Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab210. Pertarungan untuk Kelas S


__ADS_3

"Kau tahu? Saudaraku ini adalah seorang Alkemis luar biasa," ucap Han Xiao penuh senang.


Ekspresi penuh senang Han Xiao ditangkap sebagai ekspresi paling menakutkan pada mata Mo Yanjing, segera dia teringat pada pil yang digunakan oleh Han Xiao untuk menyenbuhkan lukanya dalam sekejap sebelum menyiksanya lagi.


Han Xiao mengeluarkan sepuluh pil dari Cincin Spasialnya, "Ini adalah pil yang bisa memperbaiki titik meridian yang hancur dalam sekejap, aku dan Ne Zha hanya memiliki sepuluh ini untuk keselamatan kami, tapi demi memberikan hukuman padamu, aku tidak akan segan memakainya," tutur Han Xiao riang lalu melemparkan pil pada mulut Mo Yanjing.


Pria itu bergetar ringan sebelum berhenti berteriak, seluruh rasa sakit disekujur tubuhnya dalam hitungan detik menghilang, tapi tidak ada rasa senang yang dirasakan oleh Mo Yanjing ketik merasakan seluruh meridiannya kembali normal dan sembuh.


"Bersiaplah, aku akan menggunakan sepuluh pil ini untuk menyembuhkanmu, sebelum..." Han Xiao tidak melanjutkan perkataannya dan segera melakukan hal seperti sebelumnya, dia kini tidak hanya menghancurkan meridian pada hati, tapi juga pada jantung dan organ lainnya.


Mo Yanjing merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan dari sebelumnya, setelah setengah hari, Han Xiao menyembuhkannya, tapi setelah beberapa menit Han Xiao menghancurkan titik meridiannya lagi lebih banyak dari sebelumnya.


Hingga pil kesembilan, Han Xiao menghancurkan seluruh 306 titik meridiannya yang membuat Mo Yanjing berada pada ambang kematian, tetapi bahkan dia tidak bisa untuk pingsan karena Han Xiao menggunakan kekuatan aneh untuk menahan dirinya agar tidak mati dan pingsan.


Yang Shui dan lainnya sudah pergi dari ruangan karena tidak tahan melihat hukuman yang diberikan oleh Han Xiao pada Mo Yanjing, Han Xiao sendiri tampak menikmati penyiksaan yang diberikannya pada Mo Yanjing.


Tubuh Mo Yanjing kini sudah berlumuran darah, darah itu keluar dari tujuh indranya, tak terhitung berapa kali dia muntah darah dan seberapa lama dia menangis darah.


Sebuah senyum simpul tercetak pada sudut bibir Han Xiao ketika melihat kondisi Mo Yanjing, "Aku berubah pikiran, kau belum waktunya untuk mati dengan mudah," ucapan singkat dari Han Xiao itu bagaikan guntur di siang bolong terhadap Mo Yanjing.


Belum sempat pria itu memprotes Han Xiao memasukan empat pil berbeda bersma pil yang memperbaiki meridian, setelah itu dia mengirim Mo Yanjing masuk kedalam Pagoda Mimpi Buruk lagi.


"Setidaknya suasana hatiku membaik," celetuk Han Xiao lalu mengajak Ne Zha dan lainnya keluar dari ruangan.


Jika tidak salah, hari ini akan dimulai seleksi untuk memperebutkan kelas S, satu minggu penuh Han Xiao habiskan untuk memberi hukuman pada Mo Yanjing, kini dia ingin menonton pertunjukan untuk menambah moodnya naik.

__ADS_1


Ne Zha berpamitan ke kamar, pemuda itu mengatakan ingin beristirahat, menonton pertarungan jenius yang memperebutkan kelas S tidak terlalu menarik untuknya. Han Xiao juga berpikiran serupa, namun rasa bosan melanda dirinya sehingga ingin mencari hiburan.


Dengan begitu, Han Xiao, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Xian Xuenai berjalan menuju lantai tujuh yang tak jauh dari lantai yang mereka tempati saat ini.


***


"Aku tidak akan kalah darimu!" seorang pemuda bertubuh gendut meraung lalu mengeluarkan kekuatan dahsyat dari tubuhnya. Segera saja bulu-bulu tumbuh di sekujur tubuhnya, pun kuku tajam bersar tumbuh pada tangannya, perlahan wujudnya menjadi manusia setengah beruang yang sangat gagah.


"Bermimpi!" Disebrang pemuda gendut itu ada seorang pemuda berkulit pucat.


