Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab374. Menara Tianxia


__ADS_3

Walaupun Xian Chin tidak bisa mengantar mereka masuk kedalam pintu portal menuju Menara Tianxia, ada sepotong kesadaran dari Xian Chin yang sengaja ditinggalkan bahkan tanpa sepengetahuan dari Xian Xuenai.


"Kalian akan berangkat? Aku berdoa yang terbaik untuk kalian, semoga kalian selamat. Ingat, kalian harus pulang dengan hidup-hidup. Bunuh yang harus dibunuh." Sepotong kesadaran dari Xian Chin itu tersenyum sangat indah pada Han Xiao, Xian Xuenai, Ne Zha dan Feng Jin.


"Dan untukmu, pegang janjimu." Xian Chin berjalan kearah Han Xiao lalu memeluk pemuda tersebut.


Han Xiao terkesiap, namun dia segera tersenyum riang seperti biasanya. Xian Chin meninggalkan Sepotong kesadaran kecil seperti ini untuk memberi semangat pada mereka, memang tidak akan mengganggu sama sekali untuk Xian Chin yang kini sedang berkultivasi. Karena sepotong Kesadaran ini akan masuk kembali ke tubuh Xian Chin dan memberi informasi terbaru setelah Xian Chin terbangun.


"Aku tidak akan lupa dengan hal itu." Han Xiao bergerak untuk mengecup dahi Xian Chin, dia bertindak seolah seorang suami yang akan pergi bekerja dan memberi salam pada sang istri yang menjaga rumah.


"Sudahlah, kau bertindak berlebihan." Xian Chin melepaskan dirinya dari Han Xiao lalu mengantarkan kelompok tersebut untuk memasuki Portal menuju Menara Tianxia.


Han Xiao terkekeh, dia mengeluarkan Token masuk Menara Tianxia, hal itu juga dilakukan oleh Ne Zha, Xian Xuenai dan Feng Jin.


"Chin'jiejie, kami akan segera kembali dan memberikanmu hadiah kejutan yang luar biasa, hahaha." Xian Xuenai memeluk Xian Chin lalu mengikuti Han Xiao untuk masuk kedalam Portal.


Ne Zha hanya memberi sedikit kata-kata pada Xian Chin, dia tidak terlalu pandai berkata-kata. Semestara itu Feng Jin melakukan hal yang sama dengan Xian Xuenai pada Xian Chin, gadis kecil itu benar-benar sudah menganggap Xian Chin sebagai kakaknya.


Selepas kepergian dari kelompok tersebut, Sepotong kesadaran dari Xian Chin menghilang secara perlahan, dia akan menunggu jiwa utamanya bangun dari kultivasi lalu menyampaikan pesan terbaru pada kesadaran utamanya.


***


"HUUAAAAAAAAA!!!" Han Xiao berteriak lantang ketika dirinya melangkah masuk, tidak pernah dia sangka itu akan keluar diatas langit yang sangat tinggi.


Dengan cepat Han Xiao memobilisasi kekuatannya untuk melayang terbang.


Xian Xuenai, Feng Jin dan Ne Zha menyusul, mereka sama terkejutnya dengan Han Xiao pada saat tersebut. Han Xiao tertawa, setidaknya. Bukan hanya dirinya yang mengalami hal seperti itu.


"Ayo mendarat!" Xian Xuenai berteriak lalu terbang dengan kecepatan tinggi untuk menuju daratan.


Alis Xian Xuenai mengerut saat dia mengarahkan pandangannya pada Benua, itu tidak terlihat ujungnya! Seharusnya dalam ketinggian seperti ini, dia bisa melihat jelas ukuran dari Benua tersebut.

__ADS_1


"Ada yang berbeda kali ini," batin Xian Xuenai, jelas dia juga pada saat itu masuk ke Menara Tianxia bersama Xian Chin. Sehingga dia mengetahui jelas tentang Menara Tianxia.


Bisa dibilang, diantara semua orang yang masuk ke Menara Tianxia, Xian Xuenai lah yang memiliki pengetahuan terluas disini.


Pada saat mereka sudah mendarat di tepi pantai, Xian Xuenai tidak banyak bicara, dia segera melakukan analisa pada situasi di sekitarnya.


"Ada perubahan pada Menara Tianxia," ujar Xian Xuenai.


Ne Zha mengerutkan keningnya, tidak banyak hal yang bisa membuat Xian Xuenai risau.


"Perubahan apa maksudmu?" Ne Zha segera bertanya.


