
Han Xiao menyatukan Pulau dan Bintang Kejahatan, dengan begitu tekanan semakin meningkat, para Murid Kaisar bahkan kesulitan dalam mengambil napas. Mereka sangat sesak dalam Wilayah Han Xiao.
Tu Liwei, Yue Re, Yue Leng dan lainnya langsung terjatuh dan tidak bisa menggerakan seluruh tubuh mereka bahkan hanya satu inci.
"Rasakan sebuah neraka," desis Han Xiao.
Kini Han Xiao menggunakan Wilayah, itu adalah kekuatan yang didapat ketika mencapai tingkat Kaisar, persis seperti Ruang Pribadi ketika mencapai Raja Abadi, hanya saja Wilayah bisa dibawa keluar dan dipakai untuk bertarung, itu akan melingkupi satu kilo meter, tentu saja ukuran bisa menjadi lebih besar atau kecil. Semakin besar Wilayah kekuatan akan menyebar dan sedikit melemah, jika Wilayah diperkecil, itu akan menjadi fokus serta sangat kuat!
Han Xiao memfokuskan wilayahnya untuk mengurung Cui Minzhe, Bo Kua, Tu Liwei, Yue Re, Yue Leng dan murid Kaisar lainnya, mereka semua ada di kapal, sehingga Han Xiao cukup memfokuskan pada Wilayah pada Kapal perang tersebut.
Mati lebih baik daripada berada di wilayah Han Xiao selama itu." Xian Xuenai berkata ringan saat melihat para murid Kaisar yang mulai memerah dan menggila didalam kurungan wilayah Han Xiao.
Han Xiao sendiri mengurangi tekanan terhadap gerakan, itu membuat mereka bisa bergerak. Namun, semuanya tidak memiliki kekuatan dan pemikiran untuk keluar dari Kapal. Siksaan yang mereka dapatkan kini sungguh menakutkan, terpaan dari Delapan Kekuatan Kejahatan membuat mereka berada di Neraka paling bawah.
Korosi terus menggigiti mereka secara perlahan, teror dari Pengendalian Mayat dan Jiwa juga membuat kesadaran mereka sangat terganggu, kekuatan Kematian membuat mereka sungguh bagaikan mayat yang sudah mati, tetapi mereka masih merasakan betapa mengerikannya siksaan yang mereka jalani. Kehancuran, kekacauan, kegelapan. Ketiganya menyerang secara perlahan, pandangan mereka terasa sangat gelap oleh kekuatan Kegelapan, gelap itu bahkan terus menyebar hingga kedalaman jiwa utama mereka. Sesak, itulah yang mereka rasakan dari kekuatan Kegelapan.
Han Xiao masih menatap sengit pada murid Kaisar yang dia siksa, mereka memang satu tingkatan dengannya. Alam Kaisar, tetapi perbedaan mereka sangat jauh darinya. Dia memiliki Delapan Unsur utama serta ada juga unsur Ruang yang dimilikinya. Yang paling kuat adalah unsur Devour yang menjadi inti Delapan Kekuatan Kejahatan.
"Xuenai'jiejie, kenapa kau membunuh Jian'jiejie?" Feng Jin memberanikan diri untuk bertanya melewati telepati.
Xian Xuenai tersenyum kecil sebelum menjelaskan pada Feng Jin melewati telepati juga, setelah menjelaskan pada Feng Jin, Xian Xuenai juga mengirim telepati pada yang lainnya mengatakan bahwa jangan sampai Han Xiao tahu bahwa dialah yang membunuh Jian.
"Apapun yang terbaik untuk Bang Han." Feng Jin menghela napas ringan seraya menatap Han Xiao yang kini tengah melakukan siksaan pada para murid Kaisar yang menjadi kambing hitam.
__ADS_1
***
"Akhiri saja mereka." Ne Zha menghampiri Han Xiao, ini sudah sepuluh tahun sejak Han Xiao mulai menyiksa para murid Kaisar.
Penampilan Tu Liwei, Yue Re, Yue Leng, Bo Kua, Cui Minzhe dan lainnya sangat parah, mereka semua sudah dilumuri darah mereka sendiri karena terus melukai diri mereka sendiri. Han Xiao lah yang bergerak untuk membuat mereka terluka, itu dimaksudkan untuk membangunkan mereka dari ketidaksadaran. Hanya dengan cara itu mereka akan merasakan siksaan yang sangat menyakitkan.
