Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab359. Mistery


__ADS_3

Setelah semuanya masuk ke dalam, mereka berkumpul di sebuah ruangan pada Pondok.


Orang yang menarik perhatian Han Xiao adalah sosok berjubah hitam, kini sosok itu tengah duduk dengan santai pada sebuah ruang yang terdapat meja di Pondok tersebut.


Terdapat banyak ekspresi bingung dan hal lain pada Shuiyu, Wang Shi dan Matriark Xiu. Jelas mereka mendengar semua perkataan dari sosok berjubah hitam itu. Tatapan mereka bertiga terarah pada Han Xiao.


Pemuda itu sudah memiliki seorang istri? Seperti apa istrinya? Terlihat jelas Han Xiao adalah tipe pria yang sangat liar. Diperlukan kekuatan sebesar apa untuk menaklukannya?


Seolah kejutan belum semua datang, sosok itu menyebut nama Yang Mulia Xian Chin. Jantung ketiganya segera terpompa sangat cepat ketika mendengar nama tersebut.


Menggema sangat keras dan bersinar sangat terang nama yang disebut oleh sosok berjubah hitam tadi, Yang Mulia Xian Chin. Hanya ada satu orang yang pantas disebut seperti itu.


Sosok jenius diantara jenius, sosok paling mengerikan di Alam Abadi, orang yang sampai sekarang masih digempur oleh seluruh Kaisar diluar Kaisar Es yang kini tengah menghilang.


Sosok itu tidak lain adalah Kaisar Alam Semesta Waktu, Xian Chin! Sang penguasa Unsur Waktu! Dalam sebuah pertarungan. Waktu sungguh berperan besar, jika ada seseorang yang bisa mengendalikan waktu. Dia akan menang! Tidak heran kenapa Alam Semesta Waktu masih ada dan Xian Chin masih baik-baik saja setelah penggempuran.


Tatapan ketiganya masih pada Han Xiao bahkan setelah duduk bersama.


"Atas perintah Yang Mulia, berhenti menatapnya atau akan ku keluarkan mata kalian dari tempatnya," suara sosok berjubah itu membuat Wang Shi, Shuiyu dan Matriark Xiu segera tersadar dan mengalihkan pandangan mereka dari Han Xiao.


"Sudahlah, kau jangan terlalu kaku." Han Xiao berusaha untuk mencairkan suasana.


"Kau tidak diperbolehkan ditatap seperti itu atau selama itu oleh perempuan lain selain Yang Mulia. Ini adalah perintah mutlak bagiku untuk membuat perempuan lain tidak menatapmu selama itu," sahut sosok itu dengan nada yang tenang.


Han Xiao menggarung kepalanya yang mulai pusing, dia tidak menyangka, bahkan setelah gadis itu masuk ke Kultivasi tertutup. Dia masih akan terawasi oleh antek-anteknya.

__ADS_1


"Kita dengarkan cerita dari Pak Hiu ini dulu, aku masih ingin berpetualang setelah mendengar penjelasan darimu," ujar Han Xiao lalu menatap kan pandangannya pada Ang Ya.


Ang Ya terkekeh ringan melihat Han Xiao yang terpojok, "Kau sangat beruntung mendapatkan gadis Waktu. Dia terkenal sulit didekati, ya karena hampir seluruh Alam Abadi adalah musuhnya."


"Sudah kubilang, ayolah bahas tentang masalah Roda Elemen, jangan bahas tentang Istriku lagi!" gerutu Han Xiao.


"Kau benar-benar suami Kaisar Waktu?!" Matriark Xiu tidak sanggup lagi menahan keterkejutannya, awalnya dia hanya mengira itu paksaan, tapi kini terlihat jelas bahwa Han Xiao mengakuinya secara gamblang.


Han Xiao mengerucutkan bibirnya saat kedua alisnya merajut, "Mulailah Hiu tua!" ketus Han Xiao.


Sekali lagi Ang Ya terkekeh sebelum mengalihkan pandangannya pada Ne Zha. Ang Ya menerangkan bahwa kedatangan mereka kemari, sudah pasti dua Monster di Gua sudah mati, yang dubaksud oleh Ang Ya adalah Zhangyu dan Tou Jiu.


