Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab487. Ibu


__ADS_3

Keluarga kecil itu bercanda dan berbincang disela makan mereka, semuanya bertindak untuk melupakan masalah apapun yang ada di sekitar mereka dan hanya fokus pada waktu keluarga mereka, bahkan jika dilihat mereka tidak seperti para Kaisar puncak yang berdiri di atas milyaran makhluk hidup mereka lebih seperti keluarga bangsawan biasa yang tengah berkumpul.


Ketika seluruh makanan telah habis, mereka tidak membubarkan diri, tetapi masih tetap duduk di kursi masing-masing, Xian Xuenai dan Feng Jin bahkan masih saling bercanda.


"Qin, bagaimana garis Takdir?" Xian Chin bertanya pada Qin tentang penyerangan mereka nanti, walaupun Xian Chin yakin akan kemenangan mereka, tetapi dia masih harus melakukan berbagai kesiapan.


Wajah Qin segera terlihat memburuk, "Ada tangan gelap yang menggenggam garis Takdir, itu menutupiku untuk masuk ke Alam Semesta Dewa," terang Qin.


"Sudah kuduga, kini Klan Dewa telah mempersiapkannya dengan matang." Ne Zha berkata.


"Ini waktunya istirahat, jangan memikirkan apapun." Han Xiao memasang wajah mengantuk.


***


"Rong'er, perubahan dalam dirimu sangat luar biasa." She Ling tersenyum puas melihat muridnya.


"Guru, mulai sekarang panggil aku Qiandu, itu namaku sekarang," ucap Qiandu, Fan Meirong, itu adalah namanya dulu, sekarang Han Xiao telah memberinya nama Qiandu saat menerima warisan Kekuatan Korosi.


"Qiandu, nama yang bagus, bagaimana petualanganmu di Menara Tianxia?" She Ling sangat cerdas, dia tahu nama itu diberikan oleh Han Xiao, melihat kepatuhan Qiandu pada Han Xiao melebihi pada dirinya, jelas dari sini dia menyimpulkan. Namun, itu tidak penting, yang terpenting adalah kini Qiandu telah mencapai Alam Kaisar Abadi dan melebihinya!


Qiandu tersenyum penuh semangat dan menceritakan pengalaman di Menara Tianxia.


Pada awalnya para Kaisar bisa menyaksikan apa yang terjadi di Menara Tianxia, tetapi terjadi hal-hal yang aneh pada Menara Tianxia, tiba-tiba hubungan Menara Tianxia dengan alat proyeksi terputus dan tidak bisa melihat apapun lagi, ditambah dengan pecahnya perang Aliansi melawan Alam Semesta Waktu, tidak ada yang sempat untuk memperbaiki sambungan tersebut, mereka fokus untuk berperang menghancurkan Alam Semesta Waktu!

__ADS_1


***


Di tempat lain, Xing Yi, Yin Hulin dan Ching Shi duduk bersama, setelah mendengar cerita dari Yan Zhong dan Gouyu, Xing Yi dan Yin Hulin menatap penuh simpati pada Ching Shi.


"Kaisar Shi, jangan berkecil hati. Nona Xuenai mengatakan bahwa ini untuk kebaikan Han Xiao dan juga Kesatuan Monster Darah," ucap Gouyu lalu dia mengeluarkan sebuah kristal putih dan menaruhnya di tangan Ching Shi.


"Ini adalah Inti Abadi, sebagai ucapan terimakasih kepadamu telah merawat Jian dari Nona Xuenai." Perkataan Gouyu membuat ketiga Kaisar bergetar saat mereka menatap Kristal putih yang ada di tangan Ching Shi saat ini.


Ketika seorang Kaisar ingin menjadi Kaisar Abadi, mereka harus membentuk Inti Abadi dalam tubuh mereka, mengubah pohon kehidupan mereka menjadi sepenuhnya Kristal, hanya dengan membentuk Inti Abadi Pohon Kehidupan para Kaisar bisa mengkristal, dengan perubahan ini. Dunia mereka akan benar-benar ditingkatkan pada ketinggian baru!


"Gouyu." Xing Yi menatap pada Gouyu, bahkan baginya ini adalah godaan yang tidak bisa ditahan, dia mengetahui betapa sulitnya membentuk Inti Abadi. Hanya dengan bantuan Inti Abadi yang diambil dari Kaisar Abadi lain akan memberikan bantuan besar baginya untuk menembus Alam Kaisar Abadi.


