Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab137. Amarah Tetua Ying


__ADS_3

Ketika Ne Zha dan Tang Dan sedang berincang ringan, ah tidak. lebih tepat mengatakan bahwa Tang Dan sedang bercerita dan Ne Zha adalah pendengar karena pemuda itu hanya mengangkat suara sangat hemat.


Brak...


Tiba-tiba pintu toko terbuka dengan sangat keras hingga seolah akan terlepas dari engsel yang menautkannya dengan tembok.


"Selamat datang." Senyum iblis Ne Zha terurai ketika melihat pria di hadapannya, segera saja dia memberikan perintah untuk Tang Dan agar selalu ada di belakangnya.


"Kau yang mempermalukan anakku dan memukuli muridku hingga tulang mereka terpisah?!" tanya pria itu dengan segera saat melihat Ne Zha yang sesuai dengan dideskripsikan oleh muridnya.


"Ya," jawab Ne Zha.


Wajahpria itu langsung merah padam, namun sebagai kultivator yang sudah hidup lebih dari seratus tahun tentu dia menyadari ada hal aneh pada Ne Zha. Bukan saja pemuda itu tidak bergetar saat dia mengeluarkan auranya yang merupakan Alam Roh tingkat puncak, bahkan pemuda itu bisa bersikap sangat santai dihadapannya dan mengakui bahwa dialah yang melakukan hal buruk pada anaknya dan lima muridnya.


Ya, dia adalah ayah dari Cao Feng yang bernama Cao Ying atau biasa dipanggil Tetua Ying, ketika mendengar kabar anaknya dipukuli dia sangat marah dan memerintahkan muridnya untuk memberi pelajaran pada orang yang dimaksud. Siapa sangka lima murid dan anaknya akan diantar oleh murid sekte yang kebetulan lewat saat kejadian itu selesai.


"Apa maksudmu melakukan ini?!" ujar Tetua Ying dengan kasar, tentu dia bukan orang yang bodoh. Jika Ne Zha tidak memiliki perlindungan tidak mungkin Ne Zha akan memberikannya alamat agar dia bisa membalas dendam. Namun dia ingin mengatasi ini dengan kepala dingin saat melihat bahwa Ne Zha bukanlah seorang pemuda biasa.


"Sedikit pelajaran untuk anakmu yang keterlaluan hingga membuat seorang janda dua anak harus kelaparan berminggu-minggu karena nafsu binatangnya," tandas Ne Zha dingin.


Napas Tetua Ying naik turun berusaha menenangkan dirinya, sekali lagi dia terkejut dengan Ne Zha, pemuda itu bukan hanya tidak takut padanya. Tapi bahkan nada bicaranya sangat dingin dan tak berperasaan.


Sudah dia ketahui bahwa anaknya tengah mengejar wanita cantik di desa ini, namun dia tidak mengetahui bahwa wanita yang diincar oleh anaknya itu merupakan janda dengan dua anak. Juga saat mendengar bahwa Cao Feng membuat keluarga kecil itu kelaparan selama berminggu-minggu membuatnya sedikit malu.


"Siapa dirimu?" tanya Tetua Ying ingin mengetahui nama Ne Zha agar dia bisa mengambil langkah selanjutnya dengan benar.

__ADS_1


"Ne Zha," jawab Ne zha singkat.


"Nama ini tidak asing," batin Tetua Ying. ''Ne Zha Tangan Putih?" tanya Tetua Ying lagi.


Ne Zha mengangkat bahunya ringan, "Aku tidak tahu siapa yang memberikanku julukan itu, tapi itu memanglah aku."


Ekspresi Tetua Ying segera memburuk, pemuda di hadapannya ini tidak bisa dia ganggu. Selain saudara angkat dari Han Xiao yang kini merupakan Pangeran Mahkota Kekaisaran Yang, kekuatan Ne Zha sendiri juga sangat mengerikan. Belum lagi Klan Ne dibelakangnya juga memiliki kekuatan yang setara dengan Sekte Surga Harta Karun sendiri.


Walau sekte biasanya jarang ikut campur dalam permasalahan Kekaisaran, tetapi mereka juga melakukan penyelidikan tentang kekuatan jenius muda para bangsawan. Dari data yang didapat oleh Sekte Surga Harta Karun tentang jenius kekaisaran, Han Xiao dan Ne Zha adalah yang paling menonjol dan paling berbakat.


