Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab115. Melawan takdir


__ADS_3

Butuh beberapa saat untuk Ne Zha membantai habis Roh Kejahatan tersebut, soal kekuatan Roh Kejahatan ini tidak sekuat Binatang Iblis. Namun karena jumlahnya yang sangat banyak dan bisa mengendalikan elemen membuat Ne Zha sedikit kerepotan untuk menghadapinya.


Qin terlihat sedang menutup mata, setelah beberapa saat dia melangkah maju untuk memimpin jalan lagi.


Ne Zha sudah mulai terbiasa dengan keanehan yang dilakukan oleh Qin, sehingga dia hanya mebgikuti gadis tersebut.


“Benda apa yang ingin kau ambil di Jurang Kejahatan?” tanya Ne Zha memecah keheningan diantara keduanya.


Qin terlihat tengah berpikir seolah menimbang untuk memberitahu pada Ne Zha atau tidak, tapi sepertinya dia memilih untuk memberitahunya, “Sebuah Koin.”


“Uhuk!!!” Ne Zha terbatuk saat mendengarkan jawaban Qin.


Sebuah koin? Dia datang ke tempat bahaya ini hanya untuk sebuah koin?


“Koin itu bukan hal yang biasa, bisa dibilang kekuatan Mata Takdirku akan maksimal jika aku mendapatkan Koin tersebut,” jelas Qin.


“Percuma Mata Takdirmu maksimal jika kau tidak ingin berkultivasi,” ujar Ne Zha.


“Siapa bilang aku tidak ingin?” Qin segera menolak hal tersebut, dia menjelaskan bahwa ini belum waktunya dia berkultivasi. Masih ada beberapa benda yang harus dia ambil sebelum mulai berkultivasi.


Rasa penasaran menggelitik Ne Zha, hal tersebut membuat Ne Zha bertanya kenapa Qin harus mengumpulkan benda tersebut baru berkultivasi.


“Karena tubuhku lemah, tubuh ini tidak akan bisa menahan bahkan jika aku hanya memiliki kultivasi Alam Perunggu kedua.”


Ne Zha meminta izin untuk memeriksa tubuh Qin, gadis kecil itu mengangguk ringan tidak keberatan.


Tangan Ne Zha menyentuh pergelangan tangan Qin lalu berpindah menyentuh kepala Qin, lebih tepatnya pada ubun-ubun.


“Kondisi tubuhmu bahkan lebih rapuh dari bayi,” komentar Ne Zha dengan terkejut.


Senyuman miris tercipta dari sudut mulut Qin, keadaan tubuhnya sangat menyedihkan.

__ADS_1


“Kau berniat mengumpulkan tiga Herbal Roh tingkat Raja untuk memperbaiki tubuhmu?” tanya Ne Zha.


Pertama kalinya Qin terkejut, dia tidak pernah menyangka Ne Zha bisa menebak benda yang dia cari.


“Jika kau mau aku bisa mengubah struktur tubuhnu agar lebih kuat, tapi membutuhkan sumber daya langka. Namun tidak selangka Herbal Roh tingkat Raja,” lanjut Ne Zha.


Herbal Roh tingkat Raja adalah sebuah Herbal Roh yang menginjak usia 50.000.000 tahun sampai 100.000.000 tahun. Sangat sulit mencari Herbal Roh tingkat Raja. Walaupun perkebangan Herbal Roh tidaklah seperti Tanaman Sihir tapi tetap sulit untuk mencapai 50.000.000 tahun, saat ini Herbal Roh paling tua saja di Benua Angin Selatan diketahui hanya memiliki umur 30.000.000 tahun, itupun belum tentu salah satu Herbal Roh yang dibutuhkan oleh Qin.


“Jangan bertindak seolah tak tahu, aku mengetahui bahwa kau memiliki Roh Beladiri Waktu. Kau bisa menghasilkan Esensi Waktu yang bisa mempercepat penuaan umur Herbal Roh ataupun Tanaman Sihir,” ucap Qin.


Ne Zha menghentikan langkahnya segera, gadis kecil dihadapannya ini seolah tahu semua tentang dirinya.


“Tenanglah, aku tidak bisa melihat seluruh yang kau lakukan. Aku hanya melihat hal penting yang kau lakukan.” Qin menjelaskan bahwa dia penasaran siapa yang memicu hadirnya Petir Penyucian yang sangat besar.


