Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab384. Putus Asa?


__ADS_3

Han Xiao kini sudah sangat serius, bahkan selama dia datang ke dunia ini. Tidak banyak yang bisa membuat dirinya merasa harus sangat waspada.


Sembilan murid Kaisar ini pada dasarnya jauh berbeda dengan Kultivator yang memiliki kultivasi sama, mereka memiliki kualitas yang sangat baik. Sehingga sanggup memberikan Han Xiao tekanan.


Sembilan orang itu mengirimkan serangan dengan sangat terkoordinasi, terkadang melakukan serangan bergantian atau secara langsung memberikan serangan gabungan.


Han Xiao yang hanya berada di ranah Dewa Sejati harus tertekan dibawah serangan seperti itu, tidak mudah baginya untuk menahan serangan bahkan dengan Pedang Delalan Kejahatan pada tangannya. Sekarang Han Xiao mengerti arti perbedaan tingkatan, biarpun dia memiliki kekuatan yang mendominasi. Tapu dibawah serangan gencar sembilan murid Kaisar ranah Dewa Raja membuatnya tertekan sangat kacau.


Tidak ada luka pada Han Xiao karena berkat perlindungan dari Jubah Merah Darah miliknya serta Pedang Delapan Kejahatan yang sanggup menahan serangan gencar.


Pertarungan itu sangat kacau dan luar biasa, jika saja itu terjadi di Benua Angin Selatan. Sudah cukup untuk memorak-porandakan Benua tersebut dan meratakannya menjadi tanah datar.


Serangan dari Tiang Hung saja sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan gunung, dengan adanya Gou Ren situasi bertambah buruk karena angin di sekitar berada dalam kendali nya. Cong Lai masih paling santai, tapi tidak ada yang meremehkan serangan santainya itu.


Biarpun enam lainnya tidak semegah ketua mereka, tapi mereka masih benar-benar berkontribusi dalam serangan untuk memojokan Han Xiao.


"Terus serang! Sekuat pertahannya, itu tidak akan berlangsung lama dari serabgan gencar kita!" Tiang Hung memikiki kekuatan yang mendominasi, dia lebih dari sering menemukan musuh dengan pertahanan yang sangat baik. Namun, itu semua dia hancurkan dengan kekuatan liar dari dirinya, belum lagi kini ada delapan orang bersamanya. Dia menjadi semakin liar.


Biarpun Gou Ren tidak ingin berada dibawah perintah Tiang Hung, tapi dia masih melakukan serangan gencarnya.


"Pusatkan serangan gabungan untuk mengejutkannya, kita fokuskan pada tangan kanan yang memegang pedang besar itu! Jika pedang besar itu lepas dari tangannya. Sudah dipastikan dia kesulitan untuk menangkis serangan kita." Cong Lai memberikan usulnya.


Usul dari Cong Lai segera di terima, Tiang Hung mengajukan diri untuk mengalihkan perhatian Han Xiao agar serangan kali ini benar-benar berhasil.

__ADS_1


Tiang Hung segera maju dengan sangat liar dan mendominasi ke arah Han Xiao, tetapi kini Tiang Hung memiliki lebih banyak perhitungan. Pemuda berambut biru gelap itu memiliki kekuatan fisik lebih kuat dari dirinya. Jika sampai dia bentrok secara acak seperti sebelumnya dalam kondisi Han Xiao menggunakan banyak kekuatan. Tiang Hung tidak ingin jatuh ke jurang walaupun dia harus berusaha sekeras mungkin mengalihkan perhatian Han Xiao.


BAM!!!


Tiang Hung melepaskan sebuah tinju dengan kekuatan yang sangat besar.


"Tinju Bayangan Tanah!" Tiang Hung memekik pada saat berikutnya tinju Tiang Hung melepaskan ribuan bayangan tinju berwarna kuning.


Han Xiao tidak menyangka Tiang Hung memiliki jurus seperti itu, sebelumnya Tiang Hung melakukan hal yang sama. Tapi itu hanya satu bayangan Tinju, tidak sampai ribuan seperti saat ini.


"Haish... Aku terlalu meremehkannya," cuma Han Xiao seraya menggelengkan kepalanya ringan.


