
BAAAAAAM!!!
Yutian terlempar sangat jauh, tubuhnya terombang-ambing seracara kasar menghancurkan karang-karang. Ketika dia mendarat, darah mengucur derah dari tangannya, pemuda itu juga langsung memuntahkan seteguk darah. Jelas bahwa lukanya tidak ringan kali ini.
"Busurku!" Yutian meraung marah saat melihat Busur yang merupakan Alat Setengah Dewa miliknya hancur berkeping-keping, hanya menyisakan potongan yang digenggam tangannya, tatapannya dipenuhi ketidak percayaan.
Yutian ingin menganggap ini ilusi atau mimpi, tapi rasa sakit di sekujur tubuhnya memeri isyarat, bahwa ini adalah kenyataan. Bukan mimpi. Sekali lagi Yutian memuntahkan seteguk darah penuh dengan amarah.
Pasir yang berterbangan kin sudah kembali ke bawah, pandangan setiap orang juga tidak terhalangi lagi untuk melihat sosok Han Xiao.
Han Xiao melayang dengan penuh keangkuhan, dominasi yang ditunjukan dari penampilannya membuat Yutian bergetar secara naluriah ketakutan.
Yutian mengedarkan pandangannya untuk mencari teman satu timnya. Naas, pandanganya terjatuh pada dua mayat yang sudah terpotong menjadi dua dan itu hancur pada saat yang sama.
Bukan hanya Yutian yang terkejut, tiga kelompok yang barusaja datang juga terkejut oleh kejadian yang barusaja mereka dapatkan.
"Gila! Tingkat apa kultivasi orang ini?!" Pemuda berambut ungu segera melakukan analisa pada Han Xiao, matanya membulat tidak percaya saat mengetahui bahwa Han Xiao hanya berada di ranah Dewa Sejati ketiga.
Begitu juga dengan dua lainnya, mereka merasa sangat tidak percaya saat mengetahui tingkat kultivasi yang sudah membuat Yutian dalam kondisi mengerikan dan membunuh para Monster di sini.
"Bukankah tidak sopan untuk mengintip Kultivasi seseorang tanpa izin?" Han Xiao mengarahkan pandangannya pada tiga kelompok yang baru saja datang tersebut.
Pemuda yang berada di kanan mendengus tidak pernah dia mendapatkan seseorang yang sangat arogan seperti itu padanya, dia memiliki kepribadian yang meledak-ledak dan selalu bertingkah semaunya. Bagaimana dia tidak tersinggung ketika orang lain menegur dirinya?
"Kau sangat sombong! Keberanianmu patut diacungi jempol, tapi kekuatanmu hanya sebatas itu," cemooh pemuda tersebut.
__ADS_1
Senyum Han Xiao tercetak saat memandang pemuda tersebut.
Tampilan pemuda ini sangat liar, ketika dia maju dan mencela Han Xiao. Sinar liar pada dirinya sangat terpancar gila. Seolah menunjukan dominasinya.
BAM!!!
Tangan Han Xiao terayun menebaskan Pedang Delapan Kejahatan, tiga kelompok itu segera melihat ara serangan Han Xiao. Itu menuju Yutian!
Pemuda liar itu tentu tidak akan membiarkan Yutian terbunuh, dia sangat mengerti nilai Yutian. Dengan adanya Yutian di Menara Tianxia ini, kesempatan mereka untuk mendominasi sangat besar. Itu karena Yutian memiliki Mara Dewa Binatang, hampir semua makhluk di Menara Tianxia adalah Binatang.
Sangat disayangkan, bahkan dengan kecepatan terliar pemuda tersebut. Tebasan dari Pedang Delapan Kejahatan sudah mencapai Yutian. Cahaya dari tebasan ity mendarat dengan kejam pada leher Yutian.
Tubuh Yutian hancur luluh lantah, hanya menyisakan kepalamya yang kini menggelinding jatuh dengan ekspresi ketakutan serta ketidakpercayaan. Kelopak mata Yutian terbuka lebar, memperlihatkan Mata Dewa Binatang miliknya.
Pemuda liar itu sudah dekat dengan Yutian, tapi dia sempat terpaku karena serangan mengerikan dari Han Xiao. Kesadarannya segera kembali saat mendengar teriakan dari pemuda berambut ungu. Segera saja pemuda liar itu mengambil langkahnha untuk meraih kepala Yutian.
