Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab474. Wilayah Cahaya Ungu


__ADS_3

Ne Zha dan Han Xiao tidak menyadari bahwa aliran waktu dalam Menara Tianxia benar-benar jauh dengan Alam Abadi, saat ini perubahan besar terjadi pada Alam Abadi.


Perang antara Alam Semesta Waktu dan Aliansi tengah mencapai puncaknya, sekarang Alam Semesta Waktu benar-benar terpojok, dari keseluruhan wilayah kepemilikan Alam Semesta Waktu, kini hanya tersisa lima puluh persen saja! Dalam perang ini terjadi sebuah tragedi yang sangat mencengangkan, tiba-tiba saja muncul Bintang baru yang secara langsung membuat empat Kaisar dari Aliansi menembus ke Alam Kaisar Abadi!


Tiga juta tahun telah berlalu dan Xian Chin juga telah keluar dari Kultivasi tertutupnya, awalnya saat dia terbangun dia benar-benar ingin melakukan pembantaian. Namun, realitas menghancurkan ekspektasi Xian Chin, empat Kaisar yaitu Kaisar Dewa, Kaisar Air, Kaisar Serangga dan Kaisar Api juga telah mencapai Alam Kaisar Abadi dengan bantuan Bintang misterius.


"Tiga juta tahun lebih, kenapa Han Xiao dan lainnya belum kembali?" Kini Xian Chin tengah menatap portal yang menuju Menara Tianxia.


"Yang mulia, Wilayah Cahaya Ungu mulai diinvasi oleh Kaisar Air dan Kaisar Api!" Yingzi Mao datang melapor pada Xian Chin yang tengah melamun.


"Wilayah Cahaya Ungu!" Wajah Xian Chin memucat, tanpa membuang waktu dia bangkit dan segera membawa Yingzi Mao pergi.


***


Di kekosongan langit gelap terdapat banyak Kapal Perang serta berbagai Binatang mengerikan terlibat dalam perang besar, jutaan orang berperang saling berbenturan satu sama lain mengeluarkan jurus terbaik mereka untuk melawan musuh.


Cahaya ungu yang hangat menyinari kegelapan langit secara perlahan, Bintang besar yang memiliki wujud seperti Berlian berotasi menyinari Bintang-bintang disekitarnya.


Dua sosok menatap Bintang berwarna Ungu tersebut.


"Itu Bintang Cahaya Ungu tempat Zi Yao tinggal selama di Alam Semesta Waktu?" Kaisar Air menatap tercengang pada Bintang Cahaya Ungu, itu benar-benar indah serta luar biasa!

__ADS_1


"Bintang itu memberikan kesan yang lebih kuat dari Bintang tingkat 5," ujar Kaisar Api.


"Peduli apa? Zi Yao sudah tidak ada, begitu kita mengklaim Bintang Cahaya Ungu, itu menandakan kita menang dalam perang ini dan Wilayah Cahaya Ungu akan jatuh kedalam tangan Aliansi!" Kaisar Air mencetus kesal.


Kaisar Api mengangkat bahunya ringan, sudah lama dia mengenal Kaisar Air, wanita yang satu ini sungguh memiliki permusuhan sengit dengan Zi Yao dibandingkan dengan Kaisar lainnya karena kejadian masa lampau.


"Ayo turun tangan dan selesaikan ini secepat mungkin sebelum Xian Chin datang." Kaisar Air mengangkat tangannya, pada saat itu juga banyak tetesan-tetesan air yang muncul dan menyerang pasukan Alam Semesta Waktu.


Tetesan-tetesan air tersebut sangat mengerikan, satu tetes itu meledak dan menghancurkan pasukan tanpa pandang bulu, ratusan ribu pasukan mati dalam sekejap karena serangan dari Kaisar Air.


Melihat serangan Kaisar Air, kekehan terlepas dari Kaisar Api. Dia juga mengangkat tangan, dalam hitungan detik sebuah bola Api raksasa seperti Matahari tercipta diatas kepalanya, dengan jentikan jarinya, Matahari tersebut melesat ke medan perang, persis serangan Kaisar Air, itu tidak memandang mana kawan mana lawan. Ledakan Matahari tersebut membunuh seluruh pasukan dalam jangkauannya.


Dua serangan saja langsung membuat medan perang menyisakan hanya separuh pasukan musuh dan aliansi, melihat kedua Kaisar bergerak, segera saja pasukan Aliansi mundur dengan kalang kabut. Mereka tahu ketika Kaisar bergerak keduanya tidak akan memikirkan kehidupan remeh pasukan rendah seperti mereka!


