Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab254. Berangkat!


__ADS_3

Sangat untung bahwa kepergian Bing Xing tidak disebabkan oleh siapapun, gadis itu pergi dengan sendirinya, namun bukan untuk mati, gadis itu pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui.


Jika Bing Xing pergi karen dibunuh, entah Han Xiao akan makhluk yang menyeramkan seperti apa ketika meraskan kehilangan untuk kedua kalinya karena gadisnya terbunuh.


"Ayo Han, kita harus bersiap terlebih dahulu sebelum berangkat ke Benua Kayu Tengah esok hari," ucap Ne Zha seraya menghela Han Xiao agar terbagun dari lamunannya.


"Tidak ada yang harus kusiapkan, semua barangku berada di Cincin Spasialku, kau paham kondisiku Zha. Tolonglah," balas Han Xiao dengan nada rendah.


Ne Zha menghela napas panjang sebelum mengangguk ringan, "Baiklah," sahut Ne Zha lalu mengajak semua orang untuk pergi dari sana, dia sangat mengetahui Han Xiao, jika pemuda itu tengah merasakan sakit ataupun hal menyangkut hati, tidak pernah mau ditemani ataupun dihibur, jika ada orang yang justru keras kepala melakukan dua hal itu pada Han Xiao, ha itu akan menambah buruk situasi Han Xiao.


"Zha!" Yang Shui menepis tangan Yang Qianfan ketika hendak ditarik dari tempatnya berdiri.


"Apa?" sahut Ne Zha.


"Han Xiao sedang terpuruk, kau tidak ingin menemaninya? Jika kalian tidak ingin biarkan aku yang menemaninya!" ketus Su Lihwa.


Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, "Hal yang kau lakukan justru akan memperburuk kondisi hatinya, lebih baik ikuti saja apa maunya saat ini yang ingin sendirian." Ne Zha tidak berkata lain lagi lalu menggerakan jarinya, seketika itu juga Yang Shui pingsan, untuk Yang Qianfan memiliki reflek yang baik, sehingga bisa menangkap gadis tersebut.


"Biarkan dia sendiri, esok hari kita akan kembali kesini. Aku, Jian'jiejie, Wushuang, Xuenai dan Hwa'er akan berangkat dari sini bersama Han Xiao menggunakan Kuai You Shengqi, jadi sekarang kita lebih baik beristiharat. Qianfan rawat dengan baik Yang Shui," kata Ne Zha lalu mengajak semuanya pergi dari atap Akademi itu.


***


Ne Zha dan lainnya kembali ke ruangan sebelumnya, ketika sampai disana, mereka mendapati sesosok wanita cantik berpakaian panas menggoda.


Tidak ada yang lain lagi wanita yang berpakaian seperti itu selain Presiden Wanpi.


"Ah kalian sudah datang? Cukup lama aku menunggu di sini," ucap Presiden Wanpi seraya tersenyum.


"Ada apa Presiden Wanpi disini?" tanya Su Lihwa dengan sedikit bingung.


"Pertama aku ingin memberi hadiah atas pernikahan kalian, lalu kedua aku ingin memberi hadiah pada sikecil Jin'er," jawab Presiden Wanpi.

__ADS_1


Presiden Wanpi memberikan sebuah Cincin Spasial pada Su Lihwa, "Jangan dilihat sekarang, aku malu jika itu tidak terlalu berharga jika dibandingkan dengan Benda-benda milik suamimu," bisik Presiden Wanpi.


Walaupun sedikit bingung, pada akhirnya Su Lihwa mengucapkan banyak terimakasih pada Presiden Wanpi.


"Bolehkah aku meminta waktu pada kalian? Aku ingin bertiga hanya dengan Ne Zha dan Jin'er," pinta Presiden Wanpi pada Yang shui dan lainnya.


"Hais, selalu saja diusir," celetuk Xia Shiva.


"Shiva! Kau harus sopan pada Presiden Wanpi!" Bi Jiao memukul kepala gadis imut tersebut.


"Iya iya, baiklah. Silahkan Presiden Wanpi, kami pamit," ucap Xia Shiva dengan nada yang sangat sopan diiringi sebuah senyum yang sangat indah.


Presiden Wanpi tersenyum untuk menanggapi, dia suka dengan kepribadian Xia Shiva yang ceplas-ceplos dan kekanakan, hal itu mengingatkan dirinya pada saat masih muda dulu.


