Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab447. Membuat Jirah


__ADS_3

"Tenanglah, kami tidak akan melukaimu." Han Xiao menjentikkan jarinya, pemuda itu berhenti bergerak. Dengan ayunan tangan Han Xiao. Pemuda itu menghilang.


Ne Zha mengangguk ringan lalu dia dan Han Xiao juga menghilang dari tempat itu.


Kini Han Xiao, Ne Zha dan pemuda tadi berada di sebuah ruangan. Han Xiao menjentikkan jarinya lagi, pemuda itu kembali bergerak.


"Siapa kalian?!" Pemuda itu mengeluarkan Unsur Api dan Petir pada saat bersamaan dan mengarahkan pada Han Xiao dan Ne Zha.


"Dua Unsur? Kau berbakat nak." Han Xiao tidak menanggapi pemuda tersebut, dia lebih tertarik dengan pemuda itu yang memiliki dua Unsur pada ranah Dewa Raja.


"Kalian terlihat lebih muda dariku! Jangan sebut aku nak!" ketus pemuda tersebut.


Han Xiao terkekeh, memang wajahnya tidak memiliki perubahan, itu masih terlihat seperti pemuda berumur tujuh belas tahun.


"Jangan membahas hal seperti itu, kau akan terkejut jika mengetahui perbedaan umur kita. Baiklah aku akan langsung pada intinya, kau ingin merebut tahta ayahmu, apa tujuanmu?" Han Xiao tidak membuang perkataan lagi setelah mendapatkan pelototan dari Ne Zha.


"Aku..." Pemuda itu langsung terdiam, ekspresinya terlihat bingung saat mendapatkan pertanyaan dari Han Xiao.


Ne Zha langsung menangkap hal aneh, tangannya langsung menyentuh pemuda tersebut dan menyalurkan kesadarannya untuk menelusuri kepala pemuda tersebut.


Dahi Ne Zha mengkerut ketika mengetahui isi kepala dari Pemuda tersebut.


Han Xiao yang melihat hal tidak wajar, segera bertanya pada Ne Zha setelah saudaranya itu selesai menelusuri anak sang walikota.


"Dia memiliki dua kepribadian, kepribadian yang kedua itulah yang berhasrat untuk menjadi walikota, sedangkan kepribadian yang sekarang bersama kita memiliki pola pikir sederhana dan bahkan tidak memiliki hasrat menjadi walikota. Bisa dibilang seperti anak kecil," terang Ne Zha.


"Kepribadian ganda? Lalu apa alasan kepribadian satunya lagi ingin menjadi walikota?" tanya Han Xiao.


"Menjadi pemimpin tentu saja, tidak ada alasan lain. Mereka berdua pada dasarnya sama-sama naif, hanya saja kepribadian yang satunya itu memiliki hasrat lebih besar."


Han Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak habis pikir bisa bertemu orang aneh seperti ini.


"Jadi bagaimana? Kita akan membantunya atau tidak?" tanya Han Xiao.

__ADS_1


"Ya, kita akan membantunya." Jawaban Ne Zha membuat Han Xiao terkejut.


"Hanya walikota yang memiliki informasi mengenai Distrik rahasia, dari ingatan anak ini. Aku mengetahui bahwa ada penjaga walikota, itu adalah makhluk mengerikan yang berada di tingkat 23."


"23?!" Han Xiao tersedak, barusaja dia ingin bersombong pada Monster tingkat 22. Namun, kini mereka harus berhadapan dengan Monster tingkat 23! Monster yang berkali-kali lebih kuat dari tingkat 22!


"Monster itu akan melindungi setiap walikota, kemungkinan besar dialah penguasa sejati di tempat ini, atau lebih tepat di Bintang ini." Ne Zha juga menjelaskan bahwa Monster itu tidak akan menyerang jika ada walikota baru.


Jika Ne Zha dan Han Xiao menyerang walikota untuk mencari informasi, kemungkinan besar mereka akan bentrok dengan Monster tingkat 23 tersebut. Lain hal nya dengan membantu pemuda ini naik tahta. Mereka tidak akan menghadapi kesulitan seperti itu.


"Gunakan dia seperti boneka, itu yang kau maksud?" Han Xiao menatap Ne Zha lalu anak walikota.


"Ah siapa namanya?"


"Pu Thin," jawab Ne Zha.


