Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab458. Plot


__ADS_3

BOOOOOOOOOM!!!


Ledakan yang sangat besar terjadi ketika Ne Zha menghancurkan serangan dari Vasillias.


Semua murid Kaisar terkejut oleh hal yang dilakukan Ne Zha, mereka berpikir. Bukankah Ne Zha ini musuh mereka? Kenapa dia menghancurkan serangan yang sudah pasti akan melukai mereka dengan telak?


Tetapi mereka tidak bahagia, jelas mereka belum pernah bertemu dengan Ne Zha, mereka tidak mengetahui apakah lelaki yang satu ini seperti Han Xiao yang ganas atau bahkan lebih. Juga dari kekuatan yang sebelumnya dilepaskan, Ne Zha mampu menghancurkan serangan mengerikan dalam sekali tebas. Itu saja sudah memastikan bahwa kekuatan Ne Zha jauh berada diatas mereka yang berjumlah dua puluh orang!


"Keluar dari rahang harimau, masuk tenggorokan Naga." Yue Re tertawa kering.


Ne Zha mengalihkan pandangannya pada murid Kaisar, hanya sekilas Ne Zha sudah mengetahui semuanya kini berada di Alam Kaisar seperti dirinya dan yang lain, hal itu tidak diluar harapan Ne Zha, jika kultivator seperti dirinya dan Han Xiao yang sulit menaikan Kultivasi saja bisa dengan mudah menembus, bagaimana dengan mereka yang hanya memiliki satu unsur?


Tatapan Ne Zha mengunci pada sosok gadis berjubah putih, itu tak lain adalah Jian. Saat hendak Ne Zha menghampiri Jian, Xian Xuenai keluar dan menghampiri Ne Zha terlebih dahulu.


"Zha..." Xian Xuenai segera mendekat dan membisikan sesuatu pada Ne Zha.


Ketika Ne Zha mendengar bisikan dari Xian Xuenai, dahinya sedikit mengerut, tatapannya juga menjadi berat. Lelaki itu menghela napas ringan sebelum menatap nanar penuh belas kasihan pada Jian.


"Maafkan aku Han." Ne Zha mengangkat Pedang Lima Elemen dan menghunuskannya kearah Jian dengan kekuatan penuh.


TRANG!!!


BOOOOM!!!


DUARRR!!!


Bunyi aduan pedang, serangkaian ledakan yang menghancurkan ruang terjadi saat Ne Zha mengacungkan Pedang Lima Elemen.


Jian dan yang lainnya sangat bingung ketika melihat Ne Zha yang sebelumnya menghunuskan pedang kini menghiang menjadi kilatan-kilatan putih.


Beriringan dengan kilatan putih, terdapat juga kilatan merah darah yang memiliki hawa Kejahatan nan kuat.

__ADS_1


"Apa itu?" Yue Leng mengerutkan dahinya.


"Jika kau bertanya, aku bertanya pada siapa?" Yue Re menyahuti.


"Itu sebuah pertarungan, pertarungan yang tidak pada ranah kita." Jian menyahuti, jelas ekspresi terkejut pada wajahnya sangat besar. Dia sangat bingung, sosok apa yang menyerang Ne Zha? Dan juga, seberapa kuat Ne Zha hingga bahkan kini dia dan murid Kaisar lain yang sudah berada di Alam Kaisar tidak bisa menangkap jelas pertarungan tersebut.


"Han hentikan!" Xian Xuenai berteriak.


"Kau gila ingin membunuh Ruan Jian?!" pekik Han Xiao disela serangannya pada Ne Zha.


"Kau tidak seharusnya melihat dia sekarang," desis Ne Zha.


"Aku sudah melihatnya! Dan sialan! Kau ingin membunuhnya?" Han Xiao berteriak seraya melepaskan serangannya lagi pada Ne Zha.


Aura Han Xiao meledak sekali lagi, tapi bagaimana Ne Zha akan diam? Dia juga meledakan kekuatannya, keduanya bertarung bertukar serangan yang sangat menakutkan, tidak ada yang bisa menangkap pertarungan itu dengan mata. Mereka hanya bisa samar-samar merasakan pertukaran mengerikan disetiap kedua Pedang bertemu.


