Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab424. Kondisi Han Xiao


__ADS_3

Ne Zha kembali meminta Qin untuk menunjukan jalan bagi mereka, karena Qin memiliki Mata Dewa Takdir, mereka bisa menghindari Takdir buruk dengan mudah, sehingga mereka tidak menemukan kebuntungan bagi mereka, melainkan terus beruntung.


Gouyu dan Yan Zhong semakin sadar arti dari perkataan Qin. Benar, keberuntungan terbesar mereka di lantai lima ini adalah bertemu dan bersekutu dengan Ne Zha. Dalam rentang waktu ini, mereka hanya melakukan sedikit tugas tetapi mendapatkan bagian yang sangat luar biasa. Gouyu dan Yan Zhong sempat menolak tetapi mendapat tatapan dingin dari Ne Zha, sementara Qin juga mengatakan terima apa yang diberikan.


Tentu apa yang dilakukan oleh Ne Zha bukan murni keinginannya, dia hanya mengikuti arahan dari Xian Chin untuk membantu perkembangan Yan Zhong dan Gouyu, Ne Zha ingin membantu rencana Xian Chin mulus. Biarpun dia belum mengetahui secara detailnya.


Ketika mengingat Xian Chin, Ne Zha juga segera teringat Xian Xuenai, sudah hampi tiga ratus lima puluh tahun kini mereka belum bertemu.


"Kau bisa membaca Jalan Takdir Xian Xuenai?" tanya Ne Zha.


Qin tersenyum manis sebelum menutup kelopak matanya, seperti biasa. Ketika Qin membaca Takdir, matanya akan bersinar, dengan bantuan Koin Tafsir. Qin mengira akan berhasil, tetapi pada saat berikutnya dia memuntahkan seteguk darah.


"Sangat aneh, aku tidak bisa membacanya, sama sepertimu dan Feng Jin. Aku akan memuntahkan darah jika berusaha membaca Takdir kalian, selain kegelapan. Aku tidak melihat apapun, sangat aneh." Qin menjelaskan tentang dirinya yang gagal untuk membaca Jalan Takdir Xian Xuenai.


Ne Zha tidak menghitung ini aneh, bisa saja Xian Xuenai memiliki harta yang bisa menolak seseorang membaca Takdirnya. Atau seperti penjelasan Xian Chin sebelumnya, kultivator yang berasal dari Alam ini hanya bisa membaca Takdir makhluk yang lahir di Alam ini.


Bisa saja Xian Xuenai lahir di Alam lain seperti dirinya, Han Xiao dan Feng Jin. Tentu saja Ne Zha tidak akan mengatakan secara gamblang dirinya berasal dari Alam lain.


"Yasudah, biarkan. Kita akan lanjut menjelajah menuju selatan," ujar Ne Zha lalu melesat bersama Feng Jin, Qin dan Bing Xing.


Gouyu dan Yan Zhong walaupun sudah lama dengan Ne Zha, mereka masih belum seterbiasa Qin dan Bing Xing saat Ne Zha melesat secara tiba-tiba. Namun, reaksi mereka cukup tanggap sehingga tidak tertinggal jauh.


"Sudah dekat waktuku bertemu denganmu," batin Ne Zha seraya menatap ke arah Selatan.


***

__ADS_1


Pada sebuah tempat yang sangat gelap gulita, tidak ada cahaya sedikitpun. Semuanya diselimuti oleh kegelapan mutlak, tetapi pada saat ini, sebuah cahaya biru bersinar redup sebelum mulai menjadi sangat terang.


Sesosok pemuda yang tidak menggunakan sehelai kain pun pada tubuhnya muncul pada kegelapan, tubuhnya terlihat sangat kokoh dengan otot yang membalut pada bahu serta tubuh bagian depannya. Rambut biru gelap dari pemuda itu berhembus ringan saat sebuah udara dingin menerpanya. Pada saat bersamaan mata dari pemuda itu berkedut ringan.


Dengan perlahan kelopak mata pemuda itu terbuka, menampilkan iris mata biru gelap yang sangat kelam dan kejam, pemuda itu berkedip dan iris matanya berubah menjadi biru yang sangat tenang dan hangat.


"Api sialan!" Pemuda itu menggerutu sebelum melambaikan tangannya, satu set jubah berwarna hitam lengkap langsung membalut tubuhnya.


Pemuda itu menghembuskan napasnya ringan, "Tapi terimakasih padamu juga, aku bisa merasakan keputusasaan yang sangat nyata." Mata pemuda itu berkilat jahat.


