
"Tofu bulat... Digoreng... Dadakan... Aye... Anget-anget... gurih-gurih yeay!" Han Xiao bersenandung puas ketika dia menggoreng adonan tofu yang diolahnya dengan berbagai bahan dan dibentuk menjadi bulat.
"Kau sangat bersemangat, masakan apa yang kau buat?" tanya Su Lihwa, dia sungguh terkejut ketika mereka sampai di sebuah kota, Han Xiao langsung menukarkan 200 poin untuk Tofu dan berbagai bahan.
Mengingat bahwa tim kekuatan kecil hanya diberi 150 pada awal pertarungan, sungguh Han Xiao sangat menghamburkan poin hanya untuk sebuah makanan.
"Kau adalah calon Istri dari sahabatku, maka dari itu kau harus mengetahui resep dari Tofu Buat ini. Karena ini adalah makanan kesukaannya," ujar Han Xiao lalu mengaduk-adukan penggorengan.
Mata Su Lihwa segera berbinar, dengan cepat gadis itu meminta diajari resep membuat makanan yang dinamakan Tofu Bulat oleh Han Xiao. Penuh dengan senang hati Han Xiao mengajarkan resep tersebut pada Su Lihwa.
Butuh dua puluh menit untuk Han Xiao menyiapkan seluruh masakannya, "Argh, apakah Cincin Spasial bisa ditukar oleh Poin?" gerutu Han Xiao ketika menyadari bahwa barang bawaanya merepotkan, sebuah kuali untuk memasak serta satu ikatan besar Tofu dan bahan untuk membuat Tofu Bulat.
"Akan kutanyan," ujar Xia Shiva lalu bergegas pergi menuju tempat penukaran.
Tak lama kemudian gadis imut itu telah kembali, wajahnya sangat riang dan senang.
"Bagaimana?" tanya Han Xiao seraya menyodorkan Tofu Bulat untuk gadis tersebut.
"Ada, butuh 1000 Poin untuk menukar Cincin Spasial," jawab Xia Shiva.
Pandangan Han Xiao segera terarah pada Su Lihwa dan Bing Xing, mereka berdua memiliki total poin 1500 masing-masing karena telah membunuh empat dari Sepuluh Pedang Suci dengan tangan mereka masing-masing.
Memang poin akan diberikan kepada pembunuh, namun nanti akan ditotal keseluruhan untuk menjadi poin tim.
"Baiklah, tidak ada salahnya kita memiliki Cincin Spasial," ujar Su Lihwa lalu meminta Ne Zha mengantarkannya menuju tempat penukaran.
"Kau memang yang terbaik," ucap Han Xiao dengan senang.
***
"Tim lain sedang berburu poin namun mereka justru membuang poin?" Wanita cantik yang merupakan petinggi Akademi mengerutkan dahinya ketika melihat tim Han Xiao membuang-buang poin untuk Tofu dan bahan yang tidak berguna, dan sekarang mereka membuang 1000 poin untuk Cincin Spasial.
"Bukan hal aneh jika mereka hanya menukar poin untuk Cincin Spasial, karena kemungkinan nanti tim lain juga melakukan yang sama, namun mereka melakukannya terlalu awal, dan juga bocah nakal itu membuang 200 poin hanya untuk makanan? Apakah dia tidak mendengar bahwa poin pertama kekuatan kecil saja 150 poin?" lanjut Wanita itu bersungut-sungut.
__ADS_1
Pria disampingnya terkekeh melihat wanita tersebut bersungut-sungut seperti itu, "Sudah wajar untuk orang yang memiliki kekuatan melakukan apapun yang mereka mau," ucap pria tersebut seraya tertawa.
"Kau sedang membicarakan dirimu pada saat muda?" tandas wanita itu dengan mata tajam.
Pria tersebut terbatuk pelan sebelum menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
***
"Nah jika begini kan mudah," kata Han Xiao puas ketika dia memasukan seluruh Tofu Bulat dan peralatan memasaknya.
Bing Xing hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Han Xiao.
"Sebaiknya kita mulai mencari poin lagi," ajak Ne Zha seraya menyuapkan Tofu kedalam mulutnya.
Ajakan Ne Zha langsung disetujui, mereka segera bergerak untuk mencari orang yang akan sial bertemu dengan mereka.