Pertarungan awal sungguh menakjubkan, pemuda berkulit pucat itu adalah Xu Ta pemimpin dari Sepuluh Pedang Besar, tidak pernah dia sangka timnya akan berada dibawah posisi tim keluarga bangsawan Zhao, ketika bertarung. Dia mengetahui kenapa tim itu menduduki posisi ke lima belas sedangkan timnya menduduki ke enam belas.


Pengalaman bertarung Zhao Jun sangatlah luas, pemuda gendut itu memiliki berbagai cara untuk menghadapi kekuatan besar menggunakan kekuatan kecil. Kecepatan pemuda gendut itu juga tidak bisa dianggap remeh.


"Sial, biarpun aku memiliki Istana Surga, tapi aku hampir tertekan olehnya!" Xu Ta menjadi frustasi, dia ingin memenangkan pertarungan ini dan maju ke babak selanjutnya.


Bentrokan segera terjadi lagi antara dua pemuda tersebut, pertahanan Zhao Jun sungguh menakutkan, kuku beruangnya sanggup menahan dan beradu serangan dengan Pedang Jiwa Besar milik Xu Ta.


Zhao Jun mengambil langkah mundur, pun begitu dengan Xu Ta, namun tak lama sebelum mereka menerjang untuk saling bertukar jurus lagi, hingga sudah beberapa puluh jurus merekatukar. Dua pemuda itu saling terlempar.


Kaki Xu Ta hanya setengah keluar dari atas panggung pertarungan, jika saja keluar. Maka konsekuensinya adalah kekalahan.


"Kau tidak beruntung," suara Zhao Jun membuat Xu Ta telat bereaksi, kecepatan Zhao Jun sungguh menakutkan bahkan untuk para jenus yang berada di Istana Surga.


Dalam sekejap Zhao Jun berhasil mendorong Xu Ta untuk terjatuh dan keluar dari panggung pertarungan.

__ADS_1


"AAAAAARGHH!!!" Xu Ta meraung penuh kesal ketika dirinya terjatuh dari panggung pertarungan.


"Pemenang pertarungan ini adalah Zhao Jun!" wasit segera mengumumkan kemenangan penuh keberuntungan Zhao Jun.


Senyum Zhao Jun melebar, tatapannya segera terpaku pada seorang pemuda berambut biru yang tengah menonton pertarungannya.


"Dia sangat beruntung," komentar Xiao Wushuang.


Merekasudah berada di kursi penonton sejak Zhao Jun melakukan Perubahan Tubuh, pertarungan itu cukup menarik karena Zhao Jun melakukan perlawanan sengit sebagai Istana Bumi melawan Istana Surga.


"Tidak, itu bukan keberuntungan," ucap Han Xiao.


Xiao Wushuang segera menatap penuh pensaran pada Han Xiao, "Lalu?"


"Dari awal si gendut ini memang sengaja membawa Xu Ta ke pojokan tanpa Xu Ta sadari, pertukaran jurus terakhir Zhao Jun arahkan untuk melempar secara langsung Xu Ta keluar dari panggung pertarungan. Tapi lemak itu tidak menyangka bahwa Xu Ta sanggup bertahan, dan disinilah dia menggunakan kecepatannya yang mengerikan untuk mendorong Xu Ta terjatuh," jelas Han Xiao panjang lebar.


"Sebagai Istana Bumi, sangat sulit untuk melawan Istana Surga jika tidak menggunakan taktik." Han Xiao mengetuk pelan kepala Xiao Wushuang.


Xiao Jiang meringis kesal karena Han Xiao mengetuk kepalanya, "Si gendut itu cukup pintar," cetus Xiao Wushuang.


Han Xiao mengangguk ringan, Zhao Jun bisa membawa timnya menduduki dua puluh besar yang seharusnya diduduki oleh seluruh jenius Istana Surga, sungguh mengagumkan bagi seorang anak bangsawan sepertinya yang hanya berada di Istana Bumi.


Pertarungan demi pertarungan terus berjalan, hari ini adalah babak seleksi, jadi kemungkinan pertarungan semenarik Zhao Jun dan Xu Ta sangatlah kecil, akan sangat menarik saat mendekat final nanti. Karena akan ada bentrokan dari para jenius Istana Surga.


Ketika hari sudah tenggelam dan digantikan oleh malam, seleksi diberhentikan dan akan dilanjut esok pagi. Para peserta yang lolos seleksi langsung menuju kamar mereka untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga esok hari.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 10/14


__ADS_2