Tetua Ying segera melepaskan pikiran untuk membalaskan dendam, lagipula dia juga sedikit kesal pada Cao Feng yang selalu membuat onar karena masalah wanita. Sedangkan untuk kelima muridnya dia hanya bisa menyalahkan mereka karena tidak memiliki mata dan menyerang Ne Zha walaupun mendapatkan perintah darinya, namun tetua Ying akan membantu menyembuhkan mereka. Bagaimanapun mereka berlima masihlah muridnya.


Melihat amarah dari wajah Tetua Ying mereda membuat Ne Zha tersenyum kecil, latar belakangnya terlalu mengerikan untuk disinggung, lagipula jika Tetua Ying berniat berontak, masih ada Kacang tua di ruang belakang yang memiliki kekuatan yang lebih besar dari Tetua Ying.


"Haish... Jika begitu aku memaafkanmu untuk masalah ini," ujar Tetua Ying seraya menghela napas panjang, namun jawaban dari Ne Zha membuatnya segera tercekik.


Tetua Ying sekejap bingung ingin mengatakan apa, memang apa yang dikatakan Ne Zha sangat nyata dan logis, tapi anaknya Cao Feng juga menderita oleh tangan Ne Zha.


"Memang akulah yang memukuli anakmu sampai babak belur, itu masih dalam belas kasihanku karena mengingat Kaisar Harta adalah kakeknya. Jika bukan." Mata Ne Zha segera menjadi sengit.


"Jika bukan maka apa?!" seru Tetua Ying kesal walaupun dia mengetahui jawabannya.


"Dia akan kubunuh," tandas Ne Zha tidak perduli dengan reaksi Tetua Ying.


''Kau!" Saat Tetua Ying hendak menyerang Ne Zha tiba-tiba dia merasakan sebuah aura yang sangat mengerikan, aura yang bahkan lebih kejam dan kuat dari ayahnya. Kaisar Harta Cao Shan.

__ADS_1


Ne Zha hanya menatap malas pada Tetua Ying, "Lebih baik kau pulang dan ajari anakmu agar menjadi lebih baik. Sungguh memalukan bagi Kaisar Harta yang agung memiliki cucu seperti itu," libas Ne Zha tak memberi sedikitpun perasaan.


Tetua Ying hanya bisa menggertakan giginya menahan amarah, sungguh jika dia nekat maka kematiannya sudah pasti di tangan kultivator yang berada dalam bayang-bayang menjaga Ne Zha.


Bruk...


Tubuh Tang Dan segera terjatuh selepas kepergian Tetua Ying, sungguh dia merasa ketakutan yanga teramat ketika berhadapan dengan kultivator kuat seperti Tetua Ying.


Ne Zha membantu Tang Dan yang terjatuh dan memapahnya ke kurrsi terdekat, Ne Zha paham. Sebagai manusia biasa berhadapan dengan kultivator Alam Roh walau hanya auranya sungguh mengerikan. Tidak dia sangka Tang Dan mampu menahannya hingga Tetua Ying pergi barulah dia terjatuh.


"Tekadnya sangat kuat untuk terlihat sebagai orang yang kuat," batin Ne Zha.


"Istirahatlah, minum teh dan beberapa kue ini. Setelah cukup kuat maka boleh melanjutkan aktifitas untuk menjaga toko," ucap Ne Zha lalu pamit pergi ke ruangan yang terletak di bagian paling belakang toko.


Ini sudah dua puluh empat jam sejak Ne Zha terakhir bertemu Kacang tua, dia ingin melihat perkembangan bahan yang sedang diolah oleh Kacang tua.


Ne Zha masuk kedalam ruangan yang merupakan tempat kerja Kacang tua, disana dia mendapati Kacang tua sedang menjulurkan sebuah sulur pada berbagai Herbal roh dan Tanaman Sihir di hadpannya.


"Prosesnya sangat unik, seperti pencakokan," batin Ne Zha, saat melihat bahwa Kacang tua sedang berfokus. Ne Zha memilih tidak menggangu dan melenggang pergi dari ruangan tersebut.


***


**Bacotan Pengetik :


Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!

__ADS_1


Bonus Update : 13/18**


__ADS_2