Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab445. Wakanda!


__ADS_3

Ne Zha sudah menyebarkan kesadarannya untuk memeriksa seluruh Bintang, setiap jengkal Bintang itu dijelajahi. Dengan Kultivasinya mudah bagi Ne Zha untuk menelusuri Bintang tersebut.


"Aneh," gumam Ne Zha.


Ada hal yang tidak bisa Ne Zha tutupi oleh kesadarannya, itu terletak pada bagian paling selatan dari Bintang ini. Kastil mereka dibangun pada ujung utara, itu tepat berada di titik atas Bintang.


Ne Zha memanggil Han Xiao ke kamarnya, tidak lama pemuda berambut biru gelap itu datang dengan wajah riangnya yang khas.


"Ada apa?" tanya Han Xiao.


"Kau sudah menelurusi Bintang ini dengan Kesadaranmu?" Ne Zha bertanya balik.


Han Xiao mengangguk, "Ya, sudah. Namun, ada hal aneh." Han Xiao mengelus dagunya bersikap misterius.


"Bagian selatan? Kesadaranku tidak bisa memasuki daerah itu." Ne Zha memotong drama Han Xiao.


Han Xiao mengangkat bahunya ringan, "Kita tinggal pergi ke sana, tidak akan lama bukan? Jikapun ada Monster, seharusnya tidak lebih dari tingkat 22," ujar Han Xiao.


"Bukan Monster yang aku khawatirkan, tetapi tempat itu sendiri," balas Ne Zha.


Han Xiao segera teringat tempat-tempat berbahaya seperti di Benua Angin Selatan, memang. Bukan Monster yang dikhawatirkan, tetapi keadaan tempat itu sendiri.


"Hehehe, siapa tahu di tempat berbahaya itu terdapat harta karun?" Han Xiao tersenyum lebar.


"Tidak adakah hal lain di kepalamu selain Harta?" Ne Zha memukul kepala Han Xiao.


"Tahta dan Wanita," sahut Han Xiao santai seraya mengelus kepalanya yang dipukul Ne Zha.


Plak...


Ne Zha sekali lagi memukul kepala Han Xiao, "Kita pergi kesana." Ne Zha tidak berakta apa-apa lagi, dia langsung mengambil tindakan untuk pergi keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Han Xiao mendengus kesal sebelum mengikuti Ne Zha pergi, mereka berdua pergi tanpa diketahui oleh siapapun.


Keduanya bergegas menuju Selatan, dengan kultivasi mereka saat ini, mengelilingi Bintang tingkat lima seperti ini hanya masalah kecil, dalam satu kedipan mata mereka telah sampai di lokasi yang dimaksud.


"Pegunungan?" Han Xiao mengerutkan dahinya ketika sampai di tempat ini.


Hamparan luas yang dirasakan sebelumnya, itu seperti hanya padang rumput. Namun, ketika dia berada langsung dan melihat ini adalah sebuah Pegunungan!


"Pegunungan ini tidak sederhana, ayo telusuri." Ne Zha terbang lebih rendah untuk menyebarkan kesadarannya pada Pegunungan, ada hal yang mengejutkan.


Sebelumnya Ne Zha tidak bisa melebarkan Kesadarannya untuk merasakan tempat ini, tetapi begitu dia berada di sini. Dia bisa merasakan sekitarnya, tetapi itu hanya berjarak seribu kilo meter darinya saja. Namun, bagi Ne Zha itu sudah cukup. Instingnya segera diangkat menjadi yang lebih tinggi lagi.


"Kondisi Super Sadar!" seru Ne Zha dengan nada rendah.


Pada saat itu juga kesadaran Ne Zha meluas lebih jauh, dia juga mulai merasakan aura kehidupan di Pegunungan tersebut. Alisnya mengerut ketika merasakan sebuah kubah raksasa yang menutupi Pegunungan.


"Kubah ini yang menghalangi Kesadaran persepsi kita," ujar Ne Zha.


"Kubah mana? Aku tidak melihatnya," celetuk Han Xiao.


"WAKANDA!!!" Han Xiao berseru kagum saat melihat bangunan tinggi serta kapal terbang yang berlintasan diatas langit.


"Kubah itu menyembunyikan tempat ini," kata Ne Zha.


