Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab262. Kekuatan Kematian


__ADS_3

"A-apa maksudmu?" Dongfang Changyue mengambil jarak dari Han Xiao, sungguh dia sangat terkejut oleh senyar yang dikirm Han Xiao, itu hampir saja membuat dirinya lepas kendali dan menerjang Han Xiao karena nafsu binatangnya hendak naik.


Han Xiao terkekeh ringan, pemuda itu mengambil satu langkah untuk mendekatkan lagi dirinya pada Dongfang Changyue.


"Kekuatan Kematian, tentu saja. Apalagi?" ujar Han Xiao dengan ringan.


Tubuh Dongfang Changyue segera membeku ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Han Xiao, "Ka-kau tahu darimana?!" pekik Dongfang Changyue seraya mengambil langkah mundur, segera dia menyadari tingkah impulsifnya. Bisa saja Han Xiao hanya menebak kan? Dan akrena dia menjawab seperti itu maka secara tidak langsung dia mengakui dirinya memiliki Kekuatan Kematian.


Lagi-lagi Han Xiao terkekeh, "Darimana aku tahu? Seharusnya aku yang bertanya, darimana kau mendapatkan Kekuatan Kematian?"


Han Xiao mengingat bahwa pada Benua Kayu Tengah tidak ada peninggalan dari Kekuatan kematian, tapi dariman Dongfang Changyue mendapatkannya?


"Jawab dengan jujur, aku akan membuka rahasiaku karena kau pemilik Kekuatan Kematian, sebenarnya peninggalan itu adalah milikku, namun aku meninggalkan itu di lautan bintang, bagaimana bisa ada di Benua Kayu Tengah?" ungkap Han Xiao.


Dongfang Changyue terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, jika benar. Maka Han Xiao adalah gurunya secara tidak langsung.


Han Xiao bisa melihat ketidak percayaan pada pandangan Dongfang Changyue, pemuda itu hanya tertawa kecil sebelum menjulurkan telunjuknya keatas dihadapan Dongfang Changyue, sebuah Herbal Roh yang masih segar, Han Xiao masukan kedalam kekuatan yang keluar dari jari telunjuknya.


Secara spontan Herbal Roh itu menjadi mati, mata Dongfang Changyue membulat seperti telur. Persis apa yang pernah dia lakukan sebelumnya, kekuatan kematian memiliki sebuah kuasa terhadap kematian.


"Kurasa kau sudah tahu kan tentang Delapan Kekuatan Jahat lainnya? Aku tidak perlu memberimu penjelasan jika begitu. Aku adalah pemilik kekuatan utama yang mengontrol Delapan Kekuatan Jahat, kau adalah salah satu dari pasukanku, maka dari itu aku tidak membunuhmu." Han Xiao tersenyum indah sebelum mengelus lembut pipi Dongfang Changyue.


"Aku menyukai caramu, kau menutupi keanehanmu dan Kekuatan Kematianmu dengan berpura-pura meningkatkan kekuatan dari pengorbanan untuk Ras Iblis, tanpa mereka. Kau memang masih bisa menembus dengan sangat cepat, semakin banyak orang mati, semakin cepat kau meningkatkan kekuatanmu," terang Han Xiao dengan sangat panjang.


Dongfang Changyue masih terdiam, semua yang dikatakan oleh Han Xiao adalah kebenaran. Sebelumnya dia hanya melakukan sebuah formalitas yang akan menutupi keanehan pada dirinya.


Gadis itu menatap Han Xiao dengan bingung, dia tidak memperdulikan tangan Han Xiao yang membelai wajahnya dengan sangat lembut. Dongfang Changyue kini bingung, apakah dirinya harus mengikuti Han Xiao karena memiliki Kekuatan Kematian? Atau justru dia akan berjuang sekuat tenaga untuk membalaskan dendam atas Klan Dongfang yang diratakan oleh Han Xiao.


"Jagan berpikiran bodoh." Han Xiao mencubit pipi Dongfang Changyue.


Detik itu juga Dongfang Changyue merasakan kekuatan Kematian, yang berasal dari tubuhnya di bisa habis oleh Han Xiao.

__ADS_1


"Sudah kubilang, aku adalah pemilik kontrol pada Delapan Kekuatan Jahat, kau tidak akan bisa melawanku menggunakan Kekuatan Kematian. Dan jika kau ingin berjuang lebih perih? Aku beritahu sekarang juga, kau adalah sampah mutlak jika tidak mendapatkan Kekuatan Kematian," tandas Han Xiao.


Dongfang Changyue membeku ketika mendengar perkataan Han Xiao yang tajam itu, mata gadis itu tiba-tiba menjatuhkan giliran air mata.


"Huwaaaaaaaaa!!! Kau jahat!!! Kau jahat!!! Huwaaaa!!!" Dongfang Changyue menjerit nangis dengan sangat kencang.


Kini giliran Han Xiao yang membeku terkejut, dia sungguh tida menyangka Dongfang Changyue akan menangis seperti ini.


