
"Apakah kau serius dalam hal ini? Han Xiao, walaupun aku mengetahui baik kau, Ne Zha dan tim mu sangatlah kuat, tapi melawan seribu jenius dari kekuatan besar bukanlah lelucon yang lucu." Yang Qianfan mengeluarkan pendapatnya.
"Apa yang dikatakan oleh Qianfan benar," sahut Yang Shui, dia juga menyarankan agar tim mereka melakukan penyerangan untuk mengeliminasi satu-persatu tim lawan, sehingga tidak akan merepotkan ketika berbenturan secara langsung.
Saat ini, Su Lihwa, Ruan Jian dan Bing Xing menghampiri mereka. Karena mereka juga merupakan kekuatan utama dalam tim ini, maka mereka berhak mengetahui rencana.
Tubuh ketiga gadis itu tersentak sejenak ketika mengetahui bahwa lawan mereka kali ini adalah enam puluh peserta Pertarungan Keajaiban, memang para jenius tidak ikut serta dalam aliansi, mereka hanya memikirkan poin untuk lulus Pertarungan Keajaiban dan menjadi murid Akademi, berseteru dengan kekuatan Besar bukanlah hal baik untuk mereka, sedangkan untuk kekuatan menengah, hanya beberapa dari mereka yang mengikut serta.
"Ini pada dasarnya hal mustahil untuk selamat," ucap Ruan Jian.
"Tenanglah, bahkan jika kita gagal, aku yakin Akademi akan menjadikan kita murid," balas Han Xiao santai.
"Tapi aku yakin ini tidak akan gagal," lanjut Han Xiao dengan senyuman penuh percaya dirinnya.
Ne Zha mulai menjelaskan rencananya, memang sangat sederhana. Tapi hal itu akan mematikan jika berjalan dengan sangat baik, mereka akan menggunakan taktik yang Ne Zha sebut berburu serigala, itu karena mereka akan menyerang banyak musuh menggunakan jumlah yang sangat sedikit.
Tim Yang Qianfan akan bergerak sebagai pertahanan dengan tim Bing Kong, itu karena dalam tim mereka terdapat orang-orang yang memiliki kekuatan dahsyat dan pertahanan tinggi, Yang Qianfan adalah salah satunya.
Tentu saja Yang Qianfan protes, tapi segera protesnya terdiam ketika mengingat bahwa dua pemuda dihadapannya ini adalah dua dalang hebat dalam sebuah perperangan.
"Tim miliku dan Yang Shui akan menyerang dari kedua sisi, tapi hanya separuh, separuh sisanya akan bertarung bersama kalian di garis depan," jelas Ne Zha.
Mereka akan menyerang dari sisi kanan dan kiri dengan jumlah setiap sisi adalah tim yang berisi lima orang, sebenarnya sangat mustahil, tapi sekali lagi han Xiao dan Ne Zha memastikan bahwa ini semua dalam kendali mereka. Han Xiao akan memimpin Yang Shui dan empat lainnya dari sisi kiri, sedangkan Ne Zha akan memimin empat orang untuk emnyerang dari sebelah kanan.
"Kalian harus bertahan setidaknya dua menit, dalam jangka waktu itu jika kita menyerang pada bagian sisi kanan dan kiri, maka serangan ini akan mengacaukan perhatian mereka," tutup Ne Zha seraya menghembuskan napasnya ringan, sangat banyak kali ini dia membuang napasnya untuk menjelaskan taktik Berburu Serigala.
"Mereka pasti akan curiga jika kalian berdua tidak muncul di garis depan," ucap Yang Qianfan.
"Tenanglah." han Xiao tersenyum misterius.
__ADS_1
***
"Butuh berapa lama kita sampai disana?" Yin Cheng bertaya pada Cao Huangjin.
Cao Huangjin menatap pada arah Yin Cheng, "Kita akan sampai disana sekitar empat sampai lima hari lagi."
Posisi mereka dengan posisi tim Penguasa Generasi sungguh jauh, tiga tim yang dipimpin oleh tiga Istana Surga yang sebelumnya ingin mendatangi lokasi mereka, namun ketika mendengar bahwa tim Penguasa Generasi berada di dekat mereka, mereka memilih untuk diam disini dan menunggu kedatangan tim aliansi.
