
Xian Xuenai persis seperti apa yang terlihat, dia sangat senang berbicara hingga hanya butuh waktu sebentar saja untuk segera akrab dengan Xiao Jiang dan Xiao Wushuang.
Mereka mengobrol dan bersantai di atap hingga sang surya mulai turun di ufuk barat, banyak pengetahuan yang didapat oleh Xiao Jiang dan Xiao Wushuang dari Xian Xuenai mengenai kultivasi. Tidak sedikit kemajuan mereka dalam kultivasi ketika mengobrol santai dengan Xian Xuenai.
Tentu saja, pengetahuan Xian Xuenai seluas langit dan sedalam lautan, untuk memberi mereka yang berada di kultivasi rendah seperti Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, itu sangatlah mudah baginya.
"Pengetahuan saudari Xuenai benar-benar luas yah, ternyata berkeliling di dunia bebas membuat pengalaman lebih luas dan dalam," ucap Xiao Jiang dengan kagum, gadis itu termakan oleh cerita karangan Xian Xuenai mengenai dirinya dan Zi Yao yang berkelana selama ini setelah Zi Yao kabur dari Klan Xiao.
"Terimakasih saudari Jiang, kau juga sangat jenius karena sangat cepat tanggap tentang apa yang aku ceritakan mengenai kultivasi," balas Xian Xuenai.
"Xuenai, bukankah kau ingin seblak? ayo kita kembali ke kamar, aku akan memasakannya untuk kalian, dan juga merayakan kemenangan Benua Angin Selatan," ujar Han Xiao yang mulai bosan dengan kicauan Xian Xuenai.
Ne Zha disisi lain tengah tertidur, seperti mendengar Xian Xuenai berkicau adalah pengantar tidurnya.
Mata Xian Xuenai segera berbinar terang, segera gadis itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Han Xiao, dia melemparkan Cincin Spasial pada Han Xiao.
"Didalam sana adalah bahan terbaik dari bahan yang kau buat untuk menjadi seblak," terang Xian Xuenai.
Han Xiao mengangguk ringan lalu membangunkan Ne Zha, setelah Ne Zha bangun, mereka berlima turun dari atap dan menuju kamar.
***
Xian Xuenai dengan serampangan menghabiskan satu mangkuk besar seblak yang dibuat oleh Han Xiao, tangannya kembali terulur untuk menadahkan mangkuk kosong pada Han Xiao.
"Lagi!" pinta Xian Xuenai dengan tidak sabar.
Han Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia mengira bahwa porsi makan dirinya adalah yang terbesar. Namun sepertinya rekor pemakan seblak terbanyaknya telah terpecahkan oleh Xian Xuenai, gadis itu seolah memiliki ruang penyimpanan pada perutnya, semua seblak yang berjumlah lebih dari lima puluh mangkuk itu menghilang ketika masuk kedalam perut gadis tersebut.
__ADS_1
"Xuenai, apakah perutmu adalah ruang penyimpanan?" Han Xiao bertanya seraya menaruh mangkuk berisi seblak sekian kalinya di meja Xian Xuenai.
"Rasa laparku tidak akan terisi penuh jika hanya dengan beberapa mangkuk seblak ini, sudah empat tahun aku belum makan seenak ini," sahut gadis itu ringan seraya kembali menyantap Seblak dengan penuh kenikmatan.
Han Xiao menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin ambil pusing, seorang adik dari penguasa dunia pasti bukanlah orang biasa. Jadi wajar jika gadis ini makan dengan sangat banyak, namun tetap saja dia adalah seorang gadis, citra anggun yang tertanam pada Xian Xuenai seketika menghilang ketika gadis itu secara serampangan memakan seblak.
Di ruang makan ini terdapat Yang Shui, Yang Qianfan, dan Bing Xing. Untuk Bing Kong dan Xi Wang, mereka kini telah diarahkan pada kamar mereka dan sedang beristirahat. Yang Shui dan lainnya juga sama, namun mereka memilih untuk datang kesini ketika mendengar Han Xiao dan Ne Zha ingin memasak seblak.
"Jadi, kalian diterima sebagai murid kelas A?" tanya Ne Zha seraya menatap dua gadis dan satu pemuda dihadapannya.
