Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab430. Bertemu!


__ADS_3

Han Xiao sudah mengetahui cara menangani masalah dalam tubuhnya. yang dia butuhkan saat ini adalah bertarung dengan Monster yang sangat kuat. Dengan begitu Qi dalam tubuhnya bisa terisi kembali.


Dia bisa saja melawan Kumbang sebelumnya, tetapi mereka semua tidak memberi tekanan padanya. Monster tingkat 17 tidak sesengit Kong yang berada tingkat 21. Han Xiao membutuhkan Monster setidaknya tingkat 20 untuk merangsang tubuhnya.


Han Xiao kembali menyusuri Hutan dengan santai, dia berharap bisa menemukan harta. Dia yakin keberuntungannya cukup baik, jika tidak. Bagaimana dia bisa mendapatkan Xian Chin, sosok paling kuat di Kesatuan.


Bruk...


"DUH SIAPA YANG MENARUH BATU DI SINI?!" Han Xiao memekik saat dirinya tersandung.


"Apa maksudmu batu?" sebuah suara terdengar di telinga Han Xiao.


Han Xiao mengernyitkan dahinya sebelum mencari asal suara, itu tidak lain berasal dari bawah. Han Xiao segera mendapati sebongkah batu besar, "Memang batu," ujar Han Xiao.


Tiba-tiba tanah bergetar sangat kencang, bahkan Han Xiao terguncang dan mundur menjauh dari pusat guncangan yang berada dibawah kakinya.


Pada saat ini, sesosok kecoa raksasa muncul dari bawah tanah.


Mata Han Xiao melotot saat melihat Kecoa raksasa tersebut, batu yang dia tendang tadi tak lain adalah kaki dari Kecoa tersebut!


"Sialan!" Han Xiao mengumpat saat melihat Kecoa tersebut.


Terpancar aura Monster tingkat 20 pada Kecoa raksasa itu, bau menyengat keluar dari tubuh Kecoa tersebut.


Tubuh Han Xiao bergetar ringan, "Bagus kau Monster tingkat 20, tapi kenapa harus Kecoa?!" Han Xiao tidak menyukai satu Binatang ini, dia bisa beradaptasi dengan Binatang aneh di Dunia ini. Namun, tidak dengan yang satu ini. Han Xiao tetap tidak bisa terbiasa dengannya.


Melihat satu Kecoa kecil saja bisa membuatnya melompat, dan sekarang dia dihadapkan dengan Kecoa raksasa.


"Kong, bunuh dia!" Han Xiao berseru rendah sebelum memunculkan Kong dari Alam Sugawi Harimau Putih.


Kong yang empat kali lebih besar dari Kecoa tersebut dengan santai meraih Kecoa tersebut, dia memisahkan kepala Kecoa dengan tubuhnya sebelum melemparnya begitu saja. Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Han Xiao.

__ADS_1


Setelah memisahkan kepala dan melempar Kecoa, Kong bertanya dengan penasaran pada Han Xiao, "Kenapa tidak membunuhnya langsung? Jika hanya dipisahkan kepalanya, dia masih bisa hidup."


Han Xiao tersenyum lebar, "Dia bisa hidup beberapa ratus tahun tanpa kepala, tetapi itu akan menjadi hal yang sangat buruk bukan hidup tanpa kepala?"


Kong terdiam saat menyadari arti dari kata-kata Han Xiao, tuannya ini bukan ingin membuat Kecoa mati dengan cepat, tetapi menyiksanya sebelum mati!


"Kau kembalilah," ujar Han Xiao sebelum melambaikan tangannya, Kong segera menghilang dari pandangan karena Han Xiao telah mengirimnya kembali ke Alam Surgawi Harimau Putih.


Han Xiao menghela napas ringan setelah Kecoa itu tersingkir, Han Xiao tidak takut Monster apapun, tetapi yang satu ini dia tidak ingin berurusan.


***


Keberuntungan Han Xiao tidak bisa dibilang buruk, walaupun mengalami beberapa kesialan, dalam lima puluh tahun petualangan di lantai lima, dia berhasil mengumpulkan banyak harta, pengikut dan berbagai hal lainnya.


Yang tidak kalah penting adalah dia menemukan Jejak Ne Zha, semua jejak itu mengarah ke selatan, maka dari itu dia bergegas untuk pergi ke Selatan.


