Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab421. Rencana Misterius Kaisar Bintang


__ADS_3

"Ternyata kau yang membeli Alat Setengah Dewa dari Han Xiao," ucap Ne Zha lalu melirik Golok patah di tangan Gouyu lalu Tombak dan Perisai yang sudah terbelah di lantai.


Tatapan Ne Zha terarah pada Bing Xing, jejak kejutan melintas pada mata Ne Zha, segera saja dia juga mengingat kembali serangan yang dilepaskan oleh Bing Xing, dengan kekuatan waktu. Ne Zha bisa melihat masa lalu yang terjadi tepat di hadapannya.


"Api Langit!" Ne Zha berseru dalam hati, segera saja dia bertindak dengan baik dan tidak memperlihatkan keterkejutannya.


"Ceritakan tentang Aliansi kalian," ujar Ne Zha seraya menatap Yan Zhong, dia melihat bahwa Yan Zhong lebih pandai berbicara dibandingkan dengan Gouyu.


Yan Zhong dengan tergagap menanyakan aliansi yang mana, sungguh Yan Zhong tidak berani berkata dengan keras pada Ne Zha. Sebelumnya serangan dari Alat Dewa yang sangat kuat bisa dipadamkan dengan mudahnya oleh Ne Zha.


"Dengan murid Kaisar lain tentunya." Feng Jin berkata dengan nada heran saat melihat Yan Zhong tidak paham.


Yan Zhong menggaruk kepalanya ringan sebelum menatap Gouyu.


Gouyu mengangguk dan melihat bahwa Yan Zhong kesulitan mengenai hal ini, Gouyu maju ke depan dan menangkupkan tangannya.


"Seperti yang kau ketahui, aku adalah Murid Kaisar Bintang. Sebelum masuk kedalam Menara Tianxia, Kaisar memberikanku sebuah mutiara." Gouyu menunjukan mutiara berwarna ungu, "Jika mutiara ini bersinar, aku mendapatkan perintah untuk keluar dari Aliansi dan bergerak sendiri. Guruku mengatakan akan lebih baik jika kami bisa memiliki kerja sama dengan kalian yang berasal dari Alam Semesta Waktu."


Alis Ne Zha menyatu saat dia mengerutkan dahinya bingung, Kaisar Bintang?


"Bagaimana kami akan percaya padamu?!" Bing Xing mengarahkan Sabit Dingin pada Gouyu, tidak segan bahkan Bing Xing dengan terang-terangan melepaskan Api Cinta.


Napas Gouyu tertahan, tetapi dia tidak mundur. Gouyu mengetahui bahwa kehidupannya serta harapan gurunya bergantung pada situasi saat ini, jika dia salah menangani dan mati. Semua harapan gurunya akan ikut mati juga.


Tiba-tiba Gouyu teringat benda lain yang diberikan sang guru selain mutiara ini, sang guru mengatakan bahwa benda inilah yang akan meyakinkan perwakilan Alam Semesta Waktu.


Dengan segera Gouyu mengeluarkan benda yang merupakan sebuah Token dan menunjukannya pada Ne Zha.

__ADS_1


Ne Zha mengambil Token tersebut dan alangkah terkejutnya dia saat mengenali Token tersebut yang tak lain adalah Token istana Xian Chin.


"Guruku mengatakan bahwa akan menjelaskan lebih jauh lagi setelah kita keluar dari Menara Tianxia, dia juga mengatakan jika aku sampai melakukan hal ini. Kemungkinan besar Alam Semesta Waktu diserang oleh gabungan Kaisar, tidak banyak yang Guruku katakan. Namun, hal yang pasti adalah, kami berada di perahu yang sama mulai saat ini," terang Gouyu meyakinkan Ne Zha.


Ne Zha sudah memindai dan memastikan bahwa Token di tangannya asli dan bukan buatan, ada juga pesan yang tertanam didalam sana, disana terdapat suara Xian Chin yang memberikan arahan pada siapapun yang membuka pesan itu, tetapi yang jelas pesan itu diarahkan pada Han Xiao atau Ne Zha.


Pada pesan itu Xian Chin mengatakan untuk membantu murid Kaisar Bintang dan murid Kaisar Kayu, Xian Chin mengatakan keduanya adalah sekutu.


Ne Zha tidak bisa mengambil keputusan lain, Xian Chin mungkin sudah menyiapkan rencana lainnya. Ne Zha berpikir bahwa Kaisar Bintang adalah sekutu yang berbaur dengan musuh.