Ang Ya memberitahu bahwa keduanya menjadi kuat karena bantuan darinya, itupun dengan syarat keduanya harus menjaga Gua yang menuju kemari. Lalu adapun telur Vermilion, itu bukanlah dicuri oleh Zhangyu ataupun Tou Jiu. Jutaan tahun lalu ada Burung Vermilion yang juga memiliki kekuatan setara dengan ;ldirinya dan Kong Qi. Namun burung Vermilion tersebut memasuki tahap evolusi, sehingga dia harus bersembunyi jauh dari apapun. Dan telur tersebut dititipkan pada Ang Ya dan Kong Qi.


Dimensi ini ditinggalkan oleh tangan kanan Harimau Putih, yaitu Kera Emas. Hilangnya Kedua Harimau Suci, itu membuat pergolakan dalam kekuatan Binatang Sakral.


"Menyusul keduanya hilang, Naga dan Phoenix juga menghilang." Ang Ya menceritakan tentang kacaunya Alam Abadi sat keempat sosok tersebut menghilang.


Ras Monster terpaksa mundur karena tidak adanya keempat Binatang Sakral tersebut. Ya, semua yang berwujud Binatang, baik Binatang Iblis atau Binatang Roh. Di Alam Abadi adalah bagian dari Ras Monster.


Seolah tidak cukup keempat sosok itu menghilang, Sang Kura-Kura Hitam yang tersisa juga mendadak tidak pernah memunculkan lagi kepalanya. Entah kemana sang Kura-Kura Hitam.


"Empat Binatang Sakral yang merupakan Pemimpin dari Ras Monster menghilang, tapi kami jelas mengetahui bahwa baik sang Naga Kegelapan dan Phoenix. Mereka telah menunjuk penerus, karena mereka sudah tiada. Lalu untuk Harimau Suci, mereka berdua melakukan misi untuk Yang Mulia Xian Chin yang bahkan kami tidak ketahui." Ang Ya melanjutkan ceritanya.


Mengenai menghilangnya Kura-Kura Hitam, tidak ada yang mengetahui kemana perginya.

__ADS_1


Ne Zha dan Han Xiao mengerutkan dahi mereka saat mendengar hal tersebut, jelas empat sosok yang menghilang itu menunjuk mereka sebagai penerus. Tapi, kemana Kura-Kura Hitam?


"Namun, sebelum kepergiannya. Kura-Kura Hitam datang kemari dan memberikan ini." Ang Ya menunjukan sebuah benda yang memiliki bentuk sama persis dengan Roda Elemen milik Ne Zha, hanya saja disana elemen Air memiliki sebuah bongkahan kecil yang sangat terang.


"Ini adalah Roda Air milik Kura-Kura Hitam, kau mungkin mencari Inti Elemen? Memang jika dirasakan, itu akan ada di Alam Semesta Air. Tapi akan sangat sulit mencarinya karena itu berada di Dimensi Pribadi," terang Ang Ya.


"Jikapun ada yang berhasil menemukan Dimensi Pribadi ini, mereka tidak akan bisa melewati kami untuk mendapatkan Roda Air ini." Kong Qi tertawa lantang.


"Terus, apakah kau akan memberikannya padaku?" Ne Zha bertanya.


Ang Ya melebarkan bibirnya untuk menunjukan sebuah senyum, tapi karena giginya yang tajam. Itu tidak terlihat baik, justru sangat menyeramkan.


"Tentu saja." Ang Ya melemparkan Roda Air pada Ne Zha.


Ne Zha dengan tanggap menangkapnya, pemuda itu segera memeriksa Roda Air, tiba-tiba Roda Elemen yang berada dalam dirinya bereaksi dan keluar lalu menghisap Roda Air yang ada di tangannya.


Roda Elemen bersinar terang, terlihat dengan jelas secara perlahan Roda Elemen dengan Roda Air menyatu.


Ne Zha dan semua yang ada disana menatap penuh dengan kagum pada penyatuan Roda Elemen. Tidak terkecuali sosok berjubah yang mengatakan dirinya Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan. Dia juga menantikan keadaan ini.


"Orang pilihan Yang Mulia memang luar biasa," batin sosok tersebut.


***


Update publish Dragalia Online : 12/12

__ADS_1


__ADS_2