Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab388. Reaksi Sabit Dingin


__ADS_3

Kun Peng adalah makhluk legendaris yang sama dengan Naga Sejati dan Phoenix, hanya saja benar-benar lebih sulit bertemu dengan Kun Peng.


Xian Xuenai sering bertemu dengan Naga dan Phoenix, tapi tidak dengan Kun Peng. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya bertemu Kun Peng!


Ketika mereka berempat sudah di langit dan mencegat Kun Peng, seolah mengerti dirinya dicegat. Kun Peng berhenti di udara mengepakkan sayapnya memberikan sebuah isyarat dominasi dan peringatan.


"Whoaaa! Kau sungguh Kun Peng!" Xian Xuenai berseru penuh semangat saat memperhatikan Kun Peng tersebut.


Jika dibandingkan, Xian Xuenai yang berhadapan dengan Ku Peng bagaikan semut dan elang. Sungguh kecil Xian Xuenai terlihatnya.


"Eh tidak bicara?" Xian Xuenai heran saat Kun Peng hanya menatapnya dan tidak mengangkat suara sedikitpun, Xian Xuenai sudah merasakan dari aura yang dilepaskan Kun Peng, setidaknya itu berada di tingkat 20 hanya selangkah lagi mencapai tingkat 21 yang memungkinkan Kun Peng memiliki kekuatan setara dengan Kultivator Alam Kaisar. Dengan tingkatan seperti itu seharusnya Kun Peng bisa bicara.


"Apa kau menganggap remeh nona ini hingga tidak ingin angkat suara?" suara Xian Xuenai menjadi kesal saat dia meningkatkan auranya, tidak segan Xian Xuenai juga melepaskan semua kekuatannya pada tekanan yang dia lepaskan.


Mata Kun Peng menyusut saat merasakan aura tekanan dari makhluk kecil di hadapannya, dia tidak menyangka sosok kecil yang dia abaikan akan memiliki kekuatan mengerikan seperti itu. Kun Peng yakin jika dia bertabrakan dengan makhluk kecil di hadapannya sudh dipastikan dialah yang kalah, biarpun dirinya berada di ambang menerobos tingkat 21, tapi makhluk kecil itu memberikan kesan kuat yang lebih mendominasi.


"Apa maumu?" Kun Peng akhirnya angkat suara.


"Ah kau masih muda, pantas sombong." Xian Xuenai langsung bisa menghitung waktu yang telah dihabiskan oleh Kun Peng ketika angkat suara, sebagai pengguna Unsur Waktu. Xian Xuenai bisa menghitung umur makhluk hidup dengan sangat tepat.


Kun Peng segera terlihat waspada ketika Xian Xuenai menyebutkan dirinya masih muda, sebagian besar Monster di Menara Tianxia mengetahui dirinya adalah Monster tua.


"Tenanglah, kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya ingin menjadikanmu teman, bagaimana? Kau mau?" Pada saat ini Feng Jin maju ke depan, dia tidak ingin ada pertarungan sengit. Juga membujuk secara halus seperti ini akan memberikan Kun Peng perasaan yang baik.


Pandangan Kun Peng jatuh pada Feng Jin, terlintas jejak kejutan pada mata Kun Peng. Lalu Kun Peng menatap satu demi satu manusia di hadapannya. Dia memperhatikan Han Xiao lalu Ne Zha, tatapannya segera terpaku pada Ne Zha secara bergantian menatap Feng Jin.


"Kalian memiliki garis darah Phoenix yang sangat tebal, terutama kau. Bukan hanya garis darah Phoenix pada dirimu tapi delapan puluh persen darahmu adalah Darah Phoenix." Nada Kun Peng terdengar bingung.


"Apakah kalian ada hubungan dengan si tua Feng?" tanya Kun Peng.

__ADS_1


"Si tua Feng?" Bahkan Xian Xuenai terlihat bingung saat Kun Peng mengatakan hal tersebut.


"Siapa si tua Feng?" tanya Han Xiao pada Xian Xuenai.


"Kau tidak melihat aku juga sama bingung?" desis Xian Xuenai kesal karena Han Xiao yang tidak mengerti.