Dalam jangka waktu ini juga Han Xiao sudah bisa mengisi Qi hingga setengah Dantian nya, sekarang bahkan ketika berhadapan dengan MOnster tingkat 21, Han Xiao tidak takut sama sekali walaupun berada di ranah Dewa Raja. Seluruh kekuatannya sudah meningkat sangat jauh, menghitung Tubuh Kematian saja sudah bisa beradu dengan Kong, ditambah dengan Delapan Kekuatan. Han Xiao seperti Harimau yang tumbuh sayap.


"Duh Binatang apa lagi yang menghalangi jalanku?!" gerutu Han Xiao saat dia tersandung, ini sudah kesekian kalinya Han Xiao tersandung, dan itu selalu disebabkan oleh Monster yang sedang tertidur ataupun hanya lewat.


"Shhhh... Manusia," suara desisan terdengar di belakang Han Xiao.


Han Xiao segera berbalik, alangkah terkejutnya dia saat melihat Ular berkepala manusia wanita.


"Medusa!" Han Xiao berseru senang.


Ular berkepala manusia itu terlihat bingung. Namun, hanya sesaat sebelum dia melancarkan serangan pada Han Xiao dengan ekor besarnya. Bersamaan dengan itu Ular berkepala Manusia itu menatap mata Han Xiao seketika itu juga sebuah cahaya tertembak kearah Han Xiao.


Senyum mengejek tercetak pada bibir Han Xiao, dia mengetahui bahwa cahaya itu bisa membekukan Makhluk yang ditatap oleh Ular tersebut, itu seperti BInatang Mitologi di dunia lamanya dulu.


Namun, sangat disayangkan, Han Xiao memiliki kekuatan hati yang kuat serta berbagai teknik lain. Cahaya itu tidak bisa membekukan dirinya, justru Han Xiao mengeluarkan Pedang Delapan Kejahatan dan mengayunkannya pada Ular Berkepala Manusia tersebut.

__ADS_1


Ular berkepala manusia itu sudah terkejut melihat Han Xiao tidak terpengaruhi oleh tatapannya, ketika Han Xiao melayangkan serangan, harus diakui dia cukup tanggap. Dengan ekor besarnya dia bergerak untuk menepis Pedang Delapan Kejahatan.


Han Xiao tertawa melihat hal tersebut, bahkan sebelumnya ada Monster memiliki pertahanan kuat, dan itu dibelah seperti tahu oleh Pedang Delapan Kejahatan, kini sang Ular yang terlihat sangat rentan itu ingin menahannya?


Slash...


Bruk...


Sesuai dengan harapan Han Xiao, ekor yang digunakan untuk menahan segera terpotong dan jatuh. Bersamaan dengan ekor yang jatuh, seluruh tubuh Ular itu juga ambruk, sedangkan Kepala Wanita berambut ular jatuh menggelinding ke kaki Han Xiao.


"Kau tidak bisa menggunakan potensi penuhmu, lebih baik kepalamu ini untukku, dengan begitu potensinya akan tergali." Han Xiao tertawa senang, dengan adanya Kepala ini, dia bisa menghindari pertarungan dengan Monster lemah, cukup menjadikan mereka patung batu.


Han Xiao tidak ingin membuang tenaganya untuk bertarung dengan Monster 20 kebawah, dia ingin berada di pertarungan yang sangat sengit dengan Monster tingkat 20 dan 21 seperti yang sebelumnya dia lakukan. Dengan Kepala Wanita Ular ini, Han Xiao bisa membekukan Monster tingkat 20 kebawah.


"AAAAAAAHHHHH ABANG IPARKU!!! KAU TERNYATA DISANA!!!" Sebuah teriakan nyaring terdengar membuat Han Xiao melonjak terkejut.


Han Xiao segera mengarahkan pandangannya ke depan, disana Xian Xuenai tengah berlarian ke arahnya, ketika Xian Xuenai sampai padanya, gadis itu langsung memeluk erat Han Xiao.


"Huhuhu... Empat ratus lima puluh tahun lebih kita tidak bertemu, huhuhu aku merindukanmu Abang Iparku," rengek Xian Xuenai.


Bletak...


Han Xiao memberikan jitakan pada Xian Xuenai, "Apa-apaan kau Xuenai, sudah lepaskan. Kau seolah tidak bertemu milyaran tahun saja."


Xian Xuenai melepaskan pelukannya pada Han Xiao, "Kau tidak tahu penderitaanku!" Xian Xuenai mengeluh tentang petualangannya yang kacau ketika seluruh pasukan Monsternya dihadang oleh Monster tingkat 22.


Napas Han Xiao tersedak saat mendengar Monster tingkat 22. Itu setara dengan Kaisar Abadi!


***


Update Mingguan : 01/14

__ADS_1


__ADS_2