Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab371. Pertarungan


__ADS_3

Gouyu dan Yan Zhong sontak menengok ke arah asal suara, disana mereka mendapati tiga sosok yang tengah berjalan menuju mereka, dua pemuda dan satu gadis.


Ketiga sosok itu tidak asing bagi Yan Zhong dan Gouyu, mereka adalah murid dari Kaisar Dewa!


Gadis yang berjalan di tengah-tengah kedua pemuda itu memiliki paras yang indah dan menyendiri, saat tatapan matanya yang tajam terarah pada Gouyu, itu terlihat seperti menusuk. Dia adalah Yalan!


Gouyu sendiri yang diberikan tatapan seperti itu oleh Yalan terlihat biasa saja, tidak ada rasa takut sedikitpun pada mata gadis tersebut.


"Kau ingin bertarung?" tanya Gouyu diiringi senyum lembutnya.


"Tidak perlu banyak bicara!" Yalan mengeluarkan sebuah Cemeti dari Cincin Spasialnya lalu menyerbu ke arah Gouyu.


Yan Zhong hanya menghela napas ringan, pertarungan ini tidak bisa dielakkan, mungkin Gouyu tidak akan mengambil inisiatif untuk melakukan pertarungan terlebih dahulu, tapi setiap ada yang menyerangnya Gouyu tidak akan menyerah hingga salah satu diantara mereka kalah.


Dua pemuda yang datang bersama Yalan juga mundur, mereka memberikan ruang yang sangat luas untuk pertarungan duel tersebut.


Gouyu mengeluarkan Golok miliknya, ketika datang serangan Cemeti dari Yalan, Gouyu bisa dengan mudah menangkisnya.


Pertemuan benturan dari dua Alat Setengah Dewa sangat luar biasa, itu langsung membuat gelombang kejut yang memporak-porandakan halaman yang sebelumnya mereka pijak.


Halaman yang sebelumnya dipenuhi oleh Bunga dan berbagai hiasan kini dalam sekejap hancur menjadi ladang kering.


Gouyu dan Yalan bertukar serangan lain, keduanya bertarung dengan segenap kekuatan mereka, inilah yang selalu mereka lakukan!


Benturan dari Gouyu dan Yalan segera menyebar, Jenius lain juga berhambur berdatangan ke tempat kejadian untuk melihat konfrontasi secara langsung.


Saat sesosok gadis datang, ketika dia melihat Golok di tangan Gouyu, tubuhnya bergetar ringan. Dia adalah gadis yang memerintahkan bawahannya untuk menyerang Han Xiao dan Ne Zha! Jelas dia ada pada saat lelang waktu itu.

__ADS_1


Hal yang tidak pernah gadis itu sangka adalah orang yang berebut Golok dengannya akan menjadi Yan Zhong! Biarpun dia tidak takut dengan Yan Zhong, tapi dia harus berpikir lagi untuk mengguncang Gouyu.


"Sialan! Beruntung aku tidak menyuruh Paman untuk merampok yang mendapatkan Golok itu," pikir gadis tersebut.


Pertarungan sudah semakin sengit, sekarang dilakukan diatas langit, aura dari Alat Setengah Dewa sungguh luar biasa hebat. Cemeti dan Golok terus bertabrakan.


Gouyu memiliki kerugian karena senjatanya jarak pendek, dia sedikit terpojok, tapi saat mengingat tekadnya. Dia tidak ingin kalah, segera saja dia mendorong potensinya hingga melebihi puncaknya melalui bantuan Bintang-Bintang.


Cahaya dingin berkumpul pada tubuh Gouyu, Golok di tangannya belum dia lakukan ritual kepemilikan, sehingga kekuatan yang bisa dia gunakan dari Golok hanyalah setengah. Berbeda dengan Cemeti yang berada di tangan Yalan, itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Yalan.


Gouyu berniat melakukan ritual kepemilikan sekarang juga setelah memberikan serangan kejutan pada Yalan.


"Tapak Tujuh Bintang!" Gouyu melepaskan aura Bintang dari dirinya, cahayan dingin yang terkumpul pada dirinya juga menghempas keluar bersama tujuh bayangan tapak berbintang yang dia lepaskan.


Yalan tidak mengantisipasi Gouyu akan melakukan jurus Tapak Tujuh Bintang, dia mengatahui bahwa jurus itu berada pada tingkat kedua dalam jajaran terkuat di Alam Semesta Bintang. Yalan tidak bisa meremehkan kekuatan dari Tapak Tujuh Bintang, dia segera menyalurkan kekuatannya pada Cemeti miliknya untuk menghadang serangan yang datang.


