Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab362. Marah


__ADS_3

Selepas Han Xiao menjelaskan tugas yang diberikannya pada Shuiyu, gadis itu terlihat lebih tenang dari sebelumnya, bahkan sebuah senyum tercetak pada bibir gadis tersebut. Begitu juga dengan Matriark Xiu dan Wang Shi. Keduanya senang dengan tugas yang diberikan oleh Han Xiao.


Terdengar mudah, tapi mereka harus sangat berhati-hati dalam menjalankannya, karena salah sedikit saja akan berakibat fatal.


Dengan begitu, Han Xiao bisa pergi dengan santai setelah melihat ketiga perempuan itu menerima tugasnya dengan gembira. Pandangan Han Xiao jatuh pada Yingzi Mao lalu menganggukan kepalanya.


Yingzi Mao sudah paham, segera saja dia membawa Han Xiao pergi setelah merobek ruang untuk memasuki Lorong Waktu menuju Alam Semesta Waktu.


Sekepergiannya Han Xiao dan Yingzi Mao, Matriark Xiu, Shuiyu dan Wang Shi secara tiba-tiba muncul diatas langit. Mereka secara langsung dipindahkan dari Dimensi Pribadi ke atas laut, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ang Ya dan Kong Qi.


"Sungguh panen yang luar biasa," ucap Matriark Xiu dengan sangat senang.


Dua gadis di sampingnya juga mengangguk, mereka kini memiliki pemandangan yang lebih luas perihal kultivasi mereka, juga dengan Inti Iblis dan Tubuh dari Zhangyu dan Tou Jiu. Bukan tidak mungkin mereka mendapatkan Koin Kristal yang sangat banyak.


Selain Koin Kristal, tubuh Zhangyu dan Tou Jiu akan memiliki fungsi yang menggemparkan Bintang ini. Dua Monster yang bahkan tidak bisa disentuh kini telah berhasil dibunuh oleh mereka! Tidak, lebih tepatnya dibunuh oleh Ne Zha dan Han Xiao.


Tapi karena sebagian besar orang mengetahui, bahwa Sungai Kematian sering melakukan ekspedisi yang menantang maut, dengan tubuh dua Monster tersebut di tangan Matriark Xiu, orang-orang akan semakin harus memikirkan tentang kekuatan Sungai Kematian.


Matriark Xiu membawa kedua gadis itu kembali ke Sungai Kematian, Shuiyu sempat ditawari menjadi murid Matriark Xiu, tapi gadis itu menolak. Karena dia hanya ingin memiliki satu guru dalam hidupnya. Matriark Xiu tidak memaksakannya, namun Matriark Xiu menawarkan kediaman di Sungai Kematian.


Tentu saja Shuiyu tidak akan menolak, dengan dirinya berada di Sungai Kematian, itu akan semakin mempermudah rencana yang disusun oleh Han Xiao mengenai tugas untuk dirinya dan Sungai Kematian.


Ketiganya akhirnya telah sampai di Sungai Kematian, orang yang menyambut kedatangan mereka adalah Tetua Agun serta beberapa Tetua yang mengetahui perginya Matriark mereka.


Saat sampai di aula utama, Tetua Agung tidak menahan diri lagi untuk bertanya mengenai hal yang terjadi di sarang Zhangyu dan Tou Jiu.


"Apa lagi? Keduanya telah mati." Matriark Xiu mengeluarkan sembilan kepala Tou Jiu dan satu kepala Zhangyu.

__ADS_1


Hal itu membuat Aula segera penuh oleh kejutan, siapa sangka bahwa dua Monster paling kuat dan mengerikan di Bintang ini akan mati begitu saja?!


Matriark Xiu tidak banyak bicara tentang cara pembunuhan Zhangyu dan Tou Jiu, dia juga menutupi keberadaan dan identitas nyata dari Han Xiao. Namun dia tidak menyadari hal aneh dalam pikirannya, yaotu mengenai Yingzi Mao, itu tidak ada dalam pikirannya sama sekali. Begitu juga dengan dua gadis lainnya.


Mereka hanya mengatahui bahwa Han Xiao pulang ke Istana Alam Semesta Waktu, inilah keistimewaan dari Klan Pembunuh Bayangan. Mereka bisa menghapus ingatan yang menyangkut diri mereka dengan sangat mudah tanpa disadari.