Pemuda tersebut tidak lain adalah Han Xiao, dirinya memang dihancurkan hingga berkeping-keping oleh Api Dingin Es setelah dibekukan. Namun, siapa sangka. Kekuatan Kontrol Mayat menyelamatkannya, tubuhnya yang sudah hancur berkeping-keping kembali dibangun menjadi satu.


Dengan Kekuatan Kematian, Han Xiao membangun tubuhnya menjadi sangat kokoh, sekarang tidak ada lagi aura kehidupan darinya. Melainkan aura Kematian yang sangat kelam, ini adalah puncak dari kultivasi Manual yang dia gunakan.


Ketika tubuh berubah menjadi Tubuh Kematian, barulah Han Xiao bisa menginjakan kaki menuju ranah berikutnya. Ranah Dewa Raja!


Tidak tahu berapa lama dirinya bertarung dengan Api Dingin Es, pertarungan antar Jiwa itu sungguh menakutkan. Han Xiao benar-benar didorong hingga putus asa, ada kala dimana dia bergantung pada seutas benang atas kehidupannya ketika melawan Api Dingin Es yang merupakan Api Langit.


sangat beruntung bahwa Han Xiao memiliki salah satu Kekuatan Kejahatan yaitu Pengendali Jiwa, dengan ini Jiwanya tidak mudah hancur, dia juga berkali-kali berada diatas angin mengendalikan Jiwa Api Dingin Es yang ingin menempati tubuh Kematian miliknya.


Alasan utama Api Dingin Es menghancurkannya adalah karena ingin Han Xiao membangun Tubuh Kematian sebelum menyerang Jiwa Han Xiao dan menempati Tubuh Kematian Han Xiao, dengan begitu Api Dingin Es memiliki tubuh yang sangat kuat. Namun sayang, dia menabrak Han Xiao. Pemilik dari Delapan Kejahatan, ditengah putus asa melawan serangan gencar Api Dingin Es. Han Xiao berhasil mencapai titik putus asa tertingginya, dengan itu dia meningkatkan kultivasinya!


Dengan kenaikan kultivasinya, kekuatan Jiwa Han Xiao dinaikan sekali lagi. Dia bisa mengontrol Delapan Kekuatan Kejahatan untuk membantunya melawan Api Dingin Es, Han Xiao tidak tahu waktu pasti dia berapa lama bertarung melawan Api Dingin Es, tetapi dia yakin itu tidak akan menjadi satu atau dua hari.


Benar saja, Han Xiao mengumpat saat mengetahui kini tulang dan tubuhnya sudah berumur empat ratus tahun, dengan emosi yang membumbung tinggi. Han Xiao menghancurkan ingin menghancurkan langit-langit ruangan tersebut dengan kekuatannya.

__ADS_1


"HYAAAT!!!" Han Xiao berseru dan memukulkan tinjunya keatas langit.


Dahi Han Xiao mengerut saat tidak terjadi apa-apa pada dinding langit-langit, segera saja dia memeriksa tubuhnya lagi.


"AAAAAARRRRRRGHHHHH!!! KAU DASAR API SIALAN!!! AKU INGIN MEMBUNUHMU LAGI!!!!" Han Xiao meraung saat merasakan tidak ada Qi sedikitpun pada tubuhnya.


Han Xiao mencoba untuk mengkonsmsi berbagai Pil pengisian Qi, tetapi itu semua seolah menghilang ditelan lubang hitam.


"Sepertinya seluruh Qi ku dihabiskan karena menempa tubuh ini dan mempertakankan diri ketika pertarungan Jiwa terjadi di tubuhku." Han Xiao ingin marah tetapi juga tidak bisa.


"Beruntung Kuai You Shengqi aku yang membawanya." Senyum Han Xiao melebar, segera saja dia mengeluarkan Kuai You Shengqi dan masuk kedalamnya.


Han Xiao merasakan jejak aura tipis yang ditinggalkan oleh Bing Xing, dengan bantuan aura tipis itu Han Xiao bisa menemukan lubang yang dibuat oleh Bing Xing untuk jalan masuk dan keluar sebelumnya. Hanya butuh waktu singkat untuk Han Xiao kembali muncul di permukaan.


"Dunia! Aku datang lagi!" Han Xiao tertawa senang.


***


Bacotan Pengetik :


Nah Han Xiao idup lagi:v Selamat datang di naskah lagi. Jangan terlalu bar-bar biar ga mati🤣


"Pengetik, kau yang membuatku seperti itu." Han Xiao menatap dingin pada Pengetik.


"Yamaap." Pengetik menggaruk kepala ringan.

__ADS_1


Update Mingguan : 09/14


__ADS_2