Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab176. Tamu Mengejutkan


__ADS_3

"Huaaaaaah... Ini enak sekali, hah... hah... hah..." Xia Shiva terengah karena memakan Seblak yang sangat pedas, keringat mengucur dari pelipisnya membuat dia terlihat semakin menggemaskan.


"Ini adalah makanan yang sanagat unik dan enak sekali, paduan rasa rempah serta pedasnya sungguh luar biasa," komentar Yang Shui.


Anggota tim Yang Shui juga memuji kenikmatan dari Seblak, terlihat sangat sederhana karena hanya terisi oleh kerupuk, mie dan tulang. Namun rasanya sungguh luar biasa.


Yang paling bahagia disini adalah Su Lihwa, ketika dia memberikan Seblak buatannya pada Ne Zha, seluruhnya tandas tanpa sisa, bahkan pemuda itu menimta lagi dan memujinya berulangkali.


Han Xiao tersenyum bangga atas masakannya, ketika seluruh Seblak sudah habis, Han Xiao mengarahkan mereka untuk memakan Otak-Otak.


"Sebenarnya ini juga enak jika pedas, tapi itu terserah kalian. Otak-Otak ini akan meredam rasa pedas dari Seblak jika tidak dicocol pada sambal," terang Han Xiao seraya mengambil Otak-Otak dan menyocolkannya pada sambal sebelum melahapnya dengan penuh semangat.


Semua orang melihatnya lalu mencoba dengan cara yang sama seperti Han Xiao, sekali lagi mereka berseru kagum atas masakan Han Xiao, sambal Otak-Otak ini memiliki rasa yang segar, seolah memang untuk memberi kesegaran terhadap rasa ikan tersebut. Ada juga sambal yang dibuat dengan kacang.


Mereka menghiraukan rasa pedas yang membakar lidah mereka dan terus melahap makanan dengan sambal tersebut.


"Kalian makan tanpa mengajakku?" Sebuah suara membuat semua orang yang ada di ruangan itu terhenti.


Pandangan mereka semua terarah pada sosok yang baru saja membuka pintu, seorang pemuda menggunakan jubah ringan berwarna emas, tubuhnya sangat ramping. Wajahnya cantik dan mulus.


"Qianfan?" Yang Shui mengerutkan dahinya, memang saudaranya yang satu ini tidak memperdulikan tentang kesopanan jika pada saudaranya, seperti saat ini. Dia masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa? Apakah aku tidak boleh masuk?" tanya Yang Qianfan.


Yang Shui hanya tediam, dia tidak memiliki wewenang untuk melarang, itu karena rumah ini adlaah milik tim Penguasa Generasi.


"Masukah Qianfan, bawa semua timmu masuk, kita makan dulu. Kau pasti lelah dari perjalanan," suara Han Xiao memecah keheningan yang terbentang sejenak tadi.

__ADS_1


Memang semenjak kejadian saat itu ketika Han Xiao menghancurkan lengannya, Yang Qianfan banyak mengubah diri dalam prilakunya. Juga dia sudah tidak menyimpan rasa dendam pada Han Xiao, justru dia berterimakasih karena Han Xiao menghancurkan tangannya, dia bisa mendapatkan Darah Abadi yang membangkitkan Roh Beladiri Kehidupan. Sebelumnya dia juga merasa bingung karena apa dia memiliki perseteruan dengan Han Xiao, semua itu karena pengaruh Ibunya.


Yang Qianfan mengajak seluruh tim nya masuk kedalam rumah lalu duduk bergabung melinggkar bersama tim Yang Shui dan tim Penguasa Generasi. Mata sebagian besar tim Yang Qianfan dipenuhi oleh kekaguman ketika melihat tim Penguasa Generasi, mereka merasa bangga karena berada di kapal yang sama.


"Makanlah, ini sangat enak," ucap Han Xiao lalu memberikan sepuluh piring berisi Otak-Otak berporsi besar pada tim Yang Qianfan.


"Sayangnya kalian datang terlambat, seblak buatanku sudah habis. Tapi jangan berkecil hati, esok aku akan memasaknya lagi," kata Han Xiao.


Perkataan Han Xiao membuat segera seluruh orang yang sebelumnya menyicipi Seblak segera berbinar, melihat reaksi mereka membuat tim Yang Qianfan penasaran.


