Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab376. Udang


__ADS_3

Tentu saja Wyvern ini bukan satu-satunya makanan yang ingin mereka siapkan, Ne Zha dan Han Xiao sudah mengusulkan mereka akan menangkap hidangan dari laut juga. Makanan dari Binatang tingkat 16 sungguh luar biasa nikmat, mereka tidak akan melewatkan hal ini tentunya.


"Kalian yang mengusulkan, kalian yang masuk ke laut, aku tidak ingin membasahi jubahku," ujar Xian Xuenai dengan nada yang santai.


Ne Zha dan Han Xiao tidak masalah dengan hal tersebut, mereka bahkan antusias untuk berhadapan dengan Binatang tingkat 16 lainnya. Bertarung di laut pasti akan lebih menyenangkan karena mendapatkan sedikit tekanan.


"Baiklah, kalian tunggu disini. Aku dan Ne Zha akan datang dengan banyak ikan lezat," ujar Han Xiao lalu berlari menuju pesisir dan menghilang di air laut, jelas bahwa pemuda itu sudah mulai menyelam.


Ne Zha tidak mengatakan banyak hal, dia hanya tersenyum pada dua gadis tersebut lalu mengikuti Han Xiao untuk pergi mencari makanan.


"Sepertinya akan membosankan menunggu mereka, lebih baik kita berburu juga?" Feng Jin mengajukan idenya untuk berburu di darat, setidaknya mendapatkan beberapa tambahan mungkin tidak akan buruk.


"Itu yang akan aku katakan padamu." Xian Xuenai terkikik saat dia hendak mengatakan kalimat serupa tapi sudah didahului oleh Feng Jin.


Pada akhirnya kedua gadis itu benar-benar pergi untuk berburu Binatang lainnya, sungguh akan menjadi hal yang lucu jika terdengar bahwa Binatang tingkat 16 diburu untuk menjadi makanan oleh dua orang gadis.


Bukan tidak ada Binatang tingkat 16 di luar Menara Tianxia, tapi keberadaan Binatang itu akan mendominasi di setiap Bintang. Memang murid Kaisar bisa saja secara acak membunuhnya, tapi mereka tidak akan melakukan itu karena akan mengubah setidaknya beberapa tatanan di Bintang tersebut.


Seperti matinya Zhangyu dan Tou Jiu, pada Bintang dimana Sungai Kematian berada, itu sungguh banyak berubah.


***


Di sisi lain pantai, terdapat enam sosok muda yang baru saja saling bertemu. Ekspresi senang jelas tertera pada wajah seorang pemuda dan gadis yang terlihat memimpin tim masing-masing.

__ADS_1


"Yan'gege, sungguh luar biasa! Ini adalah keberuntungan terbesar kami bisa bertemu secepat mungkin," ucap gadis tersebut dengan sangat riang dan senang.


"Benar, keberuntungan yang sangat besar Gouyu," sahut sang pemuda seraya terkekeh.


Mereka adalah Gouyu dan Yan Zhong, sungguh tidak bisa disangka oleh Yan Zhong bisa bertemu Gouyu dengan cepat. Seperti ada yang memberitahunya arah kesini sehingga mereka bisa bertemu di sini.


"Bagus jika begitu Yan'gege, ayo kita lakukan kerja sama seperti yang sudah direncanakan!" Goyu sangat bersemangat ketika bersama Yan Zhong.


Untuk dua orang tim Yan Zhong dan dua orang dari tim Gouyu, mereka sudah mengetahui mengenai hubungan ambigu dari sepasang itu. Bukan rahasia umum mereka berdua saling menyukai dan mencintai satu sama lain. Tapi keduanya sangat sulit untuk saling mengungkapkan sehingga menciptakan hubungan ambigu yang seperti saat ini.


Tentu saja tidak ada protesan tentang kerja sama yang dilakukan oleh Yan Zhong dan Gouyu, justru bagian dari tim ini senang, dengan kekuatan semakin besar dan kuat, peluang mereka akan menjadi sangat besar menuju tingkat kedua. Guru mereka sungguh mengharapkan mereka mencapai lantai setinggi mungkin dan paling rendah adalah lantai dua.


