
Han Xiao mengarahkan Mo Qing pada kamar kosong yang terdapat pada ruang miliknya, di ruangan itu terdapat banyak kamar sehingga kini tim Penguasa Generasi tinggal disini tidak di Asrama.
Bing Xing sendiri sudah masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat setelah mnegobrol singkat bersama Mo Qing dan lainnya.
Han Xiao segera pergi masuk kedalam kamar Ren Yanyu, ketika membuka pintu, aura kuat menyerebak dari dalam sana, Han Xiao tersenyum lebar ketika merasakan aura tersebut.
"Zha bagaimana kemajuannya?" sapa Han Xiao seraya duduk disamping Ne Zha setelah menutup pintu.
"Sangat baik, Yu'er membuka empat belas Istana takdir, dia mungkin sedang kesulitan membuka Istana Takdir yang terakhir. Tapi aku yakin dia bisa membukanya," sahut Ne Zha. "Bagaimana denganmu?" sambung Ne Zha.
Han xiao tersenyum riang dan penuh kesombongan, "Tentu saja aku baik-baik saja, namun ada beberapa hal yang tidak dalam harapan," ucap Han Xiao.
"Maksudmu?" tanya Ne Zha.
"Aku menemukan Iblis muda di Kota Laut Es, dan juga ternyata tempat barang milikmu itu ditaruh pada tempat yang bahkan tidak terpikirkan olehku, aku bahkan tidak yakin akan menemukannya jika tidak menemukan kebetulan yang sangat baik," jawab Han Xiao.
"Iblis Muda? Akan sulit baginya mencapai Benua Angin Selatan dengan kultivasi rendah," ujar Ne Zha.
"Benar." Han Xiao mengangguk, "Aku akan memerintahkan Petapa Gila untuk mencari Iblis yang datang bersamanya ke sini, Iblis itu pasti berada di Alam Dewa itu menandakan dia salah satu dari Raja Iblis, sungguh keberuntungan yang bagus seekor Raja Iblis datang kemari, dengn begitu kita tidak perlu menghampirinya ke Alam Bawah untuk membunuhnya," lanjut Han Xiao.
"Alam Dewa dari Ras Iblis tidak bisa diremehkan Han, mereka dua kali lebih kuat dari manusia pada kultivasi yang sama," ucap Ne Zha, walaupun dia juga tidak terlalu memikirkan kekuatan Raja Iblis tersebut, namun tetap saja mereka tidak boleh meremehkan hal sesepele apapun.
"Dari Klan mana Iblis muda itu?" tanya Ne Zha.
"Klan Kulit Putih," jawab Han Xiao.
Ne Zha mengerutkan dahinya, "Klan Kulit Putih dikenal karena memiliki kulit yang bahkan lebih keras dari Alat Roh Emas Hitam tingkat tinggi, untuk apa mereka datang kesini?"
Alat Roh Emas Hitam sangatlah kuat, itu bukan lelucon karena mengingat Gada besar milik Kaisar Yang Qian adalah Alat Roh Emas Hitam.
"Master Kunci, aku menemukan Master Kunci dari Ras Iblis, dialah yang menunjukanku tempat barangmu disimpan." Han Xiao menceritakan perjalanannya di Kota Laut Es, tentang dia beremu Ou Ke dan bermain Yinjiao lalu mengobati Mo Qing yang ternyata adalah Master Kunci, dia tidak meningalkan satu detail kecil apapun. Bahkan dia menceritakan tentang Altar Pengorbanan milik Xian Chin.
__ADS_1
"Jika begitu tidak ada salahnya kita membantunya, lagipula kita akan membunuh para Ras Iblis itu kan? Jangan terlalu dipikirkan," ucap Ne Zha.
Mereka berbincang ringan ditemani berbagai makanan seraya memperhatikan kemajuan demi kemajuan yang dialami oleh Ren Yanyu.
Keesokan harinya tubuh Ren Yanyu bersinar emas terang, hal itu membuat bahkan Han Xiao dan Ne Zha mau tidak mau memejamkan mata mereka dan dibantu tangan mereka untuk menutup wajah karena kilau cahaya dari Ren Yanyu sangatlah terang.
"Dia berhasil membuka Istana Takdir kelima belas!" Han Xiao beseru sangat senang.
