Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab349. Bunga Setan


__ADS_3

Semua orang yang berada di ruang pribadi secara naluri langsung menatap ruang pribadi nomor satu, mereka tidak mengetahui bahwa bukan salah satu dari mereka saja yang tertekan. Tapi seluruhnya.


Kini semua orang di ruang pribadi mengira bahwa Ne Zha melakukannya sengaja untuk menekan mereka. Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa semua orang di ruang pribadi tertekan.


"Tuan putri, tenanglah. Kita bisa mengurusnya setelah keluar dari Sungai Kematian!" Seorang pria menahan gadis yang akan berhambur keluar untuk menyerang Ne Zha.


Kondisi serupa terjadi pada ruang pribadi lain, jika mereka tidak ditahan. Sudah lama mereka berhambur dan membuat kehancuran di Pavilium Sungai Kematian.


Disisi lain pemuda yang berada di ruang pribadi nomor dua menerima lebih banyak tekanan karena dia yang terdekat, tapi tidak ada pikiran ceroboh dalam otaknya. Dia berbeda dari yang lain, jelas dia merasakan bahwa kekuatan Ne Zha tidak hanya terfokus padanya, tapi pada seluruh ruang pribadi.


Pandangan pemuda itu sangat berubah, "Dia bukan murid Kaisar, kemungkinan besar orang yang ada di ruang pribadi nomor satu ini adalah monster tersembunyi yang sedang tidur." Karena dia sudah merasakan aura Han Xiao, sekarang dia bisa menyimpulkan bahwa kekuatan yang dilepaskan tadi bukanlah oleh orang yang sama.


Dua aura yang dirasakannya sangat berbeda, yang pertama memiliki aura suram penuh kejahatan, sementara yang kedua penuh dengan kemewahan dan keagungan yang mendominasi. Terasa seperti Cahaya dan Kegelapan dua kekuatan tersebut.


"Disana ada dua orang kuat, aku sekarang yakin, mereka adalah monster yang tertidur." Selain kuat, dia juga cerdas, pemuda itu memilih untuk tidak memulai konflik yang menyebabkan monster mengerikan bangun dari tidurnya. Hal itu akan menjadi urusan tidak perlu baginya.


Merasakan bahwa suasana berubah, Wang Shi dengan sangat lihai mengendalikan suasana, gadis itu memang sangat berbakat dalam bidang ini. Cara bicara dan tutur bahasanya membuat semua orang terkagum-kagum.


Merasa telah berhasil memenangkan kembali suasana, Wang Shi mulai mengambil barang yang menjadi Mahkota lain dalam Lelang kali ini setelah alat Setengah Dewa.


Wang Shi melambaikan tangannya, sebuah pot berisi Bunga Matahari berwarna ungu pekat, Wang Shi memperkenalkan Bunga Setan yang berada di tingkat Raja ini dengan singkat namun jelas.

__ADS_1


Orang yang berada di ruang pribadi segera berdiri, mereka bertindak seolah penekanan Ne Zha tadi tidak terjadi. Bunga Setan sangat sulit dicari di Alam Abadi, apalagi itu memiliki tingkat Raja!


Tatapan semua orang segera penuh keserakahan, mata mereka menunjukan bahwa dengan cara apapun, mereka harus mendapatkannya!


"Haisss Zha, dengan caramu tadi. Akan sulit untuk memainkan harga, kemungkinan besar mereka akan langsung mundur ketika kita angkat suara," keluh Han Xiao.


"Aku tidak perduli," sahut Ne Zha dengan nada yang benar-benar tidak perduli akan hal tersebut.


Ketika Han Xiao dan Ne Zha mulai berbincang karena mereka tidak memiliki niat untuk menaikan harga, kini lelang telah dimulai. Harga awal Bunga Setan adalah 500.000.000 Koin Kristal tinggi.


Walaupun dimulai dengan harga yang sangat tinggi, orang-orang di ruang pribdi tetap memilih untuk berebut Bunga Setan tersebut, harga terus melonjak tinggi bahkan tanpa Han Xiao memprovokasi. Kedua pemuda itu tetap mengobrol mengenai langkah berikutnya setelah keluar dari Pavilium Sungai Kematian.


