Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab494. Perang


__ADS_3

Butuh waktu cukup banyak untuk mencapai perbatasan dari pusat Alam Semesta Dewa dengan membawa pasukan yang tak terhitung jumlahnya ini, ketika mereka mencapai perbatasan, benar saja, di sana sudah berjajar kapal-kapal perang yang diisi oleh pasukan dari Aliansi Alam Semesta Waktu.


"Misi ini akan mudah, mereka hanya memiliki sedikit pasukan," ujar Jenderal yang sebelumnya berkata misi bunuh diri.


"Jangan pernah meremehkan musuh, ingat, pasukan itu telah mempertahankan serangan gencar dari sembilan puluh empat pasukan utama Kaisar." Kembali Jenderal dari Alam Semesta Dewa mengingatkan.


"Benar, Wong Boqin hilangkan rasa sombong dalam dirimu itu, gunakan seluruh kekuatanmu untuk perang kali ini." Jenderal lainnya angkat suara.


Dilihat dari perkataannya, sepertinya dia cukup dekat dan mengenal sangat baik.


"Baiklah-baiklah." Wong Boqin menganggukkan kepalanya patuh.


"Pasukan! Semuanya bersiap!" Wong Boqin berteriak.


***


"Mereka datang." Xing Yi menghampiri Ne Zha dan melaporkan tentang pasukan Aliansi Kaisar telah datang.


"Lakukan sesuai rencana, ikuti apa yang mereka mau. Kita memiliki banyak waktu, setelah pemurnian selesai, kita akan menyelesaikan perang." Ne Zha berkata dengan tenang.


Xing Yi mengangguk lalu berpamitan untuk memimpin pasukan dalam perang.


Dalam perang kali ini, hanya Xing Yi yang akan turun tangan, itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kekurangan jumlah. Kekuatan Xing Yi sebagai Kaisar Bintang tidak bisa diremehkan.


"Aku bertanya terakhir kalinya, kau serius untuk membiarkan Klan Dewa lainnya datang kemari? Bukankah lebih baik melakukan penyerangan sekarang dan jika Shen Yaozu lari, kita hanya tinggal mengejarnya, ini akan sedikit merepotkan. Namun, lebih baik karena kita tidak tahu siapa yang akan datang. Bagaimana jika Tetua Besar atau bahkan Pemimpin Klan Dewa?" Xian Xuenai bagaimanapun pernah berkeliling Tiga Alam Utama dan berbagai dunia, dia mempercayai Ne Zha dengan pasti tetapi dia harus meyakinkan dirinya sendiri. Xian Xuenai mengetahui seberapa kuat Tetua Besar dan Pemimpin Klan Dewa.


"Memang akan sulit, tetapi ini akan sangat bagus jika Tetua Besar atau Pemimpin Klan Dewa datang, aku mengharapkan hal itu. Dengan begitu saat kita datang ke Tiga Alam Utama, kita tidak akan dibuat sulit oleh mereka berdua karena membunuh Pangeran yang merupakan harapan besar mereka." Ne Zha menjawab santai.


"Bagus juga jika yang datang Pangeran, tetapi kita akan kerepotan di masa depan jika kita membunuhnya. Inilah yang membuatku mengatakan peluang kita lima puluh persen." Lanjut Ne Zha.

__ADS_1


"Tapi aku punya cara untuk memastikan rencanaku." Ne Zha tersenyum misterius.


"Hey beritahu aku!" Xian Xuenai segera menarik Ne Zha untuk memberitahu cara dalam rencananya.


"Sudah berjalan, kau ikuti saja tugas yang aku berikan," ucap Ne Zha.


"Huh." Xian Xuenai mendengus kesal lalu pergi untuk melakukan tugasnya.


"Han bagaimana?" Ne Zha menghampiri Han Xiao yang baru saja keluar dari Domain Xian Chin bersama Bing Xing dan Xian Chin, terlihat sedikit berantakan penampilan pemuda tersebut, Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan.


"Aku akan berangkat, serahkan misi ini padaku hehe." Han Xiao menyeringai, dia mencium Bing Xing lalu berpamitan pergi.


"Hati-hati," ucap Bing Xing.


Han Xiao tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya, dia membelah ruang menciptakan lubang portal teleportasi, segera saja Han Xiao dan Xian Chin masuk kedalam portal ruang dan menghilang saat portal ruang tertutup.


Sekepergian Han Xiao dan Xian Chin, Ne Zha menatap Bing Xing, Yang Shui, Su Lihwa, Gouyu, Yan Zhong, Qiandu dan Qin.


