Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab499. Aku kalah


__ADS_3

"Jangan membuat onar, jaga sikap kalian, jangan pernah menganggap remeh ataupun melakukan hal buruk di Alam tingkat kedua, atau aku akan turun tangan untuk kalian secara pribadi." Xing Yi memperingatkan dengan tajam.


Para pasukan Aliansi dengan patuh menuruti semua perintah yang diberikan oleh Xing Yi, semuanya pergi menuju Alam tingkat kedua secara serempak mengendalikan Kapal perang bersama meninggalkan Medan perang perbatasan Alam Semesta Dewa.


Setelah melihat kepergian pasukan, Xing Yi juga melesat menghilang dari tempat itu.


***


"Kekuatan Kontrol Jiwa memang sangat mengerikan." Xian Chin terkekeh ringan.


"Tugas ini sangat mudah, sekarang giliranmu." Han Xiao tersenyum pada Xian Chin.


Xian Chin membalas senyum Han Xiao, dia memejamkan mata lalu membentuk mudra tangan, dalam sekejap kemudian, cahaya emas keluar dari tubuh Xian Chin.


Cahaya emas itu melesat untuk mencakup seluruh Alam Semesta yang kini tengah terjadi pengorbanan darah, Xian Chin melambaikan tangannya ke arah kanan, seketika itu juga perubahan besar terjadi.


Seluruh struktur serta gerakan dimana cahaya emas mencakup menjadi lebih cepat.


"Percepatan Waktu," gumam Xian Chin lembut.


Benar, kini Xian Chin mempercepat waktu, ini dilakukan untuk mempercepat proses pengorbanan, dengan begitu sesuai dengan rencana Ne Zha. Mereka akan bergerak untuk mengundang sosok yang diinginkan oleh Ne Zha, baru saja Ne Zha mengirim pesan pada mereka bahwa persentasi meningkat lebih tinggi. Hal ini membuat Xian Chin dan Han Xiao semangat, mereka melakukan tugas dengan sangat cepat.


Aliran waktu menjadi sangat cepat, setelah dua hari, Xian Chin berhenti menggunakan Percepatan Waktu, wajah cantiknya memucat, untuk mempercepat waktu, dia telah melawan hukum Alam. Ini bukan hal mudah untuknya, seluruh Qi dalam tubuhnya sudah habis, Xian Chin bahkan kini tidak kuat untuk menopang berat tubuhnya sendiri, dia ambruk kedalam pelukan Han Xiao.

__ADS_1


"Kau terlalu keras pada dirimu." Han Xiao menghela napas lembut penuh kasih sayang, pemuda itu mengirim Qi miliknya kedalam tubuh Xian Chin, setelah dua hari berikutnya, Xian Chin berhasil memulihkan setengah dari jumlah Qi miliknya yang hilang dengan bantuan Han Xiao.


"Akan membutuhkan beberapa tahun untuk mengisi kembali Qi milikku yang hilang," ujar Xian Chin, memang benar, Qi miliknya sangat luar biasa banyak, mustahil untuk mengembalikan setengahnya jika tidak dengan bantuan Han Xiao.


"Hehe kau tahu, aku memiliki cara lebih cepat untuk memenuhi Qi kita berdua." Han Xiao tersenyum jenaka.


"Kau!" Wajah Xian Chin memerah, tetapj dia segera menarik Han Xiao memasuki Domainnya.


Kini keduanya tengah berada di dalam sebuah kamar mewah, kenyamanan kamar ini sangat luar biasa, hanya dengan berada di dalam kamar saja sudah memberikan ketenangan dan keharmonisan yang sangat dalam.


"Jangan berlebihan Han, kita masih memiliki tugas berikutnya." Xian Chin berbisik pada Han Xiao seraya melepas jubahnya secara perlahan.


Han Xiao tersenyum lebar, dia juga melonggarkan pakaiannya dan menarik lembut Xian Chin menuju ranjang yang sangat empuk tersebut.


"Kau yang selalu membuatku hanyut dalam hasrat," desis Han Xiao dengan nada sensual di telinga Xian Chin.


"Argh, jika kau seperti ini terus kita akan terhanyut!" Xian Chin mendesah lemas, ini sudah empat hari semenjak permainan pertama mereka.


