Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab402. Siapa yang akan main terlebih dahulu?


__ADS_3

"Sudah tiga hari kita mengamati, apakah kau benar-benar memiliki keberanian untuk menyerang?" Seorang gadis berjubah putih bersih dengan mata biru terang menatap pemuda berambut biru di sampingnya.


"Aku menunggu waktu yang tepat," sahut pemuda berambut biru yang tak lain adalah Han Xiao.


Gadis bermata biru itu adalah Bing Xing, ini sudah tiga hari mereka mengamati kamp para Murid Kaisar.


Semakin banyak murid Kaisar yang berkumpul dari berbagai arah, Bing Xing sudah merasakan sudah ada lima puluh tim lebih yang berkumpul, ini berarti di kamp itu terdapat seratus lima puluh orang lebih!


Bing Xing berpikir mungkin Han Xiao menunggu waktu yang tepat yaitu menunggu para murid Kaisar ini keluar sebelum memburu mereka, tebakan paling masuk akal Bing Xing hanyalah ini. Lagipula tidak mungkin Han Xiao menyerang Kamp yang berisi seratus lima puluh Kultivator ranah Dewa Raja. Walaupun Bing Xing berada di puncak ranah Dewa Raja yang sedikit lagi menembus. Dia masih tidak memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi musuh kuat sebanyak itu.


Han Xiao tertawa ketika melihat ekspresi Bing Xing yang tidak sabaran, pada biasanya gadis itu memasang ekspresi dingin yang datar layaknya es.


"Apa yang kau tertawakan?" Bing Xing menatap Han Xiao aneh.


"Dirimu, apa lagi?" Han Xiao menjawab seraya menyentuh dahi Bing Xing dengan telunjuknya.


Bing Xing megalihkan pandangannya lagi, dia bertindak untuk tidak memperdulikan Han Xiao. Saat ini ada hal yang sangat ingin dia lakukan, yaiu dengan sembrono menerobos Kamp murid Kaisar dan membunuh Juxue serta murid Kaisar Air. Namun, Bing Xing tahu bahwa itu hanyalah angan yang sulit dilakukan.


"Tenanglah, aku memiliki rencana." Han Xiao tersenyum riang lalu tertawa.


***


"Apakah mereka ingin melakukan pemberontakan terhadap titah Kaisar?!" Yalan, murid dari Kaisar Dewa memukul meja hingga hancur saat mendengar kabar bahwa tim dari Gouyu dan Yan Zhong tidak ingin bergabung dengan kamp mereka dan memilih untuk berpetualang sendiri di Menara Tianxia ini.


"Yalan, kau tidak perlu bertindak seperti itu. Biarkan Kaisar yang menilai mereka, kita lebih baik pusatkan perhatian kita untuk mengincar Han Xiao ini." Cong Lai angkat suara saat melihat Yalan yang terbakar amarah, sedikit banyaknya Cong Lai tahu akan hubungan Yalan dan Gouyu yang terus berselisih. Mungkin jika tidak ada Kaisar, mereka sudah saling membunuh.

__ADS_1


Yalan mendengus dingin, matanya menatap lima puluh tiga orang di hadapannya. Mereka adalah Murid utama Kaisar, seperti dirinya. Sedangkan untuk murid Kaisar yang kedua dan ketiga tidak memiliki hak untuk masuk ke ruang diskusi ini.


Biarpun mereka pada akhirnya sama yaitu murid Kaisar, tetapi tetap ada perbedaan diantara mereka. Murid Kaisar dibagi menjadi tiga tingkatan, Utama, kedua dan ketiga. Mereka yang menjadi Murid Utama akan menjadi pemimpin tentunya.


"Aku tidak akan menggunakan strategi rumit, cukup lacak keberadaannya kita serang secara langsung." Yalan berkata ringan lalu menatap Juxue, "Terakhir kali kau melihatnya di utara?"


Juxue mengangguk ringan untuk membenarkan.


"Jika begitu, aku percayakan padamu. Lei Ling untuk menyisir daerah utara." Yalan menatap pemuda yang memiliki tanda petir di dahinya serta rambut berwarna kuning. Dia adalah Lei Ling, murid dari Kaisar Petir.


Lei Ling mengangguk lalu menangkupkan tangannya, "Aku akan mengurus ini dengan senang hati," sahut Lei Ling lalu tertawa.


