Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab368. Jian


__ADS_3

Yang Shui masih tenang dalam membicarakan beberapa hal ini bersama dengan Shouzi, dia sudah mengira dirinya akan dicurigai. Memiliki Roh Beladiri Air dan Unsur Air yang sangat kuat hingga sanggup berbenturan tanpa kesulitan melawan Shouzi yang mengeluarkan semua keuatannya.


"Sudahlah, aku mempercayakan masa depan Alam Semesta Es padamu dan Bing Xing. Semoga kalian berdua bersama Su Lihwa membawa kejayaan untuk Alam Semesta Es, jika sanggup mencapai lantai tiga. Itu sudah lebih dari cukup untuk kalian membawa Alam Semesta Es jaya di masa depan." Shouzi mengambil cawan yang berisi teh lalu meminumnya secara perlahan, dia kagum dengan teh yang dibawa oleh Su Lihwa. Rasa dari teh itu sangat pahit, tapi jika dinikmati, hal itu sangat luar biasa nikmat.


Yang Shui tertawa saat mendengar Shouzi mengatakan lantai ketiga, "Kau bercanda? Sejauh ini hanya tiga Kaisar yang sanggup mencapainya."


"Aku percaya dengan kekuatanmu dan Bing Xing, tentu saja aku tidak bisa meremehkan Su Lihwa. Lantai satu dan dua mungkin mudah bagimu." Shouzi menanggapi dengan santai, seolah Menara Tianxia sangat mudah dihadapi.


Yang Shui tidak menjawab lagi, dia memilih untuk meminum teh yang ada di meja. Setelah itu dia berpamitan pergi dari hadapan Shouzi untuk menuju suatu tempat.


Shouzi tidak menahan Yang Shui, lagipula dia mengetahui kemana Yang Shui akan pergi, itu akan bersangkutan dengan Menara Tianxia.


***


Kembali di Alam Semesta Waktu, Xian Xuenai telah kembali ke perbatasan untuk menjaga pelindung. Sesampainya disana dia sudah menduga serangan akan semakin gencar. Sekarang ada pasukan kelas atas dari tiga Kaisar yang menyerang.


Namun tidak ada rasa takut di mata Xian Xuenai, ini membuktikan tebakan dan perhitungan dirinya tepat tanpa sedikitpun kesalahan.


"Lakukan pertahanan, jangan menyerang. Kita akan menyerang pada saat yang tepat, tunggu intruksi berikutnya dariku," ujar Xian Xuenai saat mengumpulkan Jendral dari pasukan Alam Semesta Waktu.


Xian Chin tidak hanya menciptakan Klan Pembunuh Bayangan untuk di medan perang, ada juga Ras Raksasa, itu memiliki bentuk seperti manusia. Namun memiliki ukuran ratusan kali lebih besar dari Manusia.


Ras Raksasa harus sangat diperhatikan oleh musuh, bagaimanapun pertahanan dari Ras Raksasa sangatlah kuat. Serangan dari Ras Raksasa juga sangat mengerikan.


Namun, hal itu masih belum bisa dibilang bahwa Alam Semesta Waktu mendominasi medan perang, keberadan Ras istimewa lainnya dari Alam Semesta lain juga menjadi perhitungan yang ketat.

__ADS_1


Ada juga Ras yang menjadi duri bagi Ras Raksasa, sehingga hal itu membutuhkan gerakan dari Ras lain dari pasukan Xian Xuenai.


Perang tidak bisa terelakan, sudah jutaan tahun perang tidak berhenti. Kaisar Kaisar lain selalu bergiliran mengirim pasukan untuk menyerang pelindung dari Alam Semesta Waktu.


Hal yang dilakukan oleh pasukan Alam Semesta waktu adalah memberikan pertahanan agar Pelindung tidak diserang setiap saat, keberadaan Xian Xuenai sudah sangat mempengaruhi alur perang.


Xian Xuenai berada di ranah Raja Abadi, bagaimanapun. Dia adalah eksistensi terkuat dibawah Kaisar, sehingga jika tidak ada tangan kanan Kaisar yang turun. Xian Xuenai adalah orang terkuat di medan perang perbatasan ini.


Jika bukan dengan keberadaan Xian Xuenai, sulit dikatakan pasukan dari Alam Semesta Waktu mampu bertahan dari serangan gencar yang selalu dalam kekuatan penuh selama jutaan tahun.