Ne Zha mengiyakan pernyataan Han Xiao tentang menggunakan Pu Thin sebagai boneka. Hanya dengan begitu mereka bisa mengetahui apa itu Distrik Rahasia dan jika benar-benar beruntung. Mereka bisa menggunakan Pu Thin untuk mengendalikan Monster tingkat 23.


"Ide bagus," ujar Han Xiao.


"Bunuh, kendalikan Jiwanya." Ne Zha menatap Han Xiao.


Han Xiao tersenyum lebar, dia juga sudah sangat penasaran dengan Kekuatan Pengendali Jiwa. Memang dia bisa mengendalikan Pu Thin tanpa membunuhnya, tetapi akan lebih bagus jika Pu Thin mati, pengendalian akan menjadi lebih mudah.


Langkah Han Xiao terangkat menuju Pu Thin, "Jika kau berada di dunia lamaku, kau adalah Tony Stark yang nyata," kekeh Han Xiao seraya menyentuh kepala Pu Thin.


Han Xiao pertama melakukan penjelajah Jiwa untuk mengambil seluruh ingatan Pu Thin, mereka akan melakukan sebuah pertunjukan. Jika tidak mengetahui hal detail, akan menjadi sangat berbahaya.


Selepas mengambil ingatan Pu Thin, Han Xiao menyalurkan Kekuatan Kematian dan Pengendali Jiwa, dua kekuatan itu bergerak secara berpisah, kekuatan Kematian bergerak membunuh Pu Thin, lalu kekuatan Pengendali Jiwa mulai menginvasi Jiwa Utama Pu Thin.


Pu Thin yang berada dibawah kekangan waktu tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan untuk mengeluarkan suara kesakitan tidak bisa. Jiwa Utama Pu Thin melakukan perlawanan sengit, tetapi karena jauhnya perbedaan tingkatan. Han Xiao yang berada di Alam Kaisar dengan mudah mendominasi Pu Thin.


Dalam beberapa waktu singkat, Han Xiao telah berhasil menjadikan Pu Thin bonekanya. Pu Thin kini bergerak sesuai dari pikiran Han Xiao.

__ADS_1


"Angkat tanganmu," ucap Han Xiao.


Pu Thin mengangkat tangannya.


"Goyangkan pinggulmu." Han Xiao kembali memberi perintah.


Pu Thin dengan patuh menggoyangkan pinggulnya.


Ne Zha memukul kepala Han Xiao melihat saudaranya itu malah bercanda.


"Tidak ada waktu, kau perbaiki Kostrum itu, dalam satu hari kita langsung ajukan tantangan," ujar Ne Zha.


Han Xiao menggerutu, tetapi tidak urung dia melakukan arahan Ne Zha, dia mendekati kostum Jiqiren yang seperti Kostum super hero di dunianya yang dulu.


"Untung aku memiliki banyak bahan berharga yang sangat baik." Han Xiao mulai mengeluarkan bahan-bahan untuk mereparasi Kostum Jiqiren milik Pu Thin.


"Hahaha, aku akan menambahkan sesuatu." Han Xiao terus berkutat dengan Kostum tersebut, dengan bantuan cetak biru yang dibuat Pu Thin, Han Xiao sudah memiliki gambaran besar Kostum ini. Dia hanya menambahkan beberapa saja.


Dalam waktu satu hari ini, Han Xiao benar-benar serius mengerjakan tugasnya. Saat tepat matahari tenggelam, Han Xiao telah berhasil menorehkan Rune terakhirnya.


"Ini adalah Alat Dewa," kekeh Han Xiao.


Ne Zha menatap Jirah yang dibuat Han Xiao, itu tampak sangat luar biasa, dia juga tidak menyangkal perkataan Han Xiao tentang Jirah itu Alat Dewa. Keterampilan Han Xiao dalam Menempa sangat tinggi, ditambah dengan Rune yang sangat tinggi. Jirah ini menjadi Alat Dewa, hanya saja tidak memiliki Jiwa seperti Alat Dewa lainnya.


"Kau akan menaruh jiwa di sana?" tanya Ne Zha.


Han Xiao terlihat menimang, "Mungkin nanti, seharusnya ini sudah lebih dari cukup untuk menangani Jiqiren Wali Kota," jawab Han Xiao.


Ne Zha mengangguk, dengan ingatan Pu Thin, dia mengetahui bahwa Jiqiren terkuat yang dimiliki oleh Wali Kota memiliki kekuatan setara dengan Kultivator Kaisar Abadi.


***


Bacotan Pengetik :

__ADS_1


Jiqiren itu robot gengs🤣


Update Mingguan : 04/14


__ADS_2