
Jika saja Po Houzi tidak melihatnya dan memeriksanya sendiri maka dia tidak akan pernah percaya akan hal tersebut bahkan jika dia dipanggang hidup-hidup menjadi Monyet panggang.
"Kau abnormal!" ujar Po Houzi menatap takut pada Han Xiao.
"Tidak salah bukan untuk menjadi bagian dalam pasukanku?" balas Han Xiao dengan tawa yang puas.
Po Houzi tidak membantah hal tersebut, justru dia kini semakin merasa bahwa pilihannya untuk mengikuti Han Xiao adalah pilihan yang sangat tepat.
"Ah ya, aku mendapatkan sebuah informasi." Po Houzi menyampaikan bahwa saat dia mencari makanan di Hutan Kegelapan sempat mendengar sebuah perbincangan seorang kultivator muda yang berburu di Hutan Kegelapan membicarakan tentang Pertarungan Keajaiban.
Po Houzi mengetahui bahwa Han Xiao dan Ne Zha ingin mengikuti Pertarungan Keajaiban, maka dari itu dia penasaran dan terus menguping. dari para kultivator muda itu Po Houzi mengetahui bahwa ada peraturan baru yang dirubah oleh Akademi Naga dan Phoenix perihal kultivasi yang tidak dibatasi dan hanya Kultivator dibawah umur 20 tahun yang diperbolehkan mengikuti Pertarungan Keajaiban.
"Kau sudah mengkonfirmasi bahwa informasi itu akurat dan benar?" tanya Han Xiao sedikit terkejut.
"Ehm aku..." Po Houzi menjelaskan bahwa dirinya menangkap sekelompok kultivator muda itu lalu menginterogasi mereka, mengingat bahwa Po Haouzi adalah Binatang Roh tingkat 8 yang bisa berbicara maka tidak sulit untuk berkomunikasi dengan mereka.
kelompok kultivator muda itu dengan tegas mengatakan bahwa informasi yang mereka bicarakan mereka benar dan akurat tidak ada sedikitpun kebohongan ataupun karangan belaka.
Han Xiao tertawa mendengar perlakuan Po Houzi pada kultivator muda itu, tidak terbayangkan olehnya ketakutan seperti apa yang dirasakan oleh kelompok kultivator muda itu bertemu dengan Binatang Roh tingkat 8 seperti Po Houzi. Mengingat sangat jarang Binatang Roh atau Binatang Iblis tingkat 8 keluar dari sarang mereka dan tidak menunjukan diri pastilah sosok Po Houzi sangat menakutkan bagi mereka.
Po Houzi masih belum mempercayai kultivator muda itu setelah melepaskan mereka dia mencari kultivator lain dan melakukan hal yang sama untuk menanyakan peraturan baru Pertarungan Keajaiban, sudah sepuluh kultivator yang Po Houzi tangkap dan interogasi. Semuanya mengatakan hal yang sama seperti kelompok kultivator muda sebelumnya.
"Hm... Jika begitu maka kita akan lebih lama disini," ujar Han Xiao lalu memberikan sebuah surat serta Tas Spasial pada Po Houzi.
__ADS_1
"Antar Tas Spasial dan surat ini pada Yang Qianfan, lalu berikan Cincin Spasial ini pada Ren Yanyu," titah Han Xiao lalu memberikan sebuah Cincin Spasial yang berisi sumber daya kultivasi pada Po Houzi.
"Kau tidak perlu khawatir jika saat sampai kesini aku tidak ada, lakukanlah apa maumu. Kau bisa pulang ke sarangmu. Namun sebulan dari hari ini kau harus telah kembali ke gua ini," lanjut Han Xiao.
Po Houzi sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, namun dia mengerti bahwa dia mendapatkan waktu libur selama satu bulan setelah mengantarkan barang yang diberikan Han Xiao.
"Ah ya, akan lebih baik jika kau membawa Nuren Yexing kesini. Lakukan secepat mungkin, dengan kecepatanmu aku percaya kau hanay membutuhkan tujuh hari untuk pulang pergi ke Istana Kekaisaran dan kemari," ujar Han Xiao.
