
Ketika tim Ne Zha melakukan sergapan, disisi lain Tim Han Xiao yang barusaja mencapai Jalur tengah langsung berbentrokan dengan tim musuh, tidak tanggung, semua orang berada di jalur tengah hingga membuat adegan sangat menakjubkan juga mengerikan karena berbagai serangan dilepaskan dari masing-masing mereka.
"Mereka pasti mati, ayo hancurkan Tower!" seru seorang wanita yang memiliki tampilan yang sangat liar, pakaiannya sangat ketat dan minim sehingga hanya menutupi area dada dan area bawah terlarangnya. Bahkan tidak pantas disebut dia menggunakan pakaian jika hanya dengan pakaian dalam seperti itu.
Empat wanita lain di belakangnya memiliki pesona liar yang sama, tetapi pakaian mereka lebih tertutup dibandingkan wanita yang terlihat sebagai pemimpin tim tersebut.
Melihat dampak serangan mereka sudah mereda, segera wanita itu berlari kedepan untuk mempimpin menghancurkan tower. Namun, suatu hal langsung mengejutkan wanita itu.
Delapan pulau yang dipenuhi oleh aura kejahatan menghantam mereka membuat mereka mundur beberapa langkah.
"Sekarang!" Han Xiao segera mengaktifkan Rune Naga Api diikuti oleh Bing Xing dan lainnya.
BOOOOOOOOOOM!!!
Ledakan dari lima Rune Naga Api segera membuat kelima wanita liar tadi mati seketika.
Melihat musuhnya sudah dikalahkan, Han Xiao segera mengarahkan agar semuanya menyerang Tower secara bersamaan, hanya dalam beberapa detik Tower segera hancur oleh Tim Han Xiao.
"Jalur Phoenix!" Mendengar teriakan Han Xiao, segera Bing Xing, Gouyu, Yan Zhong dan Qian Du pergi ke Jalur Phoenix, sedangkan Han Xiao pergi ke Jalur Naga.
"Sialan! Beraninya mereka menggunakan trik rendahan seperti itu!" Wanita itu mengumpat keras saat dirinya dibangkitkan kembali di Arena, tidak pernah dia pikir orang yang memasuki Final akan menggunakan trik Rune Naga Api. Dibawah emosinya dia segera melesat pergi ke jalur Naga, dia memiliki firasat ancaman besar berada di Jalur Naga.
Melihat Wanita tadi berlari ke Jalur Naga, keempat wanita lainnya juga mengikuti ke Jalur Naga. Mereka memiliki kepercayaan mutlak pada pemimpin mereka!
Pada Jalur Phoenix, Bing Xing dan lainnya barusaja berhasil menghancurkan Tower musuh dengan mudah, sesuai rencana mereka. Segera saja mereka berempat pergi ke Hutan untuk membunuh Monster.
***
BANG!!!
Sesosok gadis berambut emas terlempar saat menerima serangan mendadak dari belakangnya, gadis itu tak lain adalah Feng Jin, dia tengah melakukan pembersihan pada Hutan Musuh dibawah arahan Ne Zha. Namun, tidak disangka musuh akan menyerang secara mendadak dan tidak terdeteksi oleh Feng Jin.
Feng Jin mengelap darah yang keluar dari mulutnya, "Beraninya kau menyergapku!" geram Feng Jin sebelum melesat dengan kecepatan yang sangat mengerikan mendekati pria yang menyergapnya.
__ADS_1
Penampilan pria itu sangatlah biasa, hanya dengan balutan kain hitam lusuh dan bersenjatakan pedang pendek berwarna hitam pekat.
Bersamaan dengan menghilangnya Feng Jin karena kecepatannya yang luar biasa, pria itu juga turut menghilang menjadi sebuah bayangan hitam. Dua bayangan berwarna hitam dan emas saling berbenturan hingga menghancurkan hutan sekitar mereka.
Feng Jin berdecak kesal ketika melihat lawannya kali ini sungguh setara dengannya baik dalam kecepatan atau kekuatan, baru kali ini Feng Jin benar-benar merasakan dirinya terancam. Feng Jin mengeluarkan Pedang Alat Dewa-nya.
TRANG!!!
