
Untuk tempat yang sepanjang tahun terus diselimuti oleh Es, Kota Laut Es memiliki festival tahunan yang bertepatan dengan hari naiknya Desa Laut Es menjadi Kota Laut Es, biasanya mereka akan mengadakan Festival Es, ini terutama ditunjukan untuk rasa syukur mereka terhadap daerah ini.
Festival ini akan menunjuan berbagai karya yang terbuat dari Es, berbagai patung Es yang sudah dipahat dengan indah dihadirkan dan juga untuk pengunjung festival diperbolehkan untuk memahat patung mereka sendiri.
Ketika Han Xiao, Xian Xuenai dan Bing Xing sampai disana, mereka sangat senang karena melihat festival yang sangat meriah tersebut, banyak anak kecil yang berlarian melakukan perang salju. Juga banyak orang yang tengah memahat dengan senang disana.
Yang paling menarik perhatian Han Xiao adalah sekelompok orang yang tengah berkemumun pada sebuah lapangan yang terbuat dari bekuan sungai, mereka tengah bermainkan sebuah pin yang dipukul oleh tongkat.
"Hokey?" gumam Han Xiao ketika melihat permainan tersebut.
"Ini adalah hal yang paling istimewa disetiap Festival diadakan, Kota Langit Es akan mengadakan sebuah turnamen Yinjiao. Hadiah dari turnamen ini sangat beragam, ayo kesana untuk menonton," terang Bing Xing lalu dia mengajak Han Xiao dan Xian Xuenai pergi menuju lapangan tersebut.
Sesampainya disana, mereka dengan jelas bisa melihat pertarungan dua tim dalam permainan Yinjiao tersebut, tangan Han Xiao mendadak gatal, sudah lama dia tidak memainkan permainan tersebut.
"Bagaimana jika kita ingin bermain? Mendaftar dimana?" tanya Han Xiao.
"Kau ingin bermain?" Bing Xing balik bertanya.
"Tentu saja, aku sangat handal memainkan ini," sahut Han Xiao dengan bangga.
"Kau sangat handal kawan? Jika begitu inginkah kau bergabung dengan timku? kebetulan aku baru mengumpulkan dua orang dan kekurangan tiga orang lagi," suara seorang gadis masuk kedalam indra pendengaran Han Xiao.
Pemuda itu membalikan tubuhnya, dia menemukan seorang gadis yang menggunakan mantel musim dingin, rambut gadis itu diikat kuda, dia tersenyum lebar pada Han Xiao.
"Boleh, tapi kau lah yang bergabung denganku, bukan aku yang bergabung denganmu," jawab Han Xiao.
Gadis itu terdiam, dia menatap gadis disampingnya yang juga adalah temannya, setelah menimang cukup lama akhirnya dia angkat suara, "Baiklah, aku akan mengikutimu, tapi apakah kau yakin akan menang?"
"Sangat mudah," sahut Han Xiao.
"Baiklah, perkenalkan namaku Ou Ke dan ini temanku Ni Cang." Gadis itu mengulurkan tangannya.
"Han, kau bisa memanggilku seperti itu," balas Han Xiao, dia memilih untuk menyembunyikan identitasnya untuk menghindari kejadian yang tidak perlu.
"Baik saudara Han, ayo kita pergi menuju tempat pendaftaran," ajak Ou Ke.
__ADS_1
Han Xiao mengangguk lalu bersama Xian Xuenai dan bing Xing pergi mengikuti Ou Ke menuju meja pendaftaran.
Mereka semua datang ke meja seseorang yang Han Xiao tebak sebagai panitia dalam turnamen ini, Ou Ke segera melakukan pendaftaran untuk tim mereka, ketika ditanya nama tim, Ou Ke memandang Han Xiao.
"Terserah padamu," jawab Han Xiao.
Ou Ke mengangguk lalu mengisi nama tim mereka pada kertas pendaftaran, nama tim yang dipilih oleh Ou Ke adalah Kilat Es.
Panitia memberikan nomor pada Ou Ke, itu berfungsi untuk undian pertandingan mereka nanti.
Sistem babak penyisihan ini sungguh unik, panitia akan mengocok nomor dan mengambil dua nomor, dari hasil acak tersebut dua nomor yang terambil akan melakukan pertandingan, yang menang maka akan berlanjut ke babak final.
Turnamen ini benar-benar singkat, pertandingan pertama untuk menjadi babak penyisihan ini yang kalah adalah yang pertama kebobolan, jadi pertandingan ini sangat singkat.
