
Karena tidak adanya yang angkat suara untuk menaikan harga, Sumsum Naga didapatkan oleh Ne Zha dengan mudah.
Lelang kembali berjalan setelah Sumsum Naga terjual, Wang Shi kembali mengeluarkan barang-barang yang sangat luar biasa.
Ne Zha tidak sepasif tadi, dia juga menawar beberapa barang yang sesuai dengan harapannya. Saat lelang akan mencapai puncak, Ne Zha sudah mengumpulkan lebih banyak bahan yang dibutuhkannya.
Lelang Ne Zha berjalan lebih lancar karena serangan dari Han Xiao sebelumnya yang membangun ultimatum mereka, itulah yang selalu mereka lakukan di setiap lelang di dunia lama mereka. Han Xiao akan melakukan serangan besar, dan Ne Zha melancarkan pembelian dengan harga yang relatif rendah. Semua orang akan mengira bahwa uang mereka mulai menipis. Namun, nyatanya Ne Zha memancing agar banyak yang bersaing dengn mereka. Tapi serangan Han Xiao selalu efektif untuk mengguncang para peserta lelang.
Seperti sekarang, Ne Zha sudah mendapatkan setiaknya tiga puluh item yang menurutnya cukup bernilai di matanya. Ne Zha cukup puas dengan item yang didapatkannya, kini dia menunggu barang utama yang akan segera keluar.
Namun seperti sebelumnya, akan ada hiburan sejenak saat hendak mencapai barang puncak. Hiburan kini bukanlah tarian seperti saat sesi Material, melainkan seni beladiri.
Terdapat sepasang gadis naik keatas panggung, mereka membawa tombak sepanjang tiga meter di tangan mereka dengan mata tombak lebar.
Sepasang gadis itu mempraktekan jurus tombak yang sangat indah dan memukau para penonton, gerakan menusuk dan mengayun dari jurus tersebut sungguh benar-benar sesuai untuk tubuh perempuan. Keduanya bergerak dengan benar-benar indah tanpa ada sedikitpun keraguan atau masalah.
Bahkan Han Xiao dan Ne Zha berdecak kagum, keterampilan itu memang termasuk level menengah, tapi dilatih dengan sedemikian rupa menjadi sangat luar biasa. Ditambah jurus tersebut seolah diciptakan untuk mereka berdua, keindahan seperti itu sangat mengagumkan, gerakan indah itu mengandung hal yang sangat menakutkan jika memahaminya. Setiap gerakan itu akan sangat sulit untuk dihindari, jikapun dengan paksa ditahan. Kerugian yang didapat oleh musuh tidak akan kecil.
Setelah menunjukan permainan Tombak mereka, kedua gadis itu pamit untuk turun dari panggung sesudah mengucapkan terimakasih.
Wang Shi kembali naik keatas panggung, gadis itu membawa sebuah kotak kecil bersamanya, dia menaruh kota tersebut pada meja yang sudah disiapkan dihadapannya ketika dia naik ke atas panggung.
"Kalian pasti penasaran bukan dengan Barang Utama kali ini? Siapkan isi kantong kalian, ini akan sangat luar biasa menguras isi kantong jika kalian menginginkannya," ucap Wang Shi dengan nada yang memberikan kesan misterius pada para peserta lelang.
Persis seperti sebelumnya, para peserta lelang kembali terbawa arus oleh pembawaan dari Wang Shi. Gadis itu seolah memiliki sihir untuk hal tersebut.
Karena banyak yang mendesak penasaran dengan barang utama, Wang Shi segera menunjukan isi dari kotak tersebut.
Dari kotak yang dibawa Wang Shi keluar sesosok makhluk kecil yang berjalan dengan sempoyongan seraya meneguk sesuatu dari botol labu yang berukuran kecil juga di tangannya.
__ADS_1
Ukuran makhluk tersebut tidak lebih dari setinggi kucing dan memiliki tubuh yang hanya segenggam kepalan tangan. Sungguh makhluk mungil yang lucu.
"Roh Alam?" Ne Zha mengerutkan dahinya saat menggumamkan hal tersebut, dia juga memiliki Roh Alam bersamanya, yaitu Di Yushu. Sehingga bisa merasakan bahwa makhluk kecil yang berada di panggung adalah Roh Alam seperti Di Yushu.
Benar seperti yang digumamkan dan pikiran Ne Zha, makhluk kecil itu adalah Roh Alam, Wang Shi segera menjelaskan bahwa Roh Alam itu terbentuk dari Tanaman Koka Pakau, tanaman Koka Pakau sendiri terkenal sebagai bahan untuk membuat campuran minuman keras yang memiliki kualitas tinggi.
