Dua Penguasa

Dua Penguasa
Ban268. Kontrak Hati


__ADS_3

Kabar kelompok Han Xiao dan Ne Zha yang menghancurkan satu demi satu Sekte di Benua Kayu Tengah dengan waktu yang singkat. Telah berhasil mengguncang Benua Kayu Tengah.


Para sekte yang sebelumnya bersekutu dengan Ras Iblis Kino tengah kocar-kacir menuju Klan Xiao berharap bahwa kelompok yang lebih mengerikan dari Ras Iblis itu tidak memberikan kehancuran pada sekte mereka.


Alasan mereka bersekutu dengan Ras Iblis adalah untuk bertahan hidup dan ingin memiliki kekuatan besar, tapi jika terus bersekutu tidak ada gunanya. Klan Dongfang saja sebagai pilar dari Benua Kayu Tengah sanggup dihancurkan dalam rentang waktu singkat dan pada hari yang sama Sekte Rantai Hitam dimusnahkan!


Juga pada hari yang sama salah satu dari kelompok itu melawan Raja Iblis Tanduk Hitam dan memukul mundur Raja Iblis Hitam hingga kabarnya kini tidak diketahui apakah hidup atau tidak.


Para tokoh di Benua Kayu Tengah sangat resah karena kini Benua Kayu Tengah sedang diguncang oleh lima sosok muda, mereka mengenal dua diantaranya yaitu Xiao Jiang dan Xiao Wushuang yang telah menghilang lama, tapi tiga sosok muda lainnya sungguh baru mereka lihat. Dan dua sosok pemuda misterius itu terlihat lebih kuat dari Xiao Jiang dan Xiao Wushuang.


Pemuda berambut biru yang dikabarkan melawan Raja Iblis Tanduk Hitam itu sangat kuat, mereka tidak bisa membayangkan apakah Pemuda satunya memiliki kekuatan yang setara atau lebih, mereka tidak bisa mengukur karena pemuda berambut hitam itu sanggup bertahan dalam arena pertarungan yang maha dahsyat sebelumnya dan tiga gadis disampingnya juga terlindungi tanpa luka secuilpun.


Padahal, para Kultivator yang menonton dari jauh saja mengalami beberapa luka dan tidak sedikit yang cedera.


Selama tiga hari ini tidak ada ketenangan di Benua Kayu Tengah, mereka tegang karena takut jika salah sedikit saja mereka akan menjadi sasaran dari lima sosok monster kecil tersebut.


Bukan mereka tidak berani untuk melawan, mereka tidak bodoh untuk menyerahkan diri, Klan Dongfang saja hancur, dalam krisis seperti ini, mereka memilih untuk mempertahankan kekuatan dibandingkan menguranginya. Karena saat ini diketahui bahwa lima monster itu berada pada pihak manusia untuk melawan Ras Iblis. Jadi tidak ada gunanya mereka menyerang kelompok tersebut.


Ne Zha, Han Xiao dan tiga gadis itu tidak mengetahui bahwa nama mereka melonjak tinggi di Benua Kayu Tengah.


Kelompok Ne Zha baru saja selesai menghancurkan sekte lain yang bersekutu dengan Ras Iblis.


"Chin sayang, bagaimana apakah suda cukup? Ini sudah jutaan orang yang kami bunuh," celetuk Han Xiao dengan sedikit bosan karena dalam beberapa hari ini tidak ada Raja Iblis yang muncul, begitu juga Ras Iblis lainnya.


Para Ras Iblis ini seolah menarik diri dari Benua Kayu Tengah, Ne Zha dan lainnya kini juga hanya tinggal beberapa waktu lagi untuk sampai di Lembah Tiga Warna.


"Kau membohongiku?!" ketus Han Xiao bertambah kesal, dia sudah berulangkali untuk menghubungi Xian Chin, namun tidak ada jawaban dari tunangannya tersebut.

__ADS_1


"Ah tidak, dia sedang diserang oleh para ******** itu!" Han Xiao sekali lagi bertambah kesal. Namun bukan pada Xian Chin, tapi pada Kaisar Penguasa Dunia lainnya.


"Awas saja jika terjadi apa-apa dengan tunanganku! Akan kucincang kalian dan menjadikan bakso untuk kumakan!" cerocos Han Xiao tidak berhenti.