"Hey berhentilah melakukan drama, aku tidak menyukainya," ujar Han Xiao seraya mengangkat dagu Dongfang Changyue.


Berbeda dengan harapannya, Dongfang Changyue justru menangis semakin kencang.


Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, dari ekspresi yang berhasil dia baca. Dongfang Changyue tidaklah berakting, itu benar-benar menangis.


Tapi kenapa gadis ini menangis? Han Xiao merasa bahwa dirinya bahkan tidak melukai gadis itu, justru gadis itu sendirilah yang melukai dirinya sendiri.


"Gadis memang sulit dimengerti." Han Xiao membatin bingung.


"Kukembalikan kekuatan Kematian padamu, tapi kau tahu apa yang harus dilakukan?" Han Xiao mengambil langkah mundur agar gadis itu menenagka diri.


Alih-alih menghentikan tangisnya, Dongfang Changyue justru menangis semakin kencang.


Pada saat itulah Han Xiao menyadari perkataannya sungguh tidak pantas, pemuda itu menggaruk kepalanya ringan.


"Aih, maaf salah kata." Han Xiao menggaruk kepalanya. "Aku berkata seperti itu bukan dengan maksud negatif, maksudku kau harus menjadi bagian pasukanku agar tetap memiliki Kekuatan Kematian."


Dongfang Changyue segera berhenti menangis ketika Han Xiao menjelaskan kata-katanya, gadis itu kini menatap pada Han Xiao dengan penuh penasaran.


Han Xiao sendiri justru lebih penasaran dengan Dongfang Changyue, sebelumnya gadis itu terlihat sangat gagah berani dan bernyali besar, tapi kini gadis itu justru terlihat seperti anak kecil.


"Apakah dia memiliki kepribadin ganda?" batin Han Xiao seraya menatap lekat pada Dongfang Changyue.

__ADS_1


"Changyue, aku ingin bertanya. Apakah kau memiliki orang lain pada tubuhmu, lebih tepatnya, kepribadian lain?" Han Xiao memilih untuk bertanya agar menghilangkan rasa penasarannya.


Dongfang Changyue mengerutkan keningnya ketika Han Xiao berkata seperti itu, segera saja dia menggelengkan kepalanya untuk menjawab Han Xiao.


"Tidak, aku tidak memiliki orang lain yang kau sebut," ucap Dongfang Changyue dengan nada yang seperti anak kecil manja.


Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, dia tidak mendengar kata 'kita' dari dongfang Changyue, biasanya orang yang memiliki dua kepribadian cenderung mengatakan kata itu untuk menyebut dirinya.


Han Xiao berpikir mungkin kerpibadian unik dari Dongfang Changyue yang belum oernah dia ataupun Harimau Suci temui sehingga sedikit sulit mengatakannya.


"Sudahlah, itu tidak terlalu penting, bagaimana dengan tawaranku. Apakah kau tetap ingin memiliki Kekuatan Kematian dan menjadi bagian pasukanku?" tanya Han Xiao.


Dongfang Changyue menganggukkan kepalanya, "Aku sudah tidak memiliki siapapun, bukan hal buruk jika mengikutimu yang memiliki kekuatan besar, sehingga aku tidak perlu takut para Raja Iblis mengincarku," ucap Dongfang Changyue.


Sebuah senyum ironi terbentuk pada bibir Han Xiao, dia merasa bersalah karenatelah membantai seluruh Klan Dongfang, tapi tidak ada penyelasan dalam dirinya. Itu karena para manusia tidak tahu diuntung itu memilih untuk bersekutu dengan Ras Iblis dibandingkan terus berjuang bersama Ras Manusia.


"Sebentar, para Raja Iblis mengincarmu?" Han Xiao segera menanyakan kalimat terakhir dari Dongfang Changyue.


***


Bacotan Pengetik :


Maaf untuk Update yang sangat lambat ini, kalian pasti tahu musibah yang menimpa bab yang sudah Pengetik tulis hilang, hal itu menyebabkan Pengetik harus tulis ulang. Ya, emang gampang buat nulis ulang, tapi Pengetik lagi rintis usaha. Jadi fokus lagi ke usaha Pengetik, nah beberapa waktu kemarin Pengetik gunakan untuk menyusun struktur udaha, tenang aja. Sekarang struktur usaha udah disusun rapi.


Update bonus akan diadakan hari sabtu/minggu, atau pas waktu luang. Ingat gengs, Pengetik harus ngetik dadakan dulu, jadi ga instan. Indomie aja yang katanya Instan harus direbus dulu, dah ah bacotannya.


Yang tinggal di daerah BSD City, Serpong, Gading, sekitarnya. Jika berminat kalian bisa jadi reseller dari usaha Pengetik. Info lengkap tanya di grup chat Pengetik, babay😊


Update Mingguan : 07/14


Update Merdeka : 13/75

__ADS_1


__ADS_2