Sudah bukan hal aneh lagi hal ini terjadi di dunia kejam seperti ini.


"Untuk saat ini aku akan melakukan sesuai isi pesan pada Token, jika kalian melakukan sebuah konspirasi." Mata Ne Zha menajam, tatapan Ne Zha membuat Gouyu dan Yan Zhong secara tidak sadar mundur dan nyaris terjatuh.


"Kalian sangat beruntung, ucapkan terimakasih karena dia mengikuti jalan Takdir kalian. Dia bisa saja memotong Jalan Takdir kalian, Kaisar Bintang juga tidak bisa melakukan apa-apa padanya jika kalian dibunuh olehnya." Qin tersenyum seraya menepuk bahu Gouyu dan Yan Zhong.


"Terimakasih," ucap Gouyu dan Yan Zhong.


Ne Zha menganggukan kepalanya ringan, tatapannya kembali teralih pada Golok, Tombak dan Perisai yang rusak.


"Kalian merasakan aura Han Xiao dari mereka, karena senjata mereka ditempa oleh Han Xiao," terang Ne Zha seraya mengambil Perisai dan Tombak yang berada di lantai, Ne Zha melemparkan potongan-potongan itu pada Yan Zhong.


Yan Zhong dengan sigap menangkap dan menatap Ne Zha penuh kebingungan, "Apakah aku boleh tahu, siapa Han Xiao ini?"


"Abangku, dia juga suami dari Kaisar Waktu, Xian Chin dan kekasih Xing'jiejie yang menyerang kalian." Feng Jin menyeplos dengan entengnya diiringi senyum lebar tanpa dosa.


Gouyu terkejut saat mendengar Han Xiao adalah suami dari Kaisar Waktu? Alisnya berkedut, dia bisa langsung mempercayai jika Han Xiao adalah suami Bing Xing, tetapi Xian Chin. Seluruh Kesatuan mengetahui bahwa Kaisar yang satu ini sangat sulit didekati. Nyaris seluruh Ras yang dibuatnya dipimpin oleh perempuan, bahkan banyak yang mulai mengira bahwa Xian Chin adalah penyuka sesama jenis.

__ADS_1


"Kalau tidak percaya sudahlah, kalian pikir Abangku orang biasa?" senyum mengejek tercetak pada bibir Feng Jin saat melihat wajah Gouyu yang terkejut.


"Jin'er." Ne Zha berkata ringan untuk menegur adiknya yang mulai menjadi ember seperti Han Xiao.


"Hehehe, maafkan aku Bang." Feng Jin menggaruk pipinya.


Ne Zha menggelengkan kepalanya sebelum melangkah lebih jauh untuk memasuki pusat tempat yang dipenuhi Kuil ini.


"Baaaang! Tunggu aku!" Feng Jin berteriak lalu segera berlari mengikuti Ne Zha.


Bing Xing disisi lain menatap dingin pada Gouyu dan Yan Zhong, tetapi tak urung dia mengikuti Ne Zha. Bing Xing tidak ingin membuat kekacauan lagi karena egonya.


Tersisa Qin, Yan Zhong dan Gouyu di tempat sebelumnya.


"Qin, kenapa Bing Xing begitu ganas ketika menyangkut Murid Kaisar?" Gouyu pernah berbincang dengan Qin sebelumnya, bisa dibilang hubungan mereka juga cukup baik.


Qin tersenyum sebelum menjelaskan kejadian yang menimpa Han Xiao tiga ratus tahun silam, Gouyu dan Yan Zhong tiba-tiba sangat bersyukur mengikuti arahan dari Kaisar Bintang agar keluar dari Aliansi dan bergerak sendiri.


"Pada lantai lima ini, keberuntungan sangat diuji seberapa besar itu. Kurasa keberuntungan terbesar kalian adalah bertemu dengan Ne Zha, tiada harta apapun yang bisa menandingi pertemuan kalian. Jaga baik-baik hubungan kalian dengannya," ucap Qin sebelum memanggil Teratainya dan pergi ke arah Ne Zha yang menuju pusat dari tempat tersebut.


Sementara itu, Gouyu dan Yan Zhong saling pandang, dari penuturan Qin. Semuanya terdengar sangat serius.


"Jika memang benar, maka kita harus sangat berhati-hati dalam bertindak, usahakan tidak menyinggung mereka," kata Yan Zhong yang segera mendapat anggukan setuju dari Gouyu.


***


Update Mingguan : 06/14

__ADS_1


__ADS_2