Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab324. Perang. Arc 3 - Akademi (End) Arc 4 - Petualangan nyata (Begin)


__ADS_3

Raja Ras Jijian yang awalnya tidak perduli dengan hal sepele tiba-tiba meledak ketika mendengark kabar bahwa pasukan yang dikirimnya ke Pulau untuk bertemu dengan tamu penting mati dan hanya menyisakan tiga orang saja.


Setelah mengirim ratusan ribu pasukan, Raja Ras Jijian mengira masalah akan selesai karena musuhnya takut. Tapi sial, ratusan ribu pasukan yang dipimpin oleh Tetua Ras semuanya rata dalam pertarungan yang bahkan tidak sampai setengah jam.


Amarah Raja Ras Jijian semakin memuncak ketika mendengar kabar Markas di Kota Bawah Air diserang.


Tidak bisa lagi menahan amarahnya, karena mendengar kabar bahwa musuh mereka selama satu hari terus memakan Tendon Naga dari Ras Jijian.


Raja Ras Jijian segera bergegas untuk pergi menemui beberapa kenalannya, walaupun dia dilahap oleh amarah, tapi setidaknya dia masih bisa berpikir. Orang yang bisa dengan mudah membunuh Tetua Ras dan meratakan Ras Jijian dalam hitungan detik bukanlah orang biasa.


Butuh waktu setengah hari untuk Raja Ras Jijian mengumpulkan seluruh kekuatan Rasnya serta bantuan dari Ras lain.


Kini Raja Ras Jijian dengan dua Raja lainnya sudah berada di perbatasan Kota Bawah Laut, ekspresi Raja Ras Jijian sangat buruk, dia seolah ingin langsung mencabik dan menghancurkan orang yang mencari masalah dengan Ras Jijian miliknya.


"Ini kekuatan penuh kalian? Kuharap ini memang benar, jika tidak. Aku harus memburu kalian demi Tendon Naga nanti."


Saat Raja Ras Jijian akan memberikan perintah untuk menyerang Kota Bawah Laut, dua pemuda muncul pada jarak pandangnya, wajah Raja Ras Jijian menjadi sangat marah ketika melihat dua pemuda tersebut. Sesuai dengan deskripsi dari anak buahnya dan rumor yang beredar.


Dua pemuda itu memiliki ciri khas, satu memiliki wajah riang ceria serta rambut biru gelapnya memberikan kesan santai yang elegan. Lalu ada pemuda berwajah dingin yang memiliki ekspresi datar. Rambut hitam legam pemuda itu memberikan kesan misterius yang dalam.


Tidak lain dan tidak bukan dua pemuda itu adalah Han Xiao dan Ne Zha, keduanya sekali lagi terkejut walaupun sudah mempersiapkan diri. Ras Jijian sungguh datang dengan kekuatan penuh, mereka sudah merentangkan kekuatan mereka untuk menghitung musuh.


Ada milyaran Ras Jijian, dan itu masih belum termasuk dengan bala bantuan dari dua Ras lain dan beberapa sekte, biarpun jumlah bantuan sedikit, tapi mereka adalah kultivator yang cukup tangguh.


Tersirat ekspresi senang pada Han Xiao dan Ne Zha, terakhir pertarungan skala besar yang mereka alami adalah saat melawan Benua Api Barat dan Ras Iblis.


Tapi jelas angka musuh yang mereka sekarang hadapi ratusan kali lebih banyak bahkan jika pasukan Benua Api Barat dan Ras Iblis digabungkan.


"Sebaiknya jangan membuang waktu Han, aku yakin kau masih ingin berpetualang," ujar Ne Zha seraya mengeluarkan kekuatannya.


Ne Zha tidak segan segera mengeluarkan kekuatan besar, yaitu masuk kedalam mode Mutlaknya.

__ADS_1


Jubah putih segera menghiasi tubuh Ne Zha, lima cahaya yang berbeda warna keluar dari tubuh Ne Zha, itu adalah lima Elemen. Kelima Elemen berputar-putar di punggung Ne Zha, dia juga mengeluarkan Pedang Lima Elemen.


Han Xiao melihat bahwa Ne Zha sangat serius, dia juga tidak bisa mengabaikan hal tersebut. Ras Jijian datang dengan kekuatan penuh dan dibantu dua Ras, itu berarti kini Han Xiao dan Ne Zha tengah melawan separuh penduduk Bintang ini.


