Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab333. Mencari


__ADS_3

Han Xiao selesai menceritakan pada Ne Zha perihal Delapan Roh Kejahatan yang kini bersemayam bersama Jiwa Utamanya, setelah mendengar cerita dari Han Xiao. Ne Zha mengatakan itu akan menjadi hal yang normal karena setidaknya membutuhkan waktu dalam memindahkan Roh.


"Zha? Sepanjang aku bercerita, seperti ada yang mengganjal padamu. Apa? Ceritakan," ujar Han Xiao saat melihat ekspresi Ne Zha yang berbeda, orang lain mungkin akan menilai Ne Zha sama tidak berubah sama sekali, tapi lain bagi Han Xiao. Pemuda itu mengenal sangat dalam Ne Zha, sehingga perubahan sekecil apapun dari Ne Zha, Han Xiao mengetahuinya.


Ne Zha menggelengkan kepalanya, "Aku saja tidak mengerti, perasaanku sungguh tidak karuan. Seperti ada sesuatu yang keluar dari jalur yang sudah kutentukan dalam rencanaku."


Han Xiao mngerutkan dahinya, dia mengetahui bahwa Ne Zha sangatlah perfeksionis, pemuda itu akan segera menyadari beberapa kesalahan ataupun alur yang melenceng dari rencananya. Tapi masalahnya adalah, rencana yang mana?


"Mengenai rencana mana? Bukankah kita barusaja melangkah?" tanya Han Xiao heran.


"Entahlah, tapi kuharap ini bukan hal yang besar." Ne Zha memilih untuk sedikit mengesampingkan hal yang mengganjal dalam hatinya, dia kini datang menemui Han Xiao untuk membahas soal Sabit Dingin.


Sebelumnya karena mereka tidak memiliki tujuan, Ne Zha menyarankan untuk berpetualang mencari potongan lain dari Sabit Dingin, dengan begitu mereka juga bisa bertemu dengan Kaisar Es.


Mereka setidaknya bisa mempelajari Kaisar Es jika bertemu, keduanya belum diketahui sebagai bagian dari Xian Chin. Sehingga tidak akan menjadi masalah untuk mereka jika bertemu dengan Kaisar lain. Karena itulah keduanya berani berbuat ulah di Alam Semesta Air, Bintang yang mereka pijak ini adalah Bintang tingkat Empat, sudah pasti masuk dalam pengawasan Kaisar Air.


Jika Kaisar Es benar-benar tidak ingin menyerang Xian Chin, mereka akan meminta Kaisar Es untuk terus bersembunyi, jikapun memang benar Kaisar Es sedang bersembunyi.


Han Xiao melakukan apa yang diminta oleh Ne Zha untuk berkomunikasi dengan Mata Sabit Dingin, sangat cepat tanggapan dari Sabit Dingin.


Setelah beberapa saat Han Xiao memberitahukan pada Ne Zha keberadan potongan lain dari Sabit Dingin, yaitu di Alam Semesta Es.


"Sialan, akan membutuhkan dua ratus tahun dengan kecepatan tercepat kita untuk sampai disana, belum lagi kita masih harus mengarungi Alam Semesta itu untuk mencari Kaisar Es," gerutu Han Xiao dengan kesal.

__ADS_1


Sebelumnya Han Xiao dan Ne Zha memiliki harapan bahwa potongan dari Sabit Dingin akan berada di Alam Semesta Air, jika begitu waktu empat bulan lebih itu akan cukup untuk mereka gunakan mencari Sabit Dingin.


Akan mudah mecari potongan lainnya karena memiliki petunjuk jelas dari Mata Sabit Dingin.


"Tidak ada pilihan lain, sekarang kita lebih baik berpetualang di Alam Semesta ini. Aku merasakan ada salah satu kekautan yang sangat familiar bagiku. Kemungkinan besar itu adalah Inti Elemen," ucap Ne Zha, sebelumnya dia juga sudah bercerita pada Han Xiao, jika dia menginginkan kekuatannya lebih besar, Ne Zha harus mencari Inti Element.


Hanya lima yang dibutuhkan oleh Ne Zha, yaitu Inti Elemen Air, Api, Angin, Kayu dan Tanah. Kelima itu akan sulit didapatkan karena setiap Inti Elemen berada di Alam Semesta yang berbeda.


