, tingkatan Kultivasi dan Roh Beladiri yang dimiliki.


Yang Shui dan Su Lihwa mendapatkan nomor dua puluh dan dua puluh satu, mereka akan melakukan tes bersama, jika lulus tes maka mereka akan dihadapkan dengan ujian akhir yang akan menentukan mereka masuk ke Sekte atau tidak.


"Nyaris sama dengan peraturan sekte lain, tapi pasti tes dan ujiannya akan berbeda." Su Lihwa menatap token di tangannya.


"Kau memikirkan itu? Kita tidak akan melakukan hal membosankan seperti itu, ayo ikuti aku." Yang Shui terkekeh lalu mengajak Su Lihwa menuju suatu tempat.


Pada tempat tersebut sangatlah sepi, tapi masih dalam halaman sekte dimana tadi semua orang mengantri, tempat itu adalah sebuah gazebo. Disana terdapat seorang gadis kecil yang sedang memancing dengan santai.


Dahi Su Lihwa mengerut ketika melihat hal tersebut, gadis itu memancing di kolam yang beku?


"Gadis kecil, inginkah kau bermain dengan bibi ini?" Yang Shui mendekati gadis yang terlihat berumur tujuh tahun tersebut dan menepuk pundak gadis itu.


Su Lihwa menggaruk kepalanya, dia tahu bahwa Yang Shui penyayang anak kecil, tapi dia sungguh tidak paham arti nada yang tersemat pada kata-kata Yang Shui.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 74/75


__ADS_2