"Wah ini Wakanda sesungguhnya!" Han Xiao kembali berseru kagum melihat keindahan tempat yang dipenuhi oleh tekhnologi luar biasa.


Ne Zha meminta Han Xiao mengeluarkan Kuai You Shengqi, mereka berdua masuk kedalam. Ne Zha memacu Kuai You Shengqi menuju pusat tempat ini.


"Ini benar-benar Kota tersembunyi," ujar Ne Zha setelah melihat kehidupan normal layaknya sebuah kota dengan banyak penghuni, mereka semua terlihat seperti Manusia. Namun, Ne Zha tidak menganggap mereka manusia langsung karena merasakan garis darah aneh dari tubuh mereka.


"Kita tidak bisa langsung ke pusat, lebih baik kita mencari informasi terlebih dahulu tentang tempat ini. Biarpun kita sanggup menghancurkan tempat ini dengan mudah, aku tidak ingin melakukan ini. Kemungkinan besar mereka adalah Ras dengan ilmu tekhnologi tinggi." Han Xiao berkata seraya menatap mobil terbang, lalu kendaran mirip dengan motor di dunianya dulu, hanya saja tidak memiliki roda, kendaraan itu melayang diatas permukaan.

__ADS_1


Permukaan di kota ini juga bukanlah tanah, itu seperti sebuah baja bersinar redup.


Ne Zha mengangguk ringan memahami perkataan Han Xiao, dia memarkirkan Kuai You Shengqi di depan sebuah kedai. Tempat untuk mencari informasi terbaik adalah tempat ramai seperti Kedai ataupun rumah makan.


Kedai ini sangat ramai, karena itulah Ne Zha memilih untuk datang kemari.


"Kau tahu? Putra Wali Kota ingin merebut tahta ayahnya. Aku dengar dia akan melakukan pertandingan Jiqiren." Ketika barusaja masuk kedalam, Han Xiao dan Ne Zha mendengar obrolan yang menarik perhatian keduanya.


Han Xiao menunjuk meja dekat dengan orang yang berbicara tadi menggunakan gelengan kepalanya, Ne Zha berjalan lalu duduk di meja yang kebetulan kosong tersebut.


"Selamat datang di Kedai Xinxin, silahkan pesan." Pada saat Han Xiao dan Ne Zha duduk, sebuah hologram gadis kecil seukuran telapak tangan muncul di hadapan mereka. Bersamaan munculnya gadis kecil itu, daftar dari berbagai minuman serta makanan muncul.


Han Xiao memilih minuman dan makanan masing-masing dua porsi, setelah itu kembali dia mendengarkan obrolan dari orang-orang di dekatnya.


"Pu Thin ini sungguh berambisi, Jiqiren yang dia bangun selalu sangat mengerikan dan aneh, itu bergerak seperti ada seseorang didalam Jiqiren itu, bukan sebuah sistem," ucap seorang pemuda berambut hijau.


"Bodoh! Memang ada orang didalamnya! Pu Thin membangun Baju Perang, itu tidak bisa dikatakan murni Jiqiren, tetapi masih Jiqiren." Orang di samping pemuda itu memukul kepala pemuda rambut hijau itu.


"Apa Jiqiren ini?" Han Xiao menatap Ne Zha.


Ne Zha menaikan bahunya.


"Kabar dari pusat sudah mulai disebar, pertarungan Jiqiren ayah anak itu akan berlangsung satu bulan lagi." Orang yang pertama angkat topik ini berkata dengan serius penuh antusias.


Han Xiao dan Ne Zha saling tatap, sebuah senyum terulas pada bibir keduanya secara samar, mereka sungguh sangat beruntung. Akan ada hal yang sangat menarik dalam sebulan kedepan.


"Kita datang pada waktu dan tempat yang tepat," kekeh Han Xiao.


Ne Zha hanya mengangguk ringan, pada saat mereka melanjutkan mendengar obrolan, pesanan mereka datang dari tengah meja yang perlahan terbuka lalu menutup setelah semua pesanan berada di atas meja.


"Wah kawan, kalian memesan banyak sekali makanan dan minuman hanya untuk berdua. Apakah tidak berlebihan?" Pemuda berambut hijau tadi menengok ke arah Han Xiao dan Ne Zha yang barusaja mencicipi satu makanan mereka.

__ADS_1


***


Update mingguan : 02/14


__ADS_2