***
"Wah sepertinya kita berjodoh yah?" Setelah satu hari lebih mencari jenius lain, tim Han Xiao bertemu dengan tim dari Kekaisaran Ming.
"Jadi, kau lah yang mebunuh adikku dan membuat kekacauan di kekaisaranku," desis Ming Huan dingin.
"Membunuh adikmu?" Han Xiao menggernyitkan dahinya.
"Ming Weisheng," bisik Bing Xing yang berada disamping Han Xiao.
Han Xiao segera teringat seorang pemuda yang dibunuhnya di Hutan Kegelapan, "Oh, seorang lelaki pecundang yang mengeroyok seorang gadis dengan empat kelompok Hyena Darah? Astaga aku kira dia hanya bermulut besar," ucap Han Xiao dengan santainya.
"Tidak usah banyak bicara," kata Ming Huan lalu dia mengaktifkan Mata Ilusinnya, segera saja kedua mata pemuda itu menjadi warna ungu mencolok.
Lima gadis yang bersama Han Xiao dan Ne Zha kini bersiap dalam posisi bertempur ketika melihat seluruh tim Ming Huan siap menyerang.
Tangan Ne Zha terangkat untuk memberi tanda diam, mata Ne Zha terarah pada Bing Xing yang kini tengah menatap kelompok Ming Huan dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Dalam jalan kultivator, kau harus memiliki hati yang kuat. Jangan biarkan dendam menguasaimu, pada dasarnya dendam adalah hal yang tidak berguna dan hanya akan merugikan dirimu. Setelah kau membalaskan dendam kuyakuin kau tidak akan merasakan puas apapun selain kebingungan," ucap Ne Zha seraya memandang Bing Xing.
Gadis itu segera mengerti apa yang dikatakan oleh Ne Zha, segera dia menenangkan hatinya dan mengikuti arahan Ne Zha untuk diam.
"Kuserahkan pada kalian," balas Bing Xing pada Ne Zha dan Han Xiao.
Dua pemuda itu tersenyum pada Bing Xing, namun ketika pandangan mereka terarah pada tim Ming Huan, segera wajah merekamenjadi dingin, bahkan Han Xiao yang biasanya riang kini memasang wajah yang dingin pada tim tersebut.
"Kalian mundur dua puluh langkah dari sini," pinta Han Xiao pada lima gadis disampingnya.
Para gadis tidak membantah dan segera menburuti permintaan Han Xiao, disisi lain Ming Huan terlihat sedikit kesal karena lima gadis musuhnya berada diluar jangkauan Mata Ilusi miliknya.
"Kita mulai," desis Ne Zha seraya menatap Han Xiao.
"Tidak boleh ada yang menggunakan Ilmu Sihir," ucap Han Xiao pada Ne Zha, pemuda berwajah dingin itu mengangguk lalu menyerang berdua bersama Han Xiao.
"Serang!" seru Ming Huan pada anggota tim nya.
Bentrokan tim Ming Huan dengan Han Xiao dan Ne Zha segera pecah, banyak serangan Ilmu Sihir terarah pada dua pemuda itu namun mereka dapat menanganinya dengan sangat mudah.
Han Xiao menghadapi empat anggota tim Ming Huan dengan satu tangan, sedangkan Ne Zha melawan lima orang dengan sangat mudah, bahkan dia tidak menggerakan posisi berdirinya, persis inilah ciri khas pertarungan Ne Zha.
"Cepatlah aktifkan jurus mata Ilusimu atau kau akan menyesalinya," ujar Han Xiao setelah membunuh dua anggota tim Ming Huan, Ne Zha disisi lain juga telah membunuh tiga orang, sehingga kini hanya tersisa lima orang bersama Ming Huan.
Ming Huan tentu saja terkejut, namun segera dia menenangkan pikirannya lalu mengeluarkan jurus Mata Ilusi miliknya, "Domain Ilusi!"
***
**Bacotan Pengetik :
Halo Gengs!
Disini Pengetik ingin memberitahu bahwa dari episode145, Pengetik salah kasih nomor Bab nya🤧 Bab146 gaada alias langsung jadi Bab147🤣 efek ngantuk kayaknya🤣 Tapi itu semua sudah Pengetik benarkan. So jadi Dua Penguasa ini baru sampe si Bab165 inilah😂 pada intinya tidak ada kesalahan dalam part, hanya salah memberi nomor Bab saja(^~^)
__ADS_1
*I hope you enjoy***...