Dampak pertemuan dua mata pedang itu sangat besar, hingga menyebabkan ledakan. Namun, baik Feng Jin ataupun pria tersebut tidak berhenti, bahkan pertarungan mereka menjadi lebih sengit lagi.
"Jin'er kau sanggup menahannya?" suara Ne Zha bergema di kepala Feng Jin.
"Ya, untuk beberapa saat, dia sangat kuat," sahut Feng Jin.
Ne Zha yang kini tengah melawan Phoenix segera menggunakan kekuatannya lebih banyak lagi untuk dengan cepat membunuh Phoenix.
"Tapak Lima Elemen!" Langit Arena membelah dan sebuah tapak raksasa mendarat telak pada Phoenix membunuhnya seketika itu juga
"Bagus Bang! Hahaha!" Feng Jin berteriak lalu segera mengerahkan seluruh kekuatannya untuk pertama kalinya.
Asap putih mengepul keluar dari tubuh Feng Jin, dari asap itu memberikan suhu yang sangat panas sehingga membuat pria yang menjadi musuh Feng Jin mulai mengambil jarak aman. Tidak hanya sampai disitu, asap putih kini langsung digantikan oleh Api Emas yang langsung membungkus tubuh Feng Jin secara utuh.
Sayap indah berwarna emas keluar dari punggung Feng Jin, dengan bantuan sayap tersebut, Feng Jin bisa melesat lebih cepat lagi.
Melihat lonjakan kekuatan Feng Jin yang tidak masuk akal, pria berpakaian kain lusuh itu segera mengambil langkah mundur.
"Kau pikir bisa pergi setelah menyergap ku?!" Feng Jin memekik lantang sebelum mengejar pria tersebut sedetik kemudian.
BAM!!!
Satu serangan telak berhasil Feng Jin lepaskan, dalam satu tebasan itu tubuh pria berpakaian kain lusuh tersebut langsung terbelah menjadi dua.
"Huh menjengkelkan!" ketus Feng Jin.
__ADS_1
Su Lihwa dan Yang Shui disisi lain berhasil menghancurkan Tower di jalur Naga dan Phoenix sementara Ne Zha Xian Xuenai menahan musuh.
Sengit, itulah yang dirasakan oleh tim Ne Zha dan Han Xiao. Orang-orang dari tiga Alam utama sangat kuat.
"Jika salah satu dari mereka berada di Alam Abadi, kemungkinan bisa dengan mudah mendominasi disana," ujar Gouyu.
Yan Zhong tersenyum kecut, pandangan mereka kini sangat terbuka karena pertarungan kali ini, awalnya mereka hanya mengira bahwa menjadi Kaisar salah satu Alam Semesta adalah puncaknya. Namun, sepertinya itu hanya baru mengawali dunia yang lebih besar lagi.
"Fokuskan pikiran kalian." Qian Du yang melihat Gouyu dan Yan Zhong bingung segera menyadarkan mereka agar menyerang Tower kembali.
***
TRANG!!!
Pedang Lima Elemen beradu dengan Kapak yang mengeluarkan aura brutal dari pemimpin tim musuh Ne Zha.
"Ingat namaku nak, Futou yang mengalahkanmu di Final ini!" ucap pria yang memiliki brutal dan haus darah tersebut.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, "Hanya kau tidak cukup."
BAM!!!
Pedang Lima Elemen mengeluarkan lonjakan kekuatan mengerikan, bersamaan dengan itu Ne Zha menggunakan Mode Perang miliknya. Jubah putih bersih segera melapisi tubuhnya serta lima elemen yang mulai terbentuk dengan sangat indah muncul di belakang punggungnya.
Ne Zha tidak lagi menahan kekuatannya, dan baru pertama kalinya dia juga harus benar-benar bertarung dalam keadaan hidup dan mati seperti saat ini.
Melihat lonjakan kekuatan Ne Zha yang menggila, pria itu berdecih sebelum mengigit tangannya hingga mengeluarkan banyak darah. Dengan darah yang keluar dari tangannya, pria itu melumuri seluruh tubuhnya dengan darah dia sendiri sebelum tertawa lantang menatap Ne Zha penuh rasa haus darah yang sangat mengerikan.
"Kau orang kedua yang memaksaku menggunakan teknik terlarang ini, kau harus merasa terhormat," geram Futou.
***
Update seenak jidat : 09/10
__ADS_1