"Apakah bisa lebih cepat?" tanya Yin Cheng.
"Dengan seribu orang lebih yang kita bawa Lima hari adalah kecepatan maksimal kita," jawab Cao Huangjin dengan tenang.
"Baiklah!" balas Yin Cheng degan sedikit kesal.
***
"Seperti itu rencanamu? Kita akan mengikutinya terlebih dahulu, lagipula aku tidak ingin tim dari Kekaisaran hilang," ucap Yang Qianfan ketika mendengar penjelasan Han Xiao.
Pada akhirnya mereka semua setuju dengan arahan dari Han Xiao dan Ne Zha, kini mereka hanya tinggal menunggu tim aliansi datang untuk menyerang mereka.
Setelah kepergian mereka, Han Xiao dan Ne Zha bersantai ditemani oleh berbagai makananyang tersaji di meja.
"Benua mana dulu yang akan kita datangi setelah urusan kita di Akademi?" tanya Han Xiao.
Ne Zha terdiam, dia menutup matanya sejenak untuk menikmati aroma teh yang berada dihadapan bibinya, setelah menyesap teh tersebut Ne Zha membuka matanya lalu menjawab, "Kita akan menuju Sundaland."
"Sundaland? Disana dipimpin oleh Kekaisaran Sunda, aku penasaran apakah itu asal dari Kekaisaran Sunda yang sempat menghebohkan Negara Maritim puluhan tahun lalu," balas Han Xiao ketika dirinya teringat sebuah artikel di dunianya dulu menginformasikan tentang sebuah kelompok yang menyebut diri mereka adalah Kekaisaran Sunda. Pada artikel tersebut, kejadian itu terjadi pada saat Han Xiao dan Ne Zha belum dilahirkan.
Sebagai orang yang gila akan artefak kuno dan barang tentang sejarah, tentu Han Xiao dan Ne Zha juga pernah menelusuri tentang Kekaisaran Sunda ini, tapi berujung tidak mendapatkan hal penting apapun.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apakah itu memiliki hubungan dengan Kekaisaran Sunda yang ada di dunia kita dulu, tapi ada sebuah organisasi yang membuatku tergerak," ujar Ne Zha.
"Organisasi? Apakah?"
"Ya, benar. Organisasi itu disebut Komunitas Sang Juara, mereka terdiri dari para jenius, bahkan lebih mengerikan dari Seratus Kebangaan Surga, mereka memang dilahirkan sebagai orang juara. Walaupun beberapa dari mereka berasal bukan dari bangsawan tapi mereka berhasil mendapatkan juara dalam berbagai hal," jelas Ne Zha ketika mengingat sebuah organiasasi dalam ingatan yang ada dalam kepalanya.
"Menarik, kita akan kesana. Sundaland ya?" gumam Han Xiao.
***
"Taktik mereka sangat sederhana, tapi mematikan. Jika para Jenius ini tidak menghadapi dengan baik maka mereka akan musnah," komentar Pria petinggi Akademi, tentu saja dia mengetahui rencana Han Xiao dan lainnya karena dia bisa memperhatikan Han Xiao dan lainnya.
"Kau yakin para jenius itu akan terbunuh semua?" tanya wanita disampingnya sedikit skeptis.
"Aku sedikit tidak yakin, tapi jika itu terjadi, kita akan mengeluarkan tim Penguasa Generasi ini sebagai pemenang utama, jika mereka terus berada disana para jenius tidak akan berkembang," jawab pria tersebut.
Wanita itu tidak mengatakan apapun untuk menjawab.
"Mereka benar-benar Penguasa Generasi," gumam wnaita itu seraya menatap Han Xiao dan Ne Zha yang tengah mengobrol, ada sedikit keanehan kerena dia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Bagaimana denganyang lainnya?"
"Maksudmu?" tanya pria tesebut.
"Tim Yang Shui, tim Yang Qianfan, tim Bing Kong dan tim Xi Wang," jelas wanita tersebut.
"Dalam perang besar kali ini akan menentukan posisi mereka, jelasnya kursi lima besar sudah diduduki, empat tim yang bekerja sama dengan tim Penguasa Generasi kali ini sedang memperebutkan posisi 2, 3, 4 dan 5," kata pria tersebut.
Wanita itu menghela napas panjang, era ini sungguh mengerikan.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 12/14