Yalan kembali mengalihkan pandangannya, "Rencanaku mudah, temukan bunuh. Kita akan menggunakan taktik gabungan dan bergantian, dengan begini kita bisa membunuhnya."


"Yalan, apakah kau tidak berlebihan? Seratus lima puluh orang lebih untuk membunuh satu orang yang hanya di ranah Dewa Sejati?" Seorang pemuda terkekeh saat mendengar rencana mudah dari Yalan.


Pemuda itu menaikan alisnya bingung, tetapi itu wajar, dia adalah murid Kaisar Api yang hanya berada di bawah Kaisar Bintang. Rasa sombongnya sungguh tinggi, belum lagi dia hanya mendengar tentang kehebatan musuh mereka ini, tidak melihatnya langsung.


"Kalian berlebihan." Pemuda itu tetap mencela pada akhirnya.


Sebuah tawa lantang terdengar di ruangan itu, pandangan semua murid Kaisar segera terarah ke asal suara, suara tawa itu berasal dari Cong Lai.


"Kau begitu sombong, ayo lawan aku. Akan kubunuh kau dalan satu gerakan!" Cong Lai mengacungkan Ring tajam yang dipenuhi kekacauan ruang kecil di sekelilingnya. Itu adalah Alat Dewa milik Kaisar Ruang!


"Kau membawa Alat Dewa!" Murid Kaisar Api berteriak penuh kejutan.

__ADS_1


"Biar kuberitahu, Han Xiao ini memiliki Pedang Besar yang aku yakini itu berada di tingkat yang sama dengan Alat Dewa!" seru Cong Lai, di kepalanya segera terputar bagaimana Han Xiao mengangkat Pedang Delapan Kejahatan. Segera saja dia merasakan merinding.


"Pada saat itu, bahkan Alat Dewa guruku sungguh bergetar, itu bereaksi seperti makhluk mengerikan ketika aku keluarkan untuk melarikan diri." Cong Lai memberikan penjelasan lebih mendetail tentang kekuatan dari Han Xiao.


"Yalan. Aku tahu kau juga membawa Alat Dewa, lebih baik gunakan itu pada saat melawannya. Jangan sampai terlambat dan menyesal." Cong Lai menekankan.


Ekspresi Yalan tetap tenang seolah dia sudah mengetahui bahwa Cong Lai akan mengungkapkan kartu truf miliknya.


"Dia benar-benar sekuat itu?" Pemuda yang merupakan Murid Kaisar Api masih sulit menerima hal tersebut. Sudah cukup dia berada dibawah Yalan dan Gouyu. Dia tidak ingin berada dibawah siapapun lagi.


"Sekuat itu? Tentu saja!" suara tawa riang terdengar menggema, pada detik berikutnya seorang gadis berjubah biru yang berada di kursi menghilang bersama Juxue.


Pada detik berikutnya muncul seorang Pemuda berambut biru dari kegelapan ruangan. Dia adalah Han Xiao!


Han Xiao memanggil Pedang Delapan Kejahatan dan menebas Murid Kaisar di hadapannya, dalan tebasan itu mengandung lima puluh persen kekuatannya, tiga murid Kaisar yang berada di dekatnya segera terpotong.


Serangan Han Xiao sangat mendadak, mereka belum sempat bahkan untuk mengeluarka senjata, hingga mereka bahkan tidak tahu bagaimana mereka mati!


Pemuda murid Kaisar Api itu langsung tertegun, dia sendiri memang bisa membunuh murid Kaisar lainnya. Tetapi tidak dengan satu tebasan dan tiga orang yang mati!


"Kau sudah percaya dengan cerita orang beruntung ini?" Han Xiao sudah di belakang Cong Lai dan menyentuh pundak Cong Lai seolah dia menyapa teman.


Murid Kaisar Api masih tertegun, tapi saat hendak dia bereaksi. Murid Kaisar Api itu sudah menghilang seperti Juxue dan gadis berjubah biru yang tak lain adalah Murid Kaisar Air.


"Nanana... Siapa yang akan main terlebih dahulu?" Han Xiao mengobarkan auranya, jubah merah darah langsung menyelimuti tubuhnya, delapan pulau juga muncul di atas kepalanya secara langsung menghancurkan ruang pertemuan.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 01/14


__ADS_2