Dengan Mata Takdirnya dia melihat adegan ulang sebelum Petir Penyucian mendarat, tidak pernah Qin sangka bahwa Ne Zha bisa menghasilkan Esensi Waktu saat melihat Ne Zha meneteskan Esensi Waktu pada Pohon Neraka.


“Aku sudah memiliki ketiga Herbal Roh yang dibutuhkan, sebenarnya aku ingin menggunakan pertukaran kita dengan ini. Kau tentu mengetahui apa isi gulungan terdebut dan fungsi cincin yang kuberi bukan? Jika hanya melindungiku di Jurang Kejahatan itu belumlah sepadan.”


“Aku akan berusaha,” kata Ne Zha seraya meminta tiga Herbal Roh tersebut dari Qin.


Sengan senang hari Qin memberikan Herbal Roh tersebut pada Ne Zha.


“Sudah cukup bercakap-cakapnya, di depan ada kelompok Roh Kejahatan yang lima kali lipat lebih banyak dari sebelumnya.” Senyum lebar menghiasi wajah Qin saat memberikan informasi baru itu.


Ne Zha mengumpat dalam hatinya, walaupun dia sanggup untuk menghadapi Roh Kejahatan tapi menghadapi ribuan dalam satu waktu sungguh bukan lelucon yang lucu.


Melihat Roh Kejahatan yang menyerbu kearah mereka berdua, Ne Zha tidak menahan diri lagi, dia mengambil pedang dari Cincin Spasial.


Sebuah pedang bermata setipis daun yang memiliki panjang satu meter muncul di tangan Ne Zha, hanya pedang inilah yang akan berguna jika melawan Roh Kejahatan.


“Sebaiknya tidak mengecewakanku,” gumam Ne Zha.

__ADS_1


Mata Ne Zha terpejam, nafasnya mulai lebih beraturan pun tubuhnya yang kini berdiri tegak tidak bergerak sedikitpun.


Ne Zha memasuki kondisi super sadar untuk melakukan pembantaian, melawan musuh sebanyak itu membuat Ne Zha terpaksa memasuki kondisi super sadar.


Bisa saja Ne Zha membantai Roh Kejahatan tanpa memasuki kondisi super sadar, hanya saja dengan jumlah yang sudah melebihi seribu itu Ne Zha akan membutuhkan banyak waktu.


Qin terkejut melihat perubahan aura dari Ne Zha, tidak pernah masuk dalam penglihatan Mata Takdirnya Ne Zha melakukan kondisi super sadar.


Tentu saja, kondisi super sadar adalah suatu kondisi yang melawan takdir. Maka dari itu Qin tidak melihat Ne Zha memasuki kondisi super sadar dalam Mata Takdirnya, namun satu hal ini tidak dia ketahui.


Ribuan Roh Kejahatan telah sampai pada jarak serangan Ne Zha, tapi pemuda itu masihlah diam, tidak menggerakan sedikitpun bagian tubuhnya.


Qin memandang sedikit khawatir, dia tidak bisa melihat masa depan seperti biasanya.


“Zha...”


“Guuuuuaaaaaaaarrrrggghhhh!!!” jeritan kesakitan tiba-tiba terdengar diseluruh tempat.


Mata Qin melebar hingga sebesar mata sapi, Roh Kejahatan yang menghampiri Ne Zha seluruhnya mati! Hanya tersisa yang sedang menyerbu gelombang terakhir saja!


Qin segera menatap Ne Zha, tangan pemuda itu kini berada pada gagang pedang yang tersarungkan di pinggangnya.


“Jurus yang digunakannya melawan takdir,” batin Qin tersadarkan.


Kembali rombongan gelombang terakhir datang menyerang Ne Zha, hal mencengangkan mata segera terjadi lagi.


Seluruh Roh Kejahatan yang menghampiri Ne Zha langsung menguap ke udara diiringi jeritan kesakitan.


Qin yang memfokuskan matanya pada Ne Zha tidak melihat sedikitpun Ne Zha bergerak namun Roh Kejahatan mati seluruhnya?


Ribuan Roh Kejahatan yang merepotkan telah dibantai hanya dalam waktu kurang dari duapuluh tarikan napas!

__ADS_1


Yang tidak diketahui Qin lagi adalah kondisi super sadar membuat pengguna memiliki potensi maksimalnya selama memasuki kondisi super sadar, sungguh mengerikan jika potensi Ne Zha dibangkitkan hingga maksimal.


__ADS_2