
"Ayo kita berburu!" seru Han Xiao lalu melesat pada suatu arah.
Pemuda itu segera diikuti oleh Xia Shiva, Bi Jiao dan Ruan Jian. Sedangkan Bing Xing, Ne Zha dan Su Lihwa masih terbengong melihat semangat empat kawan mereka.
"Sudahlah ayo kita susul mereka," ujar Ne Zha lalu melesat pergi diikuti oleh Bing Xing dan Su Lihwa.
***
Ditempat lain bentrokan juga sudah terjadi, pada suatu tempat yang merupakan ladang rumput luas sedang terjadi sebuah pertarungan sengit.
Sepuluh pemuda tengah bertarung dengan sengit, mereka saling melempar jurus dan Ilmu Sihir dari berbagai elemen.
BAAM!!! Dua pemuda saling terlempar dari pertukaran mereka, mata mereka saling menatap dalam diam.
"Kekuatanmu sudah jauh meningkat eh? Kukira setelah Tinju Abu Ganas menghancurkan lenganmu kau akan hancur," ejek seorang pemuda bertubuh besar dengan otot besar menonjol disetiap inci tubuhnya.
"Kau kira kau kuat karena memiliki Roh Beladiri Ganda? Aku akan segera membunuhmu dan meratakan tim milikmu!" balas pemuda berjubah emas santai, tubuhnya berbanding terbalik dengan lawannya yang kekar dan garang, justru dia telihat ramping dan cantik. Jika saja suaranya yang mengeluarkan suara laki-laki serta dadanya yang datar, maka orang lain akan mengira dia adalah gadis.
Ya, pemuda berjubah emas itu adalah Yang Qianfan, awalnya dia berharap bahwa ketika mendapatkan Darah Abadi maka struktur tubuhnya akan berubah membuat dia memiliki otot, namun nasib berkata lain. Tubuhnya masihlah ramping seperti sebelumnya, bahkan setelah dia menembus Ekspansi Istana wajahnya menjadi semakin cantik dari sebelumnya.
"Lakukan lah jika kau bisa hahaha!" Segera pemuda kekar itu melesat dengan sangat cepat bagaikan kilat.
BOOOM!!!
Pemuda itu meluncurkan serangan berelemenkan Baja pada Yang Qianfan, kecepatan dan kekuatan pemuda itu sangat mengerikan, namun Yang Qianfan juga tidak bisa diremehkan. Segera Yang Qianfan melakukan Ilmu Sihir Api dan menangkis serangan pemuda tersebut.
"Kau masih sangat bodoh seperti saat itu Zhao Ling," ujar Yang Qianfan seraya mencengkram kuat lengan Zhao Ling sang Kilat Kuning.
Semburan api ganas keluar dari tubuh Yang Qianfan dan membakar seluruh tubuhnya, membuat dia seperti menjadi manusia api.
__ADS_1
Api tersebut segera merambat dan membakar tubuh Zhao Ling, pemuda itu ingin melepaskan diri namun cengkraman tangan Yang Qianfan sungguh kencang dan tidak bisa dilepaskan.
***
Pada tiga Kekaisaran, tepat pada Ibukota masing-masing Kekaisaran juga terdapat layar proyeksi raksasa yang memperlihatkan tim dari perwakilan kekaisaran tersebut, begitu juga para sekte kecil hingga besar, mereka bisa menyaksikan Pertarungan Keajaiban tanpa harus datang Ke Akademi secara langsung, karena merek sudah mendapatkan layar proyeksi ini.
Pertarungan Zhao Ling yang merupakan salah satu perwakilan Kekaisaran Ren melawan tim Yang Qianfan dari Kekaisaran Yang sangat menarik perhatian, pertarungan dari delapan warna juga sangat dinantikan. Namun sayang ketika dua warna terkuat yaitu Tangan Abu Ganas dan Tangan Putih Ganas tidak aan bertarung karena dalam tim yang sama.
Proyeksi dari setiap sekte pun tidak hanya satu, namun dua. Dengan begitu mereka bisa menonton jenius mereka dan jga pertarungan jenius lainnya. Seperti saat ini banyak perhatian terarah pada pertarungan tim Qianfan melawan Zhao Ling yang sangat sengit.