"Tidak guru, jangan tergoda, hadiah ini diberikan langsung oleh Nona Xuenai dibawah pengawasan Tuan Ne Zha, jika ada kecelakaan. Kami tidak akan bisa menanggungnya." Gouyu mengingatkan gurunya betapa menakutkan Ne Zha.


Melihat reaksi Xing Yi, Ching Shi langsung mengambil Inti Abadi dan menyimpan kedalam Dunianya, hanya dengan ini Inti Abadi akan sangat aman.


"Pilihan Guru sudah tepat, kita tidak bisa berada di pihak oposisi dengan Tuan Ne Zha dan Tuan Han Xiao. Mereka sangat dalam dan tidak terduga, aku curiga mereka tidak mengeluarkan seluruh kekuatan mereka dalam pertarungan Arena." Gouyu angkat suara lagi.


Mata Xing Yi terpejam ketika dia mendengar kata-kata dari Gouyu, memang benar, jika saja mereka berada di pihak oposisi. Sudah jelas mereka akan mati seperti Kaisar lainnya, kini hanya menyisakan Kaisar Abadi di pihak musuh. Tidak ada seorangpun di Alam Kaisar. Mengingat hal itu segera membuat ketiga Kaisar merinding, yang bergerak hanya peliharaan Han Xiao saat itu, yang dilakukan Han Xiao hanya mengunci ruang.


"Baiklah, sudah cukup membahas hal itu. Zhong'er bukankah kau memiliki beberapa kata untuk disampaikan?" Yin Hulin tersenyum penuh arti saat tatapannya jatuh pada Yan Zhong.


Yan Zhong sedikit gugup, tetapi dia segera memantapkan dirinya dan memandang Kaisar Bintang, Xing Yi.

__ADS_1


"Aku menyetujuinya, pernikahan akan dilakukan setelah krisis Klan Dewa diselesaikan. Kau harus menunggu sebentar lagi." Belum sempat Yan Zhong mengeluarkan sepatah katapun, Kaisar Bintang sudah berkata seperti itu.


"Tidak ada yang bisa disembunyikan dariku tentang hubungan kalian, kini kau telah memenuhi syarat, tentu aku akan menerimamu. Karena jika tidak, itu akan menjadi setan batin Yu'er." Kaisar Bintang menghela napas ringan, kini tatapannya beralih pada Gouyu. "Cepat atau lambat hari ini akan datang, aku sudah siap."


"Terimakasih, ibu." Air mata jatuh dari mata bening Gouyu, gadis itu segera berhambur untuk memeluk Xing Yi.


Xing Yi terdiam, bukan rahasia bagi para Kaisar, mereka mengetahui bahwa Gouyu bukanlah murid biasa seperti murid Kaisar yang lain, dia adalah keturunan langsung dari Kaisar Bintang, dia memiliki nama lengkap Xing Gouyu! Hanya saja karena konflik masa lalu, Gouyu memilih untuk tidak menggunakan nama keluarganya serta tidak memanggil Xing Yi dengan sebutan 'Ibu' dan hanya memanggilnya Guru.


Yin Hulin dan Ching Shi tersenyum melihat Xing Yi yang akhirnya mendapatkan pengakuan dari anaknya lagi, mereka adalah teman terdekat Xing Yi, jadi mereka mengetahui betapa menderitanya Xing Yi sebagai Ibu yang tidak dianggap oleh anaknya, mereka tidak bisa menyalahkan Gouyu, karena konflik itu dimulai oleh Xing Yi dengan membunuh Ayah Gouyu. Adapun alasannya, itu sangat mendalam.


Tangan Xing Yi dengan gemetar halus menyentuh kepala Gouyu lalu mengelus rambutnya secara lembut, sebuah kecupan ringan mendarat pada dahi Gouyu.


"Akhirnya kau kembali nak," rintih Xing Yi dengan lembut penuh kasih sayang.


Ruangan itu senyap, tidak ada yang ingin mengganggu atmosfer haru yang kini dimiliki oleh sepasang ibu anak tersebut.


Setelah beberapa saat, Gouyu melepaskan pelukannya dan menatap pada Xing Yi.


"Saat pernikahanku, aku akan kembali menggunakan nama keluargaku lagi," ujar Gouyu.


"Kau masih keras kepala." Xing Yi tersenyum lembut pada Gouyu, gadis itu sudah memaafkannya untuk konflik karena membunuh Ayahnya, tetapi masih keras kepala sebelum keinginannya terwujud.


"Keras kepalaku menurun dari Ibu," ceplos Gouyu santai.

__ADS_1


__ADS_2