Han Xiao dengan antusias menonton pertandingan, dia sungguh tidak sabar gilirannya untuk turun ke lapangan dan bertanding melawan orang-orang tersebut.
Doa Han Xiao seolah terkabulkan, pertandingan berikutnya adalah giliran timnya melawan tim bernama Raungan Singa.
Sekelompok pemuda memasuki lapangan untuk bersiap melawan tim Han Xiao, mereka tertawa ketika melihat lawan mereka hanyalah empat gadis dan satu pemuda.
"Manis, lebih baik kau menonton. Permainan ini sangat kasar untuk tangan kalian yang lembut," ucap salah satu pemuda menggoda Bing Xing.
"Whoa, tajam sekali eh? Jangan salahkan aku jika nanti aku bermain kasar," ujar pemuda itu dengan tidak senang.
Saat ini wasit masuk kedalam lapangan, pada saat itu jugalah Han Xiao maju menghampiri sang wasit.
"Apa saja peraturan permainan ini?" tanya Han Xiao.
"Hahahaha! Kau bahkan tidak mengetahui bahwa tidak ada peraturan dalam turnamen Yinjiao ini? Disini bebas melakukan apapun selagi tidak saling membunuh, untuk menang kau bisa menggunakan segala cara, disini yang kuat lah yang bertahan." Bukan wasit yang menjawab, tapi pemuda yang tadi menggoda Bing Xing.
Han Xiao menatap sinis, pemuda itu berkata seolah dia paling kuat, dengan kultivasi pemuda itu yang hanya Istana Bumi, mungkin dia adalah yang terkuat diantara orang-orang yang sebelumnya melakukan pertandingan, tapi pemuda itu bukan masalah besar baginya. Bing Xing saja sudah lebih dari cukup untuk menghabisi pemuda tersebut.
"Kau sangat berisik ya? Baiklah kini aku akan mengikuti peraturannya, yang kuat yang akan bertahan? Ayo kita mulai pertandingan ini," ujar Han Xiao seraya mengambil tongkat yang diberikan oleh wasit.
"Kau!" Pemuda itu menatap marah pada Han Xiao, namun seseorang mencekalnya ketika dia hendak menyerang.
__ADS_1
"Kita akan membalasnya dalam pertandingan," ujar orang tersebut.
Pemuda itu menatap kesal, namun tak urung dia mengikuti arahan dari pemuda yang merupakan sahabatnya tersebut.
"Pertandingan tim Kilat Es melawan Raungan Singa, dimulai!" seru wasit lalu mundur untuk keluar dari lapangan.
Pin yang berada di tengah lapangan segera terebut oleh tim Raungan Singa, Han Xiao masih tenang menunggu mereka, dia ingin mempermainkan orang-orang bodoh ini sebelum memberi mereka pelajaran karena bertingkah dihadapannya.
"Yang kuat yang bertahan?" gumam Han Xiao merasa sangat lucu. "Baiklah."
Swosh...
Han Xiao melesat dengan sangat cepat menuju pembawa Pin yang menuju kearah Ou Ke yang menjaga gawang.
Ctak...
Bam...
Pembawa Pin segera terjungkal ketika Han Xiao memukul kakinya, "Wah aku terlalu bersemangat, hehe maaf," ceplos Han Xiao lalu menggiring Pin dengan tongkat menuju target berikutnya.
Stack...
Sebuah ayunan kuat Han Xiao pukulkan pada Pin besi tersebut, seketika saja pin itu melayang dan menabrak pemuda yang menggoda Bing Xing sebelumnya.
"Hais aku meleset," celetuk Han Xiao ketika melihat Pin besi menabrak pemuda itu dan membuat si pemuda terbang mundur lalu memuntahkan darah.
Kaki Han Xiao segera melesat untuk menuju pemuda tersebut, dia mengayunkan tongkatnya untuk memukul Pin yang bersebelahan dengan kepala pemuda tersebut.
Bletak...
***
**Bacotan Pengetik :
Gengs setelah perhitungan matang dan musyawarah bersama penulis lain, Han akan mempublish Bonus Update Tujuh Belas Agustus bernama Update Merdeka yang berisi 75Bab setiap hari bersama Reguler Chapter.
__ADS_1
Kenapa gini? ga pas tanggal 17 Agustus nya? Saya juga butuh duit, jadi cara ini digunakan untuk dapet view hari lebih gede. Ya gamblang aja** 🤣
Update Merdeka : 01/75