***
Tubuh Zhao Ling mulai meleleh, dia tersadar bahwa elemen Baja miliknya tidak akan berguna melawan Api ganas milik Yang Qianfan.
"Jika dulu mungkin aku akan kalah darimu, tapi sekarang." Yang Qianfan berkata pelan.
BOOOOOOM!!!
"Tidak mungkin!" seru Zhao Ling pucat, walau dia juga memiliki Istana Surga namun dia hanya memiliki sembilan Istana Takdir karena dia tidak bisa melawan rasa takutnya.
"Pecundang sepertimu memang tidak pantas mendapatkan Istana Takdir kesepuluh," ujar Yang Qianfan.
Kekuatan yang sangat besar segera keluar dari sepuluh Istana takdir dan berkumpul pada tubuh Yang Qianfan.
Sebuah matahari kecil tercipta diatas kepala Yang Qianfan, dengan jentikan tangan segera saja matahari itu terarah pada Zhao Ling.
Zhao Ling meraung dan mengeluarkan sembilan Istana Takdirnya, dengan harapan dapat meloloskan diri, Zhao Ling mengaktifkan Ilmu Sihir halilintar miliknya.
Senyum Yang Qianfan menjadi sangat dingin ketika melihat Zhao Ling yang hendak melarikan diri, "Jangan harap." Sosok Yang Qianfan berpindah dalam sekejap berada disamping matahari kecil yang kini telah menghantam pertahanan sembilan Istana Takdir milik Zhao Ling.
__ADS_1
BOOOOOM!!!
Yang Qianfan melemparkan sebuah tinju yang berisikan kekuatan Api yang sangat ganas, dengan tubuhnya yang masih terselimuti oleh Api, Yang Qianfan dengan telak menahan Zhao Ling agar tidak kabur, tangan Yang Qianfan menahan tubuh Zhao Ling dan membiarkan pemuda malang itu terbakar oleh Matahari kecilnya.
"Aaaaarghh... SIALAN KAU QIANFAN!!!" suara teriakan Zhao Ling menghilang seiring tubuh pemuda itu menjadi butiran cahaya dan menghilang.
Kondisi Yang Qianfan sendri masihlah baik-baik saja karena matahari kecil yang dibuatnya tidak mempengaruhinya, justru membuatnya semakin kuat.
"Bereskan dengan cepat," ujar Yang Qianfan seraya menengok kearah timnya.
"Hahah, baik bos!" seru tim Yang Qianfan penuh antusias.
Moral tim Zhao Ling sudah jatuh ketika melihat pemimpin mereka mati, hanya dalam waktu singkat tim Zhao Ling diratakan oleh tim Yang Qianfan.
***
"Hey jangan kabur!" Han Xiao memekik kencang ketika melihat sebuah tim yang kabur ketika melihat tim Penguasa Generasi.
"JIKA KAMI TIDAK KABUR, MAKA KALIAN AKAN MEMBUNUH KAMI!" teriak salah satu orang dari tim tersebut lalu mereka menambah kecepatan mereka hingga tidak terlihat lagi oleh tim Han Xiao.
Bukan Han Xiao tidak bisa mengejarnya dan membunuh mereka, namun dia ingin menanyakan suatu hal pada mereka, lagipula mereka berasal dari sekte kecil sehingga tidak akan mendapatkan poin yang besar jika membunuh mereka.
"Hais..." Han Xiao menggaruk kepalanya.
Ruan Jian dan Bi Jiao tertawa melihat tingkah Han Xiao, "Jika kau menghampiri mereka, pastilah mereka akan kabur, mengingat kau adalah orang yang membuat sekte aliran hitam terguncang. Mereka berasal dari sekte kecil aliran hitam, apa yang bisa mereka lakukan jika kau memilih untuk membunuh mereka? ingat, mendapatkan poin disini akan sulit untuk mereka, jadi kehilangan 50 poin akan terasa berat," tutur Ruan Jian panjang lebar.
"Tidak tahu! aku malas, mau makan Tofu!" balas Han Xiao seperti anak kecil yang merajuk.
"Seingatku kita bisa menukar poin untuk meminta makanan yang tidak ada disini," ujar Ruan Jian.
__ADS_1
Mata Han Xiao segera berbinar, "Ayo cari kota terdekat!"