Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab360. Yingzi Mao


__ADS_3

Proses penyatuan yang luarbiasa itu berlangsung tidak lama. Sampai saat semua telah selesai, Roda Elemen milik Ne Zha masuk kembali ke Meiridian Neigong Ne Zha dan kembali berputar di belakang Jiwa Utama milik Ne Zha.


Ne Zha sendiri yang telah menerima masuknya Inti Elemen pada diriya merasakan kekuatan yang sangat luar biasa membajiri tubuhnya.


"Lebih baik kau memasuki Dimensi Pribadi milik Phoenix untuk menstabilkan kekuatan yang baru kau dapatkan, bukan tidak mungkin kau akan memiliki peningkatan dalam kultivasimu." Kong Qi yang melihat hal tersebut segera menyarankan Ne Zha untuk berkultivasi.


Tidak ada sanggahan dari Ne Zha, dia juga paham kondisinya saat ini, pemuda itu mengangguk ringan lalu undur diri masuk ke Alam Nirwana Api.


"Ini saatnya kita bicara." Sosok berjubah itu angkat suara dan memandang Han Xiao.


"Tidak menunggu Ne Zha?" Han Xiao mengerutkan dahinya.


Sosok itu menggelengkan kepalanya, dia segera berdiri dari duduknya dan menggenggam tangan Han Xiao lalu menghilang meninggalkan asap hitam.


Tinggalah Kong Qi, Ang Ya, Matriark Xiu, Shuiyu dan Wang Shi disana. Ketiga perempuan itu menatap canggung pada dua makhluk dihadapan mereka.


"Kau bisa menanyakan tentang beberapa hal, kami akan menjawabnya untuk sekedar menghilangkan bosan seraya menunggu mereka datang kemari. Sudah lama kami tidak memiliki teman berbincang," kekeh Ang Ya.


Mata Matriark Xiu bersinar terang, segera dia menanyakan tentang masalah dalam kultivasinya. Ang Ya dan Kong Qi menjawab dengan sangat mudah tentang masalah kultivasi Matriark Xiu.


Sempat keduanya terkejut saat mendengar manual yang digunakan oleh Matriark Xiu, Manual kultivasi yang digunakan oleh Matriark Xiu didapatkan di sebuah reruntuhan oleh Patriark Sungai Kematian yang merupakan ayah dari Matriark Xiu.


"Manual Kultivasi yang kau gunakan adalah cabang dari Manual utama Kura-Kura Hitam, sebuah keberuntungan kau mengikuti Yang Mulia Ne Zha dan Yang Mulia Han." Ang Ya memberikan pengarahan lain terhadap kultivasi Matriark Xiu.


Matriark Xiu sungguh sangat senang, petunjuk yang didapatkannya sungguh luar biasa bermanfaat, jelas Matriark Xiu bisa merasakan perbaikan dalam dirinya setelah mendengar beberapa penjelasan mudah dan arahan dari Ang Ya.


"Ah, aku tidak tahu dengan apa harus membayar kebaikanmu leluhur Ang Ya." Matriark Xiu memanggil Ang Ya dengan sebutan leluhur karena jelas dia bisa merasakan selain kekuatan besar Ang Ya dari obrolan singkat sebelumnya dia bisa menebak bahwa Ang Ya adalah petinggi dari Ras Monster yang kemungkinan telah hidup milyaran tahun.


Ang Ya tertawa kencang, "Mudah membayarnya, kau hanya tinggal memilih. Apakah ingin menjadi bawahan Yang Mulia Ne Zha atau tidak. Apapun pilihanmu aku akan menerimanya tanpa memprotes," sahut Ang Ya.

__ADS_1


Matriark Xiu terdiam saat mendengar hal tersebut, tidak dia sangka Ang Ya akan mengajukan hal seperti itu. "Bagaimana jika aku memilih tidak?"


"Itu pilihanmu, aku tidak akan memaksakan untuk kau menjadi pasukan dibawah bendera Yang Mulia Ne Zha." Ang Ya membalas dengan santai.


Sebuah mata penuh tekad terbakar pada Matriark Xiu, dia langsung memilih untuk menjadi pasukan dibawah bendera Ne Zha. Hal yang lebih aneh adalah Ang Ya tidak menanyakan alasannya. Hiu itu hanya mengatakan Matriark Xiu memilih hal yang tepat.


"Lalu kalian gadis muda, ada yang ingin ditanyakan?" Ang Ya menatap Shuiyu lalu Wang Shi.