"Bunuh mereka, kuasai wilayah ini. Dengan begitu kita naik ke lantai berikutnya, Alam Semesta Waktu masih diserang, kita harus secepatnya keluar dari sini." Ne Zha memberikan pesan tersirat pada perkataannya, dengan begitu dia bisa menyadarkan Han Xiao dari kekalutannya.
Benar saja, Han Xiao menatap Ne Zha, ekspresi dingin dari Han Xiao menghilang. Lelaki itu mengangguk ringan, sebuah pisau ruang muncul di tangan Han Xiao.
"Jika kalian memiliki kesempatan hidup, gunakan untuk tidak melawanku." Setelah mengatakan hal tersebut, pisau ruang meluncur pergi dan langsung memotong-motong bagian tubuh para murid Kaisar.
Bahkan setelah ingin mengakhiri mereka, Han Xiao masih menyiksa mereka dengan memotong tangan terlebih dahulu, lalu kaki, setiap inci bagian tubuh bawah hingga akhirnya mencincang semuanya sebelum menghancurkan Altar mereka.
"Belum waktunya kau tahu, sudahlah tenang saja. Sekarang tugas utama kita keluar dari Menara Tianxia." Ne Zha tidak menanggapi Han Xiao.
Han Xiao mendengus, saat dia akan mengambil tubuh Jian. Han Xiao mengerutkan dahinya karena tubuh Jian tidak ada di tempatnya.
"Tubuh Jian menjadi butiran cahaya dan menghilang." Ne Zha tahu Han Xiao mencari Jian, jadi segera dia angkat suara untuk memberitahu Han Xiao tentang Jian yang menghilang sehari setelah Han Xiao melakukan penyiksaan pada murid Kaisar.
Han Xiao menghela napas berat, "Benar kata Orochimaru. Ketika yang kau cintai diambil secara tiba-tiba, yang kau pikirkan adalah kebencian, dendam dan balas dendam. Tidak ada yang bisa menyelamatkan mu."
Ne Zha melingkarkan tangannya pada leher Han Xiao dan berjalan di samping lelaki berambut biru tersebut. Kini juga Han Xiao sudah tidak dalam mode perang nya lagi.
__ADS_1
"Apapun itu katamu, jangan putus asa. Aku mengatakan, belum waktunya kau bertemu dengannya. Kau harus paham," ujar Ne Zha.
Han Xiao menghentikan langkahnya, tatapannya segera terarah pada Ne Zha, "Maksudmu? Jian akan bereinkarnasi lagi?"
Ne Zha mengangkat bahunya ringan, "Sudah kukatakan, sekarang kita fokus untuk keluar dari Menara Tianxia terlebih dahulu." Ne Zha mendekatkan wajahnya pada telinga Han Xiao. "Istrimu dalam bahaya." Setelah mengatakan itu Ne Zha terbang masuk ke Vasillias.
Han Xiao terkekeh ringan setelah mendengar dorongan semangat dari saudaranya, dia juga segera terbang masuk ke Vasillias dan memimpin langsung untuk menguasai Galaksi Phoenix.
Hingga hanya tinggal satu Bintang terakhir, Han Xiao dan Ne Zha mengumpulkan semua Ras Warisan Langit dan tiga Monster tingkat 23.
Barulah, setelah empat kota Ras Warisan Langit dikumpulkan serta semua anggota tim berkumpul juga. Ne Zha memulai menandai Bintang terakhir sebagai milik tim mereka.
Dengan ditandai nya Bintang terakhir, itu sudah menjadi sah Galaksi Phoenix dimiliki oleh tim Ham Xiao dan Ne Zha, maka kini keempat Galaksi sudah mereka kuasai. Bersamaan ditandainya Bintang terakhir. Mereka juga langsung muncul pada sebuah tempat, seluruh tempat itu putih sejauh mata memandang.
"Dimana ini? Apakah sudah ke lantai berikutnya?" Feng Jin bertanya.
"Kau selalu bertanya saat semua orang pertama kali mengalaminya juga." Han Xiao memberikan kita kan ringan pada Feng Jin.
Feng Jin terkekeh ringan dan menggaruk kepalanya, "Aku hanya bingung."
"Selamat datang para pemenang, kalian sungguh hebat dan mendominasi, inilah yang harus dilakukan para juara!" suara sebelum pertarungan wilayah kembali muncul entah dari mana menyambut Ne Zha, Han Xiao dan lainnya.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 02/14