
Xing Yi dan lainnya segera sampai pada sebuah ruang pertemuan, ruangan tersebut sangatlah mewah dan elegan, terdapat meja yang sangat panjang dengan kursi yang ditata sangat rapi. Berbeda dengan ruang pertemuan yang biasanya hanya memiliki satu kursi utama, ruang pertemuan ini memiliki tiga kursi utama.
Jendral mengarahkan Xing Yi, Ching Shi, Yin Hulin, dan She Ling untuk duduk pada kursi tengah yang dekat dengan kursi utama. Belum ada siapapun di sana terkecuali seorang gadis dan pemuda. Keduanya segera bangkit dan menghampiri para Kaisar.
"Guru!" Gadis itu tak lain adalah Gouyu, dia berhambur untuk memeluk Xing Yi.
"Guru!" Disisi lain, pemuda yang berada di samping Gouyu sudah dipastikan adalah Yan Zhong. Pemuda itu berjalan mendekat pada Yin Hulin dan membungkuk untuk memberikan hormatnya, tetapi pada saat berikutnya dia tertegun karena sepasang tangan yang mengangkat dirinya dari membungkuk dan memeluknya.
"Kau sangat membanggakan aku nak." Sebuah suara memasuki indra pendengaran Yan Zhong, itu terdengar sangat menyenangkan penuh dengan vitalitas hidup yang kuat. Itu tak lain adalah Yin Hulin yang kini memeluk Yan Zhong penuh haru, tidak pernah dia sangka kini muridnya sudah melampauinya dalam Kultivasi. Walau perbedaan mereka dilihat hanya satu tingkat, tapi nyatanya itu bagaikan langit dan bumi!
"Hahaha! Xing Yi, bukankah sudah saatnya mengatur pernikahan?" Ching Shi tertawa dan menatap Xing Yi.
Sudah rahasia umum bahwa Yan Zhong dan Gouyu memiliki hubungan gelap yang disembunyikan dari Xing Yi. Mendengar perkataan Ching Shi, wajah Gouyu langsung menjadi merah padam. Gadis itu segera menatap pada gurunya. Xing Yi.
Xing Yi menatap Ching Shi sebelum menghela napas lembut, "Kita selesaikan dulu urusan di sini, baru kita akan membahas hal tersebut setelah ini."
Yan Zhong dan Gouyu saling berpandangan, wajah bahagia jelas terpatri dalam ekspresi mereka, dari perkataan Xing Yi, kini sudah tidak ada yang menghalangi jalan untuk hubungan mereka berdua!
"Wah... Wah... Akan ada pesta pernikahan dalam waktu dekat," suara riang terdengar memasuki ruangan, diiringi langkah kaki dari beberapa orang yang datang bersamanya.
Ching Shi, Xing Yi, She Ling dan Yin Hulin memalingkan pandangan mereka ke asal suara, di sana terdapat pemuda berambut biru gelap yang menggunakan jubah santai berwarna hitam, di sampingnya terdapat kecantikan yang sangat luar biasa, sosok cantik itu sangat sempurna hingga seolah-olah itu muncul dari sebuah lukisan mahakarya. Pasangan pertama itu adalah Han Xiao dan Xian Chin!
Tepat setelah Han Xiao dan Xian Chin memasuki ruangan, sepasang kekasih yang memiliki penampilan serupa yaitu rambut serta mata hitam legam bagaikan sungai bintang di galaksi, sang pemuda menggunakan jubah putih ringan sedangkan sang gadis menggunakan jubah hitam yang sangat indah dan memberikan kesan elegan padanya. Jelas mereka adalah Ne Zha dan Su Lihwa!
__ADS_1
Di belakang keempatnya, menyusul Bing Xing dan Yang Shui yang mengenakan jubah dengan warna yang sama, yaitu biru. Lalu diikuti oleh dua gadis lainnya yaitu Qin dan Qiandu.
Setelah memasuki ruangan, Han Xiao, dan Xian Chin duduk di kursi utama, begitu juga Ne Zha, setelah mengantar Su Lihwa duduk didekatnya, Ne Zha duduk di kursi utama dengan Han Xiao dan Xian Chin.
Melihat Ne Zha, Han Xiao dan Xian Chin sudah duduk, Bing Xing, Yang Shui, Qin, Qiandu, Xing Yi, Ching Shi, Yin Hulin, She Ling, Yan Zhong dan Gouyu segera duduk di kursi yang sudah disediakan untuk mereka.