"Hahaha! Siapa peduli? Akan ku korbankan nyawaku demi Alam Semesta Waktu!" Prajurit di sampingnya berteriak lantang dan menyerbu pasukan Aliansi yang kalang kabut berlarian untuk mundur, ini adalah kesempatan bagi pasukan Aliansi. Karena pasukan Aliansi tidak melakukan pertahanan saat mereka lari!


Seluruh pasukan Alam Semesta Waktu mengejar dan membunuh Pasukan Aliansi sebanyak yang mereka bisa, karena lemahnya pertahanan. Terjadi pembantaian pada pasukan Aliansi, jika dilihat itu tidak seperti perang. Justru terlihat seperti pembantaian masa!


Kedua Kaisar tidak memperdulikan pasukan Aliansi yang terpojok, dengan adanya mereka disini, alur Medan perang bisa terkendali dengan mudah bahkan tanpa adanya prajurit.


"Semut-semut kecil ini sungguh mengesalkan!" Kaisar Air mendesis kesal saat berbagai serangan meluncur kearahnya. Satu kibasan tangan langsung mengirim pedang Air raksasa yang membantai para prajurit.

__ADS_1


Setelah melakukan pembantaian, dua Kaisar terus berjalan menuju Bintang Cahaya Ungu, tujuan mereka hanyalah mengklaim Bintang Cahaya Ungu agar mendapatkan kuasa atas Wilayah Cahaya Ungu!


Kecepatan dua Kaisar sangat menakutkan, dalam hitungan napas mereka berdua sudah sampai di hadapan Bintang Cahaya Ungu. Mereka berdua saling berpandangan sebelum memasuki atmosfer Bintang Cahaya Ungu. Sinar ungu yang sangat terang itu hanya ada pada lapisan akhir atmosfer Bintang Cahaya Ungu, setelah menembus atmosfer itu benar-benar dunia yang berbeda, keindahan Bintang Cahaya Ungu membuat kedua Kaisar terpana.


Pemandangan yang berada di hadapan mereka sungguh menakjubkan, bahkan di Alam Semesta Kecantikan dimana semua hal sangat indah jika dibandingkan dengan Bintang Cahaya Ungu ini terlihat sangat kontras, bisa dibilang tempat terindah di Alam Semesta Kecantikan bagaikan tempat sampah!


"Cukup mengagumi keindahan Bintang ini, kalian harus segera keluar." Suara dingin terdengar di telinga kedua Kaisar.


Saat keduanya hendak bergerak, tiba-tiba tubuh mereka tersegel oleh hal yang tidak terlihat. Mereka langsung terpental terbang menjauh dari Bintang Cahaya Ungu oleh pukulan yang sangat mengerikan.


Wajah Kaisar Air memucat, dalam segel tadi. Bukan hanya tubuh mereka yang tidak bisa bergerak, tetapi keseluruhan yang ada di tubuh mereka hingga Jiwa mereka pun berhenti bergerak serta napas mereka juga berhenti dalam beberapa detik tadi!


"Xian Chin!" Kaisar Air menggeram marah, beruntung dia berada di Alam Kaisar Abadi, jika dia hanya di Alam Kaisar seperti sebelumnya, tidak ada harapan baginya untuk melepaskan diri dari segel waktu Xian Chin.


Sekelebatan ingatan tentang puluhan Kaisar yang dibekukan dalam waktu melintas di kepala Kaisar Air, beberapa tahun lalu ketika kemunculan pertama Xian Chin di medan perang. Puluhan Kaisar langsung membeku dalam segel waktu, tidak bisa bergerak sama sekali. Juga pada saat itu Xian Chin melakukan pembantaian pada para Kaisar tersebut, kini hanya menyisakan tiga puluh Kaisar! Kalau saja Kaisar Dewa tidak menemukan Bintang misterius dan melakukan penerobosan ke Alam Kaisar Abadi, sudah dipastikan Aliansi Kaisar akan musnah dibawah amukan Xian Chin yang telah mencapai Alam Kaisar Abadi terlebih dahulu.


"Kau bisa melupakan menguasai Wilayah Cahaya Ungu atau aku akan menyeret kalian bahkan jika aku mati." Mata indah Xian Chin memancarkan sinar mengerikan, dia bahkan melepaskan seluruh niat membunuhnya.


Niat membunuh Xian Chin secara tidak langsung membunuh pasukan Aliansi, niat membunuh dari seorang Kaisar Abadi tentu tidak akan bisa ditahan oleh pasukan bahkan jauh dari Alam Kaisar.


***

__ADS_1


Update Dua Penguasa vol2 : 3/5


__ADS_2