Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab466. Peraturan


__ADS_3

Setelah membantai semua musuh, Han Xiao segera meratakan semua Tower musuh hingga langsung menyerang markas, seperti sebelum-sebelumnya mudah bagi Han Xiao menghancurkan Markas musuh.


Han Xiao dan tim nya dibawa kembali ke ruangan dimana Instruktur berada, disana mereka disambut oleh tim Ne Zha yang sedang duduk santai.


"Haish, kalian terlalu mengerikan, bahkan kau juga bocah ceroboh. Telah membunuh semua lawanmu." Inspektur tertawa lantang.


"Eh? Bukankah mereka akan hidup lagi?" Han Xiao bertanya dengan bingung.


Inspektur menggelengkan kepalanya, "Jika kau tidak menyerang secepat dan sekuat tadi, mereka masih bisa hidup. Namun, seranganmu selain cepat itu sangat kuat secara langsung menghancurkan jiwa mereka tanpa Arena sempat menyelamatkan jiwa mereka."


"Pertarungan Keajaiban." Ne Zha menengok pada Han Xiao.


Han Xiao segera tersadar, benar! Tidak ada peraturan yang selalu mutlak! Hanya kekuatan lah yang benar-benar mutlak!


"Haish! Jika aku mengetahui ini, aku akan merebut terlebih dahulu Cincin Spasial bocah tadi," gerutu Han Xiao.


Bocah tadi benar-benar gudang harta karun, harta yang dibawanya sungguh luar biasa, bahkan Han Xiao merasakan dadanya terpacu ketika melihat berbagai senjata unik tersebut.


Ne Zha menghentikan Han Xiao yang akan mengoceh lagi, pandangan Ne Zha langsung terarah pada Instruktur sorot matanya jelas menunjukkan sebuah penuntutan.


Instruktur tertawa, barulah dia memulai untuk menjelaskan tentang orang-orang yang bertarung di Arena.


"Di dunia ini, terdapat sepuluh dunia kecil, tiga dunia besar dan satu dunia utama." Instruktur menjelaskan tentang sepuluh dunia kecil, itu adalah dunia yang hanya memiliki Kultivator Alam Raja paling kuat, lalu tiga Dunia besar memiliki setidaknya Kaisar Abadi. Lalu Dunia Utama, itu adalah Alam Langit.


Dunia besar adalah Kesatuan, pada awalnya Kesatuan bergabung dengan dunia Utama, tetapi kini itu dibagi menjadi empat, satu Dunia Utama dan tiga Dunia besar. Instruktur menebak kemungkinan besar Han Xiao, Ne Zha dan lainnya datang dari Kesatuan, tetapi dia tidak tahu tepatnya Kesatuan mana.


"Kami dari Kesatuan Monster Darah." Xian Xuenai berkata ringan.

__ADS_1


Seluruh pandangan terarah pada Xian Xuenai, jelas tidak ada yang mengetahui hal ini. Kesatuan Monster Darah? Ne Zha dan Han Xiao segera teringat akan artefak yang diberikan oleh dua Harimau suci, itu mengatakan sesuatu tentang Kesatuan Monster Darah.


"Pantas kalian bisa dengan mendapatkan perubahan Tubuh sebaik itu." Instruktur menghela napasnya.


"Dua Kesatuan lagi adalah, Kesatuan Dewa dan Kesatuan Iblis. Yang kalian lawan, jika memiliki unsur cahaya, mereka berasal dari Kesatuan Dewa. Hanya ada tiga tim yang berasal dari Kesatuan Iblis, ratusan tim lain berasal dari Kesatuan Dewa dan Alam Langit." Instruktur melanjutkan penjelasannya.


Setelah beberapa hal lainnya, Instruktur berhenti menjelaskan lebih jauh. Dia mengatakan bahwa mereka akan mengetahui lebih jelas saat tiba waktunya nanti.


Han Xiao tidak puas, tetapi apa daya? Sekarang pertandingan sudah kembali dimulai, tim Ne Zha dan Han Xiao kembali ke arena untuk melawan musuh mereka.


Ne Zha kembali ke Arena bersama tim nya, dia menyusun kembali rencana, sebelumnya karena dia terlalu percaya diri. Hampir saja tim nya mengalami kekalahan, tidak berkurang rasa percaya diri Ne Zha. Namun, kini dia sedikit berhati-hati lagi.


"Aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin!" Ne Zha ingin segera menyelesaikan permainan di Arena ini, dia ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Alam Langit. Dari pengamatannya, Xian Xuenai seperti mengetahui sesuatu, tetapi gadis itu menutupinya dengan sangat baik. Sehingga membuat Ne Zha tidak bisa memaksa untuk bertanya.


Betarung, bertarung, itulah yang kini Ne Zha dan Han Xiao lakukan.


***


Han Xiao bertemu dengan Tim yang berasal dari Kesatuan Dewa, pertarungan itu sengit hingga bahkan membuat Han Xiao mengeluarkan segala upaya miliknya, orang-orang dari Kesatuan Dewa ini memiliki kekuatan yang seolah itu adalah musuh alami dari Delapan Kekuatan Kejahatan Han Xiao, inilah yang membuat Han Xiao kesulitan.


"Aku akan memusnahkan kalian semua dari Kesatuan Dewa!" Han Xiao berteriak lantang ketika dirinya turun ke Arena setelah beristirahat.


Pertarungan sebelumnya membuat Han Xiao mengetahui bahwa Kesatuan Dewa adalah ancaman besar bagi Pasukan Haus Darah miliknya, jika saja orang-orang ini lebih kuat dari dirinya sulit untuk bertahan dari mereka. Namun, hal ini tidak seluruhnya buruk. Tekanan dari orang-orang Kesatuan Dewa berhasil membuat Kekuatan Keputusasaan yang sulit dinaikan, meningkat dengan pesat.


"Tidak ada strategi, kita akan berkumpul berlima dan langsung meratakan semuanya," ujar Han Xiao.


"Bagaimana dengan Tower milik kita di sisi lain?"

__ADS_1


Han Xiao terkekeh. "Hal pasti, mereka tidak akan terpikir kita fokus pada satu jalur, biarkan saja mereka menghancurkan Tower kita. Paling banyak hanya dua tower yang hancur."


Benar saja perkiraan Han Xiao, terdapat dua musuh di jalur Naga. Dua orang itu dengan mudah Han Xiao bunuh, segera saja Han Xiao, Bing Xing, Qian Du, Gouyu dan Yan Zhong bergegas menghancurkan Tower. Level Han Xiao dan lainnya terus menarik ketika menghancurkan Tower dan membunuh Prajurit. Han Xiao bahkan menyempatkan untuk membunuh Monster pada Hutan.


Tiga Tower hancur secara beruntun, kini tim Han Xiao sudah mencapai level 8 masing-masing. Dua kali mereka bertemu dengan musuh, sejauh ini musuh baru menginjak level 5.


Panik, itulah yang dirasakan oleh tim musuh. Mereka segera mengaktifkan Jimat untuk segera kembali ke markas, beruntung tim Han Xiao belum menghancurkan sepenuhnya markas mereka. Langsung saja benturan terjadi, seorang pria melepaskan sebuah serangan Gada raksasa.


Han Xiao menyunggingkan senyum kecil.


BOOOOOM!!!


Ketika Gada hendak mendarat pada tim Han Xiao, tangan Han Xiao terangkat dan menahan Gada tersebut dengan jari telunjuknya.


"Hehehe, kalian pikir akan mudah melawan timku?" Han Xiao terkekeh geli.


Empat orang lainnya segera membantu teman mereka ketika melihat serangan Gada raksasa tersebut tidak mempan pada Han Xiao.


"Yan Zhong! Gouyu!" Han Xiao berseru ringan.


Yan Zhong dan Gouyu melakukan serangan bersama setelah melakukan perpindahan tempat ke belakang musuh dengan menggunakan Jimat, musuh segera terkejut, jimat yang biasa digunakan untuk melarikan diri kini digunakan oleh Yan Zhong dan Gouyu untuk berada di belakang mereka.


Serangan Gouyu dan Yan Zhong tidak berakibat fatal, tetapi itu langsung membuat kelimanya secara berdesakan berkumpul menjadi satu.


"Xing'er," kekeh Han Xiao.


Bing Xing langsung melakukan mudra tangan yang sangat rumit dan mengarahkan tangannya kepada musuh.

__ADS_1


***


Update seenak jidat : 05/10


__ADS_2