Dengan berkultivasi ganda, mereka berdua mengubah Yang Qi dan Yin Qi menjadi Qi Murni, dengan cara ini sekarang mereka berdua telah memenuhi Pohon Kehidupan dengan Qi kembali. Namun, Han Xiao masih tidak berhenti juga.


Han Xiao menghentikan gerakannya setelah dia melepaskan Yang Qi dalam tubuh Xian Chin. Gadis itu mengerang lagi dengan lemah, tatapannya sangat penuh cinta dan kelembutan saat bertemu dengan mata Han Xiao, terlibat jelas bahwa gadis ini benar-benar tergila-gila oleh Han Xiao. Begitu juga dengan Han Xiao, tatapannya persis sama dengan Xian Chin.


"Tatapan itu, suaramu, tubuhmu dan kenikmatan yang diberikan olehmu membuatku sulit untuk berhenti." Han Xiao bergerak untuk memeluk Xian Chin dengan sangat hati-hati dan lembut seolah takut membuat gadis itu lecet sedikitpun. Ini bukan tanpa maksud, tubuh Xian Chin masih sangat sensitif, jika itu terangsang kembali. Kemungkinan besar Han Xiao akan terhasut dan mereka tidak sanggup menahan diri.

__ADS_1


"Han!" Xian Chin memerah padam saat mendengar perkataan Han Xiao yang tidak disaring.


"Hehehe, kita adalah pasangan, untuk apa sopan santun. Lagipula aku mengatakan hal yang nyata dan sejujurnya," ceplos Han Xiao.


Setelah ceplosan Han Xiao, ruangan itu menjadi hening, Xian Chin dan Han Xiao saling berpelukan dalam keheningan, hanya terdengar suara napas berat serta detak jantung mereka.


Mata Han Xiao terpejam, sebuah senyum terbentuk lembut pada bibir Han Xiao ketika dia melihat Xian Chin yang tidur dalam pelukannya.


"Andaikan ketenangan dan kedamaian ini berlangsung sangat lama atau bahkan selamanya," batin Han Xiao, dia merasakan hal yang sudah lama menghilang dari dirinya, itu adalah ketenangan jiwa dan raga. Saat ini dia kembali merasakannya setelah berhubungan sangat dalam dengan Xian Chin, dalam pelukan tangan ramping Xian Chin dia merasakan dunia menjadi damai.


Han Xiao terlarut dalam ketenangan hingga tanpa tersadar dia tertidur.


"Zi Yao, aku kalah, aku benar-benar mencintainya." Han Xiao tidak mengetahui kini Xian Chin yang berada di dada Han Xiao membuka matanya dan bergumam sangat lembut ketika dia menatap wajah Han Xiao yang tertidur dengan sangat damai.


Xian Chin mengeratkan pelukannya pada Han Xiao dan juga terlelap dalam tidur.


***


Di tempat lain, sebuah lingkaran teleportasi terbuka, sosok pemuda dengan rambut hitam legam mengenakan jubah putih bersih yang sangat elegan keluar dari lingkaran teleportasi.


Pemuda itu tak lain adalah Ne Zha, dia menatap langsung pada sebuah Istana yang sangat megah, tetapi Istana itu sangat sepi dan hening, hanya ada arus merah darah yang mengalir dari berbagai arah menuju Istana tersebut.


"Satu hari lagi selesai, kemana Han Xiao dan Xian Chin?" Ne Zha melakukan pengintaian kedalam Istana, dengan keterampilan serta tekniknya dia dengan mudah menerobos ke ruangan dimana Mutiara Pemanggil Dewa berada.

__ADS_1


Ya Ne Zha kini berada di Istana utama Alam Semesta Dewa, sekarang Ne Zha melihat di ruangan terdapat sebuah Mutiara seperti Bintang dan juga seorang pria yang terlihat sangat gagah. Itu tak lain adalah Kaisar Dewa, Shen Yaozu!


"Han Xiao dan Xian Chin berhasil melakukan tugas mereka, baguslah. Aku harap mereka segera menyelesaikan urusan mereka, dengan begitu aku tidak perlu mengubah rencana." Ne Zha telah mengetahui hal yang ingi dia ketahui, setelah itu dia pergi dari Istana utama Alam Semesta Dewa.


__ADS_2