"Baiklah, jika begitu aku mohon pamit," ucap Po Houzi lalu mengeculkan tubuhnya dan melesat pergi.
"Berkultivasi di Alam milik si Naga jelek pasti akan baik, namun tidak sebaik saat aku menyerap Qi dan Esensi darah dari Kultivator lain," batin Han Xiao.
Awan Darah yang diberikan padanya tersisa setengah dari jumlah yang diberikan oleh orang misterius yang menciptakan Devourer Manual, masih bisa Han Xiao menggunakan Awan Darah untuk berkultivasi. Namun dia bosan berkultivasi sehingga dia akan memilih pilihan kedua yaitu berburu Kultivator lain, Han Xiao tidak akan sembarang membunuh, dia hanya akan membunuh kultivator yang menurutnya pantas dibunuh. Seperti Kultivator aliran Hitam yang sangat kejam dan keji.
***
Dengan bantuan Ne Zha dan Qin mereka elah selesai melakukan perpindahan ke toko milik Kacang tua, Tang Ru sungguh terkejut saat mengetahui apa yang dilakukan Ne Zha. Reaksinya sungguh diluar pikiran Ne Zha, wanita cantik dua anak itu justru terasa lega dan puas mendengar bahwa Cao Feng dipukuli oleh Ne Zha hingga wajahnya bahkan akan sulit dikenali.
Qin membawa Ne Zha kembali ke rumah lama Tang Ru setelah memastikan bahwa Tang Dan dan Tang Ru sedang berada di toko dengan aman, kedua anak dan ibu itu tengah membiasakan diri mereka pada rumah baru mereka sekaligus tempat bekerja baru mereka.
Sesampainya mereka di rumah lama Tang Ru mereka mendapati rumah itu tengah digerubungi oleh orang-orang yang mengenakan jubah berwarna putih emas, Ne Zha mengetahui bahwa itu adalah seragam murid Sekte Surga Harta Karun.
"Keluar kau dasar ******* sialan!!!" Sebuah teriakan terdengar nyaring.
__ADS_1
Mata Ne Zha menjadi sangat dingin saat mendengar suara teriakan tersebut, sungguh dia masih meremehkan sumber daya yang dimiliki Cao Shan. Terbukti bahwa Cao Feng telah sembuh dalam waktu satu hari saja. Ya, pemilik suara yang berteriak itu adalah Cao Feng.
Qin mengambil sebuah kantong berisi sebuah keripik singkong lalu mengikuti Ne Zha yang memiliki ekspresi dingin berjalan menuju ke arah suara, akan ada pertunjukan yang bagus. Ditemani oleh keripik akan sangat bagus pikir Qin.
"Keluar kau ******* sialan dan akui dosamu!!!" pekik Cao Feng pada rumah tersebut, kedatangannya tidak seperti sebelumnya yang akan langsung mendobrak pintu. Dia datang dan hanya berdiri di luar dan berteriak, mungkin dia masih takut karena terakhir kali dia masuk menerobos berakhir dengan dia dihantam hingga terpental keluar.
"Kau sungguh tidak memiliki rasa kapok ya?" suara Ne Zha sangat santai namun terdengar sangat dingin hingga menusuk tulang, kemarahannya semakin melonjak saat Cao Feng mengatakan akui dosamu, terlihat pria gempal itu tengah memfitnah.
Tubuh Cao Feng bergetar lalu mengalihkan pandangannya, Ne Zha tengah berdiri di belakangnya.
Para murid Sekte Surga Harta Karun terkejut, mereka segera mengepung Ne Zha. Mengingat bahwa ciri-ciri yang dikatakan oleh Cao Feng persis pemuda di hadapan mereka ini.
"Dosa apa yang kau katakan?" tanya Ne Zha dingin penuh hawa membunuh.
Cao Feng berjingkrat ke belakang saat merasakan tanda yang sangat berbahaya dari Ne Zha, namun tak urung dia mengangkat suaranya untuk menjawab Ne Zha.
***
Bacotan Pengetik :
Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!
Bonus Update : 10/18
__ADS_1