Berhubung sekarang mereka sedang berada di Alam Semesta Air, Ne Zha juga merasakan Inti Elemen dekat dengannya, sehingga dia menghapus daftar petualangan yang sebelumnya dia susun bersama Han Xiao.


"Baiklah, kita akan fokus mencari Inti Elemen dalam empat bulan ini." Han Xiao juga setuju dengan usul Ne Zha, memang tujuan mereka adalah saling memperkuat dengan saling membantu juga.


Han Xiao sudah merasa cukup mendapatkan Delapan Roh Kejahatan, kini tinggal Ne Zha mendapatkan Inti dari Lima Elemen.


"Bagaimana dengan mereka berdua?" Ne Zha mengatakan mereka menunjukan Mon Cie dan Shuiyu.


Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, dia lupa ada perjanjian antara dirinya dengan sepasang guru murid itu jika berhasil membuat Ras Manusia di Bintang ini sejajar dengan Ras Pribumi.


"Membawa mereka sebenarnya akan sedikit memperlambat kita, lebih baik mereka tetap disini dan memperkuat kekuatan mereka," ujar Han Xiao.


Pandangan Ne Zha sedikit berubah ketika mendengar ujaran Han Xiao, sungguh tidak dia percaya seorang Han Xiao yang biasanya dengan tangan terbuka menerima para perempuan kedalam pelukannya, kini seolah tidak memandangnya lagi.


Tangan Ne Zha terulur untuk menyentuh dahi Han Xiao, dia ingin memeriksa apakah kepala Han Xiao baik-baik saja.

__ADS_1


Han Xiao segera menepis tangan Ne Zha, "Apa yang kau lakukan?" celetuk Han Xiao heran.


"Ah, aku hanya penasaran, apakah kepalamu masih berjalan dengan normal. Barusaja aku mendengar kau menolak membawa gadis bersamamu dalam perjalanan," ceplos Ne Zha santai.


"Bukan tidak mau, tapi aku merasa kurang tertantang, akan lebih baik jika gadis yang menghampiriku adalah seorang yang kuat." Han Xiao tertawa riang.


Ne Zha hanya menggelengkan kepalanya, kini dia memastikan pemuda dihadapannya masihlah Han Xiao yang dia kenal.


Pada akhirnya kedua pemuda itu keluar dari kamar untuk menemui Mon Cie dan Shuiyu, mereka juga mengucapkan pamit karena tidak ingin membuang lebih banyak waktu lagi untuk petualangan mereka.


Namun seolah takdir bercanda, Shuiyu yang awalnya sudah keras kepala kini semakin menjadi, ketika mendengar Han Xiao tidak ingin membawanya dengan alasan membangun kekuatan di Bintang ini. Gadis itu nekat bunuh diri dengan meledakan Jiwa Utama yang baru saja dia dapatkan.


Han Xiao awalnya hanya tersenyum kecil karena mengaggap itu hanya gertakan agar dirinya bisa membawa gadis tersebut, tapi sungguh terkejut dia ketika Shuiyu benar-benar meledakan Jiwa Utamanya.


Untung saja Han Xiao dan Ne Zha cepat tanggap, ketika baru setengah kekuatan terkumpul dan hendak meledak, keduanya meredam kekuatan Jiwa yang hendak meledak tersebut.


"Haish, kau sungguh nekat." Han Xiao mengomel dengan nada yang tidak karuan.


"Aku sudah berjanji untuk menjadi budakmu, itu berarti aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi, jika tidak. Aku lebih baik mati," ujar Shuiyu, bukan tanpa alasan dia berkata seperti itu.


Shuiyu merasa hutangnya sangat besar pada pemuda dihadapannya ini, selain memenuhi persyaratan, pemuda itu bahkan membantu dirinya untuk menginjak ranah Dewa Roh. Sebelumnya dia akan membutuhkan paling tidak berpuluh-puluh tahun sebelum menginjak ranah Dewa Roh karena potensinya sungguh belum tergali sepenuhnya, juga dibawah perawatan ruang Han Xiao, dia bisa menembus tanpa masalah berarti.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 01/14


__ADS_2