
"Hey, kau berasal dari mana?" tanya Juxue.
Han Xiao menunjuk perut Juxue, "Rahim," jawab Han Xiao.
Wajah Juxue memerah, memang benar jawaban Han Xiao, tetapi bukan jawaban itu yang dia inginkan.
"Bukan itu maksudku!"
"Lalu apa?" Han Xiao mengerutkan dahinya, jelas saja dia tahu bahwa Juxue tengah mengeksplorasi identitasnya.
"Kau berasal dari Alam Semesta mana?"
"Apakah itu penting?" Han Xiao bertanya balik.
"Tentu saja! Aku belum pernah melihatmu diantara Murid Kaisar, ah kau menuju utara. Jangan-jangan kau berasal dari Alam Semesta Es?" Juxue segera mengeluarkan pedangnya dan menatap nyalang pada Han Xiao.
Han Xiao tertawa lantang, mengingat menuju utara, kini mereka sudah berada di utara, daerah ini seluruhnya ditutupi oleh selimut salju sejauh mata memandang.
"Aku tidak memiliki unsur Es, bagaimana aku berasal dari Alam Semesta Es?" Han Xiao berkata dengan santai.
Juxue menyimpan kembali pedangnya saat Han Xiao berkata dengan logis sekali lagi, saat hendak saja Juxue melontarkan pertanyaan lainnya untuk menanyai identitas Han Xiao. Pemuda berambut biru itu berhenti melesat dan melayang di udara terdiam, hal itu membuat Juxue terbang sendirian di depan.
"Aish orang ini!" gerutu Juxue lalu dia kembali ke arah Han Xiao.
"Ada apa?!" tanya Juxue kesal.
"Diam!" Han Xiao mengangkat tangannya mengisyaratkan Juxue untuk diam.
Telinga Han Xiao berkedut ringan, reaksinya terhadap suara pertarungan sangatlah tajam. Han Xiao selalu mendekatkan diri pada pertarungan, dia akan bertindak sebagai Nelayan ketika ikan bertarung.
Han Xiao melesat ke arah gang dirasakannya, pada saat yang bersamaan Sabit Dingin bereaksi dengan keras.
"Apakah itu ada hubungannya dengan potongan Sabit Dingin?" Han Xiao semakin mempercepat laju terbangnya.
__ADS_1
Juxue yang terkejut segera tersadar dan mengejar Han Xiao, dua sungguh kaget saat kecepatan Han Xiao melebihi dia yang berada di ranah Dewa Raja!
"Hey tidak bisakah kau terbang sedikit pelan? Di sini ada perempuan hamil mengikutimu!" gerutu Juxue.
Han Xiao tersedak saat mendengat gerutuan Juxue, pemuda itu mengarahkan pandangannya pada Juxue dengan ekspresi aneh, "Kau tidak hamil."
"Aku hamil! Kau harus tanggung jawab!" cerca Juxue.
Han Xiao mengabaikan Juxue dan terus terbang menuju arah yang ditunjukan Sabit Dingin.
***
Bing Xing, Yang Shui dan Su Lihwa kini tengah dalam keadaan buntu.
Ratusan Monster Beruang Salju tingkat 20 tengah mengepung mereka, di sana bahkan terdapat dua Monster tingkat 21 yang setara dengan Kultivator Kaisar!
Yang Shui tidak menyembunyikan kekuatannya lagi saat ini, dia mengeluarkan kekuatan yang berada di Alam Kaisar!
Bahkan Su Lihwa dan Bing Xing terkejut oleh kekuatan Yang Shui yang sebenarnya, mereka berdua menatap penuh harapan pada Yang Shui.
Gencaran serangan dadi ratusan Monster ini menyudutkan Bing Xing dan Su Lihwa.
Bing Xing dengan paksa menggunakan tongkat yang merupakan Potongan Sabit Dingin, dengan begitu dia sanggup menghadapi para Beruang Salju ini, Bing Xing bisa mengembalikan posisi menguntungkannya.
Su Lihwa disisi lain harus berusaha lebih keras lantaran dia memiliki kultivasi paling rendah, tetapi walau begitu. Dia adalah pengendali Unsur Api Hitam, itu adalah musuh alami dari Beruang Salju. Butuh empat jam hingga Su Lihwa berada diatas angin dengan Bing Xing.
Yang Shui bagaimanapun bertarung melawan dua Monster tingkat 21, bahkan sampai saat ini Yang Shui berada di posisi yang pasif.