"Sudahlah, silahkan makan," ujar Han Xiao.


Tim Yang Qianfan segera menyicipi makanan aneh yang disebut Otak-Otak oleh Han Xiao, segera saja mata mereka melebar penuhkejutan ketika merasakan kenikmatan dari Otak-Otak.


"Beri sambal, maka rasanyta akan lebih nikmat." Ling Ba menyodorkan mangkuk berisi penuh sambal buatan Han Xiao.


"Qianfan, apakah kau tidak bisa menjaga cara makanmu?" Yang Shui menegur ketika melihat Yang Qianfan yang tidak biasanya makan dengan serampangan.


"Aku tidak peduli," jawab Yang Qianfan dan menyodorkan piringnya pada Han Xiao untuk meminta lagi.


"Ambil di dapur sendiri," ucap Han Xiao.


Yang Qianfan segera berlari ke dapur diikuti oleh Yang Shui lalu Xia Shiva.


Ne Zha dan Han Xiao terkekeh melihat tingkah ketiga orang tersebut, ini adalah pemandangan langka dimana Yang Shui dan Yang Qianfan berebut makanan, bukan berebut posisi.


***

__ADS_1


"Kalian mempunyai informasi?" Han Xiao dan Ne Zha selesai makan dan mengajak Yang Qianfan dan Yang Shui untuk berdiskusi.


Yang Shui dan Yang Qianfan mengangguk secara bersamaan.


"Para jenius pemilik Istana Surga kini semuanya ingin membentuk aliansi untuk menghancurkan kalian, aku langsung bergegas ketika mendengar kabar tersebut," ucap Yang Shui.


"Aku awalnya tidak ingin bergabung dengan kalian, dan hanya ingin berburu sendiri, namun ketika mendengar bahwa aliansi mereka sudah mengumpulkan enam belas jenius Istana Surga. Aku juga bergegas kemari karena tidak ingin tim dari Kekaisaran musnah," sahut Yang Qianfan.


"Dengan begitu waktu mereka menyerang kita sudah dekat," kata Ne Zha.


"Terakhir kudengar mereka sedang menuju kemari, tiga tim yang mereka tunggu sudah berada di dekat kita, jadi mereka memilih untuk menyerang." Sebuah suara muncul di belakang keempat orang tersebut, dua sosok gadis jalan bersamaan menghampiri mereka.


"Bing Kong, Xi Wang. Tidak kusangka kalian tiba sangat cepat," ujar Yang Shui ketika melihat dua sosok gadis tersebut.


Dua gadis itu menyapa hangat pada empat orang tersebut, sebelum mereka menyampaikan informasi yang dimiliki oleh mereka, semua dua puluh jenius Istana Surga sudah sepkat untuk mengincar tim Penguasa Generasi sebelum saling bertarung untuk mendapatkan poin seperti sebelumnya.


Mereka awalnya berencana datang beberapa hari lagi, namun sepertinya tidak memungkinkan sehingga mereka bergegas mencari keberadaan tim Penguasa Generasi.


"Kalian sukses menjadi tamu mengejutkan, kami mengira awalnya kalian akan datang dalam dua hari kedepan. Tapi sekarang bukan hanya tim Yang Shui yang sampai disini hari ini dan mengejutkanku, tapi semuanya telah datang," aku Han Xiao.


"Itu bagus, baiklah sekarng kita akan membahas soal rencana dalam melawan tim yang dipimpin oleh dua puluh jenius Istana Surga ini," ucap Ne Zha.


Secara jumlah, mereka akan kalah, itu karena mereka hanya memiliki 47 orang saja, tim ini berisi sembilan Istana Surga, sebenarnya hanya tujuh Istana Surga. Namun Han Xiao ingin menutupi Istana Dao yang dimilikinya dengan Ne Zha, jadi mereka mengatakan bahwa mereka memiliki Istana Surga.


Sedangkan 38 sisanya adalah pemilik Istana Bumi, sungguh mengerikan kekuatan ini jika dilihat, tapi melawan musuh yang memiliki dua puluh Istana Surga dan 180 Istana Bumi bukanlah lelucon yang lucu. Belum lagi tim yang dipimpin oleh masing-masing orang dari Seratus Kebanggan Surga.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 11/14


__ADS_2