
"Sulit ya untuk menemukanmu, aku sampai harus membuntuti gadis ini." Pandangan Qin jatuh pada Bing Xing.
Bing Xing terlihat bingung saat mengengar gadis dihadapannya ini mengikutinya? Bing Xing yakin tidak ada yang mengikutinya, dengan bantuan Sabit dingin. Dia bisa merasakan dengan baik jika ada yang mengikutinya.
Qin terkekeh saat melihat kebingungan Bing Xing, "Aku tidak benar-benar mengikuti dirimu, tetapi aku mengikuti Takdirmu," ujar Qin seraya mendarat dengan lembut di depan Ne Zha dan lainnya.
Bing Xing segera menyadari iris mata Qin yang sedikit aneh, "Mata Takdir!" Segera saja Bing Xing mengerti atas ujaran Qin mengenai mengikuti Takdirnya.
"Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Qin bertanya pada Ne Zha.
"Kau memiliki mata Takdri, tidak perlu menanyakan hal ini," sahut Ne Zha.
Qin terkekeh untuk menanggapi Ne Zha sebelum menjelaskan, biarpun dirinya memiliki Mata Takdir. Ada hal aneh yang terdapat pada Ne Zha, Feng Jin dan Han Xiao, Qin mengaku bahwa dia tidak bisa membaca jalan Takdir Ne Zha, Feng Jin dan Han Xiao.
Maka dari itu, untuk menemukan Ne Zha, Qin mencoba untuk membaca jalan takdir orang terdekat Ne Zha dan Han Xiao. Dan orang yang akan segera bertemu dengan Ne Zha adalah Bing Xing, sehingga dia segera mengikuti jalan Takdir Bing Xing.
Mata Ne Zha bersinar sesaat, "Kau bisa membaca Jalan Takdir Su Lihwa?" Segera Ne Zha bertanya, dengan begitu akan mudah baginya untuk bertemu dengan Su Lihwa.
"Bayaranku sangat mahal," kekeh Qin.
"Katakan." Ne Zha tahu tidak ada makanan yang gratis.
"Aku akan meminta jasa seperti sebelumnya, ketika saatnya tiba aku akan meminta padamu." Qin tersenyum sangat indah.
Ne Zha mengagguk dan menyetujui permintaan Qin, dia tidak perduli dengan harganya, hal terpenting saat ini adalah menemukan Su Lihwa, Ne Zha tidak ingin terjadi apapun pada Su Lihwa.
Lantai lima ini sunggu misterius, terdapat banyak kekuatan yang diluar pengetahuan Ne Zha, sebagai contoh adalah monster tingkat 25. Biarpun kini Su Lihwa berada dibawah lindungan Yang Shui yang memiliki Kultivasi Alam Kaisar. Ne Zha masih merisaukannya.
Qin segera memejamkan matanya setelah mengeluarkan Koin berwarna perak yang dia dapatkan dari Jurang Kejahatan, itu tak lain adalah Koin Tafsir!
Cahaya emas memancar dari kelopak mata Qin sebelum kembali menghilang, pada saat bersamaan dengan cahaya dari kelopak matanya menghilang. Qin membuka matanya lalu menatap NeZha seraya tersenyum.
__ADS_1
"Takdirnya memang sangat baik, dalam empat ratus tahun lagi. Kalian akan bertemu di pantai yang terdapat di daerah selatan ini."
"Empat ratus tahun! Aku tidak bisa menunggu selama itu, apakah kau bisa mengikuti jalan takdirnya dimana dia sekarang?" Ne Zha tidak ingin waktunya bertemu dengan Su Lihwa selama itu.
"Sayang sekali, aku tidak bisa membacanya, seolah ada yang sengaja menutupi itu. Aku hanya bisa mengetahui kau dengannya akan bertemu dalam empat ratus tahun lagi, menurutku seraya menunggu hari itu, lebih baik kau meningkatkan kekuatanmu lagi," ujar Qin seraya duduk kembali pada Teratainya.
Ne Zha tidak mengejar lebih jauh lagi, dia mengetahui kekuatan Qin terbatas walaupun memiliki Mata Takdir dan Koin Tafsir. Dengan memiliki Mata Takdir dan Koin Tafsir, bukan berarti Qin benar-benar bisa mengetahui segalanya, setidaknya bukan sekarang. Qin masih membutuhkan waktu untuk menumbuhkan kekuatannya hingga bisa mengetahui semuanya.