"Han Xiao! Itu Han Xiao!" Tu Liwei berseru penuh ketakutan, dia juga ada pada saat Han Xiao dikepung oleh ratusan murid Kaisar. Biarpun Han Xiao keluar dengan penuh luka serta teracuni, tapi kekuatan yang sebelumnya Han Xiao lepaskan sudah cukup menaruh terror pada kedalaman Tu Liwei.


BOOOOOM!!!


BAAAAAAAM!!!


Langit terkoyak oleh Han Xiao dan Ne Zha, serangan keduanya menghancurkan apapun yang ada di sekitar mereka. Pertarungan sengit itu tidak mereda bahkan menjadi semakin intens.


Saat melihat Han Xiao dan Ne Zha terus bertarung sangat keras, Xian Xuenai tidak diam, dia bergegas menuju Jian dan melepaskan serangan mematikan menggunakan Pedang pendek di tangannya.


Jian tidak sempat bereaksi karena Xian Xuenai membekukan dirinya dalam gelombang waktu, dia hanya bisa pasrah terbunuh oleh Xian Xuenai.


BAM!


Ne Zha terhempas oleh Han Xiao yang kini memiliki wujud mengerikan, dia menggunakan Perubahan Tubuh, tetapi itu sudah bukan lagi wujud Perubahan Tubuh Naga yang sebelumnya, kini sisik Naga itu menjadi merah darah, terdapat juga sayap tulang di punggung Han Xiao, dua tanduk tulang juga mencuat dari kepala Han Xiao, mata Han Xiao sepenuhnya biru. Rambut birunya tergerai panjang.

__ADS_1


"Oh sial." Xian Xuenai tercengang ketika melihat penampilan Han Xiao.


Tatapan Han Xiao sangat sengit, dia menatap tempat dimana Jian berdiri tadi, kini hanya ada jasad dari gadis itu yang sudah terhunus.


Xian Xuenai melakukan segala hal dengan bersih, Han Xiao tidak mengetahui Jian dibunuh olehnya. Xian Xuenai mencuci tangannya pada para murid Kaisar, dia melemparkan jejak-jejak kematian Jian pada Tu Liwei yang berada dekat Jian sebelumnya. Tentu saja Xian Xuenai sebelumnya menggunakan unsur waktu untuk menghentikan para murid Kaisar, hingga mereka juga tidak mengetahui bahwa Jian telah dibunuh oleh Xian Xuenai.


"Jian." Han Xiao menatap nyalang, jelas dia merasakan aura Tu Liwei dari tubuh Jian.


"Kalian!" Han Xiao mengeram rendah seraya menatap pada murid Kaisar yang ada.


Ne Zha yang terhempas sebelumnya mengelap darah keluar dari hidung dan bibirnya karena pukulan Han Xiao sebelumnya, dia tersenyum kecil melihat trik Xian Xuenai tidak diketahui oleh Han Xiao, tetapi dia juga sedikit kesal karena satu hal yang baru dia ketahui dari Xian Xuenai.


Han Xiao mencengkram erat tubuh Jian, air mata menetes dari mata birunya. Lelaki itu terbangun setelah melepaskan Jian dari pangkuannya, Han Xiao memiringkan kepalanya menatap sengit pada murid Kaisar yang tersisa.


"Kalian tidak akan mati dengan mudah," geram Han Xiao.


Dalam hitungan detik berikutnya, sebuah aura menakutkan menyerebak menekan semua yang ada disana.


"Han Xiao akan menggunakan Bintangnya, ayo pergi ke area yang aman." Xian Xuenai mengajak Ne Zha masuk ke Vasillias dan meminta Feng Jin pergi ke luar area jangkauan Han Xiao.


Para murid Kaisar ingin mengikuti langkah Xian Xuenai, tetapi tekanan pada mereka jauh lebih kuat hingga membuat mereka semua tidak bisa bergerak.


Delapan Bintang keluar dari meridian Neigong Han Xiao, semua Bintang itu mengeluarkan aura kejahatan yang sangat menakutkan, itu langsung menekan bahkan Bintang yang kini mereka pijak secara berangsur menjadi Bintang mati.


"Bintang yang sangat menakutkan," ujar Yue Re.


"Ini akhir dari hidup kita." Yue Leng yang biasanya diam angkat suara ketika melihat Delapan Bintang yang mulai berkumpul diatas Delapan Pulau sesuai dengan Kekuatan mereka masing-masing.


***


Update Mingguan : 01/14

__ADS_1


__ADS_2