
Satu bulan telah berlalu semenjak Ne Zha masuk kedalam kultivasi tertutupnya, saat dia keluar dari Alam Nirwana Api. Tidak ada kebingunan pada dirinya saat melihat sekelilingnya yang berubah.
Sebelumnya Ne Zha masuk ke Alam Nirwana di pondok milik Ang Ya dan Kong Qi, tapi sekarang dia keluar di ruangan yang sangat dia hafal, ini adalah ruang berkultivasinya di Istana Xian Chin. Tidak ada hal lain dalam pikirannya kecuali Han Xiao yang membawanya kemari.
"Kemana anak itu?" Ne Zha bergumam saat mengingat Han Xiao, kakinya melangkah menuju ruangan di sebelahnya, itu adalah ruang kultivasi Han Xiao.
Sesampainya di depan ruang kultivasi Han Xiao, Ne Zha membuka pintunya.
"Sudah kuduga," batin Ne Zha saat melihat tidak ada siapapun di ruang kultivasi.
Ne Zha mengetahui bahwa Han Xiao selalu bertingkah seenaknya, mengingat anak itu berkultivasi dengan sangat mudah. Hanya membutuhkan Esensi Darah untuk terus melonjak jika tidak ingin berkultivasi dengan mengumpulkan Qi bermeditasi.
Tidak ada tempat lain di pikiran Ne Zha, dia segera pergi menuju ruang makan.
Benar dengan tebakannya, kini Han Xiao dan Feng Jin sudah berada disana menunggunya.
"Wah kau semakin kuat Bang!" Feng Jin terkagum saat merasakan aura yang sangat megah dari Ne Zha.
Ne Zha tersenyum hangat penuh kasih sayang, pemuda itu bergerak untuk duduk di samping Feng Jin dan mengelus rambut emas gadis tersebut, "Kau juga sangat luar biasa hebat!"
Tidak membual apa yang dikatakan oleh Ne Zha, dia merasakan bahwa Feng Jin berada di ranah Dewa Raja pertama. Ne Zha tersenyum kecil, mungkin akan sangat mudah bagi Jenius lain menaikan kultivasi mereka.
Namun, bagi dirinya, Han Xiao dan Feng Jin. Itu akan menjadi masalah, karena mereka sudah memiliki Kekuatan Mutlak sejak Ekspansi Istana. Walaupun terasa sangat mudah, nyatanya itu akan sulit jika tidak mendapatkan bantuan dari Xian Chin.
"Wah, wah kalian sudah berkumpul semua?" Sebuah suara dengan nada yang sangat nakal dan riang terdengar.
__ADS_1
Feng Jin memasang wajah lebih cerah saat mendengar suara ini, "Xuenai'jiejie! Kau akhirnya datang juga," ujar Feng Jin.
Xian Xuenai tersenyum lebar, gadis itu mememluk dan mencium Feng Jin sebelum duduk bersama di kursi meja makan, "Tentu saja aku akan datang, aku memiliki sedikit masalah." Xian Xuenai menggaruk kepalanya sebelum menceritakan tentang dirinya yang menyangkut di Lorong Waktu.
"Sungguh lucu, kau memiliki Unsur Waktu tapi justru bermasalah dengan Lorong Waktu," kekeh Han Xiao.
Xian Xuenai hanya menjawab bahwa ada sedikit masalah baginya, jelas dia tidak ingin menjadi bahan olokan Han Xiao.
Disisi lain Ne Zha masih terdiam setelah menyapa Xian Xuenai, pikirannya berputar tentang hal yang akan terjadi di masa depan. Dia harus menyusun rencana sedini mungkin.
Pada akhirnya lamunan Ne Zha dipecahkan oleh Han Xiao, pemuda itu meminta Ne Zha memimpin doa sebelum makan.
Makan itu dilakukan dengan sangat tenang dan riang, sesekali mereka melemparkan canda untuk mengisi keheningan.
Walaupun kini mereka berada di ranah Dewa Raja, pada dasarnya kecepatan mereka dibantu oleh Ruang Waktu dari Xian Chin. Mereka yakin jika benar-benar tidak menggunakan Ruang Waktu, ada kemungkinan mereka benar-benar membutuhkan ratusan tahun untuk mencapai tingkat kultivasi mereka saat ini.