"Sekarang!" Gouyu mengigit jarinya lalu mengoleskan darahnya pada Golok, setelah itu dia melakukan ritual Kepemilikan.


Gouyu mengumpulkan serangan lainnya yang lebih besar pada Golok miliknya, Golok itu bersinar dengan cahaya dingin. Senyum bahagia tercetak pada bibir Gouyu. Akhirnya dia bisa mengalahkan Yalan!


Dengan tebasan ini, Gouyu seratus persen yakin, Yalan tidak akan sanggup menahan serangannya. Jurus Tapak Tujuh Bintang sudah merbohkan pertahanan Yalan.


Yalan sendiri kini mengutuk ketika pertahanannya roboh, terkejut bukan main dirinya saat melihat kini Gouyu tengah bergerak lagi untuk melepaskan serangan mengerikan dari Goloknya.


"Sial, tidak sempat menghindar!" umpat Yalan.


Cahaya besar dari tebasan Golok Gouyu segera melesat, penampilan tebasan itu sungguh megah dan luar biasa. Bahkan jenius yang menonton terkagum oleh kekuatan dari Alat Setengah Dewa milik Gouyu. Tidak semua dari mereka dapat memiliki Alat Setengah Dewa walaupun dibawah perawatan Kaisar.

__ADS_1


Tentu saja bukan Alat Setengah Dewa yang menjadi pujian terus-meneruh, Gouyu juga mendapatkan perhatian karenanya. Tebasan megah dan kuat itu tidak akan keluar dari Alat Setengah Dewa begitu saja tanpa kekuatan yang sangat kuat.


Tebasan itu kini telah sampai pada Yalan, cahaya terang memenuhi tempat tersebut sebelum sebuah ledakan besar menggema.


BOOOOOOOOOOOM!!!


Ketika semua orang mengira dengan ledakan itu Yalan kalah, setelah ledakan selesai, abu yang berterbangan menghilang. Semua orang tidak bisa mendapatkan keberadaan Yalan, seolah gadis itu menghilang ditelan ruang.


Gouyu mendecakkan lidahnya kesal, dia mengetahui bahwa pada akhir serangannya, Kaisar Dewa turun tangan untuk membawa Yalan pergi.


"Putri Gouyu, apakah kau paham dengan tindakanmu sangat membahayakan bagi Yalan? Bisa saja dia cedera fatal karena seranganmu barusan jika aku tidak menyelamatkannya," suara agung terdengar menggema di tempat tersebut.


"Hahaha... Itu hanya ketidak mampuan muridmu saja Kaisar Dewa." Sebuah suara lain menggema, Gouyu mengetahui bahwa itu adalah suara dari gurunya. Kaisar Bintang.


"Bagaimana jika Yalan cedera fatal? Dia tidak akan bisa masuk ke Menara Tianxia, bagaimanapun yang aku lakukan sekarang untuk masa depan," sahut Kaisar Dewa. Lalu dua pemuda yang datang bersama Yalan menghilang secara perlahan, jelas bahwa mereka juga diambil oleh Kaisar Dewa.


Gouyu hanya mendengus kesal, sedikit lagi dia bisa mengalahkan Yalan. Tapi Kaisar Dewa mengganggu mereka.


"Gouyu, kita pulang," suara Kaisar Bintang menggema lagi.


"Baik guru," balas Gouyu, tentu saja Gouyu tidak langsung pergi, gadis itu mendatangi Yan Zhong. Gouyu memberikan kecupan ringan pada Yan Zhong sebelum melenggang pergi.


"Terimakasih Yan'gege!" ujar Gouyu lalu menghilang secara perlahan.


Yan Zhong tertawa kecil untuk menanggapi Gouyu, sebelumnya dia menyangka pertarungan ini akan menjadi seri. Karena baik kekuatan Gouyu ataupun Yalan, itu adalah setara. Tapi siapa tahu? Golok yang didapatkannya dari Lelang memberikan sebuah peningkatan luar biasa.


Berbedaan sedikit saja, dalam sebuah pertarungan sungguh berpengaruh besar. Seperti sebelumnya ini, Gouyu ditekan oleh Yalan karena belum melakukan ritual kepemilikan, tapi setelah melakukan ritual kepemilikan. Gouyu melancarkan sebuah serangan megah yang bahkan mengharuskan Kaisar Dewa turun tangan.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 12/14


__ADS_2