"Kemana kau akan pergi?" Ne Zha bertanya saat Teratai Qin mulai melayang kembali.
"Berburu harta karun, apa lagi?" jawabnya seraya tertawa.
Tangan Qin melambai dan tiba-tiba tiga Teratai yang sama muncul dibawah kaki Ne Zha, Feng Jin dan Bing Xing.
"Keyakinanku akan menjadi seratus persen jika bersama kalian," terang Qin seraya tersenyum manis.
"Kemampuan bertarungku buruk, kau tahu itu." Qin menatap Ne Zha.
Dan akhirnya mereka berempat melakukan perjalanan dengan Teratai Qin, sepanjang perjalanan, Qin juga menceritakan tentang petualangan dirinya. Walaupun kebanyakan dia menghindar dari bahaya, tetapi petualangan Qin masih bisa dianggap menyenangkan.
"Kau mewakili Kaisar Mata Dewa Takdir, apakah kau bersama murid kedua dan ketiga?" tanya Feng Jin.
"Mereka telah kubunuh," sahut Qin dengan santai.
"Terbaik..." Feng Jin mengacungkan jempolnya.
Qin terkekeh ringan, dia juga memberitahu bahwa dua murid Kaisar itu akan menyinggung Ne Zha dan Han Xiao. Qin tidak ingin berurusan hingga menjadi lawan dengan Han Xiao dan Ne Zha, mengingat mereka berasal dari tempat yang sama. Qin lebih memilih membunuh kedua orang tersebut.
"Entahlah, biarpun aku tidak bisa membaca takdirmu, tapi intuisiku mengatakan bahwa tidak akan jadi hal baik menjadi lawanmu," ujar Qin.
Ne Zha tetap diam, dia masih memikirkan tentang perjalanan mereka kali ini, dan beban utamanya adalah Han Xiao, dia sungguh berharap Han Xiao akan selamat dari kondisi hidup mati ini dan mengendalikan kondisi tersebut agar mencapai titik Putus asa hingga meningkatkan kultivasinya.
__ADS_1
***
"Jaga belakang!"
"Serang bersama!"
Seruan demi seruan bergema secara beruntutan, seekor Kadal raksasa menyemburkan api ke langit bagaikan letusan gunung berapi. Jeritan Kadal raksasa itu beraung dengan sangat kencang saat dia menatap penuh amarah terhadap empat makhluk kecil di hadapannya.
Tiga gadis dan seorang pemuda menggabungkan kekuatan merek untuk menyerang sang Kadal Raksasa berkulit merah tersebut.
BOOOOOOOM!!!
Ledakan besar terjadi ketika serangan beradu dengan semburan api dari sang Kadal merah raksasa itu, sial bagi sang Kadal raksasa. Semburan apinya tidak cukup kuat untuk melawan serangan gabungan tersebut.
BOOOOOOOOM!!!
Serangan gabungan itu mendarat dengan telak pada kepala sang Kadal, karena tidak bisa menahannya. Kadal raksasa itu terpental setelah kepalanya meledak dan hancur.
"Yes! Berhasil!" seru gadis berambut emas dengan sangat senang, dia tak lain adalah Feng Jin.
Kelompok ini adalah kelompok Ne Zha, seratus lima puluh tahun lagi mereka habiskan untuk berpetualang di lantai lima ini. Dalam waktu ini tentu Ne Zha tidak berpatokan untuk terus berada di daerah selatan.
Dibawah arahan Qin, mereka menghampiri tempat-tempat dengan harta karun luar biasa. Seperti saat ini, mereka datang ke sarang Kadal Magma.
Kadal Magma memiliki tingkat 21, yaitu setara dengan Kaisar! Namun kini Ne Zha berada di Alam Raja Abadi puncak. Tidak ada kesulitan baginya yang dibantu oleh Feng Jin dan Bing Xing serta Qin untuk membunuh Kadal Magma.
Qin mengatakan bahwa di dalam sarang terdapat harta yang sangat menggiurkan, disana terdapat sumber daya yang akan sangat beguna bagi Lima Elemen Ne Zha dan Api Feng Jin.
Bing Xing tidak mengeluh karena dia juga sudah mendapatkan keuntungan saat berkeliling di daerah utara pada lantai lima ini.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 03/14