Ne Zha bahkan tidak kalah senang, dua pemuda itu secara bersamaan saling berpelukan karena terlewat bahagia.
"Baiklah kita tunggu dia bangun!" Ne Zha yang telah melepaskan diri dari pelukan Han Xiao menunggu Ren Yanyu dengan penuh antisipasi.
Sebuah aura menguar dari tubuh Ren Yanyu, Han Xiao dan Ne Zha senang bukan main ketika merasakan aura tersebut, itu adalah aura dari Kekuatan Mutlak!
Satu hari terlewati lagi, kini Han xiao dan Ne Zha menjadi cemas karena Ren Yanyu belum juga sadarkan diri.
"Ada apa dengannya, kenapa belum bangun juga? Apakah terjadi sesuatu?" ucap Han Xiao dengan khawatir.
"Aku harus melakukan sesuatu," kata Ne Zha lalu bergerak menghampiri Ren Yanyu.
"Jangan!" Xian Xuenai entah kapan datangnya segera mencegas Ne Zha mendekati Ren Yanyu.
"Jangan ganggu dia, Ren Yanyu tidak kenapa-napa, dia hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kekuatan barunya, kekuatan Mutlak sngatlah besar sehingga sulit untuk mencernanya dalam tubuh yang baru berurumur belasan tahun ini, berbeda kasus dengan Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, mereka memiliki kultivasi Alam Inti Kosong, sehingga daya tahan meeka lebih tinggi, biarkan Ren Yanyu beristirahat untuk saat ini, kita perhatikan dia saja," jelas Xian Xuenai.
Han Xiao dan Ne Zha menghela napas lega, penjelasan dari Xian Xuenai pastilah akurat, karena gadis itu telah hidup jutaan tahun dan memiliki pengetahuan yang sangat luas.
Ne Zha kembali duduk dismping ranjang Ren Yanyu bersama Han Xiao, kini dia mengikuti arahan dari Xian Xuenai untuk menunggu Ren Yanyu terbangun.
"Xuenai, ada yang inign kutanyakan padamu," ucap Han Xiao.
"Apa?" Xian Xuenai mengalihkan pandangannya pada Han Xiao.
__ADS_1
"Kau memiliki umur jutaan tahun, aku harus memanggilmu gadis atau nenek? Ah nenek bahkan sudah sangt muda bagimu," celetuk Han Xiao dengan santai.
Wajah Xian Xuenai menjadi merah mendengar celetukan Han Xiao, Xian Xuenai segera menarik Han Xiao menjauh dari kursi tepi ranjang Ren Yanyu.
"Biarpun aku hidup jutaan tahun, tapi aku masihlah perawan! Jadi kau harus memanggilku gadis!" sungut Xian Xuenai.
"Benarkah?" cibir Han Xiao.
"Tentu saja! Aku bahkan tidak keberatan untuk memperlihatkannya padamu!" tantang Xian Xuenai.
Han Xiao tersenyum pada Xian Xuenai, "Benarkah kau ingin memperlihatkannya?" Han Xiao bergerak untuk mendekati Xian Xuenai.
"Ayo tunjukan, agar aku bisa memanggilmu seorang gadis atau nenek, ah tidak moyang," ujar Han Xiao lalu tertawa.
Xian Xuenai terdiam, dia lupa bahwa Han Xiao adalah baj!ngan tidak tahu malu, "Chin'Jiejie, lihatlah dia. Tunanganmu ini menakaliku lagi!"
Kini giliran Han Xiao yang diam, "Baiklah aku percaya itu! Dasar perawan tua!" ceplos Han Xiao dengan nada yang menjengkelkan pekat.
Tangan Xian Xuenai tidak tahan untuk tidak memukul Han Xiao, sebuah pukulan dia daratkan pada kepala pemuda itu membuat Han Xiao terjerembab jatuh.
"Rasakan itu dasar kakak ipar nakal!" ketus Xian Xuenai.
Han Xiao hendak saja memprotes namun sebuah suara yang sangat dia kenal menghentikan argumen yang siap meluncur dari tenggerokannya.
Perhatian itga orang itu kini terarah pada Ren Yanyu, gadis itu telah bangun dan berhasil memiliki Istana Dao!
***
Update Mingguan : 06/14
Update Merdeka : 06/75
__ADS_1