Tersisa Su Lihwa, Qin dan Yang Shui.


"Qin, kau menjadi pemimpin dalam tim ini, tolong bantuannya, aku berharap besar," ucap Ne Zha.


Qin tersenyum manis, "Kau bisa mempercayakannya padaku," sahut Qin penuh percaya diri.


Pandangan Ne Zha jatuh pada Su Lihwa yang berada di sampingnya, tatapan Ne Zha menjadi sangat lembut, pemuda itu mengusap lembut pucuk kepala Su Lihwa.


"Hati-hati, kita akan segera bertemu lagi." Ne Zha tersenyum lembut penuh kasih sayang.


"Cium aku!" seru Su Lihwa seraya memajukan wajahnya mendekat ke depan Ne Zha.

__ADS_1


Qin dan Qiandu pergi terlebih dahulu, hingga menyisakan Su Lihwa dan Ne Zha berdua.


"Ekhem..." Ne Zha berdeham ringan.


"Apa?! Kau tidak mau? Aku ini istrimu, hanya menciumku berat bagimu? Kita sudah melakukan hal lebih bukan?" ceplos Su Lihwa dengan nada kesal.


Ne Zha terkekeh ringan, pemuda itu menarik Su Lihwa dalam pelukannya dan mendaratkan sebuah ciuman pada bibir merah Su Lihwa, keduanya bertautan cukup lama sebelum melepaskan diri bersamaan.


"Hehe, aku tidak akan terlalu berat untuk berpisah sebentar denganmu, tetapi ingat, setelah rencana berjalan kita harus bertemu lagi." Su Lihwa memeluk erat Ne Zha sebelum melepaskannya dan berpamitan pergi menyusul Qin dan Qiandu.


Melihat kepergian Su Lihwa, Ne Zha menghela napas berat. Rencananya benar-benar beresiko, saat ini mereka hanya berada di Alam Kaisar Abadi Pertama tahap awal, jika Tetua Besar atau Pemimpin Klan Dewa datang, Ne Zha dan lainnya akan kesulitan. Namun, inilah satu-satunya cara agar mereka mendapatkan pijakan di Tiga Alam Utama nanti.


***


"Serang!" Xing Yi berseru lantang.


Segera saja pasukan Aliansi Alam Semesta Waktu berhambur maju untuk menyambut serangan dari pasukan Aliansi Kaisar.


"Garda Pelindung maju, pertahankan garis depan, Garda pelempar Tombak serang sekarang! Garda penyerang utama tahan sampai perintahku!" Xing Yi mengkoordinasikan jutaan pasukan dengan terampil.


"Formasi serang bertahan." Xing Yi berseru lagi, segera jutaan pasukan bersatu menciptakan sebuah pelindung raksasa yang membentang menutupi mereka semua.


Xing Yi mengangkat tangannya, cahaya Bintang keluar dari telapak tangannya bersatu dengan pelindung memperkuat pelindung cahaya. Ketika pelindung sudah kokoh, pasukan paling belakang membentuk mudra tangan secara serentak dan kompak, berbagai Sihir melesat menyerang menuju pasukan Aliansi Kaisar.


"Jangan takut, serang dengan kekuatan absolut!" Wong Boqin berteriak dan juga mengatur formasi penyerangan untuk menekan pasukan Aliansi Alam Semesta Waktu.


Tidak kalah dari pasukan Aliansi Alam Semesta Waktu, pasukan Aliansi Kaisar juga sangat kompak terkoordinasi dengan sangat baik ketika membentuk formasi untuk menyerang lebih kuat dari sebelumnya.


Perang pecah dengan sangat kacau, berbagai Sihir berbentrokan dengan pelindung, berusaha saling menghancurkan dan menunjukan serangan siapa yang paling kuat.

__ADS_1


"Sesuai perhitungan Tuan Ne Zha, mereka benar-benar hanya mengulur waktu, Wong Boqin tidak mengerahkan seluruh kekuatan pasukan," batin Xing Yi saat melihat serangan pasukan Aliansi Kaisar yang mudah ditahan oleh pasukan Aliansi Alam Semesta Waktu, secara kasar mereka kalah jumlah, pasukan Aliansi Kaisar memiliki jumlah yang tak terhitung, sementara pasukan yang dipimpinnya hanya berjumlah jutaan saja. Terlihat bahwa pasukan musuh tidak ingin mengerahkan kekuatan penuh!


__ADS_2