Han Xiao menggaruk kepalanya, dalam kepalanya. Xian Xuenai hampir mengetahui segalanya, telah hidup milyaran tahun pasti pengetahuannya sangat luas. Ditambah lagi gadis itu sudah berkeliaran di seluruh Alam Semesta. Juga ditambah dengan sebelumnya pernah datang ke Menara Tianxia, pasti mengetahui siapa si tua Feng.


"Kau tidak mengetahuinya?" Han Xiao bertanya lagi.


"Tidak!" sahut Xian Xuenai kesal.


"Bagaimana kami memanggilmu?" tanya Feng Jin.


"Kun Peng sudah cukup," jawab Kun Peng.


Mata Kun Peng menyusut lagi, terlihat seperti dia sedang berpikir, setelah beberapa saat Kun Peng menatap Feng Jin lagi, "Kau ingin aku menjadi teman kalian? Itu mudah, kalian menghadap pada si tua Feng. Dia sedang mencari keturunannya, siapa tau salah satu dari kalian."


Xian Xuenai terkejut, setahu dirinya. Phoenix hanyallah satu, jika mati maka akan melakukan kebangkitan melalui api. Tentu saja sang Phoenix bisa memilih untuk tidak hidup lagi dan menetap mati daripada masuk siklus reinkarnasi.


"Sepertinya hal menarik, patut dicoba. Jika kita mendapat hal buruk, bisa kabur secepat mungkin." Han Xiao selalu memiliki ide acak yang gila, dia mengatakan bahwa kekayaan terdapat pada hal yang berbahaya.


"Apakah itu jauh dari sini?" tanya Feng Jin.


"Dia berada di lantai dua," jawab Kun Peng.


"Hey kau seharusnya tahu, bahwa manusia seperti kami harus mencari pintu lantai berikutnya. Tidak seperti kalian yang bisa seenaknya menembus setiap lantai," cetus Xian Xuenai.


"Kau mencari pintu? Aku mempunyainya," sahut Kun Peng ringan.

__ADS_1


Xian Xuenai segera tersentak, begitu juga dengan Han Xiao. Walaupun reaksi Ne Zha tidak berlebihan dia masih sedikit terkejut dan senang.


"Hahaha! Kita menemukan pintu ke lantai berikutnya pada hari pertama!" Feng Jin tertawa sangat senang.


"Kalian pergi terlebih dahulu, aku akan melakukan beberapa hal di lantai pertama, tidak seru jika langsung ke lantai berikutnya tanpa membuat para orang sialan itu Sakir hati." Han Xiao angkat suara saat Kun Peng akan membawa mereka ke lantai dua.


"Kita bisa melakukannya di lantai dua," ucap Xian Xuenai.


"Apakah kau yakin mereka akan lulus semua?" Han Xiao mengerutkan dahinya.


"Sebagian besar ya, kopetensi mereka semua sangat tinggi, ditambah dengan beberapa arahan dari para Kaisar. Sangat bodoh jika tidak mencapai lantai dua," terang Xian Xuenai.


"Yasudah, kalian ke lantai dua terlebih dahulu. Aku akan segera menyusul." Han Xiao tetap bersikeras ingin di lantai satu, karena ada satu hal yang mengganggunya.


"Ada apa? Bicarakan Han." Ne Zha juga penasaran dengan hal yang diinginkan oleh Han Xiao.


"Sabit Dingin, dia bereaksi beberapa saat sebelum ini. Aku ingin mencari potongannya," jawab Han Xiao.


Ne Zha mengangguk ringan, "Itu piihanmu, aku percaya padamu. Kita akan bertemu di lantai dua."


Pada akhirnya Ne Zha, Feng Jin dan Xian Xuenai pergi bersama Kun Peng ke lantai berikutnya. Sebelum pergi, Kun Peng memberitahu Han Xiao pada Hutan Timur terdapat seekor Kera raksasa, jika Han Xiao menginginkan ke lantai dua. Dia bisa menantang kera tersebut.


Sekarang tinggal Han Xiao sendiri di lantai pertama, pemuda itu langsung memfokuskan dirinya pada Sabit Dingin.


"Kau merasakan potonganmu yang lain? Arah mana itu?" tanya Han Xiao.


***


Update Mingguan : 01/14

__ADS_1


__ADS_2