"Xuenai, bukankah kau akan masuk ke Menara Tianxia? Lebih baik mempersiapkan dirimu, tinggalkan perbatasan ini padaku." Sesosok berjubah hitam muncul di samping Xian Xuenai dan mengeluarkan pendapatnya.


Xian Xuenai tertawa kecil, jelas dia tahu yang datang kali ini adalah Yingzi Mao. "Aku ingin mencari hiburan terlebih dahulu selama mereka mempersiapkan diri. Lagipula, para orang sialan itu tidak mengetahui kami memiliki satu token tambahan. Aku akan benar-benar menjadi kejutan," sahut Xian Xuenai.


Benar apa yang dikatakan oleh Xian Xuenai, tidak ada satupun Kaisar yang mengetahui Alam Semesta Waktu memiliki token tambahan, hal yang mereka ketahui adalah kekurangan dari token dibawa oleh Zi Yao entah kemana.


Kini Xian Xuenai dan Yingzi Mao tengah menonton bentrokan yang terjadi di langit berbintang, perang terjadi di luar angkasa, sehingga segala serangan yang maha dahsyat menghiasi sangat indah jika dilihat.


"Bagus, mereka bertahan. Tunggu pada saat yang tepat baru..." Xian Xuenai meremaskan tangannya diiringi senyum nakal ciri khasnya.


***


Sementara itu di tempat lain, sesosok gadis berjubah putih dengan penampilan wajah yang sangat indah dan luar biasa cantik yang mengurkan aura lembut dari dirinya tengah menatap dirinya pada pantulan cermin.


Siapapun yang berada di sekitarnya merasakan persaan yang penuh kelembutan, saat ini bahkan seorang gadis yang tengah menata rambut gadis berjubah putih itu merasakan kenyamanan berada di sekitar gadis tersebut.

__ADS_1


Tapi gadis yang sedang menata rambut itu mengetahui, akan terjadi hal lain saat gadis beraura lembut itu mengangkat senjata, terutama pedang. Auranya akan menjadi sangat mengerikan.


Tidak lama ini Kaisar Baja mengenalkan gadis ini sebagai Jian, gadis berhawa lembut itu memiliki kekuatan yang sangat luarbiasa bahkan melampaui jenius dari Alam Semesta Baja sekalipun.


Kedatangan Jian yang sangat misterius tentu mengundang banyak kecurigaan, tapi karena Kaisar Baja yang membawanya, tidak banyak yang mempertanyakan hal lain. Mereka berspekulasi bahwa Jian adalah jenius yang sengaja disembunyikan oleh Kaisar Baja.


"Nona Jian, semua telah selesai." Gadis yang menata rambut itu segera undur diri setelah selesai menata rambut Jian.


Jian mengangguk ringan, tapi pandangannya tidak pernah teralih pada cermin yang memantulkan dirinya.


Ketika dia memandang dirinya seperti itu, sekelebatan ingatan yang mengganggu dirinya muncul. Ketika sekelebatan itu muncul, kepalanya akan terasa sangat sakit. Hal itu seperti dihantam berkali-kali oleh Gada raksasa.


Jian menundukan kepalanya, tangannya tergerak untuk menyentuh keningnnya dan meremas kepalanya ketika merasakan sekelebatan ingatan itu muncul secara terus menerus membuat kepalanya sangat sakit.


Naas, rambut yang barusaja ditata rapih dan indah tadi kini sudah berantakan karena Jian yang mengacak-acak rambutnya lantaran tidak tahan merasakan sakit yang terus menyerang kepalanya.


Jian terlihat terus meremas-remas kepalanya dengan teriakan rendah namun paraunya, terlihat jelas dia sangat tersiksa oleh hal tersebut.


"Siapa? Siapa? Siapa dirimu?!" Jian terus mengujarkan kata tersebut, dia selalu bertanya-tanya bahkan tentang dirinya sendiri. Dia selalu bertanya-tanya tentang sosok gadis cantik yang selalu muncul bersama sekelebatan di kepalanya.


Dari penampilan, Jian bisa melihat bahwa mereka berdua memiliki kemiripan. Dia tidak percaya jika itu adalah Setan Batin dalam dirinya, karena dirinya bisa menembus ranah Dewa Raja tanpa masalah, dengan begitu, itu bukanlah Setan Batin. Tapi apa?


***


Update Mingguan : 09/14

__ADS_1


__ADS_2