Sekali perlu diingat, bukan bakat mereka buruk, tapi mereka memiliki perut seperti lubang hitam. Qi yang mereka butuhkan tidak seperti Jenius lainnya. Ambil contoh Su Lihwa, dia bisa dengan gila menerobos terus menerus karena tidak memiliki tanggungan lain seperti Ne Zha yang memiliki Sepuluh Roh Beladiri yang kini telah diringkas menjadi Enam Roh Beladiri yaitu Lima Elemen dan Waktu.
Sementara di sisi lain ada Han Xiao, biarpun cara berkultivasinya jahat, dia mengambil Esensi Darah. Namun saat dia menerobos, Delapan Kekuatan Kejahatan miliknya harus seimbang semua. Namun, semua itu dibayar dengan mahal tapi menghasilka yang terbaik juga.
"Ranah Dewa Raja tingkat satu paling lemah," jawab Xian Xuenai pada pertanyaan Ne Zha.
Ne Zha mengangguk ringan, dia harus mulai menyusun rencana. Melawan ratusan Ranah Dewa Raja bukanlah hal lucu, setidaknya ada satu rencana yang kini sudah terbentuk di kepalanya.
"Ah, Han. Aku tidak merasakan aura Dewa Raja darimu, jangan bilang kau tidak menembus?" Ne Zha mengalihkan pandangannya pada Han Xiao.
__ADS_1
Han Xiao tersenyum pahit, "Entahlah, aku belum bisa menggabungkan Delapan Kekuatan Kejahatan. Sulit untuk menangani hal ini," jawab Han Xiao.
Dengan jawaban Han Xiao, itu jelas memverifikasi bahwa pemuda itu masih berada di Ranah Dewa Sejati, tapi Ne Zha jelas mengetahui kekuatan saudaranya itu. Kini Han Xiao berada di ranah Dewa Sejati Puncak yang hanya sedikit lagi menembus. Seoran jenius ranah Dewa Raja pertama masih tidak akan menjadi masalah untuk Han Xiao tangani.
"Tidak semuanya bisa berjalan mulus, kau akan merasakan sedikit jalan yang berbatu. Bukan hal aneh pada jalan Dao," ucap Xian Xuenai menenangkan Han Xiao.
Han Xiao terkekeh ringan, "Tidak menembus tidak masalah, dengan begini aku bisa memancing banyak keributan," celetuk Han Xiao.
Sebagai gadis yang nakal, Xian Xuenai paham dengan perkataan Han Xiao, senyum Xian Xuenai menjadi sangat lebar, "Benar, pada akhirnya. Kekuatanlah yang mutlak diatas segalanya."
Bukan hal bodoh yang dikatakan Xian Xuenai, dia mengetahui potensi mengerikan dari pemilik Delapan Kekuatan Kejahatan, sehingga bukan tidak mungkin celetukan arogannya adalah kebenaran.
Acara makan itu selesai dengan cepat, mereka semua datang pada sebuah gazebo untuk berbincang sebelum berangkat menuju Menara Tianxia.
"Jika tidak ada masalah, semua persiapan kita telah selesai. Hanya tinggal berangkat ke Menara Tianxia, hais sayang sekali Chin'Jiejie dalam kultivasi tertutup." Xian Xuenai menjelaskan beberapa hal yang lebih mendetail tentang Menara Tianxia.
Xian Xuenai meminta Han Xiao dan Ne Zha bersiap satu bulan sebelumnya adalah karena, Menara Tianxia sebenarnya akan terbuka sebulan sebelum pembukaan nyatanya.
"Pembukaan ini hanya terbatas di pinggiran, dengan kata lain. Kita hanya berada di pantai dan tidak bisa masuk ke Benua. Namun begitu, hampir semua kandidat masuk lebh awal. Banyak keberuntungan yang baik bahkan di pinggiran." Xian Xuenai menjelaskan juga bahwa mereka tentu akan pergi kesana lebih cepat.
"Harta di pinggiran mungkin tidak masuk ke mata kalian, tapi berusahalah mengaduk masalah antara para Jenius." Hal yang ingin dilakukan Xian Xuenai adalah membuat perpecahan antara para Jenius sebelum Menara Tianxia terbuka sepenuhnya.
***
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1