Yang Shui menggelengkan kepalanya, "Tidak, kami tidak berda di kelas A."
Ne Zha mengerutkan dahinya ketika mendengar jawaban dari Yang Shui, seharusnya dengan kekuatan dan bakat mereka, sudah pasti akan memasuki kelas A.
"Lalu?" tanya Han Xiao tak kalah penasaran, pemuda berambut biru itu melepas celemek yang terpasang pada tubuhnya lalu duduk disamping Xian Xuenai.
"Kelas S?" Han Xiao mengerutkan dahinya.
Berbeda dengan Han Xiao yang bingung, Ne Zha sudah memiliki tebakan mengenai kelas S ini.
"Ya, kelas ini akan diisi oleh seratus jenius, kami mendapatkan informasi ini dari Dekan Meili ketika dia memberikan fasilitas terbaik di Akademi untuk tempat tinggal kami," ujar Yang Qianfan.
"Seratus? Akademi seharusnya mengetahui bahwa tim Penguasa Generasi bahkan hanya genap enam orang sekarang," ujar Han Xiao dengan nada yang tersirat kesedihan didalamnya.
Suasana di tempat makan sedikit berubah, namun Xian Xuenai sepertinya tidak terganggu, gadis itu masih dengan semangat memakan seblak yang kini tengah diseruputi kuahnya.
"Akademi akan mengadakan sebuah pertandingan untuk jenius kelas lain yang memiliki kemampuan, jika mereka lulus, maka mereka akan mengisi tempat kosong," ucap Bing Xing.
__ADS_1
Ne Zha tidak perlu bertanya, dia mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Akademi, disisi lain Han Xiao juga kesampaian untuk memikirkan hal tersebut, namun seperti kata pepatah dari Negara Maritim, lapar galak kenyang ****, itulah yang sedang dirasakan oleh Han Xiao karena sejak tadi mulutnya tidak berhenti mengunyah walaupun sedang memasak.
"Kelas S ya?" Ne Zha menyunggingkan sebuah senyum kecil, sudah jelas bahwa kelas S diadakan karena adanya dirinya dan Han Xiao yang menjadi guru, kelas S akan menjadi kelas mereka.
"Persiapkan diri kalian untuk memasuki kelas S, kuberitahu pasti tidak akan ada pelajaran yang mudah," ujar Ne Zha seraya tersenyum pada Yang Shui dan lainnya.
"Maksudmu?" Yang Qianfan bertanya heran.
"Kau akan mengetahuinya nanti, kalian harus paham juga, semakin baik kelas, semakin sulit juga pelajaran yang didapat," balas Ne Zha lalu mengasikkan dirinya dengan seblak yang mulai mendingin.
"Urgh.." suara sendawa terdengar nyaring ketika mereka mulai memfokuskan pada makanan, pandangan semua orang taerarah pada sosok gadis yang kini tengah menyandarkan punggungnya dan mengelus perut.
"Kenapa kalian memperhatikanku?" Xian Xuenai bertanya heran.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, dia mencubit lengan Xian Xuenai pelan, "Kau itu gadis cantik, bersikaplah anggun jangan serampangan seperti itu. Pantas saja kau tidak membawa lelaki denganmu untuk menemu abangmu, kelakuanmu seperti itu, lelakimana yang ingin bersamamu?" cerocos Ne Zha.
Xian Xuenai mendengus kesal seraya menatap Ne Zha, "Perkataanmu menyakiti hatiku! Abang Haaaaan, lihatlah Abang Zha nakal!" adu Xian Xuenai.
Han Xiao terkekeh geli melihat tingkah Xian Xuenai yang seperti itu, kurang leih gadis itu seperti dirinya yang tidak perduli dengan apapun dan hanya bersikap semaunya saja.
"Zha, kau menyakiti adik kita yang lucu ini? Sungguh kau jahat," canda Han Xiao seraya mengelus pucuk kepala Xian Xuenai.
Xian Xuenai menjlurkan lidahnya pada Ne Zha, sedangkan Ne Zha disisi lain bersikap tidak perduli.
***
Update Mingguan : 06/14
__ADS_1