Biarpun kini Bing Xing dan Su Lihwa berada diatas angin, tetapi Lawa mereka masih berjumlah ratusan. Hingga dua hari terlewati, jumlah Beruang Salju telah menurun tajam hingga tersisa puluhan. Namun, mereka tidak mundur karena Pemimpin mereka masih bertarung.
"Sial, jika begini terus kita akan mati," ujar Su Lihwa saat melihat kondisi pasif dari Yang Shui.
Yang Shui sudah mendapatkan luka pada tubuhnya, tetapi dia juga berhasil mendaratkan serangan terhadap Beruang Salju dan melukainya. Tetapi Beruang Salju itu masih bisa bergerak tanpa masalah.
__ADS_1
Su Lihwa memiliki keadaan terburuk, darah sudah melumuri tubuhnya, entah itu darah Beruang Salju atau darah dirinya Su Lihwa tidak memikirkan hal tersebut.
Bing Xing sendiri tidak kalah mengenaskan, tubuhnya yang sebelumnya dilapisi sebuah jubah putih bersih kini telah merah seluruhnya, biarpun dia memiliki potongan Sabit Dingin yang merupakan Alat Dewa, tetapi pada akhirnya itu hanyalah sebuah potongan. Tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh dari Sabit Dingin.
Tatapan Bing Xing menjadi sangat dingin saat melihat kondisi buruk Su Lihwa dan Yang Shui, jika saja dirinya tidak memaksa untuk pergi mencari potongan Sabit Dingin dan naik ke lantai dua. Adegan saat ini tidak akan terjadi.
Tetapi tidak ada yang bisa disesali, Bing Xing memilih untuk bertarung dengan seluruh kekuatannya hingga tetes terakhir darahnya.
"Su Lihwa! Yang Shui! Aku akan membuat jalan keluar untuk kalian, setelah kabur dari pengepungan ini. Pulihkan diri kalian dan serang Monster yang memiliki Pintu ke lantai dua!" seru Bing Xing.
Su Lihwa terhentak, dia melayangkan sebuah pukulan keras pada Beruang Salju sebelum menatap Bing Xing dengan tidak percaya.
"Jangan lakukan itu!" Su Lihwa segera panik saat melihat tubuh Bing Xing yang bersinar terang.
Su Lihwa mengetahui sebuah teknik terlarang dari Shouzi, itu bisa dilakukan oleh Kultivator yang memiliki Unsur Es. Teknik terlarang itu akan meledakan kekuatan yang sangat besar dan memberi pengguna kekuatan eksplosif luar biasa.
Jika sekarang Bing Xing berada di ranah Dewa Raja ketiga, dengan bantuan teknik terlarang itu Bing Xing bisa memiliki kekuatan setara dengan Alam Kaisar!
Tetapi tentu saja bayaran untuk teknik itu tidaklah murah, bahkan sangat mahal, bayaran dari teknik itu adalah nyawa sang pengguna! Ini semacam gerakan bunuh diri!
Su Lihwa tidak ingin Bing Xing melakukan teknik itu, biarpun dia bukanlah Bing Xing yang dia kenal. Tetap saja Bing Xing itu adalah temannya, dalam pertarungan hidup dan mati ini. Hubungan mereka menjadi lebih dekat lagi.
Bing Xing tersenyum untuk pertama kalinya, "Jika pengorbananku bisa membuat Alam Semesta Es maju, aku tidak akan keberatan sama sekali atas kematianku. Dengan Yang Shui yang berada di Alam Kaisar, sudah dipastikan kalian akan mencapai tingkat tertinggi."
Su Lihwa terdiam, ini adalah kalimat terpanjang yang telah dia dengar selama mengenal Bing Xing, gadis itu hampir mirip dengan Ne Zha. Hanya mengatakan sepatah dua patah kata saja.
"Jangan lakukan itu Xing, bukankah kau penasaran dengan orang yang membuat aku rela sampai datang kemari?" Su Lihwa sungguh enggan melihat Bing Xing pergi.
Pertarungan itu menjadi lebih sengit karena emosi Su Lihwa yang berantakan.
Sebuah cahaya terang menyebar dari tubuh Bing Xing saat gadis itu tersenyum sangat indah pada Su Lihwa.
"Tidak! Bing Xing!" Su Lihwa berhambur ke arah Bing Xing saat gadis itu benar-benar menggunKan teknik terlarang dari Alam Semesta Es.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 09/14