Ne Zha yang berada di samping Han Xiao menggelengkan kepalanya, emosi Han Xiao sangat mudah terpengaruhi. Hanya setitik tusukan saja bisa langsung membuat pemuda itu sangat kesal.


"Kau mengkhawatirkanku eh?" suara indah segera masuk kedalam indra pendengaran Han Xiao.


Pemuda itu segera menjadi cerah ketika mendengar suara indah tersebut.


"Tentu saja! Bagaimanapun kau lah satu-satunya kunci agar kami bisa ke Alam Abadi lebih cepat!" jawab Han Xiao dengan segera, takut jika Xian Chin memutuskan komunikasi mereka.


Decakan kesal terdengar dari benak Han Xiao, "Kau hanya memikirkan itu? Aku ini bagaimanapun tunanganmu," cetus Xian Chin kesal.


"Baiklah sayangku, aku sekarang bertanya, apakah sudah cukup pengorbanan yang kuberikan?" tanya Han Xiao lembut.


"Kau adalah lelaki terbaik, dengan pengorbanan ini aku sanggup menahan para sialan itu. Bersabarlah dan berikan aku sembilan Raja Iblis serta para Ras Iblis, saat itu jugalah aku akan menarik kalian ke Alam Abadi," jawab Xian Chin dengan nada yang sangat ringan dan bahagia.


Raut wajah Han Xiao menjadi jelek ketika mendengar jawaban dari Xian Chin.


"Kau tahu? Saat aku hendak membunuh Raja Iblis Tanduk Hitam yang mempelopori pengorbanan untuk Kaisar Iblis, dia menghilang begitu saja seolah ditelan ruang," ujar Han Xiao. "Aku curiga dia diselamatkan langsung oleh Kaisar Iblis," lanjutnya.


"Tentu saja dia diselamatkan oleh Kaisar Iblis siapa itu! Raja Iblis Tanduk Hitam mempelopori pengorbanan, jelas dia akan mendapatkan hak istimewa di mata Kaisar Iblis," sahut Xian Chin dengan segera.


Han Xiao mengutuk kasar pada Kaisar Iblis ketika berhasil memastikan dugaannya benar.


"Tapi tenanglah, Raja Iblis Tanduk Hitam masih ada di Benua Kayu Tengah. Kau hanya perlu melakukan satu cara..." Xian Chin segera membicarakan cara yang harus dilakukan oleh Han Xiao dan Ne Zha untuk memikat sembilan Raja Iblis muncul ke permukaan Benua Kayu Tengah.

__ADS_1


Wajah Han Xiao menjadi lebih cerah setelah mendengar arahan dari Xian Chin, pemuda itu bahkan memukul keningnya karena tidak sempat berpikir seperti itu.


"Memang semakin lama hidup semakin banyak pengetahuan," kekeh Han Xiao.


Deg!


Hati Han Xiao tiba-tiba merasakan sakit yang teramat sangat, dia dengan parau berteriak kesakitan.


Ne Zha segera memeriksa kondisi Han Xiao dengan cekatan, namun pada saat itu juga Han Xiao berhenti berteriak kesakitan.


"Ada apa denganmu?" tanya Ne Zha khawatir.


Han Xiao menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu," jawab Han Xiao.


"Kau merasakan sakit karena hatiku juga sakit, ketika kita bertunangan. Aku melakukan kontrak hati denganmu, jika aku merasakan sakit hati, maka kau juga. Jika kau sakit hati begitu juga denganku," suara Xian Chin terdengar di kepala Han Xiao.


Han Xiao terdiam, "Ji-jika begitu kemarin..." Han Xiao berkata dengan terbata-bata.


"Benar, aku juga merasakan bagaimana sakitnya hatimu saat kehilangan dua gadis itu," sahut Xian Chin.


Han Xiao langsung membeku, dia berpikir bahwa hanya dirinya yang merasakan sakit itu, namun ternyata ada Xian Chin yang juga tersakiti olehnya secara tidak sengaja.


"Ma-maafkan aku," lirih Han Xiao dengan penuh kepasrahan.


***


Update Mingguan : 11/14

__ADS_1


Update Merdeka : 15/75


__ADS_2