"Apa hadiah yang ingin Presiden Wanpi berikan padaku?" tanya Feng Jin dengan sangat bersemangat.


Presiden mengeluarkan sebuah Cincin dari kobaran api yang sempat dia buat, "Ini disebut Cincin Phoenix, cincin ini adalah harta turun temurun dari moyang kami sang Phoenix, didalam sana terdapat senjada yang hanya bisa digunakan oleh pemilik darah murni dari Phoenix, biarpun aku memiliki darah murni Phoenix, tapi itu sangat tipis. Berbeda denganmu dan Ne Zha, kalian memiliki darh murni dari Phoenix yang sangat tebal. Itu lebih dari cukup untuk menggunakan senjata di dalam cincin ini."


"Namamu sangat indah, begitu juga dengan dirimu. Kau memang keturunan dari Phoenix yang sangat membanggakan kami Klan Feng," kekeh Presiden Wanpi.


"Kau tau aku sangat hebat kan hohoho," sahut Feng Jin dengan pongah.


Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan melihat tingkah Feng Jin yang pongah, jelas gadis itu terpengaruhi oleh Han Xiao dulu sehingga memiliki sikap pongah yang sombong diri.


***


Pada pagi harinya, Ne Zha dan lainnya kembali ke atap untuk menemui Han Xiao, kini bukan hanya mereka yang datang, tapi juga Murid Kelas S, tim Bing Kong, Yang Shui, Yang Qianfan dan Xi Wang lengkap datang untuk memberikan.


Han Xiao masih tetap pada posisinya, dengan pandangan kearah tempat Bing Xing menghilang.


"Han Xiao." Yang Shui menghampiri Han Xiao dan menepuk pundaknya, pemuda itu tidak seperti semalam, dia merespon dan tersenyum riang seperti biasanya.

__ADS_1


"Guru Han!" Murid-murid kelas S berseru untuk menyambut Han Xiao.


Han Xiao tersenyum pada murid Kelas S, "Apa kabar kalian?" tanya Han Xiao dengan ramah.


"Baik!" sahut para murid kelas S.


"Baguslah, aku tidak ingin ada sebuah perpisahan haru, kita akan beremu lagi nanti, aku berharap kalian menjadi sosok hebat saat nanti aku kembali," ucap Han Xiao dengan riang.


Para murid kelas S menganggukan kepala mereka dengan tegas.


"Baik guru! Kami akan menjadi orang yang hebat!" seru mereka bersamaan.


"Bagus, aku tidak ingin melakukan perpisahan seperti orang lain karena kita akan bertemu lagi," balas Han Xiao.


"Ayo Zha." Han Xiao memunculkan Kuai You Shengqi dari Cincin Spasialnya, dengan pengaturannya mobil itu memanjang sehingga cukup untuk ditempati olehnya, Ne Zha, Feng Jin, Su Lihwa, Xian Xuenai, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang.


Para Murid kelas S menyorakan nama Han Xiao dan Ne Zha dengan sangat gagah berani, seolah mereka tengah mengiring berangkatnya sang pahlawan untuk menolong dunia dari kehancuran.


Kuai You Shengqi melesat ke arah utara, ketika mobil terbang itu sudah tidak terlihat oleh pandangan murid kelas S, mereka menatap penuh tekad kearah perginya Kuai You Shengqi.


Dalam diri mereka kini terukir sebuah tujuan, yaitu untuk melindungi Benua Angin Selatan dari berbagai macam bahaya, baik dari luar ataupun dalam.


Pada hari itu juga sembilan puluh delapan murid Kelas S membentuk sebuah kekuatan bernama Sekte Hitam Putih, ini adalah tempat dimana aliran hitam dan putih bergabung dalam satu sekte, mereka terbagi jadi dua faksi, satu faksi Hitam dan faksi Putih. Mereka mempercayai bahwa tidak ada kekuatan yang jahat, tapi orang yang menggunakan kekuatan itu yang jahat.


Mereka semua sudah melihat dengan mata kepala mereka sendiri, Han Xiao memiliki kekuatan yang sangat jahat, bahkan aliran Hitam saja tidak bisa menyebut kekuatan mereka jahat jika dibandingkan dengan kekuatan jahat yang mengerikan dari Han Xiao, tapi pemuda itu memiliki hati yang baik, sehingga menegaskan kata 'Tidak ada kekuatan yang jahat, hanya penggunanyalah yang jahat.'


***


Update Mingguan : 13/14


Update Merdeka : 13/75

__ADS_1


__ADS_2