Tidak heran Roh Alam kecil itu terlihat sangat sempoyongan dengan sebotol botol labu kecil di tangannya, makhluk keci itu tercipta dari tanaman yang memabukan, bagaimana karakteristiknya bisa hilang? Pasti akan tetap disana.
"Hais, maklhuk kecil ini." Han Xiao berdecak saat melihat Roh Alam tersebut, dia menjadi teringat ayahnya yang merupakan Mafia besar, memiliki ladang Tanaman Koka yang merupakan bahan narkotika Kokain. Tidak tanggung, ladang itu adalah ladang terbesar di bumi. Dengan ladang sebesar itu, jelas keuntungan Narkotika tersebut saja sudah lebih dari cukup untuk meredam polisi dan memperkuat kekuatan.
Ne Zha memandang Han Xiao, pemuda itu juga berpikiran serupa dengan Han Xiao, hanya saja ayahnya dulu adalah pemilik ladang Ganja, Opium dan Peyote, itu tentu memiliki keuntungan yang lebih besar dari bisnis Kokain dari ayah Han Xiao.
"Beli dia Zha," ujar Han Xiao.
"Kau mengingkannya, kau saja yang menawar," sahut Ne Zha dengan santainya.
Orang-orang di ruang pribadi langsung terdiam ketika tawaran pertama sudah selangit.
"2 Koin Kristal tinggi," suara gadis yang sebelumnya muncul kembali pada ruang pribadi nomor sembilan.
Hal tersebut membuat Han Xiao tersenyum lebar, dia senang dengan gadis yang pemberani seperti gadis di ruang pribadi nomor sembilan tersebut, dengan nada riangnya Han Xiao menaikan harga menjadi 4 Koin Kristal.
"Kau menang!" ketus gadis yang berada di ruang pribadi nomor sembilan.
Han Xiao tersenyum lebar, begitu juga dengan lelang. Penawaran Han Xiao telah mengakhiri pelelangan dari Roh Alam Koka Pakau.
Tidak seperti barang lainnya, Roh Alam Koka Pakau langsung diantar oleh pelayan ke ruangan pribadi nomor satu.
Senyum Han Xiao melebar ketika melihat Roh Alam Koka Pakau, "Siapa namamu?"
__ADS_1
Roh Alam koka Pakau itu dengan tubuh yang sempoyongan menengadahkan kepalanya keatas untuk melihat Han Xiao yang tersenyum riang.
Ekspresi Roh Alam koka Pakau itu terlihat sangat berpikir keras, tapi setelah beberapa saat. Dia menggelengkan kepalanya, "Tidak punya nama," ucap Roh Koka Pakau dengan nada suara khas orang mabuk.
"Baiklah, jika begitu. Maka aku akan memberimu nama Jiugui, sangat cocok denganmu," ucap Han Xiao seraya menyentuh kepala Jiugui sang Roh Alam Koka Pakau.
Jiugui terlihat lebih senang, makhluk kecil itu menegak lebih lama botol labunya. Ketika memisahkan botol labu dengan bibirnya, wajah Jiugui menjadi sangat merah.
"Nama yang bagus, aku suka! Jiugui! Pemabuk! Hahaha." Jiugui berseru dengan sangat senang.
Han Xiao menatap Ne Zha, "Jika tida salah, kau membawa Di Yushu bersamamu? Biarkan anak ini bersamanya, mungkin bisa belajar bercocok tanam di kebunmu pada Alam Nirwana," ucap Han Xiao.
Ne Zha menganggukan kepalanya ringan, sedangkan Han Xiao segera menjelaskan pada Jiugui tentang kepindahannya ke Alam Nirwana, disana juga Jiugui akan bertemu Roh Alam lainnya
Mendengar ada Roh Alam lain, Jiugui sangat senang dan berkata ingin cepat kesana.
Ne Zha menalmbaikan tangannya dan Jiugui segera menghilang, makhluk kecil itu sudah dipindahkan ke Alam Nirwana.
***
Bacotan Pengetik
Gengs! ada berita bahagia! Apa itu? Ya benar, Dua Penguasa bakal Crazy Update karena Bab reguler mingguan sudah terpenuhi.
Eits! Tentu saja ini bukan Crazy Update yang tidak mendasar atau atas permintaan, tapi ini Crazy Update untuk menyambut Publishnya Dragalia Online di Ringdom/Dream3 mulai tanggal 1 November. Dragalia Online akan Update 2bab perharinya. Jadi mohon dukungannya gengs!
I Hope you enjoy...
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1