Yang ada didalam ingatan Matriark Xiu dan lainnya adalah obrolan mereka dengan Ang Ya dan Kong Qi, serta proses Ne Zha mendapatkan Inti Air. Tidak ada sedikitpun hal mengenai Yingzi Mao teringat. Karena sudah dihapuskan.


***


"Berapa lama kita akan sampai di Istana? Lewat Lorong Waktu seperti ini setahuku tidaklah baik, kita merasa satu jam disini. Tapi di luar sana satu bulan telah terlewati," ceplos Han Xiao saat merasa bosan karena tidak mendapatkan teman bicara.


Dia sungguh ingin mengumpati Yingzi Mao, perempuan itu bahkan lebih hemat bicara daripada Ne Zha, dia akan berbicara hanya jika itu benar-benar dibutuhkan.


"Jawablah, aku mulai bosan," gerutu Han Xiao.


Benar kata Yingzi Mao, mereka sampai dengan sangat cepat, Han Xiao bahkan kagum dengan kecepatan Yingzi Mao.


"Teknik apa yang kau gunakan? Kau bisa menempuh perjalanan yang seharusnya dua juta tahun dalam waktu singkat," tanya Han Xiao dengan penasaran sekaligus antusias menunggu jawaban.


"Tidak ada, ini adalah kemampuan bawaan dari Klan Pembunuh Bayangan, kami diberkati kekuatan untuk mengontrol Lorong waktu oleh Yang Mulia," jawab Yingzi lalu menghilang.


"Eh!" Han Xiao bingung saat Yingzi Mao menghilang, sesaat kemudian dia merasakan hawa yang sangat familiar baginya.


Ini adalah aura dari si gadis nakal!


"Bukankah Chin Jiejie menyuruhmu untuk berkultivasi?! Kenapa justru berkeliaran?! Juga kau menggoda perempuan lain huh!" Xian Xuenai muncul dengan seruan yang sangat bersungut-sungut pada Han Xiao, nampak jelas dari wajah gadis itu dia tengah marah.

__ADS_1


Han Xiao menggaruk kepalanya, dia merasa memang dia yang salah saat ini, bagaimanapun. Xian Chin meminta mereka untuk berkultivasi agar menjadi lebih kuat sekaligus menunggu terbukanya Menara Tianxia.


"Ah adik iparku yang manis, janganlah marah-marah, kau terlihat jelek." Han Xiao menggenggam tangan Xian Xuenai yang semenjak tadi menunjuk kearahnya.


"Tidak! Biar aku terlihat jelek! Aku ingin marah sekarang! Sudah dibilang berkultivasi dengan benar, apa sulitnya!" Xian Xuenai tetap bersungut-sungut.


"Tapi dengan kami berkeliaran, kami bis mendapatkan Inti Air dengan cepat," sanggah Han Xiao, dirinya bukanlah orang yang akan mengalah dalam perdebatan seperti ini. Sehinga Han Xiao masih mencari pembenaran bagi dirinya.


Xian Xuenai mendengus ringan, "Itu keberuntungan! Awalnya kami sudah memastikan Inti Air tidak akan dibawa kemana-mana oleh Kura-Kura Hitam, tapi siapa tahu dia menghilang?" ketus Xian Xuenai.


"Aku menang kali ini! Wleee!" Han Xiao menjulurkan lidahnya untuk mengejek Xian Xuenai.


"Tapi tetap kau salah dalam kabur dari Kultivasi! Aku akan melaporkannya pada Chin'Jiejie!" tandas Xian Xuenai.


Wajah Han Xiao segera berubah, walaupun Xian Chin sudah memprediksi, tapi dia tidak ingin Xian Chin marah padanya karena kabur dari Kultivasi.


Han Xiao segera berhambur untuk mengambil tangan Xian Xuenai dan meremasnya ringan, dengan tatapan memohon Han Xiao berkata pada Xian Xuenai agar tidak melaporkan dirinya yang kabur dari Kultivasi.


Xian Xuenai memajang wajah tidak perduli pada Han Xiao, tapi terlihat jelas bahwa gadis itu tengah menjahili Han Xiao.


"Aku akan memberimu apapun! Asalkan jangan melaporkannya pada Chin'er." Han Xiao sungguh tidak percaya dirinya akan memohon seperti ini.


"Baiklah, beri aku dua dari telur Vermilion yang kalian dapatkan! Juga aku ingin Es Krim serta beberapa camilan lezat," ujar Xian Xuenai.


***


Update Mingguan : 03/14

__ADS_1


__ADS_2