"Ukuran Benua dan kepadatan Qi, ini ratusan kali lipat jika dibandingkan dengan saat pertama kali aku kemari." Xian Xuenai menceritakan beberapa hal yang dirinya ketahui.


Ketika Xian Xuenai tengah bercerita, suara gelombang dari ombak menjadi sangat kencang. Sesosok Monster raksasa yang memiliki bentuk Buaya dengan tubuh berwarna emas melompat sangat ganas kearah mereka berempat.


"GROOOAARR!!!" raungan dari buaya itu terdengar jelas saat hendak menangkap Han Xiao yang terdekat darinya.


Tubuh dari buaya itu sendiri sangatlah besar, bahkan mengalahkan Tou Jiu sang Ular kepala sembilan.


BAAAAAM!!!


Namun sial, dia saat ini mengincar target yang salah. Han Xiao bukanlah orang yang akan diam saja begitu ada yang mengincarnya. Buaya itu biarpun lebih besar dari Tou Jiu, tapi Han Xiao bisa merasakan bahwa si Buaya Emas tidak lebih kuat dari Tou Jiu. Han Xiao melepaskan Tinju Penghancur Langit.


Pukulan Han Xiao mendarat tepat pada kepala sang Buaya karena dia sempat melompat, sungguh naas. Buaya yang awalnya berpikir mendapatkan santapan lezat kini langsung terbaring tidak berdaya.


Darah mengucur deras dari lubang yang dibuat oleh Han Xiao, tidak! Itu bukan sekedar lubang. Han Xiao bahkan membuat hancur kepala Buaya emas tersebut.


Feng Jin bertepuk tangan melihat hal tersebut, tatapan gadis itu menjadi sangat luar biasa kagum, "Kuat sekali! Bang Han bisa mengalahkannya dalam satu pukulan! Hahaha! Aku juga ingin mencobanya! Ayo monster jelek! Keluar kalian!"


Feng Jin tidak menunggu ada Monster yang muncul, dia sudah mendeteksi adanya Monster lain di bawah pasir tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Gadis itu berlari dan membuat sebuah gerakan menakjubkan dan indah saat dilihat, tapi siapapun yang melihat bisa merasakan bahwa kekuatan yang terkandung dalam gerakan Feng Jin tidaklah biasa.


Feng Jin mengangkat tangannya dan melompat tinggi ke langit, dengan poros tubuh kebawah. Feng Jin menghantamkan tinjunga ke pasir.


BOOOOM!!!


Pasir di pantai berterbangan, Feng Jin sudah secepat kilat kembali ke sisi Ne Zha dan Xian Xuenai. Senyum gadis itu merekah saat mendengar tulang patah dan semburan darah.


Sesosok kepiting raksasa keluar dari pasir, tapi dia tidak berjalan lebih jauh lagi sebelum mati seketika.


Feng Jin menatap penuh bangga, "Aku juga bisa bang! Hahaha," seru Feng Jin pada Han Xiao.


Xian Xuenai terlihat senang juga, tapi dia segera mengumpulkan ketiganya.


"Ini adalah salah satu perubahannya, sebelum ini. Binatang yang ada di pinggiran, paling kuat hanya berada di ranah Dewa Roh. Binatang yang berada di setara dengan ranah Dewa Sejati berada di dalam Benua, ketika pintu benar-benar terbuka." Xian Xuenai tidak tahu ini buruk atau baim bagi mereka. Tapi dalam pemikirannya, setiap hal berbahaya akan memiliki bayaran yang sangat baik!


"Jadi begitu, ah aku sungguh berharap ada Ras Jijian yang sangat kuat. Pasti Tendon Naga mereka nikmat," celetuk Han Xiao.


"Setuju." Feng Jin dan Ne Zha menyauti.


Feng Jin sebelumnya merasakan Tendon Naga, dia sungguh berharap jika ada yang lebih kuat pasti rasanya lebih nikmat.


"Sulit dikatakan, tidak ada Ras Jijian disini. Kenapa kau tidak berburu setengah Naga saja? Tendon mereka lebih nikmat. Sangat banyak di pesisir pantai ini, ayo kita cari!" Xian Xuenai mengeluarkan pendapatnya, setelah itu fia mengajak tiga orang tersebut untuk berburu Binatang Setengah Naga.


***


Bacotan Pengetik :


Ayo buat kerusuhan! Ne Zha! Han Xiao! Feng Jin! Xian Xuenai! Buat kerusuhan biar seru!


Update Mingguan : 01/14

__ADS_1


__ADS_2