Tidak ingin kalah dari Ne Zha, Han Xiao juga masuk dalam Mode Mutlak. Jubah merah darah segera menyelimutinya menggantikan kaos oblongnya, delapan pulau kecil juga mengambang diatas kepala Han Xiao. Pedang Delapan Kejahatan muncul dengan sangat mengagumkan di hadapan Han Xiao.


Persiapan Han Xiao dan Ne Zha telah selesai, dua pmuda itu saling tatap lalu mengangguk.


"SERAAAAANG!" pekik Raja Ras Jijian.


Ras Jijian yang berada di barisan terdepan segera melaju dengan sangat cepat pada Han Xiao dan Ne Zha.


Senyum sinis tercetak pada bibis Han Xiao ketika melihat segerombolan Ras Jijian yang hanya di Alam Raja menyerang mereka berdua. Han Xiao menyalurkan Energi Negatif, satu mata pada Pedang Delapan Kejahatan terbuka.


Slash...


Booooom!


"Nyamuk mengganggu pemandangan," celetuk Han Xiao seraya mengelus Pedang Delapan kejahatan.


***


Boooooom!


Di kejauan, Mon Cie yang menonton Han Xiao dan Ne Zha sungguh terkejut, keduanya menahan napas ketika melihat penampilan dua pemuda itu berubah. Bukan hanya penampilan yang berubah, tapi juga aura serta pembawaan merek terlihat sangat berubah.


Han Xiao terlihat sangat kejam dan jahat, aura mengerikan terpancar sangat besar pada pemuda tersebut, sedangkan Ne Zha sebaliknya. Dia memiliki pembawaan agung dan suci, ketika melihatnya itu sungguh sangat tenang.


"Kekuatan apa yang mereka miliki?" Mon Cie berkata dengan sangat bingung, memang dia mengetahui bahwa setiap kultivator bisa menguasai lebih dari satu elemen, tapi biasanya hanya tiga Elemen paling banyak. Sedangkan Ne Zha memiliki lima Elemen yang sangat tinggi.


Lalu pada Han Xiao, Mon Cie sendiri tidak bisa memastikan kekuatan apa yang dimiliki oleh pemuda itu. Setidaknya dia pernah melakukan perjalanan antar Bintang, tapi masih tidak mengetahui kekuatan apa yang dimiliki oleh Han Xiao.

__ADS_1


"Mereka sungguh talenta luar biasa, aku tidak bisa membiarkan mereka mati di sini!" Mon Cie mengambil sebuah Alat yang memiliki bentuk kerang, itu adalah alat komunikasi yang digunakan pada Alam Semesta Air.


Hendak saja Mon Cie menyalurkan Qi dan memanggil orang yang ingin dia mintai bantuan, tiba-tiba kerang tersebut hancur menjadi debu.


"Diam dan tonton, mereka akan baik-baik saja." Sebuah suara berdenging pada kepala Mon Cie, dia mengedarkan pandangannya tapi tidak melihat apapun.


"Jangan mencariku, aku tidak akan bisa dilihat. Lebih baik menonton pertunjukan saja," suara itu kembali muncul di kepala Mon Cie.


"Siapa kau?! Berada disisi mana kau? Jika berlawanan, lebih baik munculkan dirimu dan biarkan aku menghajarmu!" pekik Mon Cie.


"Berisik sekali, diam dan tonton. Yang pasti aku berada di pihak kalian." Suara itu berhasil menangkan Mon Cie.


***


Mata tiga Raja melotot ketika melihat serangan Han Xiao yang berhasil memusnahkan satu barisan besar depan.


"Dia seharusnya berada di ranah Dewa Sejati tingkat kedua atau puncak!" Salah satu Raja dari Ras pribumi mengeluarkan pendapatnya ketika melihat kekuatan Han Xiao.


"Apakah kau yakin Raja Udang Merah?" sosok manusia yang berlengan capit kepiting maju dan menatap heran pada pria berkumis merah panjang dihadapannya.


"Setidaknya itu pengamatanku, akan sulit menghadapinya sendirian. Kita akan membuat mereka lelah terlebih dahulu, setelah itu. Tiga orang masing-masing mengurus satu dari pemuda itu." Raja Udang Merah menatap tiga Patriark sekte besar. "Kita akan bekera sama tentunya."


***


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 67/75


Arc 3 - Akademi (End)


Arc 4 - Petualangan nyata (Begin)

__ADS_1


__ADS_2