Harga dari Bunga Setan telah menembus 25 Koin Kristal Kaisar, dan itu masih terus ada ruang pribadi yang berdebat. Kini semua orang di ruang pribadi mengeluarkan semua Koin Kristal yang mereka miliki untuk berebut Bunga Setan.


Shuiyu yang mengamati jalannya lelang terus merubah-ubah ekspresi wajahnya, harga Bunga Setan kini sudah menembus 35 Koin Kristal Kaisar. sejauh ini, hanya Ne Zha yang mengeluarkan Koin Kristal terbanyak sebelumnya, tapi kini sudah terpecahkan oleh ruang pribadi nomor lima.


Seolah tidak ingin mendingin, ruang pribadi nomor dua meneriakan 50 Koin Kristal Kaisar, Shuiyu merasakan tubuhnya bergetar ringan. Tidak pernah dia melihat orang yang membuang Koin Kristal sebanyak itu. Pandangan gadis itu teralih pada dua pemuda yang kini tengah berbincang.


"Apakah mereka tidak mendengar bahwa harga telah terbang ke langit?" pikir Shuiyu ketika melihat dua pemuda itu masih berbincang dengan santai seolah tidak terjadi apapun.


Han Xiao dan Ne Zha tengah membincangkan langkah selanjutnya, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi sasaran rampokan. Uang yang mereka bawa dan harta yang mereka bawa akan menjadi penampah nafsu makan para rampok ini.

__ADS_1


"Sungai Kematian menjamin seratus persen keamanan kita di Bintang ini, tapi tetap saja kita akan segera keluar dari Bintang ini. Hal mustahil kita berdiam di Bintang ini. Lagipula, kenapa kita harus takut? Kita hajar, bunuh, bantai!" seloroh Han Xiao seenaknya.


Ne Zha memukul ringan kepala Han Xiao, "Kita tidak mengetahui pasti mereka dari kekuatan mata. Ingat, walaupun kita berada dibawah perlindungan Xian Chin, tapi kini dia tengah kultivasi tertutup, dan kita juga melakukan perjalanan ini dengan mencuri-curi waktu, alias kabur. Siapa yang tahu bahwa orang-orang Xian Chin tidak mengetahuinya?" Ne Zha menambahkan, jika mereka ingin melakukan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, setidaknya mereka harus tahu kekuatan yang akan menghadang sebagai batu di jalan mereka nanti.


"Sebuah batu jika tidak kita lihat akan menjadi batu sandungan, tapi jika kita melihatnya, itu bisa menjadi batu loncatan," ujar Ne Zha dengan tenangnya.


Han Xiao tersenyum lebar, "Baiklah, aku akan mengenali mereka terlebih dahulu sebelum membantainya, bagaimana?" Han Xiao menaikan alisnya.


Ne Zha mengangkat senyum tipis dari ujung bibirnya, "Tentu saja," desisnya.


Diskusi singkat mereka selesai, hal itu bertepatan dengan Lelang yang telah selesai, Bunga Setan terjual dengan harga yang sangat tinggi, yaitu 100 Koin Kristal Kaisar. Dan itu jatuh pada ruang pribadi nomor dua.


Banyak orang yang termangu penuh kejutan karena mendengar Koin Kristal yang begitu banyak dibuang, beberapa dari mereka menghela napas, kini mereka semakin menyadari bahwa perbandingan ruang pribadi dan kelas bawah sangatlah bagaikan palung lautan dan langit tinggi.


Pemuda yang berada di ruang pribadi nomor dua tertunduk lemas, dia sungguh tidak menyangka akan menghabiskan uang sebanyak itu, tapi tidak ada penyesalan dalam matanya. Itu adalah harga yang pantas, sekali lagi senyum hangat memancar pada bibir pemuda tersebut ketika membayangkan sesosok pada kepalanya.


"Aku akan segera datang, bertahanlah," gumam pemuda itu dengan sangat senang, dia sudah tidak memikirkan Plat Ungu lagi. Dengan alat komunikasi di tangannya, dia segera menghubungi lelaki yang sebelumnya pergi.


Hanya dalam hitungan detik lelaki tadi datang kembali ke ruangan pemuda tersebut.


***

__ADS_1


Update publish Dragalia Online : 02/12


__ADS_2