Biarpun Kaisar sebelumnya kuat, ada beberapa yang bahkan tidak sanggup mencapai lantai dua dan terus berada di lantai satu hingga Menara Tianxia berakhir. Namun berada di lantai satu juga sungguh memiliki keajaiban dan sumber daya yang sangat luar biasa jika mereka menjadi sangat teliti.


***


Di kedalaman lautan, ribuan Binatang yang terlihat sangat putih seperti giok yang bahkan nyaris tembus pandang berkerumun liar pergi kesana kemari, mereka memiliki bentuk tubuh yang sedikit bengkok dengan kaki-kaki mereka yang kecil. Telihat jelas bahwa Binatang ini memiliki bentuk Udang. Hanya saja itu ratusan kali lebih besar dari Udang biasanya, udang itu seukuran manusia dewasa!


Dua sosok berenang dengan sangat lincah bergerak mengejar kerumunan Udang tersebut, dengan pedang di tangan mereka. Udang-udang tersebut dibunuh dalam sekali serangan.


Kedua sosok itu adalah Han Xiao dan Ne Zha, mereka sungguh terkejut saat meihat Udang sebesar itu, dan sudah pasti. Dengan kegilaan mereka terhadap makanan, Udang-udang ini tidak akan mereka lepaskan. Belum lagi udang adalah salah satu makanan kesukaan mereka berdua.


Masih banyak udang yang berenang kesana kemari, tapi Ne Zha menghentikan pengejarannya dan menandakan pada Han Xiao untuk mundur dan kembali ke darat. Sudah cukup banyak Udang yang mereka tangkap, hingga bahkan Ne Zha lupa sudah keberapa ribu yang dia tangkap. Ditambah dengan yang Han Xiao tangkap secara gila, itu akan menjadi lebih dari cukup. Satu Udang saja sebenarnya mungkin cukup untuk disantap berempat nanti.

__ADS_1


Ne Zha dan Han Xiao bergegas kembali berenang menuju darat.


Alangkah terkejutnya mereka ketika sampai di pesisir pantai, mereka disajikan dengan tumpukan Binatang tingkat 16 yang sedang dikuliti oleh Xian Xuenai dan Feng Jin.


Dua pemuda itu saling memandang dan tersenyum canggung, akan menjadi hal mustahil di dunia lama mereka dua orang gadis berburu Binatang sebanyak ini. Tapi kedua gadis itu dengan santai melakukannya.


"Bekal makanan kita akan sangat banyak eh?" Han Xiao berkata saat mereka sudah dekat dengan kedua gadis tersebut.


Xian Xuenai dan Feng Jin tersenyum sangat manis, orang mungkin akan sulit menemukan bahwa gadis yang tersenyum semanis dan secantik ini telah berburu banyak Binatang tingkat 16.


"Bang bantu kami." Feng Jin meminta bantuan Ne Zha seraya menyerahkan pedangnya pada Ne Zha.


Wajah Ne Zha sedikit tertekuk saat melihat pedang yang digunakan Feng Jin untuk menguliti para Binatang tingkat 16, itu adalah Pedang yang merupakan Alat Dewa, tapi gadis ini menggunakannya seolah Pisau Dapur? para murid Kaisar mungkin akan langsung muntah darah penu kemarahan jika melihat Feng Jin melakukan Alat Dewa seperti itu, harus diketahui bahwa itu adalah senjata yang berdiri kuat diatas senjata lain. Hanya Alat Dewa juga yang bisa menandinginya!


Han Xiao tertawa kecil melihat kelakuan dari Feng Jin tersebut, "Jin'er, ini adalah Alat Dewa, kau menggunakannya seolah Pisau Dapur."


"Kulit mereka sangat keras, aku tidak ingin membuang banyak tenaga untuk menguliti mereka, sementara itu Pedang ini sangat tajam. Aku tidak perlu menggunakan Qi bahkan setetes untuk menguliti mereka," jawab Feng Jin dengan santai.


Jawaban itu sekali lagi membuat Han Xiao terkekeh, jelas adik tidak akan jauh dari kakak. Biarpun Feng Jin memiliki sifat lebih aktif, tapi sifat menghematnya hampir sama dengan Ne Zha.


***


Update Mingguan : 03/14

__ADS_1


__ADS_2