Saat hendak saja pemuda liar itu meraih kepala Yutian, tiba-tiba kepala itu ada yang mengambilnya terlebih dahulu dari dirinya. Pandangan pemuda itu segera memancar liar dan galak pada pemilik tangan yang mengambil kepala Yutian terlebih dahulu darinya.
"Kau pikir aku akan membiarkan Mata mengesalkan inj pergi begitu saja?" suara itu terdengar sangat menjengkelkan di telinga Pemuda liar tersebut.
Pemuda liar itu menatap dengan seksana sosok di hadapannya, rambut biru gelap dengan jubah merah darah yang sangat mengerikan. Pedang besar pada tangan kiri sosok itu juga memancarkan aura yang sangat jahat dan mendominasi.
"Jangan anggap tinggi dirimu karena sudah berhasil membunuh Yutian, aku beri tahu padamu. Kemampuan Yutian adalah yang terlemah jika bertarung, dia hanya mengandalkan Mata Dewa Binatangnga untuk memanggil para Monster dalam pertarungan!" desis pemuda liar itu.
Jelas bahwa sosok di hadapannya ini adalah Han Xiao, melihat bahwa pemuda liar ini sangat mendominasi. Han Xiao tertawa kecil dan memasang postur mengejek ciri khasnya.
__ADS_1
"Benarkah? Jika begitu, aku ingin bertarung denganmu. Seharusnya kau adalah Ras Barbar dari Alam Semesta Tanah." Han Xiao tersenyum kecil, jelas bahwa diantara yang lain. Ras Barbar dari Alam Semesta Tanah adalah yang sangat mendominasi dalam pertarungan, mereka memiliki kekuatan tempur yang sangat luar biasa. Jika mereka menggunakan Mode Mengamuk mereka, baik dalam segi kekuatan hingga tampilan itu akan meningkat berkali-kali lipat.
Ras Barbar memiliki dominasi mutlak jika bertarung fisik murni dengan mereka.
Han Xiao memiliki kesenangan saat beradu kekuatan fisik murni, seperti yang sudah dia lakukan pertama kali dengan Kera Giok Petir saat tiba pertama kali di Dunia ini.
Berbenturan dengan sosok seperti pemuda liar ini, tentu hasrat pertarungan Han Xiao menaik dengan sangat tajam.
"Tidak akan seru jika kita bertarung aku menggunakan Delapan kekuatanku," batin Han Xiao, segera dia menyimpan kembali Pedang Delapan Kejahatan dan kembali melepaskan Mode Perangnya. Setelah menyimpan kepala Yutian, pandangan Han Xiao terjatuh pada sosok pemuda luar di hadapannya.
"Aku sudah melepaskan kekuatan dari Qi dan unsur, kita akan bertarung murni dengan fisik." Han Xiao juga tidak mengenakan jubahnya, kini dia hanya menggunakan Kaos oblong hitamnya.
Pemuda liar itu mengerutkan dahinya, dia merasakan provokasi telanjang dari pertunjukan Han Xiao, sebelumnya Han Xiao sudah mengetahui bahwa dirinya adalah Ras Barbar, tapi dia ingin bertarung dengannya dalam murni kekuatan fisik? Pemuda itu tidak akan membiarkan dirinya terkalahkan oleh provokasi dari Han Xiao.
"Hahaha! Bagus! Biar aku lihat seberapa hebat dirimu!" pekik pemuda liar itu lalu dia meletuskan kekuatan yang sangat liar dari tubuhnya, aura Tanah yang berat juga terkumpul pada dirinya.
"Apakah orang itu telah gila? Dia mengajak pertermpuran fisik murni melawan Kepala Batu itu?" sosok pemuda yang sejak tadi diam mengerutkan dahinya saat melihat pertarungan Han Xiao dan Pemuda liar telah dimulai.
Hantaman dari kedua kepalan tangan bertemu, itu langsung membuat pasir berterbangan. Dampak anya dari adu kekuatan fisik murni saja sudah cukup membuat pantai hancur berantakan! Sungguh tidak bisa terbayangkan jika Pemuda liar itu menggunakan kekuatan penuhnya tidak hanya menggunakan kekuatan fisik murni.
Pasir yang berterbangan segera surut, terlihat dua sosok kokoh berdiri tengah-tengah lubang raksasa yang tercipta dari aduan kepalan mereka.
***
Update Mingguan : 09/14
__ADS_1