"Panggil Xian Xuenai." Mata Xian Chin menatap pada kursi kosong dan memberikan perintah pada kepala pelayan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Hey Chin'Jiejie, aku hanya telat sedikit kau mau mengirim pelayan untuk memanggilku?" Pada saat ini seorang gadis berumur sepuluh tahun memasuki ruangan dengan gadis berambut emas yang terlihat berumur lima tahun di sampingnya.
Ketika memasuki ruangan, gadis berambut emas itu berlari dan langsung memeluk Xian Chin yang berada di kursi utama.
"Huwaaa, Chin'jiejie tolong kembalikan tubuhku ke penampilan semula, Nai'jiejie sangat nakal," rengek Feng Jin pada Xian Chin.
"Haish..." Xian Chin menatap Xian Xuenai seraya menggelengkan kepalanya.
"BANG HAN!" Sorot mata Feng Jin sangat dingin menatap Han Xiao.
"Utututu, lihat wajah marah itu. Kau bertambah sangat lucu." Kini Han Xiao menggunakan kedua tangannya untuk mencubit kedua pipi Feng Jin.
"Bang Zha lihat Bang Han!" Feng Jin mengadu pada Ne Zha.
"Haaan." Ne Zha menatap Han Xiao.
__ADS_1
Han Xiao tertawa lalu melepaskan tangannya dari pipi Feng Jin, "Baiklah-baiklah."
Xian Chin mengeruk dahi Feng Jin, dan pada saat itu juga tubuh Feng Jin mulai tumbuh kembali menjadi gadis dewasa yang sangat mempesona, kecantikan Feng Jin sangat luar biasa. Itu setara dengan Xian Chin!
"Pertemuan akan dimulai, duduklah," ucap Xian Chin lembut pada Feng Jin.
"Hehe, terimakasih kakak ipar ku sayang." Feng Jin mencium pipi Xian Chin lalu bergegas duduk di kursi terdekat.
"Wleee, aku tidak sayang pada Nai'jiejie." Feng Jin menjulurkan lidahnya pada Xian Xuenai.
Xian Xuenai mengeluarkan cahaya emas dari ujung jarinya, hal itu segera membuat Feng Jin bergerak menjauh. Jika cahaya emas itu mengenainya, tubuhnya akan kembali menyusut ke umur lima tahun lagi.
"Xuenai, sudahi dulu." Xian Chin menatap Xian Xuenai yang bermain-main dengan Kekuatan Waktu.
Xian Xuenai terkekeh dan mengangguk ringan sebelum menghilangkan cahaya emas pada ujung jarinya lalu menggunakan kekuatan Waktu untuk mengembalikan penampilannya menjadi gadis yang terlihat berumur tujuh belasan lagi, hal itu membuat Feng Jin menghela napas lega.
"Baiklah mari kita mulai pertemuan ini, pertama dengan laporan dari keempat Kaisar." Xian Chin tidak banyak berbasa-basi, setelah memulai pertemuan ia menatap pada Xing Yi, Ching Shi, Yin Hulin dan She Ling.
"Untuk saat ini, semua pasukan Aliansi menarik semua pasukan mereka. Namun, terdapat hal aneh." Xing Yi menceritakan lebih detail tentang keadaan Alam Semesta Waktu selepas penyerangan dari Aliansi.
"Bintang misterius itu muncul dimana-mana dan mengambil pasukan Aliansi?" Ne Zha mengerutkan dahinya, dia semakin heran dengan Bintang ini.
"Dari orang yang aku interogasi, Bintang itu bisa muncul dimana pun selagi orang yang mengendalikan memiliki koordinat." She Ling angkat suara.
__ADS_1
Mendengar She Ling sendiri yang melakukan interogasi, tidak ada yang meragukan sedikitpun informasi darinya, karena di Alam Abadi, She Ling adalah pengorek informasi nomor satu! Dengan berbagai racunnya dia bisa membuat seseorang pasrah hingga membocorkan informasi yang dibutuhkan oleh She Ling.
"Kau berkata seperti itu, kini aku curiga itu bukanlah Bintang, tetapi sebuah Harta seperti Alat Dewa." Han Xiao berkata mengeluarkan pendapatnya.