Wang Shi dan Shuiyu terdiam sebelum masing-masing mengajukan pertanyaan tentang beberapa sejarah, kultivasi mereka dan mengenai beberapa hal lain untuk membuka pengetahuan yang lebih luas lagi bagi mereka.


Ang Ya sendiri tidak pelit, dia akan menjawab setiap pertanyaan dari kedua gadis tersebut. Sementara Kong Qi terlihat tengah berbaring dengan mata setengah terpejam.


***


Di tempat lain, Han Xiao yang dibawa sosok berjubah muncul pada sebuah batang pohon yang sangat besar. Keduanya berdiri di batang pohon tersebut.


Han Xiao menggerutu kesal karena sosok itu membawanya secara tiba-tiba.


Sosok itu membuka tudung yang menutupi kepalanya, terlihat rambut merah darah yang dimiliki oleh sosok tersebut, matanya memiliki iris seperti kucing. Serta daun telinga yang sedikit meruncing. Dia juga membuka kain yang menutup separuh wajahnya dan menampakan sebuah hidung yang mancung serta bibis tipis berwarna merah menghiasi dengan sangat indah.


Han Xiao tertegun, dia tidak menyangka sosok berjubah ini memiliki tampilan yang setengah mirip dengan kucing? Baiklah, Han Xiao mengetahui bahwa Kucing memiliki karakteristik yang sangat cocok sebagai Pembunuh jika dipikir-pikir. Kucing memiliki kegesitan yang luar biasa serta hawa keberadaan mereka yang terkadang sangat sulit dirasakan. Jika kucing tidak mengeong, terkadang Han Xiao tidak akan mengetahui keberadaannya, itu sering terjadi di dunianya yang dulu.


"Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku adalah Pemimpin dari Klan Pemunuh Bayangan. Untuk namaku, hanya Yang Mulia Xian Chin atau Tuan Putri Xuenai yang boleh memperkenalkannya." Sosok itu memperkenalkan dirinya dengan sedikit berbeda.


"Lalu bagaimana aku memanggilmu?" Han Xiao bertanya dengan logis.


"Sesuai perintah dari Yang Mulia, kau bebas memanggilku dengan nama apa saja," jawab sosok tersebut.


"Bagaimana jika aku memanggilmu dengan sebutan Istriku?" ujar Han Xiao.

__ADS_1


Ekspresi sosok itu tetaplah tidak bergeming, "Terserah padamu."


"Cucuku?"


"Terserah."


"Anakku?"


"Terserah."


Han Xiao dibuat menggaruk kepala berkali-kali, dia masih belum bisa membaca dengan baik makhluk bernama perempuan. Sekarang ditambah seorang permpuan yang hanya menurut pada penciptanya, menerima apapun yang diperintahkan tidak memperdulikan dirinya.


Kata terserah yang keluar dari mulut sosok itu membuat Han Xiao menggeram frustasi.


Pada akhirnya Han Xiao memikirkan nama yang cocok untuk memanggil sosok tersebut, pemuda itu menjentikan jarinya lalu ekspresi wajahnya menjadi sangat terang.


"Kau akan kupanggil Yingzi Mao!" Han Xiao tersenyum riang.


Terlihat sedikit perubahan pada ekspresi sosok berjubah itu, tapi segera menjadi seperti sebelumnya.


"Baiklah Yingzi Mao, apa yang ingin kau katakan?" tanya Han Xiao.


"Pertama, soal Ne Zha, dia akan masuk dalam kultivasi selama tiga bulan ini. Kau selaku pemilik Unsur Ruang, jelas bisa memindahkannya. Kita akan kembali ke Istana Yang Mulia." Yingzi Mao lalu mengatakan bahwa tugasnya untuk melindungi Han Xiao dan Ne Zha.


Lalu mengenai Menara Tianxia yang akan segera terbuka, Xian Xuenai memberi arahan agar Yingzi Mao membawa Han Xiao dan Ne Zha pulang satu bulan sebelum Menara Tianxia terbuka.


"Tapi karena Ne Zha menemukan Inti Air terlebih dahulu, hal itu merubah semua rencana yang sudah dibuat oleh Tuan Putri Xuenai." Yingzi Mao juga memberitahu pada Han Xiao tentang perhitungan Xian Chin mengenai Han Xiao dan Ne Zha yang akan keluar dari kultivasi setelah menginjak ranah Dewa Sejati.


***

__ADS_1


Update mingguan : 01/14


__ADS_2