Tentu saja Han Xiao tidak akan membiarkan pukulan ini mengenainya, dia mengangkat Pedang Delapan Kejahatan untuk membalas semua pukulan ini, Han Xiao tahu. Biarpun ini terlihat seperti bayangan belaka, tetapi kekuatan yang terdapat pada bayangan tersebut.


Serangan gabungan delapan murid Kaisar itu segera terbentuk dan meledak menyerang ke arah Han Xiao dengan sangat cepat.


Han Xiao yang kini sedang menghadapi serangan dari Tiang Hung segera merasakan bahaya pada suatu arah. Dia mengumpat saat melihat serangan yang dilepaskan oleh delapan orang lainnya, Han Xiao tersenyum kecut. Bukan karena dia meremehkan lawan sehingga menghiraukan mereka dan fokus pada serangan dari Tiang Hung, hanya saja lawan sudah melewati perhitungannya.


"Tidak, mereka memfokuskan serangan ini bukan pada titik vitalku." Han Xiao masih bingung tapi serangan besar itu sudah mencapai dirinya.


Rasa sakit menjalar pada tangan Han Xiao, perlindungan dari Jubah Merah Darah hanya terbatas pada area yang tertutupi, sehingga bagian tangannya yang terbuka ketika terkena serangan. Jelas akan merasakan sakit serta tidak menutup kemungkinan bisa terluka atau bahkan terputus.


Tepat seperti perhitungan dari Cong Lai, Han Xiao dengan reflek melepaskan Pedang Delapan Kejahatan.

__ADS_1


"Sekarang! Lagi!" Cong Lai kembali memekik dan langsung menyatukan kekuatan untuk serangan kedua mereka.


Kini tidak hanya delapan lainnya, Tiang Hung yang memiliki jarak terdekat dari Han Xiao bahkan memberikan serangan dari seluruh kekuatannya. Tidak tanggung, Tiang Hung bahkan melakukan pengorbanan untuk memberikan serangan terkuatnya, setidaknya umur hidupnya terpotong hingga jutaan tahun karena melakukan serangan ini. Tetapi Tiang Hung tidak menyesal, Kultivator di ranah Dewa Raja memiliki jangka hidup sampai milyaran tahun. Hal itu tentu saja dengan garis bawah mereka tidak dibunuh, jika ingin hidup panjang hingga milyaran tahun tanpa masalah hanya ada dua kunci. Tetap diam menikmati hidup atau menjadi lebih kuat dan mendominasi.


Serangan gabungan itu berhasil mendarat pada Han Xiao dengan sangat telak, Han Xiao yang biasanya memiliki reflek yang baik. Kini harus dengan tanpa perlindungan menahan serangan mengerikan dari sembilan Kultivator ranah Dewa Raja.


Feng Jin yang menonton sedari jauh hendak saja secara sembrono maju saat melihat Han Xiao dalam bahaya yang sangat fatal. Namun, Ne Zha menahannya begitu juga dengan Xian Xuenai.


"Itu adalah keadaan bagus, saat ini Han Xiao kesulitan menahan dan melawan mereka, dengan begitu dia akan dalam keadaan putus asa. Hany dengan cara itu dia bisa meningkatkan kultivasinya," terang Ne Zha.


Jika bukan karena penerangan dari Ne Zha, Feng Jin masih akan menerobos untuk membantu Han Xiao dari keadaan pasifnya.


Di medan pertempuran, Han Xiao yang terkena serangan telak jatuh ke bawah dan serangan itu menciptakan kawah raksasa dan sangat dalam. Bahkan air laut di sekitar mengalami penguapan karena serangan maha dahsyat tersebut, jika diukur. Kedalaman tanah di mana Han Xiao terkapar sekarang, itu sampai ratusan meter.


Han Xiao yang terkapar memuntahkan seteguk darah, bagian tubuh yang tidak terlindungi oleh Jubah Merah Darah terluka sangat fatal, bahkan Han Xiao saat ini tidak bisa merasakan kelopak matanya, dia tidak bisa bahkan hanya mengedipkan matanya.


Melihat Han Xiao yang terkapar, Gou Ren dan lainnya segera menyiapkan serangan dahsyat lagi, mereka ingin menghabisi Han Xiao dengan gerakan ini.


"Putus asa kau sekarang?" Tiang Hung berteriak dengan sangat liar dan sombong.


"Putus asa?" Han Xiao terkekeh ringan.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 11/14


__ADS_2